
Ke esok kan pagi nya, pasangan suami istri itu masih betah tertidur pulas meskipun sinar sang surya telah menampilkan cahaya nya.namun tidak membuat kedua insan manusia itu terbangun dari tidur nyenyak mereka.tidur sudah dini hari membuat mata mereka masih sangat lengket dan susah untuk di buka.
Tidak ada satu orang pun yang berani mengusik kamar mereka.bahkan Dokter dan perawat yang ingin melakukan visit pun harus menunda dulu menunggu sang pemilik ruangan keluar.
Cukup lama Dokter Rina menunggu di luar bersama dua orang perawat.Reza yang terbangun terlebih dahulu langsung melirik jam yang tergantung di dinding hanya mendesah,baru saja dia merasa memejam kan mata nya tapi hari sudah pagi dan menunjukkan pukul setengah delapan.tidak sengaja telinga Reza menangkap suara kasak-kusuk dari luar.karena merasa penasaran akhir nya reza mengintip dari balik gorden jendela yang menghalangi orang untuk melihat mereka dari luar.
" Kenapa kalian ribut di depan sini?" tanya Reza dingin dengan wajah bantal nya yang masih cukup kentara.
" Mm..Eh Pak Reza,kami ingin memeriksa kondisi Nona Gita pagi ini." jawab Dokter Rina sedikit gugup merasa kepergok oleh Bos nya.sementara kedua perawat wanita yang berdiri di belakang Dokter Rina memilih diam karena rasa takut nya.
" Silahkan masuk,tapi jangan berisik.istri saya masih tertidur." ucap Reza pelan takut mengganggu tidur lelap istri nya.
Dokter Rina mulai mengecek kondisi kesehatan Nona muda nya tanpa mengeluarkan suara.mereka melakukan nya dengan penuh kehati-hatian takut membuat Nona muda nya terbangun.entah karena mengantuk atau memang efek obat yang di konsumsi nya,membuat ibu hamil yang di periksa itu sama sekali tidak terganggu dengan perawat yang sedang mengecek tekanan darah nya,bahkan dingin nya stetoskop yang menyentuh dada nya juga tidak dia rasakan.
Setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah,kini Dokter Rina mulai memainkan alat pendeteksi kandungan di atas perut buncit Gita. sudah lima belas menit mereka melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil yang masih betah tertidur itu namun tidak ada tanda-tanda jika wanita itu akan bangun.
Dokter Rina dan kedua perawat menjadi tersenyum melihat tingkah lucu Nona muda mereka.
Dokter menjelaskan keadaan Gita sambil berbisik-bisik dengan jarak yang sedikit jauh dari ranjang tempat Gita tidur.bahkan saat mereka ingin pamit keluar ibu hamil itu tetap saja terlelap seperti semula.
Setelah kepergian para petugas rumah sakit, Reza kembali ke atas ranjang menemani istri nya sambil mengusap pelan punggung istri nya.
Dari arah pintu masuk lah Mama Sonia,Pak Herman dan juga Rega yang menyempatkan berkunjung melihat kondisi putri nya sebelum dia berangkat ke kantor.
Reza yang mengetahui kedatangan keluarga nya langsung menatap ke arah mereka sambil memberi kode supaya jangan berisik kepada Rega yang terlihat akan mengeluarkan kata-kata mutiara nya.
Alhasil mulut Rega yang sempat terbuka lebar kembali tertutup rapat seperti terkena lem.
" Gita belum bangun juga?" tanya Mama Sonia sambil meletakkan rantang yang berisi sarapan untuk putri dan menantu nya di atas meja makan.
__ADS_1
" Belum Ma,dia masih tertidur,tadi saja Dokter memeriksa nya sambil tidur seperti itu." jawab Reza dengan suara pelan nya.
Mereka lebih memilih duduk mengobrol di dekat sofa yang letak nya sedikit jauh dari ranjang yang di tempati Gita.
" Ya tuhan..Apa selelah itu kah dia,sampai tidak menyadari apa yang di lakukan kepada nya."ucap Mama Sonia sambil menggeleng kan kepala merasa tidak percaya dengan tingkah konyol putri nya.
" Mungkin karena efek obat yang di minum Gita tadi malam Ma." jawab Reza berusaha menjelaskan alasan nya.
" Bisa jadi juga." sahut Pak Herman.
" Memang Gita nya yang kebo,dari dulu ngga pernah berubah!" seru Rega dengan sedikit meninggi kan suara nya tanpa sadar kondisi di sekitar nya.
Mama Sonia yang mendengar putra nya berbicara dengan volume yang tinggi langsung memberi kan cubitan kepiting nya di kedua paha Rega, kebetulan sekali Rega duduk pas di samping sang Mama.
" Aw..Sakit Ma." ujar Rega mengaduh karena kedua paha nya terasa panas.
" Mulut kamu bisa di jaga ngga? Adik kamu lagi tidur.tetapi kamu masih saja teriak -teriak! Apa kamu tidak bisa memahami kondisi yang terjadi disekitar kamu?"ucap sang Mama dengan mata bulat memerah menatap ke arah Rega yang nyengir bagaikan tak berdosa.
Mama Sonia yang mendengar putra nya mengucap kata maaf hanya mendengus kesal,dia memilih diam tanpa melanjutkan amarah nya.
" Kamu sudah bangun sayang?" tanya Reza saat tidak sengaja melihat istri nya mengerjap kan kedua kelopak mata indah nya.
Gita menjawab dengan menganggukkan kepala nya tetapi dengan mata yang belum terbuka sempurna.
" Masih ngantuk ya sayang?" tanya Reza lagi sambil naik ke atas ranjang.
" Ini semua gara-gara kamu! " ujar Mama sonia sambil berdiri dari posisi duduk nya.
Rega yang merasa menjadi tersangka utama nya hanya diam di tempat nya tanpa ikut serta mendekati sang adik.
__ADS_1
" Rega! Jaga sikap kamu,umur kamu sudah dewasa tetapi kenapa kelakuan kamu tidak mencerminkan usia yang kamu punya,jangan menambah masalah lagi di pagi ini." ungkap Pak Herman menasehati putra nya yang usil nya tidak ketulungan.
" Iya Pa." jawab Rega singkat dan padat.tidak ingin membuat murka sang Papa di pagi yang cerah ini.
Kini tinggal lah dia seorang diri duduk di atas sofa, sementara kedua orang tua nya sudah berada di samping ranjang sang adik.
" Bangun sayang, sarapan terus minum obat nya." ujar Reza lembut tidak ingin istri nya merasa di paksa.
Tanpa penolakan Gita menurut, langsung membuka sempurna kedua mata nya,lalu Reza dengan sigap membantu istri nya untuk duduk sambil bersandar di ujung ranjang nya.
" Mama sama Papa kapan datang nya?" tanya Gita sedikit kaget melihat kedua orang tua nya sudah berdiri menatap ke arah nya.
" Kami baru saja sampai sayang,apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya Mama penuh perhatian.
"Gita udah baik- baik saja kok Ma, nyeri dan sakit nya juga sudah tidak terasa lagi." jawab Gita.
" Alhamdulillah sayang." ucap Mama Sonia sambil tersenyum.
" Kamu masih harus dalam pantauan Dokter sayang,kita tunggu beberapa hari lagi,jika semua di nyatakan baik- baik saja dan tidak ada masalah lain yang muncul,baru kamu boleh pulang."sahut Reza menyampaikan apa yang di ucapkan oleh Dokter Rina tadi pagi.
" Yah.. Berarti masih lama dong Mas." ujar Gita gelisah karena merasa tidak nyaman harus terkurung di dalam ruang perawatan nya meskipun ini adalah kamar VVIP.
" Sabar Nak,ini semua demi kesehatan dan kenyamanan kamu beserta calon anak - anak kamu,jalani saja hingga waktu yang di putus kan oleh Dokter." sambung Pak Herman lagi.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata...
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
__ADS_1
Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰
Jangan pernah bosan untuk mampir di novel receh author ini ya!