
" Sayang,kamu harus tenang,jangan menangis seperti ini." ujar Mama Sonia sambil mengusap punggung putri nya yang bergetar karena tangis.
Hana,Kiki dan Lusi juga ikut mendekati Gita.
Ketiga gadis itu terpaku sambil menggenggam tangan sang sahabat.
Reza yang merasa terganggu dengan suara tangisan bergegas menghampiri ranjang sang istri dan meninggalkan begitu saja acara meeting nya yang masih berlangsung.
Betapa terkejut nya Reza ternyata suara isakan tangis itu ternyata milik istri tercinta nya.
" Ada apa Ma?" tanya Reza yang merasa bingung,baru beberapa menit tadi dia melihat wanita terkasih nya tertawa besar dengan bercanda bersama teman-temannya.lantas kenapa istri nya bisa sesenggukan seperti ini.
" Ini Gita lagi bersedih karena ngga bisa menghadiri acara perayaan kelulusan nya besok." jawab Mama Sonia.
Reza yang sudah tau tentang acara itu hanya ber oh ria,dia yang merupakan pemilik yayasan dari sekolah itu tentu dari jauh hari sudah mengetahui nya, sebenar nya di acara kelulusan itu Reza sudah menyiapkan kejutan dan memiliki rencana untuk mempublikasikan hubungan mereka di hadapan semua siswa dan juga guru,namun itu tidak bisa terwujud kan karena kondisi Gita yang tidak memungkinkan.
Dia atau pun Gita tidak mungkin untuk ikut serta dalam perayaan terbesar itu.
Reza memberikan kode kepada ketiga sahabat istri nya untuk menyingkir dari atas ranjang.Reza langsung memeluk menenang kan istri nya yang terlihat sangat kacau.
" Jangan bersedih seperti ini sayang,Mas janji nanti setelah sembuh Mas akan bawa kamu jalan- jalan, tapi tidak untuk sekarang.kondisi kamu masih belum pulih betul,sedikit saja terjadi kesalahan itu sangat berbahaya."ujar Reza yang tidak pernah putus asa menaklukkan hati permaisuri nya.
" Aku pengen ikut juga Mas, boleh ya... Plissss." ucap Gita dengan wajah sendu nya .
" Ngga bisa sayang,kamu belum boleh keluar dari ruang perawatan ini." jawab Reza tanpa belas kasihan.
Hiks..Hiks...Tangis Gita terdengar kembali menggema dan menyayat hati para penikmat nya.
Reza bergeming mengabaikan tangisan pilu itu.
Sebenar nya dia juga merasa kasihan dan tidak tega melihat istri nya harus melewati begitu saja perayaan yang sudah dia tunggu sejak jauh hari,namun dia harus lebih tegas dan menjadi raja tega demi kebaikan bersama.
" Mas janji akan mengajak kamu berlibur dan kamu juga boleh minta apapun itu! Tetapi nanti setelah kondisi kamu benar- benar di nyatakan pulih oleh Dokter." ujar nya sambil menyeka air mata sang istri yang terus berjatuhan.
__ADS_1
Mama Sonia beserta ketiga gadis rusuh itu hanya bisa menatap dengan diam tanpa bisa berbuat banyak.ini sudah menjadi keputusan Reza dan tidak akan ada yang bisa mengganggu gugat meskipun sampai ke tingkat pengadilan.
Di tengah suasana sunyi itu, suara tangis Gita berangsur menghilang sampai tidak terdengar sama sekali bergantian dengan suara dengkuran halus beserta deruan nafas teratur yang terasa meniup di dada Reza.
" Dia Sudah tertidur Nak." ucap Mama Sonia yang terlebih dahulu menyadari jika putri nya sudah terlelap dalam dekapan suami nya.
" Iya Ma." jawab Reza sambil perlahan memposisikan tubuh istri nya berbaring sempurna di atas ranjangnya.
Huft...Suara helaan nafas lega terdengar berhembus kencang dari ketiga gadis rusuh itu.
Reza masih setia menepuk pelan punggung istri nya sampai dia terlelap kembali.
Melihat pemandangan teduh yang ada di depan mata nya.ketiga gadis itu menatap penuh kagum kepada sosok lelaki yang berbaring di atas sana.
Wajah garang nya seketika berubah jinak tatkala bersama permaisuri hati nya.
Sementara di bandara internasional kota j, sepasang suami istri paruh baya tampak tergesa-gesa turun dari pesawat pribadi yang membawa mereka dari Luar Negeri.
Kedua pasangan paruh baya itu adalah merupakan kedua mertua Gita, Pak Anton dan juga Mama meri.mereka memutus kan untuk pulang setelah berpamitan kepada sang adik.terlebih lagi saat mendengar jika sang menantu sedang menginap di rumah sakit.
Sang sopir yang datang telat menjemput mereka turut menjadi pelampiasan kemarahan Pak Anton.
" Kenapa si Ali ini lama sekali.apa dia sudah tidak betah lagi bekerja di rumah?" tanya Pak Anton dengan gurat amarah yang terukir jelas di wajah keriput nya.
" Sabar Pa,mungkin Pak Ali sedang di perjalanan.'kan kita ngasih tau nya mendadak ." ujar Mama Meri berusaha menenangkan suami nya.
" Ini sudah lewat 10 menit,harus nya dia selalu standby kapan pun di butuh kan.Awas saja dia jika dalam 3 menit lagi dia tidak juga menampakkan batang hidung nya.akan Papa pecat dia saat ini juga." ujar Pak Anton tidak terkendali.
Belum juga batas waktu yang di berikan oleh Pak Anton habis.Mobil yang di kemudikan oleh Pak Ali si lelaki paruh baya yang umur nya satu tahun di bawah Pak Anton sudah sampai tepat di depan kursi tunggu yang di duduki oleh kedua majikan nya.
" Maaf saya telat Pak Anton." ucap Pak Ali setelah turun dari mobil dan menyadari wajah tidak bersahabat dari majikan nya.
" Apa selama saya tinggal ke Luar Negeri kemampuan menyetir kamu berkurang drastis Ali." nada menyindir dari Pak Anton terdengar menggema memenuhi mobil mewah itu.
__ADS_1
" Sekali lagi saya minta maaf Pak,sudah membuat Bapak menunggu cukup lama,saya sudah berusaha untuk sampai secepat mungkin tapi jalanan sangat macet Pak." jawab Pak Ali berusaha menjelaskan.
" Cepat jalan kan mobil nya,jangan kebanyakan berbicara, kondisi menantu saya lebih penting dari pada mendengar pembelaan dari mulut manis mu itu,hampir saja saya akan memecat kamu jika saja kamu tidak segera datang." ujar Pak Anton sambil menyadarkan punggung dan memejam kan mata nya yang terasa lelah setelah menempuh perjalanan berjam- jam lama nya di dalam pesawat tanpa bisa tidur sedikit pun karena pikiran mereka selalu tertuju ke tanah air.
Pak Ali yang mendengar nama nya akan di pecat langsung terpingkal kaget tampa sengaja menginjak rem mobil yang baru saja dia hidupkan.
Alhasil kedua pasangan paruh baya yang mulai terlelap menjadi kaget karena tubuh mereka terhuyung ke depan karena mobil yang tiba-tiba berhenti setelah sempat melaju cepat.
" Ali! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu selalu suka melihat saya marah?" ujar Pak Anton kembali membuka kedua mata elang nya.
"Maaf Pak,saya tidak sengaja menginjak rem nya karena merasa kaget mendengar Bapak mau memecat saya."jawab Pak Ali ketakutan.
" Bagaimana saya tidak memecat kamu,lihat saja ulah kamu saat ini,apa bisa orang seperti kamu harus saya pertahankan? Hah?" tanya Pak Anton yang hanya merupakan gertakan nya saja untuk mengerjai sopir pribadi yang sudah menghabis kan separuh umur nya untuk mengabdi bersama dia.
" Saya mohon Pak, jangan pecat saya ...Mau makan apa istri sama anak saya di kampung sana Pak." ujar Pak Ali memohon.
Mama Meri yang tidak tega melihat wajah memohon di sertai kesedihan di wajah sopir nya langsung bertindak.
" Sudah Pak Ali ,jangan di masukkan ke hati omongan suami saya,Pak Ali seperti orang yang baru bekerja saja sama dia." ujar Mama Meri menghentikan aksi memohon dari sopir nya.
Yang langsung di sambut gelak tawa oleh Pak Anton.
" Jalan kan mobil nya sekarang juga Ali.jika kamu benar-benar masih ingin bekerja dengan saya." suara lantang Pak Anton kembali menggema memekakan telinga penumpang mobil itu.
Tanpa berkata untuk sekedar membantah dan berterima kasih, Pak Ali langsung melajukan mobil yang dia kemudi menuju ke rumah sakit yang sudah dia hapal letak nya.
Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
__ADS_1
Terimakasih kepada kalian semua yang sudah setia mampir di novel receh saya ini.😍🥰😊🤭😊😊