
Reza yang di tengah perjalanan menuju ke rumah nya.saat melintasi penjual martabak yang ada di pinggir jalan entah kenapa dia langsung saja menepikan mobil nya dan langsung turun menghampiri penjual martabak itu.
" Bang,Martabak manis nya dua ya Bang!" seru Reza yang sudah berdiri di samping Abang penjual martabak.
"Baik Mas, mau rasa apa?"
" Mmmm keju sama jagung aja Bang." pinta Reza dengan air liur yang sudah menetes.
Malam ini dia mengalami yang nama nya mengidam.tanpa aba- aba dia langsung saja saja menginjak rem mobil nya saat melintasi gerobak itu.setelah menunggu cukup lama akhir nya dua kotak martabak sudah ada di tangan nya, saat dia hendak masuk ke dalam mobil nya.tidak sengaja dia melihat anak kecil dan ibu nya yang sedang hamil berjalan berdua di pinggir jalan dalam kondisi malam seperti ini.
"Dek!" Reza memanggil adek kecil itu di sertai gerakan tangan nya,kuat nya angin malam membuat suara nya tidak begitu jelas terdengar.
Hati nya terasa tercubit melihat anak kecil itu memikul karung yang berisi barang rongsokan.dengan baju compang-camping,apalagi ibu nya sedang hamil besar.
" Iya Om, apa Om memanggil saya?" tanya adik kecil itu yang menyadarkan Reza dari lamunan nya.
"Iya Dek." jawab Reza sedikit terkejut lantaran sejak tadi dia sibuk melamun.
"Ada apa Om?" tanya anak kecil itu dengan sopan,sementara ibu nya masih sibuk mengais barang di tempat sampah.
Reza yang memperhatikan gerakan ibu hamil itu seketika menjadi teringat dengan istri nya yang juga sedang hamil di rumah.bersyukur nya mereka di karunia kehidupan yang layak.rumah mewah serta uang yang cukup.
"Apa kamu sudah makan? Itu siapa?" tanya Reza sambil menunjuk ke arah ibu hamil yang masih sibuk mengobrak-abrik tempat sampah yang bau itu.
Dari kejauhan saja Reza sudah mencium bau yang menyengat dari tempat sampah itu.
" Bagaimana mungkin mereka tidak merasa jijik sedikit pun,padahal di dalam sana banyak sekali kotoran yang bisa menganggu penciuman mereka. Gue ngga bisa bayangi bagaimana keras nya kehidupan yang mereka jalani setiap hari,di kondisi malam seperti ini saja mereka masih harus berjuang berjalan puluhan kilometer demi mengais setumpuk rezeki untuk mengganjal perut mereka."gumam Reza dalam hati nya.tanpa terasa dia sudah menitikkan air mata iba nya melihat pemandangan haru di depan mata nya.
Dari dia kecil hidup nya selalu berkecukupan.dia sama sekali belum pernah merasakan hidup di jalanan.baju bagus,mainan banyak,mau apa saja selalu bisa dia dapat kan dengan mudah tanpa harus bekerja keras.
Adik kecil yang berdiri di samping nya membuka lebar mata kemanusiaan nya.membuat dia lebih mensyukuri segala kenikmatan yang dia dapat kan.
"Itu Ibu saya Om."
"Ayok sini ikut Om,kita pesan makanan untuk kalian." ucap Reza dengan suara serak.
Semua orang yang berada di sana menatap kagum kepada sosok CEO muda ini,walaupun berpakaian rapi dan sudah pasti mahal,tetapi dia tidak ragu memeluk dan memegang anak kecil yang sangat terlihat kotor.wajah nya saja sudah tidak terlihat jelas akibat debu yang menutupi nya.
" Itu kan Reza Wijaya Pengusaha sukses.sungguh dermawan sekali dia,sudah tampan,kaya, baik hati lagi.beruntung nya orang yang menjadi pendamping nya kelak." suara bisikan dari orang-orang yang ada di sekitar nya.
" Padahal kata saudara gue,dia itu kalau di kantor sangat galak dan ngga pernah senyum kalau di sapa sama karyawan nya.kok beda ya kalau dia lagi di luar begini." seru wanita yang berada di belakang Reza.
Semua netizen itu masih sibuk bergosip ria tentang sosok yang mereka liat sekarang ini.
__ADS_1
"Bang bungkus lima lagi martabak nya Bang!" seru Reza.
Abang penjual martabak yang mendengar kata lima berjingkat kaget, padahal Reza baru saja membeli dua kotak martabak,dia berpikir apa sebegitu nikmat nya, sampai -sampai Reza memesan begitu banyak dagangan nya.
Setelah menoleh ke hadapan Reza yang sedang berbincang hangat dengan anak kecil berpenampilan lusuh baru lah Abang penjual martabak itu paham dengan maksud permintaan Reza.
Cukup lama Reza menunggu sambil mengobrol dengan adik kecil yang bernama Arif itu beserta ibu nya yang bernama juminah.semua informasi tentang kehidupan mereka sudah dia dapat kan,akhir nya Reza memutuskan untuk segera pulang sebelum istri kecil nya Kembali menelpon diri nya.
" Ini ambil lah untuk biaya hidup kalian selama beberapa hari." ucap Reza menyodorkan kan amplop yang berisi uang kepada ibu Juminah.
" Ti-tidak usah Pak." jawab ibu itu dengan tangan yang bergetar.
"Tidak apa- apa ,ambil lah,saya ikhlas." ucap Reza lagi dengan sedikit paksaan.
Ibu Juminah yang menerima amplop itu tidak kuasa menahan tangis nya,sejak pagi tadi dia dan anak-anak nya belum makan nasi karena tidak memiliki sepeser pun uang.
" Terimakasih banyak Pak,ini sangat lah banyak."
" Terimakasih Om!" seru Arif yang juga sudah berlinang air mata.
" Iya Dek, jaga ibu nya ya, sekolah nya yang rajin.maaf Om harus pamit pulang dulu." ucap Reza sambil menyalami ibu dan anak itu.
Setelah membayar martabak pesanan nya Reza bergegas menuju ke mobil mewah nya dan langsung menancapkan gas nya menuju ke rumah nya.
Gita yang sudah sejak tadi menunggu kepulangan suami nya berlari cepat menuju pintu depan. saat mendengar suara mobil masuk ke dalam pekarangan rumah nya.
" Non! Jangan lari seperti itu, bahaya Non!" seru Bi Imas dari dapur saat melihat Nona muda yang sedang hamil berlarian seperti anak kecil.
Gita yang sudah sangat merindukan suami tampan nya mengabaikan saja peringatan dari BI Imas.
" Mas!" ucap Gita sambil memeluk tubuh kekar suami nya yang masih berbau keringat namun sangat wangi di hidung nya.
"Sayang! Jangan lari-lari.Apa kamu lupa dengan kondisi kamu saat ini?" tanya Reza yang sudah membalas pelukan manja istri nya.
" Iy- iya Mas,maaf... Habis nya aku kangen banget sama Mas."
" Tapi ngga boleh lari lagi,kamu harus ingat itu sayang!" titah Reza dengan menjepit nakal hidung mancung istri nya.
"Iya..Sakit!" seru Gita mengelus hidung mancung nya.
"Kenapa Mas lama sekali sampai di rumah nya? Itu apa?" tanya Gita yang menyadari ada sesuatu yang di tangan suami nya.
" Mas tadi singgah dulu beli martabak,ngga tau kenapa rasa nya pengen sekali makan martabak manis ini."
__ADS_1
" Jadi cerita nya Mas lagi ngidam nih!" seloroh Gita menggoda suami nya.
"Iya kali ya sayang."
Hahahaha...
Suami istri itu tertawa cekikan sampai tidak menyadari lagi kehadiran kedua orang tua mereka.
"Mas ,Ayok makan!Aku lapar." ucap Gita dengan suara manja nya .
" Jadi kamu tetap nungguin Mas." ucap Reza tidak percaya dengan tingkah istri nya.
"Hm." jawab Gita sambil mengangguk kan kepala nya.
Reza melirik ke jam tangan mewah yang dia pakai saat ini sudah menunjukkan pukul delapan malam,tapi istri nya masih kekeuh menunggu kepulangan nya untuk makan bersama, padahal dia tidak keberatan jika istri nya makan duluan apalagi dalam kondisi hamil seperti ini.
Tanpa membersihkan badan dan berganti pakaian nya, Reza langsung mengajak istri nya menuju ke meja makan yang sudah tersedia nasi dan juga lauk pauk nya.
Dengan sangat telaten Reza menyuapi Gita Sampai isi piring kedua mereka habis.
"Sayang,masih mau nambah lagi ya?" tanya Reza .
" Ngga Mas udah kenyang,aku mau makan martabak juga."ucap Gita yang sudah bersiap- siap membuka bungkus kotak martabak manis itu.
Reza yang juga sudah ke pengin makan martabak bergegas menuju wastafel untuk mencuci tangan nya yang kotor oleh sambal.
" Bagi dong!" seru Rega yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Stop! Hoek..Hoek.."
Gita berlari menuju wastafel untuk mengeluarkan semua makanan yang baru saja dia makan.
"Rega!"
Suara seseorang terdengar keras memanggil nama nya disertai dengan tatapan tajam nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Beri Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍