
Saking merasa senangnya ke empat gadis itu sampai jingkrak berputar- putar merayakan kabar bahagia ini.
" Sebentar lagi gue bakal di panggil Aunty! Ya Aunty..Lucu juga!"seru Hana yang pikiran nya sudah jauh melayang, membayangkan dirinya yang di panggil Aunty oleh anak kecil ,serta bermain dengan bayi yang sangat lucu.
" Gue jadi ngga sabaran deh, kapan loe lahiran nya Git?"tanya Lusi dengan begitu semangat nya.
" Sabar tujuh bulan lagi. siap- siap aja loe jadi baby sitter nya." jawab Gita dengan mengulas senyum nya,kehadiran ketiga sahabat nya mampu membunuh rasa bosan nya, bergosip ria membuat tubuh nya yang lemas menjadi bersemangat mendengar suara cempreng dari ketiga sahabat gesrek nya.
"Ngga masalah! Why not....Baby sitter bapak nya juga boleh." ujar Lusi dengan mengedipkan sebelah mata nya.
" Kalau bapak nya ngga perlu baby sitter lagi, loe cari aja aki- aki di luar sana,gue rasa masih banyak yang membutuhkan tenaga loe." ujar Gita menghalau pelan pelakor yang berusaha masuk ke dalam rumah tangga nya.
" Ye kurang ajar Loe."ujar Lusi kesal.
Belum sempat tangan Lusi sampai di kepala Gita, suara deheman seseorang terdengar dari ujung tangga,karena sibuk berceloteh ria serta saking asyik nya berjingkrak keempat sahabat itu tidak menyadari jika sepasang mata elang menatap tajam ke arah mereka.
" Sayang kenapa kamu lompat- lompat seperti anak kecil, ingat kamu lagi hamil!" seru Reza dengan wajah datar nya.
Saat Dia ingin turun ke lantai bawah mengingat kan istri nya untuk tidak lupa makan siang serta meminum vitamin nya , dia begitu kaget mendapati pemandangan yang membahayakan bagi keselamatan istri dan juga janin yang ada di kandungan Istri nya. Kesal ,marah tapi dia tidak ingin istri nya sampai mengeluarkan drama pertumpahan air mata lagi,demi meredam amarah nya yang sempat memuncak Reza memilih terus memantau di ujung tangga.
" Mas.. Udah siap ya meeting nya!"seru Gita yang sudah berjalan menaiki satu persatu anak tangga, baru setengah anak tangga yang dia lewati suara Reza kembali terdengar menggema.
" Udah sayang, kamu di sana saja, biar Mas yang turun,kamu ngga boleh capek- capek!" seru reza dengan begitu perhatian nya, meski kesal tapi dia harus bisa menahan diri nya.tidak lupa kecupan hangat yang mendarat mulus di kening Gita,membuat ketiga sahabat gesrek itu menjadi kepanasan.
" Ya tuhan! Sisain buat gue yang seperti ini dong! Pliss...Udah ganteng, tajir, romantis.tipe gue banget." ucap Lusi dengan pelan tangan nya meremas kuat tangan Hana.
Kiki dan Hana yang berada di samping Lusi begitu jelas mendengar kan apa yang Lusi ucapkan.kedua nya tertawa geli dengan semua drama konyol Lusi.
" Sakit Lus!Tangan gue loe remas gini!" seru Hana yang sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit di tangan nya.
" Loe rese' amat sih Han. gangguin gue yang lagi mengkhayal aja." ucap Lusi dengan mencubit pelan tangan Hana.
" Ih ini bocah malah gue yang jadi sasaran kdrt nya.ngga jelas banget deh."Hana merengut kesal dengan tingkah kekanakan Lusi si ratu drama.
Gita dan Reza berjalan beriringan menuruni anak tangga,dengan tangan Gita yang berada di genggaman tangan suami nya.
" Sweet banget sih Mas bojo nya Gita. jadi istri kedua gue juga ngga masalah!"seru Lusi dengan suara pelan nya lagi .
Hana dan Kiki yang Kembali mendengar celotehan dari Lusi kembali tertawa mengejek,
" Loe jangan terlalu berharap, mimpi aja terus! Sebelum air cabe gue siram di mata loe." seru Kiki yang sudah kesal dengan ulah Lusi yang selalu penuh dengan drama.
" Hai Mas Reza." Lusi menyapa Reza yang sudah berdiri tepat di depan nya ,sementara Kiki dan juga Hana hanya mengangguk kan kepala mereka seraya tersenyum,Reza hanya membalas dengan mengangguk kan kepala nya, tidak lupa dengan wajah datar nya.
__ADS_1
" Kenapa kalian masih berdiri di sana? Sini makan siang dulu!" seru Mama Sonia yang sudah berganti pakaian,karena pakaian yang dia pakai tadi sudah kotor saat memasak untuk menjamu teman-teman anak nya.
" Iya Ma." Jawab Gita.
Gita melangkah menuju dapur dengan di ikuti ketiga sahabat nya dari belakang.
" Ayo jangan malu- malu, makan nya yang banyak ya, Mama udah masakin loh buat kalian." titah Mama Sonia.
" Siap Tante." seru Kiki tanpa jaim berbeda dengan Lusi dan Hana yang seketika kicep berada satu meja makan dengan mas bojo nya Gita,
Seperti biasa Gita selalu menyiapkan piring serta nasi untuk suami nya terlebih dahulu sebelum mengisi piring nya.semua itu tidak luput dari ketiga sahabat nya yang berdecak kagum melihat Gita yang sangat lihai menjalankan peran nya sebagai istri,walaupun dengan status nya yang masih pelajar.
" Terimakasih sayang." seru Reza yang langsung menyantap makan siang nya.
" Lusi! Kok makan nya sedikit sekali,ngga enak ya?" tanya Mama Sonia yang melihat Lusi hanya mengambil satu sendok nasi.
" Ah enggak kok Tan, ini enak banget! Nanti kalau kurang Lusi tambah lagi Tan." jawab Lusi sambil nyengir.
" Kebanyakan drama banget sih ini anak.sok jaim segala lagi." gumam Kiki dalam hati nya,merasa greget melihat tingkah Lusi,dengan semangat nya Kiki menyendok kan nasi ke dalam piring Lusi,tanpa merasa takut sedikit pun.
" Loe ngapain sih Ki! Banyak banget!" seru Lusi yang kaget melihat Kiki memasukkan 2 sendok penuh ke dalam piring nya.
" Udah makan aja, ngga usah malu- malu, biasa nya juga kalau disini loe makan nya sampai 3 piring.ngga usah kebanyakan drama!" Seloroh Kiki dengan senyum jahil nya yang mengundang gelak tawa semua orang yang berada di meja makan,kecuali Reza yang masih setia dengan wajah datar nya,Mama Sonia juga merasa jika Lusi sedikit malu-malu hari ini.
" Iya Lus,jangan malu- malu,Tante malah senang kalau kalian menghabiskan makanan nya,ayok di makan lagi."
Karena rasa malu nya Lusi hanya mengangguk kan kepalanya kepada Mama Sonia,wajah nya saat ini sudah seperti kepiting rebus,
Lusi menatap tajam kepada Kiki seolah tanda peperangan akan segera di mulai.
Hening.
Tidak ada lagi yang bersuara setelah kejadian memalukan itu, yang terdengar hanya dentingan sendok sama piring yang saling beradu.
" Mas.. Suapin dong!" seru Gita dengan manja nya,piring di depan dia masih terisi setengah lagi,entah kenapa melihat isi piring suami nya dia menjadi menelan ludah nya sendiri, seperti punya suami nya sangat nikmat sekali.
Tanpa pikir panjang lagi Reza langsung menyuapi istri nya yang sedang dalam mood manja itu.
Semua isi piring habis di makan oleh Gita,sedang kan dia hanya memakan beberapa sendok saja.
Hana,Kiki dan juga Lusi yang melihat betapa perhatian nya suami Gita, semakin mendamba kan calon suami yang seperti mas bojo nya Gita.
" Kenapa kalian bertiga malah bengong seperti itu,mingkem!" seru Gita yang melihat ketiga sahabat nya memperhatikan dia dengan mulut yang menganga lebar.
__ADS_1
ketiga sahabat itu saling menyikut tangan masing- masing, merasa malu kepergok oleh Gita dan suami nya, lalu kembali melanjutkan menghabiskan sisa makanan yang ada di piring mereka.
" Sayang! Ini vitamin nya di minum dulu." seru Reza yang sudah kembali dari kamar nya, membuka satu persatu bungkus vitamin yang harus di minum oleh istri nya lalu membantu mengambilkan air minum .
" Udah Mas." seru Gita yang menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi.perut nya kali ini sungguh terasa sesak, 2 piring nasi habis dia makan, belum lagi tadi dia sudah menghabiskan beberapa cemilan dan juga manisan mangga.
" Kenapa?" tanya Reza dengan lembut nya, tangan nya mengelap mulut Gita yang masih basah oleh air minum.
" Begah Mas." jawab Gita pelan, sesekali mengatur nafas nya, dia tidak sanggup lagi untuk menggerak kan badan nya sedikit pun,dengan lembut Reza mengelus perut istri nya supaya terasa nyaman.
" Loe sih makan nya kebanyakan gitu, manisan mangga aja udah 3 mangkok loe abisin, gimana ngga begah coba!"seru Lusi angkat bicara yang tanpa rem.
Hana menyenggol kaki Lusi, memberikan kode untuk tidak berbicara lagi, sementara Kiki malah menganggukkan kepala nya membenar kan ucapan Lusi.
" Iya gimana lagi! Tadi gue lapar banget."ujar Gita dengan mata nya yang terpejam,
Dia begitu menikmati setiap elusan tangan suami nya, yang perlahan mulai membuat perut nya kembali terasa nyaman.
Setelah menyelesaikan makan siang.
mereka kembali duduk di sofa ruang tamu, sementara Reza memilih kembali ke kamar nya melanjutkan sesi meeting terakhir nya.
" Sayang, Mas ke kamar dulu ya." seru Reza dengan satu tangan nya yang sedang memegang handphone di telinga nya.
" Iya Mas." jawab Gita sambil tersenyum.
Sebelum naik ke lantai atas,Reza tidak lupa mengingat kan kembali istri nya untuk tidak mengulangi kesalahan yang tadi, jangan melakukan yang aneh- aneh,begitu lah titah Reza kepada istri kecil nya yang suka lupa jika di dalam perut nya ada buah cinta mereka berdua.
" Iya Mas, maaf.." ujar Gita dengan nada manja nya.
Cup..
Reza kembali mengecup hangat kening Gita, cukup lama seraya mengelus perut istri nya yang sedikit membuncit,sebagai tanda pamit kepada sang pewaris yang masih berada di dalam perut Mama nya.
Bosan bermain handphone.serta mulut sudah capek untuk mengobrol, keempat gadis itu melanjutkan dengan menonton drama Korea, satu harian ini mereka habiskan menemani ibu hamil yang sedang tidak bisa keluar rumah, sebelum menyambut hari esok. di mana mereka harus kembali berkutat dengan buku dan juga pena, kurang dari satu Minggu lagi mereka akan menghadapi ujian kelulusan.
Jangan lupa Like.Vote dan Beri Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar...
Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya...🥰😍🥰