
Akhirnya Reza mengizinkan Gita berangkat ke sekolah dengan hati nya yang masih ragu dan juga bimbang.untuk memastikan sendiri keselamatan dan kenyamanan istrinya,Reza akhirnya memutuskan untuk turun tangan langsung mengantar jemput Gita selama satu bulan ini.
"Baiklah,kamu harus berjanji satu hal sayang,
Kamu harus selalu mengabari Mas dan kamu harus selalu mengangkat telepon nya saat mas menghubungi kamu kapan pun itu." ujar Reza dengan wajah serius nya.
" Iya Mas, Gita janji."jawab Gita dengan cepat.karena dia tidak ingin sekolah nya menjadi terancam.
Setelah sarapan dan berpamitan kepada kedua orang tua nya.kini Gita dan Reza sedang perjalanan menuju ke sekolahan Gita.karena kondisi jalan yang sedikit macet.butuh waktu tiga puluh menit akhirnya mereka sampai juga di depan gerbang sekolah.
Dengan penuh perhatian Reza turun membuka kan pintu mobil dan membantu istri nya turun dengan sangat hati- hati,dia tidak mempedulikan lagi semua tatapan mata dari para siswa yang melihat kedekatan mereka berdua,yang ada di benak nya saat ini adalah keselamatan istri dan juga buah hati mereka yang ada di dalam perut istri nya.
" Terimakasih Mas." ucap Gita dengan muka yang sudah merah karena menahan rasa malu namun dia tidak bisa membantah semua sikap posesif dari suami nya.
" Iya sayang, hati-hati ya, ingat pesan Mas tadi." ucap Reza yang langsung mencuri satu kecupan di kening istrinya,beruntung saat ini tidak ada siswa yang melintas di depan mereka,tetapi tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang mengawasi dengan tatapan tajam.dada nya bergemuruh hebat dengan rahang nya yang mengeras.
"Mas." seru Gita yang merasa tidak nyaman ketika suami nya tanpa ragu mengecup kening nya di depan sekolah nya.
"Nggak ada siapa-siapa kok sayang, udah kamu masuk sana! Atau mau izin aja." seloroh Reza menggoda istri nya yang terlihat kesal dengan wajah cemberut nya.
Tanpa menjawab ucapan suami nya ,Gita langsung melangkah masuk ke gerbang sekolah dengan wajah yang di tekuk. Reza menggeleng kan kepala nya melihat wajah kesal dari istri nya akibat ulah nya,dia masih betah berdiri di luar mobil dengan terus menatap Gita yang sudah menjauh dari jangkauan mata nya,setelah merasa aman dan terkendali baru lah dia masuk ke dalam mobil dan melaju cepat menuju ke kantor nya.
Gita terus berjalan menelusuri lorong sekolah yang menuju ke arah kelas nya.
" Huft..."
Gita membuang nafas nya ketika sudah sampai di dalam kelas,dimana di sana sudah ada ketiga sahabat nya yang sedang duduk bercengkrama menunggu kedatangan nya.
" Loe kenapa Git?" tanya Lusi yang melihat wajah Gita yang seperti menahan sesuatu.
" Gue ngga kuat mencium bau yang menyengat di luar sana,mana gue lupa lagi bawa masker dari rumah." ujar Gita jujur dengan cara berbisik kepada ketiga sahabat gesrek nya.
__ADS_1
" Loe masih mengalami muntah sama mual?" tanya Hana penuh selidik.
"Hm." Gita hanya berdehem menjawab pertanyaan dari Hana, sementara dia terus sibuk mengatur ritme nafas nya akibat guncangan yang dia rasakan saat di jalan tadi,wajah nya berkeringat dingin serta memerah menahan semua rasa yang dia rasakan.
"Loe pakai masker ini aja Gita sayang!"seru Lusi yang teringat jika di dompet kecil nya ada masker yang terselip.
Dengan gerakan cepat Gita akhirnya langsung memakai masker pemberian Lusi, demi menjaga keamanan dan kenyamanan hidung nya.setelah merasa tenang,Gita lalu merogoh ponsel nya membalas pesan masuk dari suami siaga nya.
" Loe kenapa ngga libur aja sih Git?" tanya Hana yang merasa penasaran melihat Gita memaksakan diri nya mengikuti pelajaran dalam kondisi hamil muda seperti ini.
" Gue ngga mungkin libur lagi bego! Minggu depan kita sudah ujian, gue ngga mau ketinggalan persiapan menuju ujian."
Meskipun saat ini di sekolah mereka tidak ada lagi tugas ataupun proses belajar mengajar,tetapi Gita tidak ingin bolos sekolah hanya karena rasa mual yang dia rasakan,dia tidak ingin memanjakan diri nya dengan keadaan nya sekarang,dia ingin menikmati detik- detik terakhir nya berada di bangku SMA sebelum ujian kelulusan membebaskan nya dari sekolah ini.dia tidak ingin memanfaat kan kekayaan keluarga nya demi kepentingan pribadi nya.
Seperti biasa setelah jam pulang sekolah tiba,Gita selalu mengeluh capek kepada ketiga sahabat nya karena terlalu lama duduk tanpa bisa berbaring sedikit pun.
" Pinggang loe masih pegal?" tanya Lusi yang melihat Gita terus memegang pinggang nya.
" Duduk dulu yok." ajak Kiki yang melihat kursi tunggu yang ada di depan sekolah nya sedang kosong.
Gita,Hana dan Lusi mengangguk kan kepala nya menerima ajakan dari Kiki yang sangat perhatian kepada teman nya yang sedang hamil,bahkan saat mereka sudah duduk di kursi itu Kiki dengan setia memijat pinggang Gita dengan pelan dan penuh kelembutan.
"Enak ngga Git?"tanya Kiki memastikan jika dia tidak menyakiti Gita dan juga calon keponakan nya yang masih di kandungan.
" Enak kok,makasih Aunty Kiki!" seru Gita dengan suara yang di buat- buat.
Ketiga sahabat Gita menjadi tertawa melihat tingkah absurd dari ibu hamil itu.
"Suami loe lagi di mana Git?" tanya Lusi yang merasa bosan.sudah sepuluh menit mereka menemani Gita menunggu jemputan nya namun yang di tunggu-tunggu belum datang juga.
" Tadi sih kata nya lagi di jalan.mungkin sebentar lagi sampai."jawab Gita yang masih menikmati pijatan dari tangan halus Kiki.
__ADS_1
Dari jarak jauh Selo terus menatap dalam ke arah Gita,berulang kali dia meyakin kan hati nya untuk mendekat, namun entah kenapa kaki dan hati nya masih ragu untuk bertatap langsung dengan pujaan hati yang telah menghancurkan hati dan juga jiwa nya.
Dia mengepal kuat jemari nya menahan sesak yang Kembali terasa tanpa bisa dia usir lagi.
Buliran air mata itu kembali jatuh berserakan di wajah nya dia menangis dengan sesenggukan di pojok gerbang.
" Sel!"seru Bima yang melihat Selo bersembunyi di pojok.
Mendengar suara orang memanggil nya,Selo dengan gerakan cepat mengelap air mata yang membasahi wajah nya tadi,membuang nafas nya dengan kasar,berusaha menghilang kan sesak yang sulit sekali dia obati.
"Loe kenapa?"tanya Bima yang menyadari jika Selo baru saja menangis menatap ke arah Gita dan juga teman-teman nya.
" Gue ngga kenapa-kenapa Bim." ujar Selo dingin .
" Loe ngga bisa bohong sama gue Sel, gue sangat mengerti posisi loe saat ini, tapi sampai kapan loe akan terus begini,loe harus bangkit,masa depan loe masih panjang."
"Gue tau dan gue paham. tapi gue belum siap, gue pengen sekali berbicara empat mata dengan Gita, tapi gue belum siap dan gue ngga tau apa Gita Masih mau kalau gue ajak ngomong berdua saja."
"Loe pasti bisa! Gue yakin." ujar Bima memberikan semangat kepada sahabat nya.
Saat mereka tengah asyik mengobrol berdua,di ujung gerbang sana,berhenti lah sebuah mobil mewah keluaran terbaru yang sudah tidak asing lagi bagi mereka berdua.
Mobil itu berhenti tepat di depan Gita dan juga ketiga sahabat nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar...
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰😍