Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 162


__ADS_3

" Mas! Pakai dulu baju nya!" seru Gita saat melihat suami nya yang masih dalam keadaan naked dengan belalai nya yang menggantung tetapi sudah ingin membuka pintu kamar.


" Ya tuhan!" ucap Reza sambil menepuk jidat nya.


Gita hanya mampu mengulum senyum dan geleng kepala melihat suami nya yang tiba-tiba saja menjadi pelupa.


" Gita! Reza!" ulang Mama Sonia yang tidak kunjung mendapatkan balasan.


" Iya Ma." jawab Gita dari dalam.


Dari pada sang Mama kembali berteriak dan mengundang kehebohan di siang yang panas ini,dia terpaksa membuka suara nya, meskipun tidak bisa membuka pintu akibat perut nya yang masih terasa begitu sakit.


" Sebentar Ma." jawab Reza yang sudah siap berpakaian rapi.


Kedua calon Oma itu menatap bingung kepada anak beserta menantu nya.


" Kalian mau kemana?" tanya mereka bersamaan.


" Mau ke rumah sakit, perut Gita sakit." jawab Reza membiarkan kedua Mama nya masuk ke dalam kamar mereka.


Gita yang tengah berada di atas ranjang tidak berhenti mendesis meluap kan rasa sakit nya.


" Mas! Cepetan!" ujar nya lagi.


" Basah!" seru Mama Sonia saat mendapati kasur beserta baju yang di pakai oleh Gita sudah basah oleh air.


" Kamu buang air kecil sayang?" tanya Reza yang belum paham.


" Ngga kok Mas,aku ngga buang air kecil atau buang air di sini." jawab Gita yang merasa tidak melakukan nya.


" Ini air ketuban." sahut Mama Sonia dan Mama Meri secara bersamaan,bau amis yang bercampur dengan sedikit lendir membuat kedua nya yakin jika air yang membasahi baju Gita adalah air ketuban yang sudah pecah.


" Ayok kita ke rumah sakit sekarang,Gita sudah mau melahirkan." ucap Mama Sonia heboh.


Gita turun ke lantai bawah dengan di gendong oleh suami nya, sedang kan Mama Sonia tengah sibuk membawa semua peralatan untuk lahiran yang sudah mereka siap kan dari hari kemarin.


" Gita kenapa?" tanya Rega yang dari lantai bawah.


" Perut nya sakit." jawab Reza yang terus berjalan cepat menuju ke mobil putih yang sudah terparkir rapi di depan rumah.


" Kamu di belakang saja,biar aku yang menyetir mobil nya." tawar Rega yang sedikit banyak nya menguasai dunia balap.


Reza yang mengerti maksud dari ucapan Rega, langsung masuk ke kursi belakang dengan Gita yang berada di pangkuan nya.


" Mas sakit!" keluh Gita lagi.


" Sabar sayang,tahan sebentar." ucap Reza menenangkan istri nya.


Tangan Reza tidak berhenti mengelus bagian perut yang menurut Gita terasa sangat sakit.


" Pinggang nya juga di elus Mas." pinta Gita lagi,yang merasa kan sakit nya berpindah ke bagian belakang.


Di mobil mewah warna putih ini,hanya ada mereka bertiga, sedang kan kedua calon Oma itu berada di mobil yang lain bersama dengan Pak Herman.


Pak Anton yang sedang mengadakan pertemuan dengan para kolega bisnis nya terpaksa pamit dari forum itu, ketika mendapat kabar jika menantu kesayangan nya sedang di bawa ke rumah sakit akibat merasakan sakit di bagian perut nya.


"Lebih cepat lagi Pak Ali!" seru Pak Anton dari kursi belakang.


Terlihat jelas sebuah kecemasan besar di raut wajah Pak Anton.


Sedang kan di ruang rumah sakit Medika Wijaya, Gita sudah masuk ke dalam ruangan persalinan.pakaian Gita sudah di ganti dengan pakaian rumah sakit,selang infus sudah terpasang di tangan Gita.


" Sudah pembukaan 5, kita tunggu sebentar lagi sampai pembukaan nya cukup baru kita bisa bertindak." ucap Dokter Rina menjelaskan.


" Apa tidak ada jalan lain supaya istri saya tidak merasa kan sakit lagi Dok? Kasih obat yang paling bagus." tanya Reza yang tidak tega melihat Gita menahan rasa di sekujur tubuh nya.

__ADS_1


" Tidak bisa Pak,ini sudah sewajarnya dan memang harus seperti ini jika tetap ingin melahirkan secara normal, untuk melakukan tindakan operasi pun kita sudah berada di tengah perjalanan, sungguh sangat di sayangkan.kita tunggu saja sebentar lagi." jawab Dokter Rina menjelaskan lagi.


" Tidak apa-apa Mas, aku mau melahirkan secara normal saja." sahut Gita supaya Reza tidak berubah pikiran.


" Ya sudah terserah kamu saja,kalau satu jam lagi masih belum keluar juga,Mas ngga mau menerima alasan apapun lagi, operasi adalah jalan terbaik nya." putus Reza yang tidak ingin di bantah lagi.


" Iya." jawab Gita patuh.


" Bawa jalan-jalan saja, supaya pembukaan nya lebih cepat bertambah." saran Dokter Rina untuk Gita.


Gita hanya mengangguk kepala lalu turun dari ranjang perawatan nya.


" Hati-hati sayang." ucap Reza yang sudah siaga membantu dari belakang.


Di luar ruangan perawatan semua keluarga besar Husein dan Wijaya sudah berkumpul menemani Gita yang sedang berjuang di dalam sana. suara sepatu pantofel beradu dengan lantai,akibat dari Pak Anton yang tidak berhenti berputar karena rasa cemas nya yang berlebihan.


" Kenapa lama sekali?" tanya Pak Anton kepada Dokter Rina yang baru saja keluar dari ruangan Gita.


Dokter Rina tersenyum melihat semua anggota keluarga dari Gita yang terlihat begitu mencemaskan keadaan putri mereka satu-satu nya.


" Sebentar lagi Tuan, pembukaan nya masih belum sempurna."


Satu jam lebih Gita berjalan untuk menambah pembukaan yang masih belum sempurna itu,dengan segala rasa sakit yang menyerang tulang persendian nya, Gita yang tidak ingin membuat suami nya khawatir memilih untuk tidak mengeluh selama rasa sakit itu masih bisa dia tahan sendirian.


Sesekali dia meremas kuat lengan suami nya sebagai pelampiasan dari rasa sakit yang dia tahan.


Raut wajah lelah tidak bisa dia sembunyikan meskipun dia sudah berusaha menutupi nya.


Tetapi peluh keringat yang menetes di wajah nya membuktikan begitu besar perjuangan nya untuk bisa melahirkan baby twins secara normal dan sehat ke dunia ini.


Berulang kali dia menarik nafas dari hidung,lalu di hembuskan melalui mulut nya sambil kaki nya terus berjalan mengitari ruangan VVIP ini.


Gita dengan di temani oleh Reza di dalam ruangan itu,mulai.berbaring setelah pembukaan nya di nyatakan sempurna oleh Dokter Rina yang sudah menjadi Dokter pribadi nya selama masa kehamilan nya.


" Ayo Nona Gita, dorong kuat-kuat jika sudah saya beri perintah nya."ucap Dokter Rina di samping brankar Gita.


" Sayang! Kamu pasti bisa dan kamu adalah wanita yang kuat." bisik Reza lembut di telinga Gita.air mata yang mengalir di sudut mata Gita dia hapus dengan begitu lembut nya.


" Satu, dua, tiga....Dorong lebih kuat Nona Gita."


Gita langsung mengangguk kan kepalanya


Sekuat tenaga dia mengeluarkan tenaga nya supaya kedua baby twins nya bisa segera keluar.


Dorongan pertama bayi berjenis kelamin laki-laki keluar dengan selamat.


"Alhamdulillah..." ucap Reza penuh syukur.


Wajah nya kembali tegang menanti bayi kedua mereka yang masih butuh proses untuk di keluarkan.


" Oekkk...Oekkk"


Tangisan bayi kedua yang berjenis kelamin perempuan akhir nya keluar juga dengan selamat.


Akhirnya Reza dan Gita di karuniai sepasang bayi kembar yang ganteng dan cantik,kedua nya memiliki berat badan yang normal.pipi chubby serta kulit putih yang begitu bening.


Air mata Reza tidak berhenti menetes membasahi pipi nya.


" Terimakasih sayang,atas semua perjuangan kamu dalam melahirkan baby twins kita dengan selamat." bisik Reza di telinga Gita yang sedang mendapat kan perawatan setelah berhasil melahirkan kedua baby twins nya.


Gita menganggukkan kepala nya.air mata nya juga sudah turun sebagai wujud rasa bahagia nya.


Setelah bayi nya di bersih kan oleh perawat,Reza langsung mengumandangkan adzan di telinga kedua baby twins nya,dengan suara bergetar Reza berusaha menyelesaikan tugas nya ,mata Reza kembali berkaca-kaca melihat betapa besar nya karunia tuhan di dalam hidup nya.bayi mungil itu menggeliat di dalam dekapan nya,wajah mereka merupakan perpaduan antara Reza dan Gita.


" Di mana cucu-cucu Oma." ucap Ibu Meri yang baru di perbolehkan masuk oleh perawat.

__ADS_1


" Gantian dong besan." sahut Mama Sonia tidak terima.


" Baby nya kan ada dua Sonia! Jangan rebutan."


" Baby boy nya lagi di gendong sama Opa nya." sahut Mama Sonia yang langsung mengambil paksa baby girl dari tangan Ibu Meri.


" Ma,gantian! Rega juga mau gendong baby nya." kali ini Rega yang protes karena tidak mendapat giliran.


" Mama baru sebentar gendong nya,tunggu dulu!" tolak Mama Sonia belum merasa puas.


" Gantian dong Ma, jangan serakah." sahut Rega lagi yang langsung mengulurkan tangan nya.


Prak..


Tangan Rega yang sudah sampai di badan baby mungil itu, langsung di pukul keras oleh Mama Sonia yang tidak terima mainan baru nya di ambil.


" Om, gantian!" pinta Rega kepada Pak Anton yang sedang menggendong baby boy itu.


" Kamu tidak usah,nanti leher cucu saya bisa patah jika kamu gendong." tolak Pak Anton mentah-mentah.


Rega hanya mampu menggerutu kesal melihat semua orang yang tidak peduli dengan rasa penasaran nya.padahal tangan nya sudah sangat gatal ingin mencoba menggendong keponakan kembar nya.


Reza masih berada di ruangan Dokter untuk menyelesaikan sejumlah surat yang harus dia tanda tangani.


" Mau kamu kasih nama apa baby boy ini ?" tanya Pak Anton setelah melihat kedatangan Reza.


" Sadam Regiza Wijaya dan sakira Regita Wijaya." ucap Reza mantap.


" Bagus!" ucap Pak Anton sambil mengangguk kan kepala.


" Tidak bisa! Kenapa tidak ada nama Husein di belakang nama kedua cucu saya." tolak Pak Herman tidak terima.


" Ya tidak bisa dong Herman,nama baby nya harus ikut nama ayah nya." sahut Pak Anton lagi.


" Pokok nya nama itu tidak sah ." tolak Pak Herman yang tetap kekeuh dengan keinginan nya.


" Pokok nya harus tetap pakai nama Wijaya." ucap Pak Anton lebih ngotot lagi.


" Sudah... .Sudah...Biar adil, baby boy pakai nama Wijaya dan baby girl nya pakai nama Husein di belakang nya." putus Reza supaya tidak ada kecemburuan sosial lagi di antara kedua keluarga itu.


" Baiklah." jawab mereka kompak.


Sementara di ujung ruangan itu,kedua Oma itu tengah sibuk menimang baby girl yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


" Lucu sekali dia,bibir dan hidung nya mirip sekali dengan Reza, sedang kan mata nya mirip dengan Mama nya." ucap Ibu Meri yang tidak berhenti berceloteh mengajak baby yang belum bisa mengerti maksud ucapan dari Oma nya.


" Iya...Kulit nya juga putih bersih sekali." sambung Mama Sonia.


Kedua keluarga besar itu terlihat begitu bahagia menyambut anggota keluarga baru mereka,asi Gita juga keluar dengan lancar nya,namun mengingat ada dua bayi yang harus dia beri asi, sehingga membuat mereka memilih memompa asi yang melimpah ruah itu.


" Terimakasih sudah memberikan kado terindah ini sayang." ucap Reza di telinga Gita yang sedang beristirahat di atas brankar nya.


" Harus nya aku yang berterimakasih,karena Mas sudah selalu sabar dalam mendampingi masa kehamilan aku yang tidak mudah ini." balas Gita sambil mengecup mesra bibir Reza.


" Semoga kita bisa membesarkan anak-anak kita hingga mereka besar dan dewasa nanti." ucap Reza penuh haru.


Sedang kan di depan mereka,kedua Opa dan Oma itu terlihat masih betah menimang baby twins itu,tidak ketinggalan juga dengan uncle jomblo nya yang begitu ketagihan menimang baby girl yang terlihat sangat menggemaskan itu.


" Yah basah." tutur Rega saat merasakan telapak tangan nya basah oleh sesuatu yang hangat.


" Dia pipis,kamu sungguh tepat sasaran sayang." seloroh Mama Sonia yang di sambut gelak tawa oleh semua orang yang berada di ruangan itu.


Selesai..


Jangan lupa mampir di Novel kedua aku ya guys...

__ADS_1


" Terpaksa menjadi istri kedua"


.


__ADS_2