
Hoek...Hoek..
Gita terus mengeluarkan isi perut nya dengan di dampingi suami siaga nya yang berdiri mengusap lembut punggung nya.
" Mas, capek." keluh Gita setelah menyelesaikan acara muntah nya.
" Sabar sayang." jawab Reza sambil membantu mencuci dan mengelap mulut kotor istri nya.
"Gendong Mas!" seru Gita dengan manja.
Reza dengan senang hati menggendong istri nya menuju sofa ruang keluarga .di mana di sana sudah ada kedua orang tua nya beserta Rega yang sedang di marahi oleh Mama Sonia.
Gita yang melihat sang Abang masih berada di dekat nya,langsung saja menutup rapat hidung nya dan bersembunyi di bawah ketiak suami nya.
" Apa kamu masih belum sadar juga dengan kondisi adik kamu!"suara tegas Mama Sonia kembali terdengar memarahi Rega yang tidak kapok dengan ulah jahil nya.
" Rega tau Ma, tapi Rega sudah ganti lagi parfum nya.masa...Masih bau juga?" tanya Rega yang tidak mengerti lagi dengan semua ngidam aneh adik nya.
Padahal yang dia pakai sekarang adalah parfum ke tiga yang dia pesan dari luar negeri.dan harga nya tentu sangat mahal.tetapi kenapa Gita masih saja tidak menyukai jenis parfum yang dia pakai.
" Kenapa harus gue lagi sih." Rega ngedumel dalam hati nya.
Tidak ingin menambah kekacauan lagi Rega memilih pindah naik ke kamar nya dengan mengambil satu kotak martabak yang ada di atas meja makan.
Bahkan dengan santai nya dia memakan isi nya ketika melewati tangga tanpa permisi kepada pemilik nya.hati nya sudah terlanjur kesal dan marah karena selalu di kerjain oleh adik nya.
" Mas, martabak aku di bawa Abang Rega."
" Sudah ngga papa sayang,'kan masih ada satu kotak lagi, biarin aja itu buat dia." ucap Reza menenangkan istri nya.
Semua orang yang ada di sana ikut prihatin melihat kondisi Gita yang masih lemah karena baru saja mengalami muntah.
" Kenapa ya Ma, Gita ngga suka banget sama bau nya Abang Rega!Padahal katanya dia udah bolak- balik ganti parfum.tapi bagi Gita masih bau aja!"ucap Gita yang langsung di sambut gelak tawa semua orang.
Hahahaha
Tawa semua orang menggema di ruang keluarga itu,tidak terkecuali Mbok Darmi dan juga Bi Imas yang kebetulan juga sedang ikut duduk di antara mereka.
Bahkan Reza dan Pak Herman sangat bersemangat ikut menertawai nasib putra sulung nya.
" Mungkin anak ny si Non teh tau,kalau ibu nya sering di usilin sama Den rega.jadi nya dia balas dendam kali ya Non." ucap Mbok Darmi angkat suara.
"Ya kali ya Mbok,dia emang suka ngerjain Gita dari dulu ' kan Mbok?"
Gita dan Mbok Darmi seolah sepemikiran.bernostalgia ke masa lalu mereka,karena Mbok Darmi sudah ikut bersama sejak Rega dan Gita masih kecil.waktu kecil dulu Rega sangat jahil dan usil kepada adik nya.bahkan dengan tega nya dia mengurung Gita yang masih empat tahun di kamar gelap tanpa cahaya sedikit pun.yang lebih menyayat hati lagi dengan tega nya dia memasukkan cicak ke dalam piring Gita yang sedang makan bersama Mbok Darmi. semua asisten yang bekerja di rumah mereka hampir semua nya sudah merasakan ulah jahil dan usil nya Tuan muda mereka.
Mbok Darmi yang menjadi saksi kejahatan Rega geleng-geleng kepala mengingat masa lalu Tuan muda dan Nona muda keluarga Husein.
" Padahal ni yah, kalau sama Pak Agus atau Mang Idon Gita biasa aja.Kenapa kalau di dekat Abang Rega perut Gita selalu mual ya!" Gita juga menyadari keanehan yang di alami nya.
__ADS_1
" Itu nama nya kutukan buat dia sayang!" seloroh Mama Sonia yang kembali mengundang gelak tawa semua orang yang ada di sana.
Rega yang sejak tadi mendengar kehebohan dari lantai bawah memilih mengintip diam- diam dari balik pembatas lantai dua.
" Puas banget kayak nya ketawain nasib gue!" seru Rega dengan suara lantang nya dari lantai atas.
" Ups tersangka nya ternyata mendengar semua pembicaraan kita." ucap Gita sambil menutup mulut nya.
Para penghuni rumah itu saling menatap dengan mulut yang masih mengunyah martabak manis rasa keju.
" Turun gue sekarang juga ya! Biar tau rasa loe!" seru Rega mulai menjahili adik nya.
" Kamu ngga usah turun,diatas saja!" ujar Mama Sonia dengan cepat sebelum Rega mulai beraksi lagi.
"Ahk Mama ngga asyik jadi orang." ucap Rega lalu masuk kembali ke dalam kamar nya.
Suasana ramai begini membuat Gita sangat senang,di masa kehamilan nya banyak orang yang datang untuk menghiburnya melewati masa mual nya.
Karena hari sudah larut,semua orang membubarkan diri masuk ke kamar masing- masing,Reza yang sejak tadi sudah merasa tidak nyaman dengan badan dan pakaian nya langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
Sementara Gita yang sudah sangat mengantuk langsung terlelap di atas ranjang empuk nya tanpa menunggu suami nya terlebih dahulu.
" Ternyata udah tidur!" ucap Reza pelan.lalu membenar kan bantal dan selimut untuk istri kecil nya.
Setelah dia berganti pakaian Reza juga langsung menyusul istri nya menuju alam mimpi nya.
Drama muntah masih menjadi momok yang paling di takuti Reza dan juga gita.dia benar- benar tidak tega melihat tubuh lemah dan wajah pucat dari istri nya.Beruntung nya mereka masih tinggal bersama kedua mertua nya jadi saat di tinggal bekerja dia tidak terlalu khawatir lagi untuk meninggalkan Gita di rumah.
"Iya Mas." jawab Gita mendongak kan kepala nya melihat ke arah Reza.
Kedua nya bangun untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Setelah sholat subuh Gita dan Reza melanjutkan aktivitas mereka masing- masing.
Gita sibuk mengemas semua perlengkapan sekolah nya sementara Reza pamit untuk olahraga keluar.
Seperti hari kemaren Gita berangkat ke sekolah dengan di antar langsung oleh Reza.sepanjang perjalanan mereka asyik mengobrol membahas segala tentang hal unik dalam rumah tangga mereka. tidak lupa juga Gita meminta izin untuk jalan dengan ketiga sahabat nya dia tidak berani berkata jujur kepada suami nya.tentang Selo yang kemaren menghubungi nya meminta untuk bertemu dengan nya.
Tak butuh waktu lama kedua nya sampai di depan sekolah Gita.
"Aku masuk dulu ya Mas." ucap Gita mencium tangan Reza.
"Hati-hati ya, ingat kamu lagi hamil.jangan melakukan hal yang di luar nalar seorang ibu hamil.kalau ada apa- apa cepat hubungi Mas ya sayang." ucap Reza sambil mengulum senyum.
Cup..
Cup..
Reza mendarat kan ciuman hangat nya di kening dan juga bibir mungil istri nya.
__ADS_1
" Iya Mas. assalamualaikum." ucap Gita langsung turun dari mobil.
" Wa alaikumsalam.ingat pesan Mas sayang!" seru Reza yang melihat Gita sudah berjalan masuk ke dalam gerbang sekolah.
Pagi ini Gita Kembali berangkat ke sekolah meskipun sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi.di sekolah mereka hanya datang untuk mengembalikan buku-buku yang mereka pinjam serta alat sekolah lain nya.
Tiga hari lagi mereka akan menghadapi yang nama nya ujian kelulusan.
Semua siswa terlihat sudah siap menunggu waktu itu datang.
Kring...kring...
Bel pulang sekolah sudah berbunyi,semua siswa bersorak bahagia dan bergegas keluar dari kelas.
Gita dan ketiga teman nya berjalan pelan menuju ke depan sekolah.
" Kalian mau ya ikut gue ketemuan sama Selo di cafe depan!" seru Gita saat mereka sudah sampai di depan gerbang.
Dari tempat mereka berdiri sekarang nampak lah Selo masuk ke dalam cafe itu hanya seorang diri.
" Ketemu Selo?"tanya Lusi tidak yakin dengan apa yang dia dengar.
" Iya,plis temenin gue, gue ngga mau kalau pergi nya cuman sendirian.mau ya?" ucap Gita memohon kepada ketiga sahabat nya yang masih belum mengerti maksud dari ucapan Gita.
Tanpa menunggu persetujuan dari ketiga sahabat nya Gita langsung menarik tangan mereka menyebrangi jalanan menuju cafe yang ada di sebrang sana.
"Kalian jangan ngomong apapun sama Mas Reza ya." ucap Gita pelan.
"Baiklah, tapi nanti loe harus jelasin semua nya sama kita bertiga." jawab Hana.
Dengan langkah pasti dan hati yang sudah yakin Gita masuk ke dalam cafe bersama ketiga sahabat sejati nya.
Mereka mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru cafe mencari keberadaan Selo yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam cafe.
" Sel!" seru Gita saat menemukan keberadaan Selo yang sedang duduk di meja pojok.
Selo yang merasa di panggil mengangkat wajah nya mencari sumber suara itu.
" Gita." ucap Selo sambil tersenyum manis.
"Kenapa Gita juga mengajak ketiga sahabat nya? Padahal gue cuman pengen ngomong berdua sama dia." gumam Selo dalam hati nya.
Ketiga sahabat Gita yang mengerti arti tatapan mata Selo pun memilih duduk menjauh dari meja mereka berdua.mereka cukup paham dan dengan sengaja memberikan waktu untuk kedua nya membicarakan segala permasalahan yang sudah terjadi.
Jangan lupa Like.Vote Dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
__ADS_1
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua..🥰😍🥰😍