
Malam hari ini kediaman Keluarga Husein sangat ramai, dua keluarga sedang berkumpul merayakan kehamilan Gita.
Rega yang sadar diri memilih duduk di ujung sofa, menjaga jarak aman dari ibu hamil yang sedang sensitif.
" Rega kenapa kamu duduk nya jauh di ujung sana?" tanya Pak Anton yang melihat Rega memisah kan diri dari mereka.
" Ini semua karena ulah cucu Om." jawab Rega lantang,hati nya sudah terlanjur kesal,masih di dalam perut ibu nya saja dia sudah di kerjain oleh calon keponakan nya.
Hahahaha...
"Maksud nya?"
"Kenapa kamu membawa nama janin yang masih berada di perut Gita." tanya Pak Anton yang merasa bingung mendengar jawaban ambigu dari Rega.
"Om tanya saja sama menantu kesayangan Om itu."jawab Rega mencebik kesal.
" Rega !" seru Mama Sonia menegur putra nya yang kurang sopan berbicara kepada Pak Anton.
" Kamu kalau kesal atau mau marah, ya marah saja , jangan kamu perlihat kan wajah jutek kamu itu, ngga cocok sama sekali." seru Mama Sonia menyindir Rega terang- terangan.
" Apaan sih Ma,kenapa Rega yang selalu salah!"
Pria yang masih jomblo ini menggerutu geram melihat semua orang yang mengkambing hitam kan diri nya,padahal dia sama sekali tidak berbuat salah apapun,badan nya juga sudah wangi,tetapi masih saja di bilang bau oleh wanita yang sedang hamil itu, mulut Rega tidak berhenti berkicau mengeluarkan segala yang dia pendam.
" Itu bukan mau nya Gita, itu bawaan bayi dalam perut nya, besok kamu juga akan mengalami nya saat istri kamu hamil, maka nya cepetan cari istri biar kamu bisa paham bagaimana perjuangan adik kamu."
" Istri lagi istri lagi. bisa ngga sih Ma ngga ngebahas itu." pria ini kembali menggerutu kesal, pembahasan yang paling dia hindari kembali di ungkit oleh Mama nya.
" Maafin Gita Bang." ujar Gita dengan wajah sendu nya, dia cukup merasa bersalah kepada Rega, bukan mau nya dia, tapi ini salah satu balada hamil muda yang dia rasakan.
Tes.. Air mata Gita mengalir begitu deras, berulang kali dia menyeka hingga membuat hidung nya juga ikut berair,namun air mata itu masih tetap mengalir tanpa bisa di cegah lagi.beberapa hari ini selain sensitif dia juga sangat cengeng.
Reza yang melihat istri nya sesenggukan langsung memeluk dan mengelus punggung nya.
" Sudah sayang, kamu jangan bersedih seperti ini.kasihan bayi kita! Nanti dia juga ikut bersedih di dalam sana." seru Reza menenangkan istri, membantu istri nya mengelap air mata dan ingus nya yang bergantian keluar, tanpa ada rasa jijik sedikit pun.
Rega yang berada di ujung sofa sebenar nya juga tidak tega melihat Gita yang menangis, baru saja dia hendak menghampiri sang adik.tiba- tiba saja .....
__ADS_1
" Stop Bang! Jangan mendekat!" seru Gita yang merasakan perutnya Kembali berguncang di dalam sana.
" Hooekk...Hoek.. Gita membekap mulut nya berlari menuju kamar mandi terdekat.
" Jangan lari- lari sayang! Kamu lagi hamil."seru Reza memperingati istri nya, lalu bergegas mengikuti nya ke kamar mandi.
Hufttt Rega membuang nafas nya dengan kasar, menjambak rambutnya,dia bingung jika di hadapi situasi rumit seperti ini,di satu sisi dia ingin memeluk adik nya,tapi di sisi lain sang cabang bayi menolak mentah-mentah kehadiran nya di dekat mereka.
" Kamu jangan mengambil hati sikap adik kamu, dia sedang hamil, semua ibu hamil sensitif akan bau , jangan kesal seperti itu."ucap Mama Sonia yang mengerti raut wajah putus asa Rega.
" Gimana Rega ngga kesal Ma...Mama lihat sendiri bagaimana Gita menjauhi Rega." ucap Rega datar.
Tidak ingin berlama-lama bergabung di ruang tengah itu,Rega akhir nya memutuskan untuk segera naik menuju kamar nya,mendingin kan kepala dan juga hati nya yang sedang panas tak terbendung lagi.
Dia juga tidak lupa pamit kepada kedua orang tua nya dan juga kepada kedua orang tua Reza.
Gita keluar dari kamar mandi dengan di tuntun oleh Reza yang berada di samping nya.
" Sayang! Kamu ngga papa." ujar Mama Meri yang berjalan mendekat kepada sang menantu,mereka semua terlihat khawatir, apalagi di tambah dengan melihat wajah Gita yang sudah pucat ketika keluar dari kamar mandi.
" Nak, apa yang kamu rasakan?" tanya Papa Herman yang juga ikut mendekat ke arah sang putri.
Satu tangan Reza masih setia memijat kening istrinya, memberi sentuhan lembut yang akan menenangkan wanita nya, hamil muda ini benar- benar menyiksa bagi Gita.
Dari arah dapur datang lah Mama Sonia dengan segelas susu jahe yang ada di tangan nya.
" Sayang! di minum dulu susu jahe nya."
seru Mama Sonia yang sudah duduk di samping putri nya.
" Bangun sebentar ya sayang." Reza membantu Gita untuk mengubah posisi nya menjadi duduk dengan bahu Reza yang menjadi sandaran nya.
" Kamu istirahat saja di kamar Nak." ujar Papa Anton yang juga ikut cemas melihat kondisi sang menantu yang sedang hamil muda.
setelah menghabis kan segelas susu jahe nya, Gita di gendong oleh Reza menuju kamar mereka, perlahan dia membaringkan tubuh istri nya lalu menyelimuti tubuh yang sudah tak bertenaga itu,sebenar nya saat Reza sudah berada di tangga tadi Rega juga sebenar nya ingin turun ke lantai bawah, setelah mandi dan berganti pakaian tanpa memakai parfum yang menjadi biang masalah di rumah nya,namun saat melihat Reza sedang menggendong Gita dia mengurungkan niat nya,lalu memilih kembali masuk ke dalam kamar nya, dia lebih memilih mengintip dari balik pintu kamar nya saja.
Sementara di lantai bawah kedua orang tua mereka masih tetap melanjutkan obrolan seru mereka masing- masing, entah sampai jam berapa mereka membubarkan acara nya, yang jelas Gita dan Reza sudah beristirahat dengan tenang di kamar mereka.
__ADS_1
" Mas, kamu mau kemana?Di sini saja!"seru Gita yang merasa pergerakan dari Reza.
" Sebentar sayang, seperti nya handphone Mas berbunyi."
Walau kesal dan tidak terima, akhir nya Gita membiarkan saja suami nya sedikit menjauh dari nya.
" Dari siapa sih Mas?Kenapa harus jauh- jauh seperti itu!" Gita menggerutu kesal sendiri, tidur nya menjadi tidak nyenyak tanpa dekapan hangat Suami nya,dia menjadi curiga dengan sikap Reza yang menelpon sambil berbisik- bisik.
" Mas!!" seru Gita lagi yang sudah merasa tidak tahan di abaikan.
Reza yang mendengar suara teriakan sang istri pun bergegas menutup sambungan telepon nya, lalu merangkak naik ke atas ranjang.
" Sayang." Reza memeluk pinggang istri nya dari belakang, karena saat ini Gita memilih tidur dengan membelakangi nya.
" Sana Mas, ngga usah dekat- dekat." ujar Gita dengan ketus tidak lupa dia juga melepas kasar tangan Reza yang berada di pinggang nya.
" Sayang,jangan kayak gini! Kamu kenapa?" tanya Reza yang masih belum paham asal usul penyebab istri nya merajuk, menghadapi istri nya yang sedang mood sensitif membuat Reza harus memperbanyak ternak stok sabar nya, kadang dia bisa tiba- tiba senang, kadang berubah jadi murung dan merajuk tidak jelas seperti sekarang ini.
Reza masih terus berusaha membujuk Istri nya, mengecup dengan mesra seluruh wajah Istri nya, meski bibir nya mendapat dorongan kuat dari tangan Gita.
" Sana Mas, jangan terlalu dekat, tadi aja jaga jarak sama aku, udah sana!"
" Apa sih maksud kamu sayang! Jangan kayak gini, kalau kamu marah- marah terus kasihan dedek bayi yang ada di dalam sini." Reza kembali mencoba membujuk istri nya dengan membawa nama anak mereka.
Gita yang mendengar kata dedek bayi semakin menjadi- jadi, tangis nya pecah dengan sesenggukan,Reza yang melihat istri nya kembali berderai air mata menjadi kebingungan.
" Huftt.. Pria yang bergelar suami itu membuang kasar nafas nya, menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal.
Sabar... .Sabar...Dia berulang kali mengucap kan kata sabar sebagai pengingat diri nya sendiri.
Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak-banyak nya ya guys...
Tinggalkan jejak sayang di Kolom Komentar...
Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya...
Terimakasih semua nya...
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya....
😍🥰😍🥰