Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 127


__ADS_3

Mulut Gita menganga lebar.kepala nya mendadak terasa pusing melihat pemandangan yang sangat ingin dia lihat.


Satu persatu buliran bening yang sejak tadi menganak di ujung mata nya kini berjatuhan bagaikan air hujan.


" Mas..Ini 'kan acara perayaan kelulusan aku." ucap Gita di sela tangis nya.


" Kamu... Nyiapin semua ini Mas!" ujar Gita sambil berhambur memeluk suami nya.


Reza hanya tersenyum dengan menganggukkan kepala dan ikut membalas pelukan dari istri.


Pemandangan romantis ini tidak luput dari semua sorot mata siswa dan guru- guru yang ikut serta dalam perayaan kelulusan SMA Karya Bakti.


" Ya Ampun ....So sweet kali!" pekik siswa wanita di sana.


" Gue kayak lagi nonton drama Korea deh!" seru yang lain nya.


" Waw...Ganteng banget! Pengennn." teriak siswa perempuan begitu melihat wajah Reza terpampang nyata sedang kan wajah Gita membelakangi layar laptop nya.


" Yah.. Ternyata Gita sudah ada pemilik nya." nada kecewa terdengar dari kaum Adam yang sempat memuja paras cantik yang dimiliki oleh Gita.


Semua orang bersorak dan memandang penuh kagum.meskipun mereka sebenarnya memiliki pertanyaan tentang hubungan kedua orang yang mereka lihat di layar lebar yang terpampang nyata di hadapan semua orang.


Di tengah- tengah sorak-sorai penuh histeria itu,di deretan kursi nomor dua dari depan,ada sepasang mata yang membendung tangis yang akan siap meledak jika di pejam nya sekali saja.


Dengan sekuat tenaga Pria yang masih belum bisa move on dari masa lalu nya itu bertahan melihat pemandangan yang menyakitkan hati dan juga mata nya.dia tidak mungkin berbuat banyak ,untuk menolak atau pun melarang mereka memasang gambar wajah gadis itu,dia sedikit pun tidak punya kuasa.


Jiwa rapuh nya kembali bergejolak hebat.


Pria patah hati itu bernama Selo sang penyair hati Gita di masa lalu sebelum terikat pernikahan dengan suami nya.


Semua teman-teman Selo menatap ke arah Selo penuh iba dan kasihan,mereka saling merangkul memberikan kekuatan agar Selo mampu mengikuti acara ini sampai selesai.


" Gue aman." ucap Selo dengan gerakan mulut.untuk berbicara keras pun teman- teman nya tidak akan bisa mendengar karena suasana mulai berisik dengan kata sambutan yang sedang berlangsung.


Teman-teman Selo hanya mengacungkan jempol mereka ke arah pria malang itu, begitu pun dengan ketiga gadis biang rusuh,mereka juga ikutan memberi support kepada Selo dengan gerakan tangan mengepal di udara.


" Semangat." ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


Selo hanya membalas dengan menggoyang kan kepalanya sambil tersenyum tipis.


Mertua nya yang merupakan pemilik sekolah itu membuat Gita begitu mudah mengakses jalur pintas demi bisa ikut serta dalam event terbesar yang di rayakan hanya sekali setahun.


Ide ini terlintas di kepala Reza saat kemaren melihat istrinya menangis karena tidak bisa ikut bergabung di sekolah nya.dengan segala kecerdasan nya dan di bantu oleh orang kepercayaan nya, Reza mulai mengatur strategi dan taktik demi mewujudkan impian kekasih halal nya.


" Kamu suka ngga sayang!" bisik Reza di telinga istri nya.


Gita mengangguk kan kepala nya lalu melepas kan pelukan nya.


" Suka Mas, terimakasih sudah mewujudkan mimpi aku." ucap Gita sambil menatap penuh damba kepada suami nya.


Walaupun dia tidak bisa hadir langsung di sana,tetapi dengan cara virtual seperti ini sudah mengobati rasa penasaran nya.


Dia sangat bersyukur mendapatkan kejutan yang luar biasa ini.tangis kebahagiaan nya tidak surut sejak tadi.


" Jangan nangis lagi dong sayang,nanti make up kamu luntur." goda Reza sambil membantu istri nya mengelap air mata nya yang berjatuhan.


" Ngga tau Mas,air mata nya ngga bisa di hentikan." jawab Gita dengan nada manja nya.


Reza hanya mampu tersenyum melihat istri nya yang tengah bersusah payah membendung badai air mata nya.


Setelah mulai merasa tenang Gita kembali duduk manis menghadap ke layar laptop mengikuti acara yang sedang berlangsung.


Di layar proyektor gantung itu tidak terlihat jelas perut besar Gita, sehingga dia tidak perlu merasa minder atau pun malu dengan semua teman seangkatannya.


Di tengah- tengah acara berlangsung, Gita di buat kaget dengan spanduk yang di bentang yang bertuliskan.


" Get well soon Sagita Anastasya Husein."


di latar spanduk itu ada foto pernikahan mereka berdua.


"Mas..Itu kan foto kita." ujar Gita tidak Percaya melihat suami nya mulai terang-terangan mempublikasikan hubungan mereka.


" Iya sayang,Mas memang sengaja memasang foto itu supaya cowok yang menaruh rasa kepada kamu mundur tanpa Mas hajar." jawab Reza dengan berbisik di telinga istri nya,karena suara mereka sudah terhubung ke layar yang menggantung besar itu.


Gita hanya membalas dengan menggelengkan kepala nya sebagai bentuk protes nya.

__ADS_1


" Selamat pagi semua nya." Sapa Pak Anton dari atas panggung.


" Maaf kan saya yang baru bisa berkunjung ke sini setelah beberapa tahun terakhir ini,sebenar nya jika bukan karena suatu hal mungkin saya juga tidak akan bisa berdiri di sini.mengingat putra saya sedang berhalangan dan tidak bisa hadir sehingga memaksa saya harus hadir untuk mengganti kan nya.


Pertama -tama saya ingin sedikit meluruskan apa yang kalian lihat di layar yang bergantung besar di depan sini.


Mereka adalah anak dan menantu saya.


Reza Kusuma Wijaya dan Sagita Anastasya Husein.mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang mengetahui fakta yang tersembunyi ini.mereka memang sudah menikah beberapa bulan yang lalu.mereka menikah karena kami jodoh kan.saat ini menantu saya tidak bisa hadir untuk ikut dalam perayaan kelulusan ini,karena dia sedang di rawat di rumah sakit.


Terimakasih atas segala doa nya dan terimakasih juga sudah memberikan izin agar menantu saya bisa ikut serta walaupun dengan cara virtual."


Begitu lah sebagian potongan kata sambutan yang di berikan oleh Pak Anton di hadapan semua orang yang turut serta memeriahkan acara kelulusan kelas 12 SMA Karya Bakti.


Mulut Gita tidak berhenti mengucap kata syukur dan terima kasih kepada suami nya.


Sampai acara selesai Gita tampak masih betah duduk mengikuti cara itu.satu persatu orang-orang yang nampak di layar laptop nya mulai meninggalkan tempat acara.


" Mas..Kamu kok bisa sih bikin ide begini?" tanya Gita penasaran.


" Siapa dulu!" seru Reza sambil menepuk dada nya.


" Kamu memang keren Mas,tapi apa ini ngga berlebihan ya?" tanya Gita mulai merasa tidak enak, padahal sepanjang acara berlangsung dia tampak begitu menikmati dengan antusias nya.


" Ngga lah sayang,ngga akan ada orang yang berani mempermasalahkan hal ini.jika ada biar Mas yang menghadapi nya." jawab Reza enteng sambil merangkul pundak sang istri.


" Baik lah Bapak Reza Kusuma Wijaya yang tidak tandingan nya! Sekarang aku mau makan! Dari tadi pagi 'kan kami belum sarapan." ucap Gita sambil mengelus perut nya yang mulai meronta minta di isi.


" Ya tuhan...Maaf kan Mas yang melupakan sarapan kamu sayang." ujar Reza sambil menepuk jidat nya, sangking sibuk nya mengurus segala sesuatu dari pagi buta tadi, sampai- sampai dia melewatkan begitu saja hal yang paling penting bagi istri dan anak- anak nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah. sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..

__ADS_1


Terimakasih untuk semua nya karena sudah meluangkan waktu kalian untuk mampir di Novel receh saya ini.😍🥰😍🥰😍😊😊😊


.


__ADS_2