Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 135


__ADS_3

Trimester kedua sudah di lalui Gita dengan ribuan drama melankolis.tidak ada yang menyangka gadis remaja bertubuh mungil ini mampu melewati semua bentuk badai cobaan yang datang silih berganti.


Usia kandungan Gita kini memasuki bulan ke 8.hamil bayi kembar membuat perut Gita terlihat lebih bulat dan besar dari kehamilan biasa nya.pertambahan berat badan sudah tidak bisa di hindari lagi. hingga terkadang membuat Gita kurang percaya diri kala harus berdampingan langsung dengan suami nya yang semakin terlihat tampan dan berseri dari biasa nya.


Tingkat posesif yang di miliki Reza naik tiga tingkat dari biasa nya.bahkan 24 jam Gita selalu berada dalam pengawasan orang-orang yang ada di rumah nya.


Mama Sonia bahkan ikut mengurangi kegiatan nya di luar rumah demi membantu menjaga sang putri dengan kedua calon cucu nya.jika terpaksa harus di tinggalkan maka Mama Sonia akan bergantian menjaga dengan sang besan.mereka tidak membiarkan Gita menghabiskan waktu nya hanya sendirian.


Setiap pagi rutinitas Gita bertambah satu lagi, setelah bangun tidur dan sholat subuh,Gita selalu melakukan jalan pagi di sekitar pekarangan rumah nya yang luas.ibu hamil ini tidak di perbolehkan jalan pagi memutari kompleks dengan seribu alasan yang mereka khawatir kan.seperti pagi ini. Gita tengah bersiap-siap untuk berolahraga demi memperlancar proses lahiran nya.


Gita bersama suami nya turun melalui lift yang menghubungkan lantai dua dan lantai 1.


" Mas,pagi ini jalan nya sampai ke pintu masuk depan komplek sana ya." tawar Gita dengan penuh permohonan.


Reza yang sudah menebak apa yang akan di ucap kan istri nya memilih acuh dengan menggelengkan kepala nya sebagai bentuk penolakan atas permintaan dari istrinya.


" Plis...Boleh ya Mas,aku pengen banget ngerasain jalan kaki sampai ke depan sana! Biar bisa jajan dan bisa melihat dunia luar ketika pagi hari." kilah Gita dengan sejuta jurus nya.


" Ngga boleh sayang,itu terlalu berbahaya dan Mas ngga akan memberikan izin nya." jawab Reza tegas.


Reza sudah bersiap dengan sepatu dan baju olahraga nya, sedang kan Gita memilih memakai sendal jepit karena kondisi kaki nya yang sudah membengkak dari semula tidak memungkinkan lagi dia menggunakan sepatu.


"Kali ini aja Mas,siapa tahu ini adalah permintaan terakhir aku dan besok mungkin aku sudah ngga bisa menikmati suasana jalan pagi lagi." tukas Gita tidak ingin kalah.


Reza yang tidak terima dengan ucapan dari istri nya menatap tajam wajah istri nya, meskipun di dalam nya terdapat kata andai namun dia merasa itu tidak pantas untuk di ucap kan,karena setiap kata yang kita ucap kan adalah sebuah bentuk doa' yang akan di catat oleh malaikat yang setiap detik mengawasi pergerakan kita.


" Sayang! Kenapa kamu berbicara ngelantur seperti itu.besok pagi kamu masih bisa jalan pagi dan kamu akan selalu sehat untuk melakukan nya sampai proses kelahiran ny datang." jawab Reza dingin.


Mata nya memerah menahan amarah akibat ucapan tanpa saringan dari mulut istri nya.

__ADS_1


" Dan ingat! Tidak boleh berbicara seperti itu lagi,Mas tidak menyukai kata- kata yang tanpa filter itu." imbuh nya lagi.


Dengan wajah masam nya Reza tetap menggandeng tangan istrinya untuk jalan pagi beriringan,semarah apapun dia kepada istrinya tidak membuat suami siaga ini mengendurkan sedikit pun pengawasan nya terhadap Gita.


" Mas,kata nya tadi ngga boleh? Kenapa pagar nya di buka?" tanya Gita melihat suami nya membuka pintu pagar lebar- lebar.


" Inikan yang kamu mau? Tapi hanya boleh satu kali ini saja.pulang nya tidak boleh jalan lagi dan harus menggunakan mobil." ucap Reza dengan menghela nafas pasrah, ya sudah lah! Biarkan dia mengalah untuk kali ini setelah melalui perdebatan batin dengan cukup sengit .


" Terimakasih Mas, maaf untuk tingkah dan cara bicara aku yang belum dewasa." jawab Gita sambil bergelayut manja di lengan suami nya,sedang kan jemari nya tetap di genggaman tangan Reza.


" Mas ngga suka kamu berbicara seperti tadi lagi! Dan...Jangan pernah mengulangi nya lagi."pinta Reza sedikit keras.


" Ini semua Mas lakukan demi kebaikan kita bersama." imbuh nya lagi. sebelum melangkah keluar, Reza terlebih membalik kan badan nya mencari keberadaan Pak Tohar yang sejak tadi belum juga kelihatan.


" Pak Tohar." panggil Reza saat melihat Pak Tohar keluar dari pintu belakang.


Pak Tohar yang merasa dipanggil langsung berlari kecil dengan membawa segelas kopi hitam di tangan nya.


" Tolong ikuti kami dari belakang menggunakan mobil ya Pak." ucap Reza.dia benar-benar sudah menyiapkan semua nya dengan matang.


Jika di tengah perjalanan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan maka mobil sudah siap untuk di gunakan tanpa harus menunggu lama lagi.


Bukan apa-apa kondisi Istri nya sedang hamil besar, apalagi di dalam sana ada dua calon bayi mereka membuat Reza selalu di tuntut untuk peka dan siaga akan situasi yang ada.


Tanpa sepengetahuan Gita dan orang- orang rumah nya,Reza setiap hari selalu bertukar informasi dengan Dokter Rina selaku Dokter pribadi istri nya,apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan istri nya di trimester ketiga ini, Kejanggalan sekecil apapun tidak luput menjadi pertanyaan yang dia todongkan kepada sang Dokter.bahkan dengan tegas nya dia meminta Dokter Rina selalu standby dengan ponsel genggam nya.


Gita terlihat santai berjalan membawa perut besar nya, sedang kan Reza yang berada disampingnya sesekali terlihat meringis,merasa nyilu sendiri dengan tingkah istri nya.


" Mas,kita makan lontong di sebrang jalan sana ya." pinta Gita sambil menyeret paksa tangan suami nya.

__ADS_1


Reza mengangguk kan kepalanya.


" Iya sayang,tapi pelan-pelan,jalan nya jangan seperti ini." tegur Reza memperingati istri nya.


Gita yang sadar dengan kesalahan nya bergegas membenarkan ritme langkah kaki nya,menyamai dengan ayunan langkah kaki imam nya.


Sebenar nya Gita sudah kewalahan menahan beban sakit di perut dan juga pinggang nya.namun karena mengingat pesan yang di sampaikan oleh Dokter Rina tempo hari mengenai harus memperbanyak gerak dan tidak boleh terlalu banyak duduk.membuat Gita mengabaikan semua rasa sakit yang dia rasakan selama itu tidak membahayakan diri nya dan kedua bayi nya.


Gita lebih menyimpan rapat keluhan yang dia rasakan sebelum aktivitas nya benar-benar di larang keras oleh pria yang berstatus sebagai suami nya.


" Enak sayang?" tanya Reza sambil membersihkan sudut bibir istri nya yang terkena kuah lontong sayur.


" Enak banget Mas, terimakasih sudah di kabulkan permintaan nya." ucap Gita sambil tersenyum manis.


Reza hanya mengangguk kepala nya seraya mengelus lembut rambut hitam istri nya yang terlihat basah oleh keringat.


" Habis ini kita langsung pulang ya sayang.kamu sudah terlihat sangat lelah dan harus beristirahat." titah Reza tegas.


"Mas ngga mau dengar alasan apapun lagi."Sergah Reza cepat sebelum Gita mengeluarkan suara protes nya.


Gita yang juga sudah merasakan capek dan lelah di sekujur badan nya mengangguk patah tanpa membantah lagi.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya ya.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Terimakasih semua nya.🥰😍🥰😍🥰


__ADS_2