
" Iya Om, saya." jawab Teguh sambil tertawa kecil.
" Ternyata ingatan dan rasa penasaran Papa berada di level yang sama ." sahut Reza meledek sang Papa.
"Kamu meragukan kemampuan Papa? Walaupun sudah lansia begini tetapi otak Papa masih cukup tajam." sahut Pak Anton tidak terima di ledekkin oleh putra nya.
"Ya..Ya.. Seperti nya memang begitu." jawab Reza asal.
" Bagaimana kabar nya istri loe Za ?" tanya Teguh mendekat.
" Seperti yang loe lihat,dia masih harus tetap di rawat di sini sampai semua nya di nyatakan pulih total." jawab Reza datar.
Teguh mengangguk kepala nya.
" Semoga cepat sembuh ya Gita." ucap Teguh tulus.
" Terimakasih." jawab ibu hamil itu.
"Papa mau tau kan kenapa menantu Papa bisa terjatuh! Nah berhubung pelaku nya ada di sini, Silahkan Papa tanyakan langsung sama yang bersangkutan." ujar Reza sambil menunjuk ke arah pria tampan itu.
" Apa maksud kamu Reza?Pelaku?" beo Pak Anton dengan penuh tanya.
" Iya...Nih pelaku nya." jelas Reza secara gamblang sambil mendorong tubuh Teguh menjauh dari diri nya dan juga Gita.
" Teguh pelaku nya?" tanya Pak Anton tidak percaya.
Di dalam video yang di kirim oleh anak buah nya,Pak Anton memang tidak melihat secara jelas sosok wajah dari penabrak menantu nya, otak dan pikiran nya keburu baku memikirkan nasib sang menantu kesayangan.
" Iya Pa..pa." jawab Reza sedikit kesal karena melihat sang Papa yang biasa nya cerdas kini berubah bodoh seketika.
Teguh masih mematung sambil menunduk kan kepalanya,dengan kejam nya Reza menyodorkan dia kepada sosok yang paling di segani nya. tidak bisa dia bayangkan lagi bagaimana wajah meradang dari Pak Anton jika mengetahui kejadian sebenarnya.
Teguh meneguk saliva nya dengan payah, seperti ada batu besar yang nyangkut di sana dan susah sekali tertelan kala melihat sorot mata penuh makna milik Pak Anton.
__ADS_1
Lantas,bagaimana dengan semua orang yang berada di sana saat ini? Semua nya memilih diam menunggu hal apa yang akan di lakukan Pak Anton kepada pelaku yang menyebabkan menantu nya terjatuh.
Tanpa pikir panjang Pak Anton langsung mendekat ke arah Teguh dan menarik dengan keras telinga di serta kaki nya melayang tepat di bokong milik Teguh.
" Berani-berani nya kamu menyakiti menantu saya." ucap Pak Anton lantang.
Sementara Reza dan Rega yang melihat Teguh sedang di eksekusi diam-diam saling melirik lalu mengedipkan mata nya sebagai kode jika rencana mereka sukses terlaksana kan.
" O.. Om,saya ti..dak senga..ja." jawab teguh terbata-bata setelah sejak tadi larut dalam keheningan.telinga pria tampan itu terlihat memerah bagaikan cabe.bokong nya juga terasa panas setelah di cium oleh kaki kanan Pak Anton.
Teguh nampak panik,dia bingung harus menjelas kan mulai dari mana,soal nya untuk mengelak pun dia jelas- jelas adalah pelaku penabrak itu.
" Saya akan tuntut kamu! Dan saya pastikan Rizaldi tidak akan mengakui kamu sebagai anak nya lagi." ancam Pak Anton penuh amarah.
Teguh yang sudah lama menjalin persahabatan dengan Reza, tentu sudah sangat hapal betul bagaimana karakter yang di miliki oleh Pak Anton.tegas,keras, disiplin dan tidak pernah main-main dengan ucapan nya.
Pak Anton dan juga ayah nya Teguh sebenarnya juga merupakan sahabat lama,maka nya tidak sulit bagi Pak Anton untuk mendikte sahabat nya.terlebih lagi perusahaan Rizaldi sangat bergantung dengan cabang perusahaan mereka di kota m.
Keringat dingin mulai membasahi telapak tangan dan kening Teguh,bahkan jari- jari nya mulai Tremor di dalam saku celana nya.
Pria yang sedang di adili ini sudah memahami jika sifat ayah nya dan juga Pak Anton tidak beda jauh.jika salah maka tiada ampun lagi, terlebih itu menyangkut nyawa orang lain.
Dia berusaha meminta bantuan melalui sorot mata nya kepada kedua sahabat nya yang berdiri jauh dari posisi nya saat ini,namun kedua nya malah nampak mengeluarkan senyum mengejek melihat ke arah nya.
" Om...Maafkan Teguh! Semua ini karena ketidaksengajaan Om,waktu itu Teguh dan Gita sama- sama melangkah dengan cepat tanpa melihat jalan di depan kita.Teguh sama sekali tidak punya niat untuk menyakiti atau pun mencelakai menantu Om itu, Teguh berani bersumpah jika ini di luar keinginan Teguh!Tolong jangan sampai Ayah tau Om." pinta teguh dengan berlutut sambil mengatupkan kedua tangan nya di dada.
Tidak bisa terbayangkan oleh nya bagaimana raut wajah amarah sang ayah jika benar Pak Anton tanpa ampun dan belas kasihan menyampaikan ini semua kepada ayah nya.
" Maaf kamu bilang! Kamu lihat pakai mata kepala kamu sendiri bagaimana kondisi menantu saya saat ini, beruntung nya calon cucu-cucu saya masih bisa di selamatkan.jika tidak sudah pasti saat ini juga kamu akan saya jadikan santapan makanan untuk harimau peliharaan di belakang villa saya." ujar Pak Anton dengan tegas serta raut wajah penuh amarah.
" Om ...Teguh benar-benar tidak sengaja Om, Teguh akan bertanggung jawab dan menanggung semua biaya selama masa pengobatan Gita." ujar Teguh penuh solusi.
" Kamu pikir uang saya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan menantu satu-satunya yang saya miliki,jangan lupa kan harta berlimpah milik besan saya,jika hanya masalah biaya itu kecil bagi kami,bahkan detik ini juga saya mampu menggulung perusahaan milik ayah kamu.jangan berani- berani nya kamu menyentuh se ujung kuku pun tubuh menantu saya jika masih ingin menginjak kan kedua kaki kamu di bumi ini."
__ADS_1
Degh....
Jantung Teguh seolah berhenti berdetak selama beberapa detik,seketika kepala nya mendadak pusing memikirkan dampak besar yang akan terjadi karena keteledoran nya.
" Tolong ... Jangan sampai ayah tahu masalah ini Om." pinta Teguh penuh harapan.
Tidak bisa di bayangkan oleh dia bagaimana jika ucapan Pak Anton benar ada nya, perusahaan yang sudah di rintis oleh ayah nya sejak puluhan tahun lalu hancur karena ulah dia sendiri.
Gita yang tidak tega melihat Teguh terus memohon seperti terdakwa langsung membuka mulut nya untuk memberikan pembelaan atas apa yang di tuduh kan kepada pria itu.
Reza yang melihat Gita ingin bersuara berusaha mencegah nya namun sudah kalah duluan oleh aksi cepat dari Gita.
Dengan terpaksa dia membiarkan Gita melanjutkan aksi nya tanpa berani menegur,takut jika sang permaisuri marah dan histeris.
" Pa! " seru Gita sedikit keras.
Kedua sosok lelaki pria paruh baya itu kompak menatap ke arah Gita karena sama-sama merasa di panggil.
" Sebenar nya ... Ini bukan semata-mata hanya karena kesalahan dari Teguh saja Pa, tapi ini juga ada kesalahan dari Gita yang begitu ceroboh berjalan tanpa melihat arah yang Gita lewati.jangan di persulit lagi Pa,Gita juga sudah sembuh.jika Papa Ingin menghukum Teguh berarti Gita juga harus mendapatkan hukuman yang sama seperti yang Teguh dapat kan." ucap Gita penuh penekanan berharap tidak ada lagi yang menghakimi pria itu sebagai pelaku nya sementara dia juga punya andil besar dalam kecelakaan yang dia alami.
Rega yang melihat adik nya begitu gencar membela Teguh,membuat pria jomblo akut itu mendesah kesal.niat hati ingin melihat Teguh sang sahabat menderita karena menjadi sasaran amukan Pak Anton malah gagal total karena pembelaan dari sang adik.
Rega berusaha meminta bantuan kepada Reza namun hanya di balas dengan mengangkat bahu oleh reza.seolah berbicara jika dia tidak bisa berbuat banyak jika sudah Gita yang berbicara.
" Sial...Gagal." Gumam Rega dalam hati nya.
Entah dendam apa yang di simpan Rega terhadap Teguh sampai dia begitu ngotot ingin melihat penderitaan yang di alami oleh Teguh.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya..
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰😍