
Hana, Lusi, Kiki beserta Asisten Alan yang melihat perdebatan yang terjadi di antara suami istri itu terdiam terpaku di tempat mereka masing-masing.
Saat Pak Herman menepuk pundak nya baru lah Alan tersadar dari lamunan tak berakal nya.
" Jelaskan Alan." pinta Pak Herman sambil menyuruh Alan untuk sedikit maju untuk mempermudah Gita melihat dan mendengar kan kesaksian nya.
" Maaf Nona,benar yang di sampaikan oleh Bos Reza,saya sebenarnya juga ikut serta dalam meeting itu,tadi di saat Nona sampai di sana kebetulan saya sedang turun ke lantai dasar untuk menjemput kunci mobil saya.ini semua murni kerja sama tidak ada sangkut paut nya dengan hal lain." ujar Alan penuh penekanan.berharap Nona muda nya menerima penjelasan dari nya tanpa amarah.
" Asisten Alan jangan berusaha menutupi kesalahan Bos kamu!" bentak Gita tidak perduli dengan fakta yang di jabar kan oleh Asisten Alan.
" Saya berkata yang sejujur nya Nona,saya tidak punya keberanian untuk membohongi Nona dan tidak ada guna nya juga saya menutupi kesalahan yang di perbuat oleh Bos.saya bahkan sangat peduli kepada Nona, Jika Bos berbuat khilaf dan salah.maka saya adalah orang pertama yang akan menyadarkan Bos." jawab Alan tenang.
Gita yang masih berada di pelukan suami nya menyorot tajam mata Asisten Alan berharap menemukan kebohongan yang terselip di antara manis nya tutur kata yang dia ucap kan.
Namun sedikit pun dia tidak bisa menemukan kecurangan itu bahkan dengan berani nya Alan membalas sorot mata sayu nya.
" Ini semua hanya salah paham sayang,jangan di perbesar kan lagi.yang terpenting sekarang ini adalah kesembuhan kamu dan anak- anak kamu." ujar Mama Sonia penuh kasih.
Gita yang tidak bisa mengelak lagi akhir nya mengangguk patuh tanpa perlawanan brutal lagi.bahkan tangan nya dengan sengaja melingkar erat di tubuh suami yang sudah dia pukul tadi.
" Maafin aku Mas! " ujar Gita dengan rona wajah merah bagai kan darah segar.dia cukup sadar jika kesalahan terbesar itu ada pada diri nya.dan sekeras apapun dia mengelak itu semua tidak akan bisa membantah fakta yang ada.
" Iya sayang." jawab Reza lembut.dia tidak ingin mengungkit atau pun memperjelas asal muasal musibah ini,biar lah dia mengalah asal kan istri nya tidak tertekan dan merasa nyaman.
Setelah merasa tenang.Gita mulai mengedarkan pandangan nya ke seluruh isi ruangannya.
" Kalian di sini juga?" tanya Gita saat melihat ketiga sahabat nya berdiri di pojok ruangan bagaikan batu yang tak bisa bergerak.
Ketiga gadis itu yang merasa di sapa langsung tersadar dari fantasi dunia mereka.
" Eh ... Iya Git.." ucap mereka gugup.
__ADS_1
" Terimakasih kasih ya sudah datang." ucap Gita tulus.
" Loe ngga usah ngucapin terima kasih.harus nya kita yang bilang terima kasih kepada loe yang sudah bertahan dan menguatkan janin loe di dalam sana." ucap Hana lirih sambil menyeka air mata yang tanpa di undang langsung datang menyerbu wajah mulus nya.
Mama Sonia , Pak Herman ,Alan beserta Rega akhir nya memilih keluar untuk memberikan ruang bagi ketiga sahabat Gita untuk mengobrol melepas kan rasa syukur mereka.hanya menyisakan Reza yang setia menemani istri nya duduk di samping ranjang.
Kiki dan Lusi yang melihat Hana bercucuran air mata pun juga ikut menangis terharu.
" jangan nangis dong!" seru Gita yang mana mata nya juga sudah berkaca-kaca.
Reza yang tidak ingin istri nya kembali menghabis kan air mata nya langsung menatap tajam ke arah ketiga gadis biang rusuh itu.
mendapat kan tatapan tajam dari singa jantan mereka langsung terdiam menghentikan paksa tangis yang sudah terlanjur pecah tadi.
Hana yang pertama kali menyadari jika sang singa jantan sedang marah langsung menggigit bibir bawah nya sembari mengusap paksa lelehan air mata yang membasahi pipi nya.sungguh! Dia tidak menyangka jika tangisan mereka akan mengundang kemarahan singa jantan.
Lusi yang juga menyadari sorot mata tajam dari suami Gita langsung tergugu tak karuan.
Tulang- tulang Lusi seolah di paksa lepas dari sendi nya.niat hati ingin berbagi keluh kesah malah harus mendapat kan tatapan maut dari pawang nya.benar- benar di luar ekspektasi.
" Ternyata gara - gara Mas Reza." gumam Gita dalam hati.
Gita yang sadar jika keberadaan suami nya membuat mereka tidak bebas dan leluasa berinteraksi akhirnya juga ikut terdiam dari pada harus mengundang kemurkaan dari suami nya.
Hari semakin larut,di saat semua orang sedang sibuk berpamitan ingin pulang.
Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara seseorang yang mencoba ingin masuk namun di halang oleh petugas rumah sakit.
" Maaf Pak,saya sudah melarang tapi Tuan ini memaksa ingin menemui anda." ucap perawat laki- laki yang di tugas kan Reza untuk selalu standby di depan ruangan VVIP istri nya.
Bahkan semenjak tadi pagi Gita di rawat ada saja perintah nyeleneh yang di dapat kan oleh para pegawai rumah sakit dari Bos besar mereka.seperti saat ini bahkan di samping pintu masuk ke ruangan Gita. sudah ada satu meja beserta kursi sebagai tempat duduk para pegawai.
__ADS_1
Semua orang kompak menoleh dan menatap sipit ke arah pria tegap itu.
" Teguh!" ucap Reza dan Rega bersamaan.
Mama Sonia dan Pak Herman juga ikut kaget melihat keberadaan Teguh bagaikan jelangkung yang tiba-tiba sudah datang tanpa mengabari.
" Iya ini gue." jawab teguh gugup.
Di dalam batin nya memendam gejolak yang tidak tersampaikan.wajah nya berusaha tersenyum tetapi dada nya kembang-kempis menahan rasa takut nya.
Perlahan tapi pasti Teguh melangkah masuk mendekat ke arah orang yang mungkin sebentar lagi akan membenci dan menghajar diri nya.
"Kamu boleh keluar,ini tamu saya." ucap Reza supaya sang perawat yang berjaga tadi tidak mengusir Teguh.
Gita yang belum menyadari jika pria yang di depan ini adalah orang yang menabrak nya di restoran tadi siang hanya diam sambil menyimak.
Dengan penuh rasa hormat Teguh mencium punggung tangan Pak Herman dan Mama Sonia.lalu bersalaman dengan kedua sahabat nya.
" Kenapa loe bisa ada di sini? Dari mana loe tau jika gue dan Rega sedang berada di ruangan rumah sakit ini?" tanya Reza sambil tertawa karena merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat, semenjak lulus dan mendapatkan gelar sarjana nya Teguh memang memilih menetap di Luar Negeri.bekerja di perusahaan asing tanpa mau ikut campur tangan di perusahaan milik keluarga nya.
Keluarga nya bahkan sudah putus asa untuk membujuk dia pulang namun dia tetap bersikeras hati tidak ingin tinggal di tanah kelahirannya sebelum dia sukses di Luar Negeri.
" Cerita nya sangat panjang.nanti gue bakal ceritain semua nya sama kalian.tapi...Kedatangan gue ke sini untuk ....Me-minta maaf kepada kalian." ucap Teguh tak bersyarat.
" Maaf...Maaf untuk apa?" tanya Reza belum mengerti.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan Lupa Pencet Tombol Favorit nya..
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya..🥰😍🥰🥰😍