
Suara tawa cekikikan terdengar jelas dari balik tirai tebal itu, beruntung nya di kamar VVIP ini memakai tirai tebal yang tidak tembus pandang sehingga membuat Reza dan Gita aman dari pandangan kedua orang tua mereka.
" Mas, Papa sama Mama dengar ngga ya suara kamu tadi?" tanya Gita ketika menyadari di luar sana masih ada kedua orang tua mereka.
" Ngga sayang,Mas kan tadi menjerit nya ngga terlalu kencang, apalagi di luar sana mereka pasti sedang mengobrol.tuh kamu dengar kan suara mereka,mana peduli mereka dengan kegiatan kita di dalam sini.yang mereka tau Mas lagi membantu membersihkan badan kamu." jawab Reza sambil menggoyang kan kedua alis nya.
Gita hanya tersenyum melihat tingkah mesum suami nya.
Setelah menuntas kan hasratnya yang tertunda,Reza mulai mengelap tubuh istri nya menggunakan kain basah tadi.gerakan Reza terlihat sangat terlatih dan cukup lincah.
Setelah selesai membersihkan,lalu dia mengeringkan tubuh basah istri nya menggunakan handuk kecil,dan memakai kan kembali istri nya pakaian yang bersih.
" Mas,beneran 'kan mereka ngga tau kalau kita tadi ..." ucap Gita gelisah dengan terbata-bata.
mau taruh di mana muka nya jika kedua orang tua nya sampai mengetahui perbuatan mereka di balik tirai keramat ini.
" Ngga sayang,lagian kalau tahu juga kita kan sudah sah,ngga ada larangan lagi." jawab Reza enteng sambil membereskan perkakas yang dia gunakan tadi.
Mendengar suara tirai yang di buka,ketiga calon Oma dan Opa itu langsung menoleh kan kepala mereka menatap ke arah ranjang.
" Sudah siap ya sayang?" tanya Mama Meri sambil mendekat.
" Sudah Ma." jawab Reza sedang kan Gita hanya tersenyum.
" Kamu ternyata jago juga ya! Tetapi Papa masih cukup kecewa dengan kamu." ujar Pak Anton setelah melihat Reza telah kembali dari kamar mandi.
" Jago lah Pa, demi istri apapun Reza lakukan." jawab Reza enteng.mata dan tangan nya masih sibuk mengecek sejumlah pesan yang masuk ke handphone nya.
" Reza! Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Pak Anton tegas.
" Reza rasa tanpa Reza beritahu Papa pasti sudah lebih dulu tahu dari informasi yang di berikan oleh anak buah Papa bukan? Untuk apa lagi Reza harus mengulang nya Pa!" seru Reza dengan wajah yang tidak berpaling dari layar ponsel nya.
"Kamu benar- benar licik,Papa hanya ingin mendengar secara langsung dari mulut kamu." ujar nya lagi.
__ADS_1
Reza yang menyadari jika sang Papa memiliki rasa penasaran tingkat kota.
Karena sedang tidak bisa menjelaskan semua nya sekarang, Reza hanya menghela nafas berat nya lalu menunjukkan layar ponsel nya kepada lelaki paruh baya itu supaya tidak mengganggu nya untuk saat ini.
" Pa,nanti! Jangan sekarang." jawab Reza datar.
Pak Anton yang mengerti jika sang anak sedang sibuk pun memilih mengalah walaupun rasa penasaran nya sudah kadung tak karuan.
" Sayang,Mas pindah duduk di sana ya." pamit Reza sambil membawa serta ponsel dan laptop nya,tidak lupa meninggalkan jejak sayang nya di kening istrinya yang sudah wangi.
Gita yang mengerti maksud dari ucapan suami nya hanya mengangguk kan kepala nya, yang penting suami nya masih berada di jangkauan mata nya itu tidak masalah bagi dia.
" Papa sih,suka sekali menggoda anak nya.kasihan dia Pa,kayak nya sibuk sekali." ucap Mama Meri menegur suami nya.
" Papa hanya ingin bercanda dengan dia Ma." jawab Pak Anton enteng tanpa merasakan bersalah.
Tidak terasa sudah beberapa jam mereka menghabiskan waktu untuk menemani Gita di rumah sakit,hingga adzan Maghrib terdengar berkumandang dari masjid yang berada tepat di samping rumah sakit Medika Wijaya.mesjid itu juga merupakan bangunan yang di bangun oleh Pak Anton demi mempermudah para pengunjung atau pun karyawan untuk melaksanakan ibadah mereka.
" Iya Mas." jawab Gita sambil menyelipkan bisikan lembut di telinga suami nya.
" Jangan lama-lama ya Mas." bisik Gita yang tidak bisa di dengar oleh kedua orang tua nya.
Reza yang mendapat kan bisikan itu langsung tertawa gemas sambil mengacak lembut rambut istri nya.
" Iya sayang,cuman sebentar doang,habis ini Mas langsung ke sini lagi." jawab Reza dengan posisi wajah mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat.
Pak Anton yang lelah menunggu anak nya yang sedang romantis.langsung berdehem apalagi suara lantunan adzan sudah hampir selesai.
Suasana ruang perawatan Gita malam ini sangat ramai dan penuh kekeluargaan.
Gita yang sudah beberapa hari ini merasa bosan dan tadi siang menangis, kali ini nampak senang dengan senyum yang tidak pernah pudar kala mendengar celetukan lucu dari mulut Rega ataupun mertua nya.
Dia bahkan sudah mampu melupakan dan mengikhlaskan keinginan nya untuk ikut serta dalam perayaan yang di gelar besok pagi.tidak ada lagi wajah sendu yang terlihat sekarang hanya lah kebahagiaan.
__ADS_1
Reza hanya sesekali ikut bersuara jika itu sangat penting.tangan dan mata nya masih saja tetap fokus dan bergerak lincah di atas keyboard laptop mahal nya.
Posisi duduk Reza yang berada di samping Gita memudah kan Gita untuk melihat dan mengetahui apa yang sedang di lakukan suami nya sampai mata nya tidak berkedip sedetik pun.
Orang- orang yang berada di ruangan itu sudah tau dan cukup memahami tentang kesibukan Reza, apalagi sudah beberapa hari ini dia absen ke kantor nya demi menjaga istri nya.
Reza yang sadar sedang di tatap oleh istri nya langsung mengangkat wajah nya.
Kedua nya saling melempar senyum bahagia, senyuman penuh cinta dan kasih sayang.
Kedua insan manusia yang berada di atas ranjang ini terlihat saling mencintai dan saling menyayangi, dunia tidak akan sanggup memisahkan mereka kecuali ajal yang berbicara.
Di ujung sofa sana Pak Anton dan Pak Herman terlihat asyik mengobrol tentang masalah bisnis mereka, sedang kan kedua calon Oma juga terlihat asyik mengobrol bertukar gambar koleksi tas dan perhiasan terbaru dari layar ponsel mereka masing-masing.sementara pria jomblo akut yang satu nya lagi sibuk bercengkrama dengan layar ponsel nya,entah siapa yang menjadi lawan chatting an nya yang jelas saat ini jemari pria jomblo itu terlihat sibuk menari di layar ponsel mahal nya.
Jam hampir menunjukkan pukul 20.00 malam, Setelah kunjungan Dokter selesai untuk mengecek kondisi Gita terkini,mereka kembali di kejut kan dengan kedatangan tamu yang sangat mengejutkan untuk Pak Anton dan juga Mama Meri,tetapi tidak bagi yang lain nya,karena hari pertama Gita di rawat pria yang bertubuh tinggi yang hampir sama dengan Reza dan juga Rega sudah datang menampakkan batang hidung bersalah nya.
Dengan penuh kesopanan pria tampan yang memiliki wajah mirip bule meskipun dia keturunan asli Indonesia melangkah masuk di sertai salam yang terdengar ramah.
" Assalamualaikum." ucap nya sambil menghampiri satu per satu orang yang duduk di sofa itu untuk mencium punggung tangan mereka.
" Wa alaikum salam." jawab mereka bersamaan.
Mata Pak Anton menatap tajam ke arah pria tampan ini,rasa penasaran nya yang tingkat kota membuat Pak Anton dengan mudah mengingat nama dan asal usul pria tampan itu.
"Teguh Rezaldi!" seru Pak Anton sambil mengangguk kan kepala nya dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan kekar milik pria yang dia panggil Teguh Rezaldi.
Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.. Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰😍
__ADS_1