
Setelah selesai membeli tas,kedua nya memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu,karena hari sudah siang dan menunjuk kan pukul 1 waktu nya untuk makan siang,ibu hamil ini paling tidak bisa telat makan sedikit pun,beda cerita nya kalau dia sedang merajuk atau ngambek kepada suami nya.telat 2 jam pun tidak menjadi masalah besar bagi nya.
" Mau pesan apa dek?" tanya Rega.
Abang dan adek ini sudah duduk di sebuah restoran khas Manado yang merupakan tempat favorit mereka berdua,dulu waktu masih duduk di bangku SMP dan SMA,Rega selalu mengajak Gita mampir ke sini jika tanggal gajian nya sudah datang.
Selain karena suka, di darah mereka berdua mengalir juga darah Manado melalui klan Mama Sonia.
Walau tidak di besar kan di kota kelahiran sang Mama,tetapi di rumah mereka setiap ada acara penting selalu menghidangkan makanan khas Manado.
Gita dengan senang hati selalu menerima tawaran itu, tidak jarang juga dia yang merengek meminta duluan untuk di bayarin makan di restoran ini.
" Ayam woku belanga,sama ikan kuah asam ya Mbak." ucap Gita kepada pelayan restoran yang bertugas mencatat pesanan mereka.
" Kalau saya Tinutuan sama ikan kuah asam ya Mbak."
" Minum nya air mineral aja ya Mbak" sahut Gita lagi.
" Baik lah,mohon di tunggu sebentar ya Bapak, Ibu." ucap pelayan itu ramah,lalu pamit menuju ke belakang.
Saat sedang menunggu pesanan makanan mereka datang, ponsel Gita kembali berdering nyaring sebagai pertanda ada panggilan yang masuk.Gita yang sudah terlanjur kebelet mengabaikan begitu saja bunyi ponsel nya,berbeda dengan Rega yang duduk di meja di mana ponsel itu di tinggalkan begitu saja oleh Gita merasa risih dan lalu melihat siapa gerangan yang sedang menghubungi sang adik.
" My husband." begitu lah id yang tertulis di layar ponsel milik Gita.
" My husband..My Husband, bikin aja suami gue.sok-sok an Inggris kalian berdua." Rega menggerutu kesal namun tangan nya tetap menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel itu.
Entah sudah berapa kali Reza melakukan panggilan yang menjengkelkan bagi Rega, dia terpaksa mengangkat nya karena tidak ingin gendang telinga nya pecah lantaran suara bising dari ponsel Gita.
" Loe ngapain sih nelpon terus." ucap Rega sedikit emosi.
" Ya terserah gue, orang gue nelpon bini gue, kenapa malah Loe yang sibuk,dan kenapa loe yang ngangkat telpon nya kemana Gita?"serbu Reza dengan sejuta pertanyaan.
__ADS_1
" Lagi jalan sama cowok lain,udah bosan dia nungguin loe yang sibuk kerja mulu,makan tuh cabang perusahaan loe yang banyak itu."jawab Rega asal,dia sama sekali tidak tertarik untuk mengerjai Reza karena perut nya sedang dalam kondisi kelaparan,namun dari pada bosan menunggu seperti nya mengerjai adik ipar nya sedikit saja boleh lah.dan cukup menghibur bagi dia yang super usil dan jahil.
" Loe kalau ngomong yang benar,jangan ngada-ngada deh loe." sahut Reza tidak terima.
" Ya terserah loe mau percaya atau ngga,yang pasti saat loe pulang nanti, Gita udah ngga mau satu kamar lagi sama loe! Ingat itu."
Beruntung nya Gita berada di kamar mandi cukup lama, sehingga memperlancar jalan nya rencana busuk Rega untuk memanasi adik ipar nya yang sedang berada di kota m itu.
" Terserah loe mau ngomong apa,gue tanya sekali! Di mana Gita?" tanya Reza dengan penuh penekanan.raut wajah nya menggambarkan kemarahan yang besar,jika saja mereka berada di kota yang sama sudah di pastikan Reza akan menghajar abis Abang ipar nya yang kelewat usil itu.
" Mana gue tau! Cari aja sendiri." jawab Rega santai.
"Cari aja sendiri apaan Bang? Siapa yang menelpon aku?" tanya Gita yang sudah kembali dari toilet lalu duduk kembali di kursi nya.
" Sayang!" panggil Reza dari balik layar ponsel itu.
" Mas Reza." ucap Gita pelan sambil melirik ke arah Abang nya yang tengah sibuk memainkan ponsel nya seolah tidak terjadi apa-apa.
Ponsel Gita yang sejak tadi dia genggam di letakkan begitu saja di atas meja dalam Kondisi masih menyala.
" Mas!" seru Gita ketika melihat id yang tertulis di layar ponsel nya.
Di layar ponsel itu tertulis menit dan detik selama telepon itu tersambung.tidak perlu bertanya sudah pasti sang Abang lah yang menjadi tersangka nya.
" Kamu dari mana sayang?" tanya Reza setelah mengubah telepon biasa menjadi panggilan video.
" Tadi aku dari toilet Mas,masih di mall." jawab Gita.
" Belum pulang juga? Emang nya kamu ngga capek apa?" tanya Reza penuh selidik.
" Bentar lagi Mas, ini mau makan siang dulu.Mas udah makan belum?"
__ADS_1
" Ohh.Makan nya yang banyak,kalau sudah siap langsung pulang,jangan sampai kecapean.Mas tadi udah makan sama Alan dan juga Aldo."
" Alan ikut ke sana juga?" tanya Gita yang sejak awal tahu jika Alan tidak ikut serta dalam perjalanan ke kota m.
" Ikut,baru sampai kemaren sore.ya sudah kamu makan dulu aja, nanti Mas telpon lagi kalau sudah sampai di rumah." jawab Reza sambil tersenyum.
Dia belum memberi tahu tentang kepulangan nya yang di percepat 2 hari dari janji nya kepada Gita, ini akan menjadi surprise yang dia rencana kan untuk membuat hati istri nya bahagia.
Semua masalah sudah dia beres kan secara bersih,acara peresmian pembukaan cabang perusahaan nya juga berjalan lancar,meski di akhir acara harus ada insiden nakal dari wanita ulat bulu itu,nanti malam dia akan menyelenggarakan acara makan malam terakhir sebelum kepulangan nya bersama sejumlah karyawan pilihan nya yang di tugas kan untuk menjaga dan menggantikan posisi nya selama dia tidak berada di kota m ini.
Setelah makan siang Abang dan adik ini menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat Dzuhur dulu sebelum melanjutkan kegiatan mereka.
" Mau kemana lagi Dek?" tanya Rega saat mendapati sang adik sudah keluar dari musholla yang terdapat di mall itu.
" Belanja baju aja Bang,habis itu langsung pulang,kaki aku udah pegal banget nih." keluh Gita sambil menggoyangkan kaki nya supaya terasa lebih nyaman.
Kehamilan nya yang tinggal menghitung hari,semakin membuat Gita kewalahan dalam beraktivitas yang terlalu lama, apalagi di dalam perut nya ada baby twins yang harus di bawa kemana - mana.
" Ya sudah, terserah kamu aja." jawab Rega yang merasa kasihan melihat kondisi sang adik.
Lagi- lagi Gita membawa sang Abang masuk ke dalam sebuah toko baju dengan brand ternama tentu nya dengan harga yang melejit.
Setengah jam berkeliling di dalam toko itu,satu keranjang punya Gita yang di tenteng oleh Rega sudah penuh oleh dress serta baju yang sesuai dengan size badan nya saat ini.
" Ini harga nya luar biasa,Abang siapin aja ATM nya,dan jangan kaget." seloroh Gita yang mengundang gelak tawa sang Abang.
" Memang nya, kenapa kalau mahal? Abang ngga akan jatuh miskin hanya karena bayar baju kamu yang cuma satu keranjang ini."
"Baik lah orang kaya." goda Gita lagi.
" Kamu duduk aja di sofa sana, biar Abang yang ngantri." sahut Rega penuh perhatian.
__ADS_1
Gita mengangguk lalu mencari sofa yang masih kosong yang bisa dia duduki.
" Eh ,, Kalian di sini juga." sapa seseorang dari arah belakang mereka.