Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 15


__ADS_3

Karena tidak ingin semakin menambah beban pikiran sang Papa. Rega memutuskan mengambil alih pekerjaan yang belum selesai di kota s. Dengan pertimbangan yang cukup matang mengingat kondisi sang Papa yang tidak memungkin kan lagi untuk terbang ke sana.


Berulang kali dia kembali mengingat kan Papa nya untuk tidak terlalu banyak pikiran .diskusi kali ini cukup alot, segala sebab dan akibat nya mereka pikir kan matang- matang,tidak ingin gegabah mengambil keputusan yang akan membawa Gita Kembali ke pusaran derita.


mereka bertiga berpikir sangat keras mencari solusi terbaik yang mereka rasa bisa menyelamatkan masa depan Gita.


" Pa! Apa sebaik nya kita nikah kan saja mereka berdua.Ini semua demi masa depan Gita Pa! Tidak mungkin ada orang yang mau dengan wanita yang mahkota nya sudah di renggut, Kasihan Gita jika harus mendapat cibiran dari orang- orang."


" Iya Ma, Papa rasa memang sebaik nya seperti itu! Bagaimana menurut kamu rega?!"


" Rega juga ingin nya Reza bertanggung jawab dengan menikahi Gita, tetapi hati kecil Rega belum siap aja melihat Gita yang harus hidup bersama manusia seperti dia."


" Siap tidak siap kita memang harus menikah kan mereka berdua." ujar Mama Sonia.


" Tetapi bagaimana dengan Gita Ma? Apa dia bisa menerima keputusan ini?!"


" Papa jangan khawatir, Mama akan mencoba memberi pengertian kepada Gita secara pelan- pelan."


Helaaan nafas begitu kencang terdengar di ruang kerja Pak Herman. Setelah mereka bertiga menemui kata sepakat .


Mereka cukup sadar ini keputusan yang keliru. Tapi sungguh tidak ada pilihan lain lagi yang bisa menyelamatkan masa depan Gita.


Hening...


Setelah merasa kondisi cukup tenang.


Dengan ragu-ragu Rega menyampaikan niat nya yang ingin segera kembali ke kota s,meski hati nya juga terasa berat meninggalkan sang adik yang masih dalam kondisi belum stabil,tetapi ini sudah dia pikir kan secara matang,demi menyelamatkan semua orang,Rega tidak ingin sang Papa semakin menjadi kepikiran.Biar lah dia yang merelakan waktu nya untuk menyelesaikan semua masalah di sana.


" Apa kamu sudah yakin, akan kembali ke sana malam nanti!"


" Iya Pa." jawab Rega dengan mantap.


" Kenapa harus buru- buru nak, Apa masalah yang terjadi di sana sangat parah? hingga kamu harus berangkat malam ini juga!"

__ADS_1


Sejauh ini Mama Sonia memang belum mengetahui permasalahan apa yang terjadi di cabang perusahaan mereka yang ada di kota s. mendengar keinginan yang keluar dari mulut Rega membuat Mama Sonia bertanya- tanya.


" Iya Ma, Rega minta maaf,Rega memang harus menyelesaikan semua nya, supaya tidak berlarut- larut."


" Berhati- hati lah nak, selidiki dengan teliti siapa dalang nya, Bersih kan hingga tuntas. Supaya tidak ada kendala di kemudian hari."


Setelah mendapat kan izin dari kedua orang tua nya,Rega cukup bernapas lega,meski awal nya sang Mama masih sulit memberikan izin nya .


Pak Herman dan juga Rega memutuskan untuk istirahat sejenak membaringkan tubuh lelah mereka yang sejak kemaren tidak berhenti bekerja,entah itu badan atau pun pikiran mereka. Sementara Mama Sonia turun menuju ke dapur.


Berbeda dengan Gita yang saat ini, yang hanya sendirian berada di kamar nya, dia baru terbangun dari tidur nya.


" Ya tuhan udah jam 18:00 begini! Berarti sudah 3 jam lebih Gue tidur. Pantesan badan gue sakit- sakit semua." ucap Gita yang merentangkan kedua tangan nya, lalu mengerak - gerak kan badan nya.


Dengan hati- hati Gita beranjak turun dari ranjang, Maksud hati ingin ke kamar mandi. namun baru saja satu langkah Gita berjalan,


Rasa nyeri kembali terasa di pangkal paha nya.


" Sttt.... Ya tuhan sakit nya masih terasa juga."


" Kapan sih sakit nya bakalan hilang." ucap Gita lirih.


Gita berjalan dengan cukup was- was, satu persatu langkah kaki nya beranjak menuju kamar mandi, Berulang kali dia kembali meringis kesakitan namun tidak membuat dia menyerah begitu saja. Setengah jam lebih dia menghabis kan waktu nya di kamar mandi hanya untuk berendam di bathtub, dengan aroma sabun yang menyegarkan hidung nya , menggosok- gosok badan nya dengan kasar untuk menghilang kan jejak dari Reza yang masih tertinggal.


" Kenapa gue mesti ngalamin ini semua sih? Gue benar- benar malu, harga diri gue sudah hilang akibat di renggut paksa sama cowok bajingan itu!" Gita berteriak melepaskan beban nya sambil memukul air yang ada di dalam bathtub.


Malam ini suasana di meja makan Keluarga Husein nampak sunyi .hanya ada Mama Sonia dan juga Papa Herman.mereka berdua terlihat tidak bersemangat menghabiskan nasi yang ada di piring mereka masing- masing.


Tidak ada canda tawa serta perdebatan kecil lagi.biasa nya suasana makan mereka selalu riuh dengan suara ketawa dan rengekan manja dari mulut mungil Gita.


Sementara Rega masih bersiap- siap di kamar nya, sesuai rencana nya selepas makan malam Rega akan langsung berangkat menuju kota s, setelah di rasa barang bawaan nya sudah rapi, Rega lalu bergegas turun,membawa 1 koper kecil di tangan kirinya, karena sang Asisten sudah mengabari nya bahwa dia sudah berada di kediaman Rega.


" Malam Pa, Ma,Gita masih belum turun ya Ma!"

__ADS_1


Rega celingukan mencari keberadaan sang adik,yang ia yakini sudah bisa ikut makan malam bersama.


" Malam sayang, Gita masih belum turun.Nanti biar Mama antar saja makan malam nya ke kamar." ucap Mama Sonia sambil tersenyum hangat.


Akibat peristiwa hilang nya sang putri tunggal di Keluarga Husein.


Sudah hampir dua hari senyuman yang menyejukkan itu tidak terlihat lagi dari wajah segar Mama Sonia. Namun malam ini Mama Sonia kembali memperlihat kan senyuman manis di wajah nya.


" Kamu sudah siap berangkat malam ini?" tanya pak Herman .


" Iya Pa, Lebih cepat lebih baik, biar kita semua bisa tenang, dan kita bisa fokus kepada Gita."


" Papa selalu mendukung apapun keputusan kamu, dan Rega! kamu harus tau dunia bisnis itu kejam.berhati- hati lah nak, jangan gegabah, jangan sampai salah langkah, jika kamu mengalami kesulitan langsung telepon Papa atau Pak Surya."


" Iya Pa, Rega paham. Doa'in Rega semoga saja semua nya bisa teratasi dengan mudah ya Pa ,Ma." ucap Rega seraya beranjak dari kursi makan nya.


" Kenapa kamu buru- buru sekali sayang !"


" Rega harus berangkat sekarang Ma, udah di tungguin Andre dari tadi." ucap Rega sambil pamit mencium kedua tangan orang tua nya.


" Andre?"


Mama Sonia yang tidak melihat keberadaan Andre menjadi bingung sendiri.pasal nya Rega menyebutkan jika Andre sudah menunggu sejak tadi. Sementara dia yang sudah berjam- jam berada di lantai bawah tidak sedikit pun melihat batang hidung Andre.


" Dimana dia! Dari tadi Mama tidak melihat wajah Andre!"


" Seperti nya dia lagi di mobil Ma, Nungguin nya sambil ngecek kerjaan deh kayak nya Ma." ucap Rega sambil tersenyum,dia tahu sebentar lagi Mama Sonia pasti akan mengamuk melihat Andre yang sangat pekerja keras .


Jangan lupa Like. Komen.Dan beri hadiah sebanyak mungkin..


Tinggal kan jejak sayang nya di kolom Komentar ya guys...


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya..

__ADS_1


terimakasih semua nya..


salam sayang untuk kita semua..🥰🥰🥰🥰


__ADS_2