
Saat ini mobil yang di kendarai oleh Lusi sudah sampai di parkiran mall terbesar di kota j.
Keempat sahabat seperjuangan itu langsung turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam mall.tujuan pertama mereka adalah mencari restoran yang bisa mengganjal perut mereka yang sudah sangat keroncongan.
Saat berada di cafe tadi mereka tidak sempat dan tidak berselera untuk menyantap makan.yang ada di benak mereka saat itu adalah menyelesaikan masalah yang sudah terjadi tanpa memikirkan perut mereka yang sudah terasa sangat perih.
Apalagi saat ini jam sudah menunjukkan pukul empat sore,dan ini bukan lagi makan siang namanya,yang lebih tepat nya adalah makan malam.
Saat mereka tengah asyik menyantap makanan nya tiba- tiba ponsel Gita berdering kencang sebagai pertanda ada panggilan yang masuk.
My Husband calling.
Dengan cepat Gita menggeser tombol hijau di layar ponsel nya.
" Assalamualaikum Mas." sapa Gita di ujung telepon nya.
" Wa alaikum salam sayang, kamu lagi di mana? Udah makan siang 'kan? Vitamin nya juga udah di minum 'kan?" jawab Reza yang langsung mengintrogasi istri nya.
" Masih di mall Mas,ini aku lagi makan sama teman- teman.Mas masih di kantor ya?" tanya Gita berkilah,dia tidak berani untuk menjawab pertanyaan yang terakhir dari suami nya,takut jika suami nya akan marah kepada diri nya.
"Makan? Kamu belum makan siang? Ini sudah jam berapa sayang,kenapa kamu ceroboh sekali."
" Ta- tadi udah makan Mas, sekarang aku lapar lagi, ya terpaksa cari makan lagi." jawab Gita berbohong tidak ingin suami nya murka dan mengeluarkan ultimatum keras nya.
" Kamu ngga bohong kan sayang,kamu itu lagi hamil jadi ngga boleh telat makan sedikit pun,hati- hati jalan nya, jangan lari- lari ya sayang.nanti kamu pulang nya di jemput Pak Tohar saja,tadi sudah Mas hubungi Pak Tohar nya.mungkin dia sedang di perjalanan menuju kesana."
" Iya Mas."
" Ya sudah ingat pesan Mas.mungkin nanti malam Mas pulang nya agak telat,masih banyak yang harus Mas selesaikan.kalau sudah siap langsung pulang ya sayang,jangan sampai kecapean."
" Iya Mas ku sayang. udah sana lanjut kerja nya,aku mau lanjut makan lagi."
" Ya sudah , assalamualaikum."
"Wa alaikum salam." jawab Gita dan langsung mematikan sambungan telepon nya.
Huft...
Huft..
Gita bisa bernafas lega,untung saja suami nya tidak curiga jika dia sedang berbohong.bisa- bisa dia tidak di izinkan lagi untuk bepergian keluar rumah.
" Untung saja Mas Reza ngga curiga.kalau ngga bisa abis gue kena omel." seru Gita yang sudah memulai menyantap Kembali makanan nya.
" Gue doain biar loe kualat karena sudah bohongi Mas bojo loe yang super duper tampan itu." ujar Lusi menggoda Gita.
" Gaje banget sih loe.gue ngga ada maksud buat berbohong.ini nama nya terpaksa demi kelancaran hidup gue."
" Kelancaran apaan! Bilang aja kalau loe takut ngga di bolehin keluar lagi ,ya 'kan?" ucap Hana.
" Tuh pintar loe semua.ngga salah lagi loe jadi sahabat gue."seloroh Gita yang mampu mengundang gelak tawa Kiki.
" Rese' banget sih loe!" seru Lusi yang tidak terima dengan omongan Gita.
__ADS_1
Sementara Gita hanya membalas dengan tertawa puas.
Hahahaha....
" Udah buruan makan nya ,keburu sore nih!" seru Kiki memperingati ketiga sahabat nya yang sedang berdebat .
Karena sadar akan waktu,mereka semua fokus menyantap makanan yang sudah mereka pesan.hanya suara sendok dan garpu yang beradu yang terdengar nyaring.
Setelah menyelesaikan acara makan nya.mereka memutuskan untuk langsung menuju toko baju yang sudah lama menjadi langganan mereka berempat.
Gita yang sedang hamil membeli banyak baju serta daster rumahan yang ukuran nya lebih besar dari ukuran baju nya yang dulu.
Ketiga sahabat Gita tampak bersemangat sekali membantu Gita memilih berbagai macam baju hamil dan juga daster.
" Ini lucu deh,bahan nya juga bagus." ucap Lusi menyodorkan kan beberapa potong baju ibu hamil kepada Gita.
" Iya bagus." jawab Gita.
"Ini juga Git,bagus dan cocok banget sama loe." ucap Hana lagi.
Dengan di bantu teman- teman nya Gita sudah mendapat kan banyak sekali baju hamil dan juga daster rumahan.
Setelah merasa cukup.mereka langsung mengantri di kasir untuk melakukan pembayaran.
"Ini Mbak." ujar Gita dengan menyodorkan kartu sakti unlimited nya kepada petugas kasir.
" Wih,sultan mah bebas!" seru Lusi yang kaget melihat total nominal belanjaan Gita.
" Apaan sih loe!" balas Gita dengan menoyor kepala Lusi.
Bukan nya berhenti Gita malah dengan sengaja mencubit lengan Lusi yang sedang asyik membuka dompet nya.
" Sakit bego!"
"Rasain tuh."
Karena dia sudah di panggil oleh petugas kasir Lusi memilih tidak melanjutkan lagi perseteruan nya dengan ibu hamil yang super rese' itu.
Di antara mereka berempat hanya Gita yang membayar menggunakan kartu sakti unlimited pemberian suami tercinta nya,dulu sebelum menikah dia tidak berani menggunakan walaupun di beri akses oleh kedua orang tua nya.karena paksaan dari suami nya lah maka nya Gita mau menerima dan memakai kartu sakti milik nya.kali ini saldo nya bukan dari kedua orang tua nya lagi, melainkan dari suami tampan nya yang merupakan CEO terkaya dan tersohor di kota j.
Setelah menyelesaikan semua pembayaran nya,mereka melangkah menuju keluar.karena hari sudah gelap dan tubuh mereka juga sudah sangat lelah.tanpa pikir panjang lagi mereka memutuskan untuk segera pulang.
"Loe pulang bareng kita ya Git?" tanya lusi.
"Ngga deh Lus, gue di jemput sama Pak Tohar.tadi Mas Reza udah ngabarin ngga bisa jemput terus dia minta tolong sama Pak Tohar."
" Suami loe so sweet banget sih Git,ganteng, kaya, perhatian.apalagi sih yang kurang.
Awas aja kalau sampai loe mendua dari Mas bojo loe itu."
" Ye gue ngga ada niat sama sekali.paham loe!"
" Ngomong-ngomong nih ya Nyonya Reza.Berapa sih uang bulanan anda setiap bulan. Penisirin gue." seloroh Lusi mendrama.
__ADS_1
" Penisirin..Penasaran kali! Jangan loe ganti- ganti deh kata- kata nya."ujar Kiki.
" Rahasia dong!"jawab Gita cuek.
"Pelit amat sih Buk, bocorin dikit aja...Plis.."ucap Hana yang sudah kepalang kepo.
" Dua digit...Tiga digit...Empat digit atau lebih?" tanya Lusi menimpali.
"Lebih! " jawab Gita dengan raut wajah biasa nya.
Tapi tidak bagi ketiga sahabat nya yang di buat tercengang sama pengakuan nya.
Memang tidak salah lagi jika Gita yang seorang anak pengusaha kaya dan juga merupakan istri dari seorang CEO memegang kartu sakti unlimited serta uang bulanan dengan nilai yang tidak terhingga.siapapun yang mendengar nya pasti berlomba- lomba ingin menjadi seorang Sagita Anastasya Husein.
Mereka berempat saat ini sedang duduk di kursi panjang yang sengaja di buat oleh pihak mall untuk sekedar beristirahat atau untuk menunggu jemputan.
Hening!
Tidak ada yang berbicara semua terdiam dengan pikiran serta ponsel mereka masing- masing.
Hingga suara berat seorang pria paruh baya membuyarkan segala lamunan mereka.
" Non Gita ." ucap pria paruh baya itu yang tak lain adalah Pak Tohar sopir pribadi milik Gita.
"Eh Pak Tohar." ucap Gita kaget.
" Maaf jika saya mengagetkan Nona." ucap Pak Tohar tak enak hati.
" Ngga papa kok Pak."jawab Gita.
" Saya tadi di telpon sama Den Reza untuk menjemput Non Gita pulang."
" Oh iya Pak, ayok Gita juga udah nungguin kedatangan Pak Tohar,tolong bawain ini ya Pak." ucap Gita sopan.
" Baik lah Non.mobil nya ada di depan sana.Non Gita mau ikut atau tunggu sini saja."
" Kita jalan aja kesana Pak,cuman lima langkah doang,Gita masih sanggup kok." ucap Gita sambil tersenyum.
Gita dan Pak Tohar berjalan menuju ke mobil mereka beriringan dengan ketiga sahabat nya yang kebetulan parkir di dekat mobil nya Pak Tohar.
Setelah berpamitan kepada ketiga sahabat nya Gita langsung masuk ke dalam mobil mewah punya suami nya.
Mobil mereka beriringan keluar dari parkiran mall menuju ke rumah mereka masing- masing.
Dua puluh menit waktu di perjalanan di gunakan Gita untuk tidur dengan segala perlengkapan yang lengkap yang sudah disiapkan tentu nya oleh suami siaga nya.
Di dalam mobil itu ada bantal,selimut ,boneka dan baju ganti untuk Gita.
Reza memang lebih posesif menjaga keamanan dan kenyamanan istri tercinta nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar...
__ADS_1
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..🥰😍🥰😍