Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 62


__ADS_3

Setelah penyatuan cinta mereka, Gita tertidur begitu lelap,penuh kedamaian, tubuh nya yang terasa lelah mengantar kan dia ke dalam mimpi indah nya, setelah membisikkan kata- kata romantis di telinga Gita, tidak lupa memberikan kecupan hangat di wajah Gita,Reza memilih bangkit dari ranjang bergegas membersihkan diri nya ke kamar mandi,Reza merampungkan acara mandi nya dengan cepat, dia baru ingat jika istri nya masih dalam posisi naked, bisa gawat jika mertua nya tiba- tiba masuk ke dalam kamar mereka.


Dengan sigap Reza membantu istri nya memasang kan pakaian nya, dari pada kena ledekan anggota keluarga, dia sih ngga masalah, tapi istri kecil nya nanti bisa malu dan juga marah.


" Mas, kamu mau ngapain sih, apa masih kurang servis yang barusan?" tanya Gita yang merasa kesal tidur nyenyak nya terganggu oleh ulah suami nya, Gita berbicara tetapi mata nya masih tertutup rapat.


Reza mengulum senyum melihat tingkah istri nya, rasa cinta nya kepada istri kecil nya tidak bisa di definisikan lagi, apa lagi di dalam rahim nya ada buah cinta mereka berdua.


" Terimakasih sudah mau menikah dengan Mas." gumam Reza pelan.


Dengan lembut Reza mengelus dan mengecup kening istri nya yang terlihat sangat kelelahan.


" Mas..." seru Gita yang merasa kan sentuhan tangan suami nya , Bahkan dia belum menyadari apa yang sebenar nya di lakukan suami nya.


" Iya sayang, ini Mas cuma bantuin kamu pakai baju, nanti kamu bisa masuk angin,lagian Mama mungkin akan masuk ke kamar kita lagi buat ngelihat keadaan kamu, udah kamu lanjut tidur aja biar Mas yang memakaikan nya." ujar Reza dengan lembut, tatapan kasih sayang nya tidak bisa di bohongi lagi.


" Hmm.." Gita hanya berdehem, mata nya sungguh sangat berat, pagi buta dia sudah bangun karena drama hamil muda nya, mual- mual di pagi hari, hamil muda membuat Gita lebih sensitif, baik di makanan maupun aroma tubuh orang.


" Maaf ya sayang, sudah membuat kamu lelah seperti ini, terimakasih sudah mengandung buah cinta kita."


Cup..Cup..


Dengan telaten Reza memakai kan semua pakaian di tubuh istri nya, rambut Gita bahkan dia kumpulkan lalu di ikat, supaya sedikit rapi,lalu Reza duduk menjauh di atas sofa di dalam kamar, dengan laptop yang berada di pangkuan nya,dan gadget di tangan nya. menemani istri nya yang sedang terlelap Reza menyibukkan diri nya mengecek sejumlah email yang di kirim oleh Alan, hari ini dia memilih cuti, karena istri nya yang sedang tidak bisa dia tinggalkan.


" Mas ...Aku lapar." seru Gita yang baru saja terbangun dari tidur nya.


Reza yang tengah asyik dengan laptopnya bah kan tidak menyadari jika Gita sudah bangun dan merengek memanggil diri nya.


" Mas..." pekik Gita dengan melempar kan satu boneka yang ada disamping nya, boneka itu jatuh pas di kepala Reza, karena kaget Reza langsung menoleh kepada istri nya.


" Aw.. sakit sayang!" rengek Reza dengan ikutan bermanja, menggosok kepala yang terkena boneka tadi, meski tidak terasa sakit.berjalan mendekat ke arah istri nya, mengendus leher istri nya dengan di sertai kecupan hangat nya.


" Mas! Awas sana,salah sendiri di panggil dari tadi, masih saja sibuk dengan laptop."ujar Gita dengan wajah cemberut nya.


" Maaf sayang, Mas tadi beneran ngga denger pas kamu panggil."


" Mas ngga kerja ya." tanya Gita yang melihat suami nya masih berada di rumah dengan memakai pakaian santai nya.


" Ngga sayang, Mas lagi libur dulu, kasihan ngelihat kamu sakit seperti ini, dari pada kepikiran di kantor malah ngga bisa konsentrasi, mending kerja dari rumah aja." ujar Reza dengan mengulum senyum nya.


Hati Gita kembali menghangat melihat suami nya yang begitu perhatian, dan sangat siaga seperti ini.


" Nanti sore kita periksa ke dokter kandungan ya sayang, atau mau sekarang aja."

__ADS_1


" Nanti sore aja Mas, sekarang aku masih capek, aku laper Mas." Gita kembali merengek dengan begitu manja nya.


" Mau makan apa? Hmm." Reza kembali mengendus leher dan pipi istri nya, mencuri kecupan manis di bibir manis istri nya.


" Mas, udah nanti kamu malah pengen lagi. aku lapar." Gita merasa was- was melihat tingkah suami mesumnya, sedikit saja tersentuh dia bisa langsung terbakar gelora asmara.


" Hahahaha... Ya ngga apa- apa sayang, kalau sudah ke pengen kan ngga bisa di tahan lagi.makan Mas aja gimana! mau nambah lagi ngga?" Reza kembali menggoda istri nya yang sudah kelelahan itu.


" Ngga Mas, aku masih capek, jangan dekat- dekat lagi, kamu ngga kasihan apa sama baby kita."


" Bercanda doang sayang, jangan terlalu serius."


Gita mencebik kesal,karena terus di goda oleh suami nya,karena rasa lapar nya yang sudah tidak tertahan kan lagi,dia kembali merengek manja,dengan sigap Reza langsung turun kebawah melewati setiap anak tangga yang berjejer rapi,baru saja kaki nya hendak melangkah masuk ke dapur , suara Mama Sonia terdengar dari arah belakang.


" Reza..."


" Eh Mama, iya Ma!"


" Gita mana nak?" tanya Mama Sonia yang celingukan mencari keberadaan putri nya.


" Gita baru aja bangun tidur ,masih di atas Ma, ini Reza mau ambilin makanan untuk dia katanya lapar."


Mama Sonia tersenyum bahagia, melihat menantu nya yang begitu siaga dan sangat perhatian kepada putri nya.


" Terimakasih Ma." Reza duduk di kursi meja makan menunggu Mama Sonia yang sedang menyiap kan nasi ke atas nampan, setelah semua nya di rasa cukup, Reza bergegas kembali ke kamar, sebelum ibu hamil kembali merajuk karena kelaparan.


Ceklek


Pintu terbuka masuk lah Reza dengan nampan yang berisi nasi di tangan nya.


" Sayang ayok makan dulu, ini juga sekalian minum susu hamil di bikinin sama Mama."


" Kenapa lama sekali sih Mas." ujar Gita yang menerima suapan dari suami nya.


" Lama?"


" Perasaan gue, ini sudah cepat, kenapa Gita bilang lama, huftt gue harus perbanyakin ternak sabar gue. dia lagi mood sensitif."


" Iya maaf sayang, tapi Mas juga udah berusaha jalan nya yang cepet kok, maaf ya." Reza menghela nafas nya, menahan sesak melihat tingkah sensitif istri nya, sedikit saja salah berucap istri kecil nya akan kembali mengamuk.


" Enak?" tanya Reza sambil menatap mesra istri nya, berusaha menampilkan senyuman hangat nya.


" Hmm.." Gita mengangguk dengan mulut yang masih mengunyah makanan.

__ADS_1


" Mas mau kemana,suapin dulu! Nasi nya kan belum habis." seru Gita yang melihat Reza sudah berjalan menjauh dari nya.


" Sebentar sayang, Mas mau ke kamar mandi, cuman sebentar kok."


" Di sini aja Mas, aku ngga tahan kalau makan nya ngga sama Mas." ujar Gita dengan wajah sendu nya.


Benar saja baru tiga langkah Reza berjalan menjauh perut Gita mulai berguncang hebat minta ingin di muntah kan.


" Hoek.."


Gita dengan cepat membekap mulut nya, berharap makanan yang baru saja dia telan tidak keluar lagi.


Reza yang melihat istrinya membekap mulut pun,berlari cepat menghampiri istri nya, dia peluk dan dia kecup kening dan mulut yang berisi nasi itu.


berharap keberadaan nya bisa menormal kan gejolak yang ada.


" Huft... Gita berulang kali mengatur nafas nya, mengatur kembali ritme perut nya setelah guncangan tadi, menyembunyikan wajah nya di dada Suami nya.


" Maaf sayang, Mas ngga peka." ujar Reza yang merasa bersalah, mau bagaimana lagi, biar lah dia menahan sesak di bawah sana, dari pada melihat istri nya kembali muntah- muntah, bayi mereka membutuhkan asupan nutrisi di dalam sana, belum lagi tubuh istri nya yang terkulai lemah setelah muntah membuat Reza berpikir dua kali untuk meninggalkan istri nya,dia usap pelan rambut istrinya yang tidak sudah berdaya.


" Sekarang makan lagi ya." pinta Reza dengan lembut.


Gita pun mengangguk kan kepala nya, sepiring nasi yang di bawa Reza sudah habis di makan oleh Gita, dengan begitu lihai Reza menyuapi dan memberi minum untuk istri nya.


" Susu hamil nya jangan lupa sayang."ucap Reza yang penuh perhatian sambil membersihkan mulut istri nya yang masih kotor.


" Nanti saja Mas, masih kenyang." ucap Gita yang kembali menyandar kan kepala nya di dada suami nya, Reza membiarkan saja istri nya bermanja- manja di bahu nya, dia merasa senang kehadiran nya sangat di butuh kan sebagai suami.


" Mas ponsel aku di mana ya? tanya Gita yang menyadari sejak kemaren sore dia tidak melihat atau bahkan memegang handphone nya.


"Tadi Mas lihat ada di sofa sana."jawab Reza dengan tangan yang menunjuk ke arah sofa di ujung kamar mereka.


" Mas boleh tolong ambilin."


" Iya sayang." jawab Reza sambil tersenyum manis.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar...


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya...


Terimakasih semua nya..

__ADS_1


Salam sayang untuk kita semua nya...😍🥰😍🥰😍🥰


__ADS_2