
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit.pagi ini, tepat jam 10.00 pagi Gita sudah di perbolehkan untuk pulang, setelah hasil pemeriksaan terakhir keluar dan di kertas itu tertulis jika keadaan Gita sudah membaik dan stabil.kandungan nya juga di nyatakan sehat tanpa gangguan apapun lagi.
Dengan di bantu oleh Mama Sonia dan Mama Meri barang bawaan Gita sudah siap di packing rapi oleh kedua calon Oma itu, sedang kan kedua calon opa memilih menunggu di kediaman Keluarga Husein.
Gita keluar dari rumah sakit dengan menggunakan kursi roda yang di dorong khusus oleh suami nya.
Dengan penuh perhatian Reza memindahkan Gita dari kursi roda ke dalam mobil nya.suami siaga itu memastikan sendiri jika istri nya dalam posisi aman dan nyaman.
Kini mereka terpaksa harus pisah mobil dengan kedua Mama nya.jika di paksa kan mobil yang hanya cukup untuk empat orang ini akan terasa sesak dan itu akan sangat berisiko.
Di tengah perjalanan menuju rumah,tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka, karena semenjak keluar dari rumah sakit tadi, Gita memilih menidurkan kepala nya di pangkuan suami nya karena mata nya yang sudah terasa sangat lengket,mungkin karena efek obat yang masih dia konsumsi tadi pagi.
Jari-jari Reza bergerak lincah di layar ponsel nya.sesekali mata nya melirik ke paha nya tempat di mana istri nya tertidur lelap.
Dalam waktu 20 menit mobil Ferrari keluaran terbaru itu sudah terparkir rapi di pekarangan rumah keluarga Husein.
"Sayang! Bangun kita sudah sampai." bisik Reza lembut di telinga Gita.
Dengan perlahan Gita mengerjapkan kedua bola mata nya.dengan di bantu oleh Reza Gita mulai menduduk kan badan nya.
" Sudah sampai ya Mas." tanya Gita sambil memperhatikan pekarangan rumah nya.
Di benak Gita sebenar nya tersimpan sebuah pertanyaan.
" Kenapa suami nya tidak menggendong dia untuk masuk kedalam? " pikir nya yang hanya bisa dia ucap kan kepada diri nya sendiri.ini sangat aneh dan berbeda dari biasa nya.
Tidak ingin berpikiran buruk kepada suami nya, Gita menerima uluran tangan dari suami nya yang sudah siap membantu dia untuk keluar dari mobil.
" Pelan-pelan sayang." ucap Reza seraya melindungi kepala istri nya dari pintu bagian atas.
" Tidak ada yang perlu loe khawatir kan Gita,suami loe masih sama seperti yang dulu kala,jangan terlalu di pelihara pikiran negatif itu." Gita mencoba membisikkan sugesti positif kepada diri nya sendiri.
Dengan tidak sedikit fokus Gita berjalan melangkah menuju pintu utama dengan di papah oleh suami nya.
" Mama sama Mama Meri sudah sampai ya Mas?" tanya Gita di saat pikiran nya sudah kembali normal.
" Kayak nya sudah sayang." jawab Reza.
Lagi-lagi Gita di buat bingung dengan tingkah orang yang ada di sekitar nya.
Tidak biasa nya mereka melupakan dan mengabaikan diri nya, apalagi setelah satu Minggu di rawat di rumah sakit.
" Kenapa Mama sama Papa ngga menyambut kedatangan gue?" Gita bertanya- tanya dalam hati nya.
Pandangan nya terus menatap lurus ke arah pintu kayu yang memiliki ukiran unik itu.
__ADS_1
Reza berjalan sambil mengulum senyum penuh makna.ada sesuatu yang sedang dia siap kan untuk istri nya,namun tidak di sadari oleh Gita.
Ceklek...
" Happy birthday Sagita Anastasya Husein.."teriakan kompak dari semua orang yang ada di dalam.
Prufff....
Tup....
Suara terompet terdengar menggema di ruang utama kediaman keluarga Husein.
Mata sendu Gita kini berubah menjadi binar bahagia.
" Kalian disini juga?" tanya Gita dengan suara serak nya kepada ke enam sahabat nya tanpa kehadiran Selo.
" Special for you." sahut Hana mewakili teman-teman nya.
" Thanks ya." jawab Gita bahagia.
" Welcome back home Mrs Sagita Anastasya Husein Wijaya." begitu lah tulisan yang terbentang di pagar pembatas lantai dua.
" Happy 18th birthday my sweet heart." spanduk dengan latar belakang foto imut Gita juga terbentang indah di ujung pagar pembatas itu.
Gita menatap nanar satu persatu orang yang sukses mengerjai dan membuat jantung deg-degan.di tangan semua orang itu menggenggam masing- masing satu terompet dan tidak lupa memakai topi ulang tahun yang berbentuk kerucut.
" Mas! Ini kamu yang Nyiapin?" tanya Gita dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Satu Minggu berada di rumah sakit, membuat ingatan nya begitu lemah.tanpa di sangka ternyata suami nya telah mempersiapkan semua ini sebagai hadiah dan kejutan ulang tahun untuk nya.
Reza mengangguk kan kepalanya.
" Selamat ulang tahun istriku tercinta." ucap Reza sambil tersenyum lalu memeluk mesra tubuh istri nya.
" Terimakasih Mas,aku bahkan sampai lupa jika hari ini adalah hari kelahiran ku." jawab Gita dengan tangis bahagia yang mulai pecah.
" Maaf,cuman seadanya." tutur Reza lagi.
" Mas,ini sudah cukup luar biasa.aku bersyukur sekali! Terimakasih sayang." sahut Gita lagi yang tambah memeluk erat tubuh kekar suami nya.
Reza mencium kening Gita lembut dan menatap lekat wajah Gita.
" I love you my sweet heart." ujar nya lagi.
Gita kembali tersenyum dan menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
__ADS_1
" I love you more." jawab Gita.
Lagu ulang tahun mulai di nyanyikan oleh sahabat,keluarga dan para asisten rumah tangga nya.
Teman- teman Gita membawa satu kue tart rasa strawberry.Mama,Papa dan Abang nya membawa kue tart rasa tiramisu.kedua mertua nya juga membawa kue tart rasa coklat keju.semua kue tart itu merupakan makanan favorit Gita.
Tiga kue tart itu berjejer rapi di hadapan Gita dengan aksen lilin yang menyala di atas nya menunggu sang pemilik nya untuk meniup kan api nya sebagai pertanda jika dia sudah sah memasuki usia 18 tahun.
Reza berdiri di belakang Gita dengan tangan yang sudah memegang buket bunga tulip sebagai lambang kasih sayang dan dua buah kotak perhiasan.
" Sekarang potong kue nya sayang." ujar Mama Sonia setelah lilin nya di matikan.
Gita lalu memotong kue nya dan memberikan potongan kue pertama nya untuk sang Mama.
Mama Sonia yang kaget melihat Gita memberi potongan kue itu kepada nya langsung menghindar.
" Jangan sama Mama dong sayang,kasih sama suami kamu." ucap Mama Sonia lembut.
" Ngga papa Ma, buat Mama saja." jawab Reza.
Mama Sonia tersenyum.
" Sekarang Gita sudah memiliki seorang suami,kamu harus lebih mengutamakan suami dari pada kami."Mama Sonia memberi sedikit nasehat.
Gita yang mengerti dengan maksud ucapan dari sang Mama,lalu memberikan potongan kue pertama nya untuk Reza yang berstatus suami nya.
" Maaf." cicit Gita merasa keliru.
" Tidak apa-apa sayang. sama aja." sahut Reza sambil tersenyum menerima suapan kue dari tangan Gita.
Reza lalu memberikan buket bunga tulip itu kepada Gita ditambah dengan dua kotak hitam berlapis kain beludru.
" Ini untuk aku Mas." tanya Gita membulat kan mata nya,karena tidak percaya dengan sikap romantis serta kado pemberian suami nya.
" Iya sayang ini untuk kamu,masih ada satu lagi , tetapi nanti setelah kamu benar- benar pulih nanti Mas akan mengajak kamu ke sana."
Mata Gita kembali berkaca-kaca setelah melihat isi dari dua kotak itu ternyata satu set perhiasan mewah serta satu cincin berlian yang memiliki bentuk dan warna yang unik.
" Ini sebagai tanda terimakasih dan tanda sayang dari Mas." ucap Reza sambil memakaikan cincin dan kalung berlian itu di leher dan jari manis istri nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰