
Mobil Lamborghini Aventador keluaran terbaru milik Rega ,tampak memasuki pekarangan rumah nya.
Gita yang sedang berada di kamar nya, turut mendengar suara deru mesin mobil mahal itu.dengan langkah lebar serta wajah penuh senyum Gita melangkah turun menggunakan lift.
" Abang!!" seru Gita sedikit berlari.
" Lagi hamil."tegur Rega mengingat kan sang adik.
"Maaf lupa." cicit Gita menormal kan hentakan kaki nya.
Rega dan Mama Sonia yang berada di sana,hanya bisa geleng kepala melihat tingkah Gita yang masih saja lupa, padahal perut nya sudah semakin besar dan membulat.
"Berangkat sekarang?" tanya Rega.
" Iya dong Bang,masa tahun depan!" jawab Gita merasa jengah.
" Mama ikut?" tanya Rega melirik ke arah sang Mama.
Mama Sonia langsung mengulas senyum seraya menggeleng kan kepala nya.
" Mama mau ada acara,kalian pergi nya berdua aja ya." tolak Mama Sonia yang sudah membuat janji dengan teman sosialitanya.
Selama masa kehamilan Gita,Mama Sonia lebih banyak berkurung menghabiskan waktu nya di rumah,bukan karena tidak tertarik dengan dunia luar, tetapi menjaga sang putri yang sedang hamil tua lebih menarik perhatian nya ketimbang berkumpul dengan teman -teman arisan nya.
" Ya sudah, kita pamit ya Ma." ucap Gita yang langsung mencium punggung tangan sang Mama dan di ikuti oleh Rega dari belakang.
" Hati-hati ya sayang, jangan sampai kelelahan dan lupa waktu." nasehat sang Mama mengingat sang putri dan juga putra nya.
" Siap." jawab mereka kompak.
Baru satu langkah mereka berjalan.suara deringan ponsel milik Gita terdengar berbunyi nyaring.
" Angkat dulu dek! Berisik." sahut Rega yang merasa terganggu.
" Iya." jawab Gita yang langsung merogoh tas kecil yang dia pakai.
" Mas Reza!" seru Gita sambil memperlihat kan layar ponsel nya yang menyala kehadapan Rega.
" Ya angkat,kamu kayak orang lagi kepergok selingkuh aja deh." heran Rega melihat sang adik begitu lelet menggeser tombol hijau yang menyala,padahal sejak tadi bunyi ponsel nya begitu mengganggu indra pendengaran nya.
" Isss Abang." keluh Gita tidak terima dengan ucapan sang Abang.
Dengan wajah cemberut Gita menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel nya.
__ADS_1
" Assalamualaikum Sayang!" sapa Reza ketika sambungan telepon mereka sudah tersambung.
" Wa alaikum salam Mas." jawab Gita berusaha tersenyum manis.
Hati nya yang sempat dongkol merasa acara jalan-jalan nya terganggu karena ulah sang suami, membuat Gita terpaksa menampilkan senyum palsu nya.
" Kamu mau kemana sayang?" tanya Reza menyelidik.
" Ma-mau jalan sama Abang Rega." jawab Gita jujur.layar ponsel nya kini bergeser menampilkan wajah Rega yang sedang nyengir tanpa sebab.
" Jalan kemana?" tanya Reza lagi.
" Belum tau juga Mas, tanya aja sama Bang Rega."jawab Gita sambil memberikan ponsel nya kepada Rega yang sedang berdiri di samping nya.
" Cuman mau jalan ke mall aja, dari pada istri loe galau merana berada di rumah sendirian."celoteh Rega tanpa rem.
" Loe harus jaga istri sama anak-anak gue,jangan sampai mereka kenapa-kenapa." titah Reza tegas.
" Awas saja kalau sampai lecet sedikit pun,barang perkutut loe gue sunat abis." ancam nya lagi.
" Siap Tuan Reza Kusuma Wijaya." seloroh Rega lagi.bukan nya marah mendapat kan ancaman dari sang adik ipar dia malah meladeni nya dengan bercanda.
"Ada lagi?" tanya nya lagi sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.
" Iya Mas." jawab Gita yang sudah memegang kembali ponsel nya.
.
" Jangan sampai kecapean.ingat kamu lagi hamil besar, kalau lelah beritahu sama dia atau minta gendong saja." peringatan Reza terdengar cukup memuakkan bagi Rega.
Bagaimana mungkin dia bisa menggendong sang adik dengan bobot tubuh seperti ini.
" Jangan lebay!" seru Rega tidak terima.
" Loe awas aja kalau sampai lalai menjaga istri gue, ancaman gue ngga main-main." sahut Reza lagi.
" Bukan nya terimakasih! Ini malah sibuk mengancam orang.dasar ngga tau malu." ledek Rega usil.
" Gue bakal berterima kasih jika istri dan anak-anak gue pulang dengan selamat tanpa ada cacat sedikitpun." imbuh Reza lagi.
" Siap paduka." seloroh Rega geram.
"Kita udah telat ini,gue nanti sore masih ada meeting." sahut Rega lagi.
__ADS_1
" Sayang hati-hati ya, kalau ada apa-apa segera hubungi Mas." ucap Reza sebelum menutup sambungan telepon nya.
Sedang kan di samping Gita, Rega tengah sibuk memainkan bibir nya meniru kata-kata yang keluar dari mulut buaya Reza.
" Iya Mas,Kamu juga hati-hati kerja nya dan cepat pulang." jawab Gita.
Tidak bisa di lukis kan dengan kata-kata bagaimana rindu nya Reza kepada sang istri, moment kehamilan besar sang istri menjadi hiburan tersendiri bagi nya.namun mereka terpaksa harus berpisah sementara waktu dengan alasan sebuah pekerjaan.
Reza yang bertekad ingin pulang lebih cepat langsung bersemangat menyelesaikan kembali pekerjaan nya yang masih tersisa.rencana nya besok malam dia akan segera kembali ke kota j lebih cepat dari schedule nya.Masalah yang terjadi selama dia berada di sini sudah diberes kan oleh Alan dan juga Aldo,wanita ulat itu bahkan sudah di asingkan ke tempat terpencil jauh dari kota dan sama sekali tidak ada akses menuju ke sana,melalui helikopter milik Tuan muda nya, Aldo dan Alan dengan begitu tega nya menurunkan wanita siluman itu di tengah hutan terpencil.tidak ada kehidupan sama sekali di hutan itu,kecuali binatang-binatang buas yang sedang kelaparan mencari mangsa.
" Selamat berjuang Mbak." ledek Aldo dengan berteriak sebelum helikopter yang mereka tumpangi pergi meninggalkan wanita malang itu sendirian di sana.
Sedang kan sejumlah pria yang terlibat termasuk pelayan pria itu mendapatkan hukuman dengan sanksi tegas dan begitu berat.nama mereka bahkan sudah masuk daftar blacklist oleh Aldo dan Alan di semua perusahaan yang ada di kota M itu,tidak akan ada yang mau menerima mereka untuk bekerja di perusahaan lain.
" Berangkat sekarang?" tanya Rega lagi setelah memastikan sang adik memakai sabuk pengaman nya.
Gita mengangguk dengan antusias,sambil mengacungkan kedua jempol nya.
Hari ini Gita seperti kembali ke suasana dimana dia masih kecil dan belum menikah dan hamil seperti ini.setelah menikah Gita jarang sekali menghabiskan waktu nya bersama sang Abang, untuk sekedar jalan ataupun makan bersama.
" Kita ke Dufan ya Bang." pinta Gita sambil mengedipkan kedua bola mata indah nya.
' No!" tolak Rega keras.
Dia sudah cukup paham bagaimana sifat dan karakter sang adik, jika saja dia mengikuti kemauan sang adik, sudah di pastikan dia sendiri yang akan kerepotan menjaga ibu hamil itu ketika berada di sana nanti.
" Plisss." pinta Gita memohon.
" Hari ini kita jalan ke mall saja, ke Dufan nya nanti saja setelah kamu siap melahirkan."putus Rega cepat tidak ingin kembali mendengar suara rengekan dari sang adik.
"Yah...Abang ngga asik banget deh." ujar Gita menampilkan wajah cemberut nya.
" Kamu ngga mau ' kan Abang di marahin sama suami kamu! Yang lebih mengerikan nya lagi,Abang bakal kena sunat habis sama suami posesif kamu itu."
" Kalian sama saja." ucap Gita mengalihkan pandangan nya menuju ke arah luar.untuk merengek pun sudah tidak ampuh lagi untuk mengubah keputusan yang sudah di tetap kan oleh sang Abang.
Jangan lupa Like.Vote dan tinggalkan jejak nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata ya guys.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Jangan lupa mampir di novel kedua saya ya.
" Terpaksa menjadi istri kedua"
__ADS_1
Terimakasih semua nya.🥰😍🥰😍