Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 38


__ADS_3

Jarak rumah Keluarga Husein dan Keluarga Wijaya tidak terlalu jauh, jika jalanan sepi hanya butuh waktu 20 menit saja, kebetulan hari ini hari weekend jadi jalanan masih sepi. mereka tidak perlu merasakan lelah nya kemacetan.


" Assalamualaikum." ucap Gita dan Reza bersamaan. melangkah masuk ke dalam rumah dengan tangan yang bergandengan.


" Wa alaikum salam." jawab Pak Anton yang tengah duduk di ruang keluarga.


" Kalian sudah datang." ujar Pak Anton sambil meletakkan koran yang sedang dia baca.


" Iya Pa, Mama kemana Pa?" tanya Reza seraya mencium tangan Pak Anton dan Gita juga ikut melakukan hal yang sama,


Tiba- tiba dari arah dapur, keluar lah Mama Meri dengan membawa secangkir kopi untuk suami tercinta nya.


" Sayang! Anak- anak Mama." ujar Mama Meri seraya berjalan dengan cepat.tanpa peduli dengan apa yang sedang dia bawa.


.


" Ma, Awas nanti tangan Mama bisa kena kopi panas Ma." seru Pak Anton mengingat kan istri nya yang terlalu bersemangat.


" Iya Pa." jawab Mama Meri.


Setelah meletakkan kopi asal kopi di atas meja, Mama Meri lalu menyambut uluran tangan anak beserta menantu nya, tidak lupa mengecup sayang kedua pipi menantu kesayangan nya.sungguh hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagi Mama Meri.dia berharap semoga hari ini jangan cepat berlalu.


" Akhir nya aku punya menantu juga, sudah cantik, pintar ,anak nya sopan lagi."


Reza yang melihat kelakuan Mama nya hanya bisa geleng- geleng kepala.


" Bisa - bisa nya kehadiran gue tidak terlihat oleh Mama." ucap Reza dalam hati nya seraya menghela nafas panjang nya.


" Duduk lah sayang, di sini saja di samping Mama, Reza biar duduk sendirian saja, Mama pinjam dulu ya istri kamu."seloroh Mama Meri menggoda putra nya.


Reza menatap jengah ulah sang Mama,begitu juga dengan Pak Anton yang ikut geleng- geleng kepala menyaksikan tingkah sang istri.


" Mama, mentang- mentang sudah punya menantu, anak sendiri di abaikan." seloroh Reza dengan muka dingin nya.


" Hahahaha..."


" Jadi cerita nya kamu lagi cemburu nih, kamu kan sudah setiap hari Mama lihat, kalau Gita kan baru hari ini, Mama juga bosan kalau melihat kamu terus, ngga bisa di ajak shopping bareng, susah kalau di ajak kumpul,kamu gabung sama Papa saja di sana,kalau kerja nomor satu, di ajak ngomong juga ngga bakal nyambung! Mama biar sama Gita saja, iya kan sayang." ujar Mama Meri seraya tersenyum manis kepada menantu nya.


Gita yang mendapat kan perlakuan manis dari mertua nya hanya tersenyum sekaligus merasa kasihan kepada Reza yang kehadiran nya tidak di perdulikan lagi.

__ADS_1


" Terserah Mama saja lah." jawab Reza pasrah dengan membuka handphone nya.


" Ternyata enak juga ya menikah, bisa punya dua Mama begini, kasih sayang nya juga double." gumam Gita dalam hati nya.


Mama Meri dan Gita masih terus saja mengobrol berdua tanpa memperdulikan kehadiran pak Anton dan juga Reza.suara tawa kedua nya begitu terdengar nyaring,wajah Gita bahkan selalu nampak tersenyum ,kedua nya cukup akrab setelah beberapa waktu tidak pernah bertemu lagi.


" Sayang, Mas ke kamar dulu ya." ujar Reza dengan tutur kata yang lembut, lalu mengecup mesra kepala istri nya.


Siapa pun melihat nya pasti ikut terharu melihat bagaimana mesra nya jalinan kasih kedua insan yang berawal dari sebuah kesalahan.


" Iya Mas." jawab Gita pelan.dengan pipi yang sudah merah merona.


" Ahh romantis nya ." ujar Mama Meri yang melihat bagaimana manis nya sikap putra nya memperlakukan istri nya.


" Bukan hanya dengan dokumen saja dia pandai bermesraan ,ternyata bersama istri nya dia jauh lebih romantis." Mama Meri bergumam dalam hati nya.bibir nya terus mengulum senyum bahagia.


Pak Anton yang ikut melihat nya pun juga tersenyum bahagia.


" Apa yang kemarin Papa duga, benar- benar terjadi bukan."


Reza memasuki kamar nya, mengeluar kan semua barang yang dia rasakan perlu untuk di bawa, lalu memasukkan ke dalam koper besar,


" Reza,ada yang ingin Papa bicara kan sama kamu, Papa tunggu kamu di ruang kerja Papa." titah pak Anton.


" Baik lah Pa." ucap Reza mengiyakan titah sang Papa.


" Sayang, tunggu sebentar ya, Mas mau ke ruang kerja Papa dulu."


" Iya Mas."


" Ma,titip istri Reza ya."seloroh Reza mengerlingkan mata nya kepada Mama Sonia.


" Dasar anak nakal. ngga perlu kamu titip pun, Mama akan tetap menjaga nya."


"Hahahaha....Reza hanya mengingat kan saja Ma, jangan galak- galak dong." ujar Reza yang lalu bergegas mengikuti langkah kaki sang Papa menuju ke ruang kerja nya.


Ceklek..


Pintu terbuka,Reza melangkah masuk ke dalam ruang kerja sang Papa ,di dalam nya sudah ada Pak Anton yang duduk di kursi kebesaran nya.

__ADS_1


" Ada apa Pa? Apa terjadi sesuatu dengan perusahaan?" tanya Reza yang merasa penasaran, kenapa sang Papa tiba- tiba meminta untuk berbicara di ruang kerja nya, dia pikir kenapa asisten nya tidak langsung berbicara kepada nya, apa karena dia tidak ingin mengganggu hari libur Reza, tapi tadi malam saja dia masih mengirim sejumlah file ke email Reza ,dan dia tidak bilang apa- apa.


" Ini bukan masalah perusahaan, ini tentang pernikahan kamu, belajar lah untuk menjadi laki- laki yang bertanggung jawab, jangan pernah kamu menyakiti istri kamu, hentikan semua kebiasaan buruk mu itu, kamu sudah menjadi kepala rumah tangga, beri istri mu nafkah, Papa rasa kamu sudah paham, apa saja tugas- tugas seorang suami, Papa minta kepada kamu jangan kamu ulangi lagi kesalahan kamu di masa lalu itu, Papa tidak akan pernah mengampuni kamu lagi." ucap Pak Anton dengan tegas dengan wajah nya yang menggambarkan keseriusan nya.


" Papa tenang saja, Reza janji tidak akan mengecewakan Papa sama Mama lagi, Reza sedang berusaha Pa." Reza sesungguh nya sangat menyadari kesalahan nya di masa lalu sangat lah fatal, dan tidak mudah untuk meyakin kan orang- orang yang ada di sekitar nya,perlahan dia akan menunjuk kan kepada semua nya.


" Papa pegang omongan kamu."


" Iya Pa."


" Baik lah ayo kita keluar, kasihan istri kamu terlalu lama menunggu nya."


Mama Meri dan juga Gita masih saja asyik bercerita, entah apa yang sedang mereka bicara kan, kedua nya masih saja terus tertawa cekikan,wajah kedua nya selalu terlihat tersenyum bahagia , Reza dan Pak Anton kembali ikut bergabung dengan Gita dan Mama Meri.


" Ma, jangan di ajak cerita terus Gita nya Ma, kasihan menantu Papa nanti kecapean."ujar Pak anton memperingat kan istri nya yang terus saja berceloteh tanpa jeda.


" Ishh Papa ." seru mama Meri kesal yang merasa terganggu akan kehadiran Pak Anton.


" Papa sama Reza duduk di ruang kerja saja sana, Mama masih mau ngobrol sama Gita." Mama Meri tidak merasa bosan sedikit pun mengobrol dengan Gita, ternyata Gita seru juga di ajak mengobrol, memang tidak salah dia pilih menantu.


" Ma udah ngobrol nya, Reza sama Gita mau pamit pulang dulu, udah sore Ma, lagian Reza juga masih ada keperluan di luar."


" Yah padahal baru aja sebentar kalian mampir nya, udah mau kamu bawa pulang aja istri kamu." ujar Mama Meri yang tidak rela melepaskan kepulangan anak menantu nya.


" Besok kan masih bisa Ma, Reza janji nanti kalau Reza lagi libur Reza ajak Gita ke sini lagi."


Reza berusaha meyakin kan Mama Meri untuk melepas kan mereka pulang.


" Kenapa kalian tidak menginap saja di sini." tawar Mama Meri lagi yang tidak pantang menyerah merayu anak nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya guys..


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya..


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua nya...🥰😍🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2