Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 32


__ADS_3

Gita ,Hana dan Kiki tersenyum mengejek kepada Lusi yang sedang menghayal tingkat tinggi.


"Mimpi aja terus loe." ujar Kiki sambil berdiri dari kursi nya.


" Udah yok turun ,bentar lagi Abang gue sampai nih!"


Setelah membayar semua pesanan mereka.ke empat sahabat sejoli itu berdiri di depan cafe menunggu jemputan mereka datang.


" Bye.. Bye Gita." ucap Lusi yang memulai misi nya, mencari perhatian dari Rega Satria Husein.


" Lus, Abang Rega kayak nya jijik deh ngeliat loe yang kayak ulat bulu gitu, Hahahaha." ujar Kiki.


" Ki...Kiki.... Bocah nakal, emang dasar loe ya, kesel gue, udah ayok pulang, gue tinggalin loe! Baru tau rasa loe!"


" Berani loe ninggalin gue! Belum tau aja loe siapa Kiki, mobil butut loe ini gue ngga jamin utuh lagi." ucap Kiki saraya menunjuk diri nya sendiri.


" Gaya loe kebanyakan..Di kejar dogy nya tetangga gue aja nangis, dasar Kiki similikiti hahahaha ."


Hana yang sudah malas mendengar keributan antara Lusi dan Kiki lebih memilih duluan masuk ke dalam mobil. dia membiarkan saja mereka berdua melanjutkan aksi debat yang tidak berguna itu.


Saat ini Gita dan juga Rega sudah sampai di salah satu mall ternama di kota j.


" Kita mau ngapain duluan ini dek?"


" Nonton kayak nya seru juga deh Bang, udah lama 'kan kita ngga nonton berdua." ucap Gita yang bergelayut manja di lengan Rega, bagi orang yang ngga tau tentang status mereka, mungkin akan mengira jika mereka adalah sepasang kekasih yang sedang memadu asmara.


" Baik lah tuan putri, hari ini hari nya tuan putri." jawab Rega sambil tersenyum.


Gita dan Rega akhir nya masuk ke dalam bioskop.setelah membeli tiket dan popcorn, kali ini mereka memutuskan untuk menonton film yang bergenre komedi, duduk berdua di ramai nya suasana bioskop yang mulai gelap karena lampu nya telah di matikan.


" Git, kamu beneran udah yakin mau nikah?" tanya Rega sambil memakan popcorn.


" Yah, mau bagaimana lagi! Gita ngga punya pilihan lain lagi 'kan Bang, hanya menikah lah pilihan yang ada, kalau boleh meminta Gita tidak ingin terjebak ke pernikahan ini, tetapi nasi sudah menjadi bubur, pernikahan yang sudah di depan mata ini terpaksa harus di jalani."


"Maafin Abang ya dek, semua gara- gara Abang." ucap Rega sambil memeluk pundak sang adik.


" Ini sudah takdir hidup Gita Bang, Abang jangan merasa bersalah terus, Gita sudah pasrah jika harus menjalani hidup yang seperti ini, rumit tapi harus di jalani bukan?"


" Kamu benar- benar adik Abang, jika nanti Reza berani menyakiti kamu lagi kamu harus kasih tau Abang langsung, jangan pernah kamu menyembunyikan nya dari Abang, kamu harus janji."


" Iya Bang, Gita janji."

__ADS_1


" Anak pintar,jika dia berani macam- macam akan Abang habisi dia dengan tangan Abang sendiri."


" Wiiis ngeri banget Abang gue."


ucap Gita mencairkan suasana.


" Udah pinter meledek ya catin ( calon pengantin) ini sekarang.


" Ihkk Abang ,Gita kan udah bilang Gita ngga suka julukan itu." ucap Gita sambil cemberut, sayang nya wajah nya yang masam itu tidak bisa di lihat oleh Rega karena kondisi bioskop yang sedang gelap.


Tanpa terasa film yang mereka tonton sudah habis begitu saja.


" Lah gimana cerita nya? Belum juga di tonton, film nya udah keburu habis."


" Gara- gara Abang nih, ngajakin Gita ngobrol terus, jadi nya kita ngga kebagian nonton deh."


" Hahahaha kamu kok jadi nyalahin Abang, dari tadi kamu juga cerita- cerita terus . hayo ngaku." ujar Rega seraya menggelitik pinggang Gita.


" Abang ikh geli, lagi di jalan, nanti Gita jatuh tau."


Gita dan Rega melangkah keluar dari bioskop,dengan posisi saling bergandengan tangan. bukan nya menonton film, yang ada mereka malah membuka sesi curhat di dalam sana .


" Kita ke tempat permainan yang ada di sana yok Bang, tapi Gita pengen beli ice cream dulu,plissss." ucap Gita memohon dengan wajah nya yang di buat- buat.


" Kamu ini ya! Udah mau nikah masih aja kayak bocah."ucap Rega yang langsung menarik hidung Gita.


" Apaan sih Abang! Ngga usah bahas- bahas itu deh, hari ini Gita pengen menikmati hidup tanpa beban, Abang mau rasa apa?"tanya Gita, saat mereka berdua sudah berdiri di depan penjual ice cream.


" Abang yang rasa coklat aja."


" Okey." ucap Gita seraya mengacungkan jempol nya.


" Nih Bang ice cream nya, jangan lupa bayarin tuh." ucap Gita seraya menunjuk ke penjual ice cream yang sedang menunggu bayaran.


Rega hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah Gita, dia cukup merasa senang melihat Gita yang masih bisa tersenyum menghadapi hari- hari nya.tanpa ada kata terpuruk.


Rega yang melihat mulut Gita yang sudah belepotan pun membantu membersihkan sisa ice cream yang menempel di wajah imut sang adik.


1 jam setengah Rega menemani Gita bermain di mall itu.


" Dek udah ayo kita pulang, kamu ngga capek apa! Dari tadi lompat- lompat terus, badan kamu udah bau asem tuh! Keringatan begitu, udah ayo! Mama dari tadi udah nelpon."

__ADS_1


mendengar nama Mama nya akhir nya Gita luluh juga.


"Ya udah ayo Bang, huftttt capek nya."


ucap Gita sambil membenarkan ikatan rambut nya.


" Gimana ngga capek, semua permainan kamu hajar, untung saja seragam sekolah kamu itu ngga robek." omel Rega kepada Gita yang sudah duduk manis di sebelah nya.


Dari tadi sebenar nya Rega sudah merasa bosan,tetapi dia tidak tega menghentikan sang adik yang terlihat bahagia, akhir nya dia hanya pasrah mengikuti kemana pun langkah kaki sang adik.


Mobil yang di kendarai Rega perlahan keluar dari parkiran mall, membelah jalanan kota yang begitu ramai, Rega menoleh kepada sang adik yang duduk di samping nya.


" Pantesan dari tadi ngga ada suara nya, dasar kebo." gumam Reza dalam hatinya.


30 menit perjalanan mereka tempuh dari mall menuju ke rumah, Gita yang masih tertidur pulas membuat Rega tidak tega untuk membangunkan nya.


" Assalamualaikum."


" Wa Alaikum salam." jawab Mbok Darmi yang membuka kan pintu.


" Non Gita kenapa den?"


" Dia ketiduran di mobil tadi Mbok." Rega menjawab dengan berbisik, kemudian melangkah kan kaki nya ke lantai atas menuju kamar Gita.


" Sayang adik kamu kenapa?"


" Gita ketiduran di mobil Ma, Rega ngga tega buat bangunin nya." ucap Rega sambil terus berjalan menuju kamar sang adik.


" Ma, tolong bukain pintu nya Ma,berat nih!"


Mama Sonia yang mendengar ucapan Rega pun bergegas membuka kan pintu, Rega lalu menidurkan Gita dengan sangat hati- hati di atas ranjang nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar..


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya ya guys..


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰🥰😍

__ADS_1


__ADS_2