
Setelah melewati drama yang tak berkesudahan yang menguras segala emosi dan tenaga.
Kini sepasang kekasih halal itu sudah berdamai dan tengah menikmati acara makan siang mereka.
Kedua nya tampak begitu lahap menghabiskan isi piring mereka.seperti biasa mereka selalu makan satu piring bersama dengan Reza yang bertugas menyuapi istri nya.
Bekal makan siang yang di bawa Gita habis tak bersisa.saat ini Gita tengah melanjutkan menyantap rujak buah nya.
Semenjak hamil, Reza melarang keras istri nya untuk melakukan kegiatan yang cukup menguras tenaga nya.bahkan untuk berkegiatan di luar rumah saja Gita selalu di batasi dan selalu mendapat kan pengawalan ketat.suami siaga itu cukup protektif menyangkut makanan apa saja yang di konsumsi istrinya.meskipun memiliki banyak peraturan namun kasih sayang dan perhatian nya tidak bisa di ragukan lagi.
" Sayang! Kamu mau lanjutin kuliah ke universitas apa?" tanya Reza saat mereka berdua tengah duduk santai di sofa ruangan nya.
" Mm kayak nya aku ngga lanjutin dulu deh Mas, aku takut ngga bisa bagi waktu.apalagi dalam kondisi hamil seperti ini,pasti akan sangat melelah kan nanti nya." jawab Gita dengan menjeda acara makan rujak nya.
" Apa kamu sudah yakin ingin menunda dulu? Mas ngga papa kok jika kamu mau kuliah! Mas ngga mau kalau kamu sampai merasa terkekang dengan status dan pernikahan kita." ujar Reza lagi yang ikut menyuap rujak buah milik istri nya ke dalam mulut nya.
" Benaran Mas,aku ngga papa kok,ini sudah menjadi keputusan aku dari jauh hari.mungkin nanti setelah anak kita sedikit besar aku akan memikir kan nya kembali." ucap Gita sambil tersenyum manis sehingga menampilkan lesung pipi dan deretan gigi putih nya.
" Ya sudah terserah sama kamu,apapun itu kamu harus ingat jika Mas selalu mendukung kamu."ucap Reza yang kembali mencium wajah sembab istri nya.
Muach..Muach...
Gita yang merasa geli menjadi tertawa sampai terpingkal-pingkal.
" Mas! Geli ah!" seru Gita yang merasakan tangan suami nya sudah menyelusup ke dalam dress selutut nya yang dia pakai.
" Geli apa enak nih! " seru Reza saat tangan nya sudah menggapai erat dua bola pingpong kenyal milik istri nya.
"Mas..." ucap Gita pelan saat merasakan gelanyar nikmat dari tangan suami nya.
Gita terus memejam kan kedua mata nya menahan sensasi yang di berikan oleh suami nya.
" Apa sayang." jawab Reza sambil mengecup bibir manis istri nya.
" Mas..." ucap Gita lirih berharap tangan Reza menghentikan aktivitas nya yang sedang memberikan sentuhan di dada nya.
__ADS_1
" Boleh sayang?" bisik Reza di telinga Gita dengan suara serak nya.
Dengan malu- malu Gita pun menganggukkan kepalanya,diri nya juga sudah terlanjur basah di bawah sana.
Hormon kehamilan nya selalu memberikan keuntungan besar bagi Reza.
Gita yang selalu ingin berada di dekat suami nya dan merasakan sentuhan lembut tangan suami nya membawa berkah tersendiri bagi Reza.
Tanpa menunggu lama,Reza langsung berlari mengunci pintu ruangan nya.menggendong mesra tubuh istri nya menuju ruangan pribadi nya.
Setelah sampai di kamar nya . Reza langsung memangut mesra bibir istri nya.memberikan sentuhan- sentuhan yang mampu membuat Gita terbang melayang.
" Pelan- pelan Mas." ucap Gita saat melihat wajah suami nya yang begitu menggebu-gebu.
" Iya sayang." jawab Reza dan tanpa membuang waktu lagi mereka memulai kegiatan panas mereka di siang hari ini di tempat yang dulu pernah menjadi tempat mereka menghabiskan siang pertama mereka untuk pertama kali nya.
Sedang kan di luar ruangan Reza, Alan yang hendak mengantar kan beberapa dokumen penting ke ruangan Bos nya menjadi ragu saat melihat pintu ruangan sudah tertutup rapat.mengingat dokumen yang dia pegang saat ini sangat penting dia memberanikan diri nya untuk mengetuk pintu ruangan Bos nya.
" Permisi Bos!" seru Reza sambil mengetuk pintu ruangan yang tertutup rapat itu.
Karena merasa capek dan lelah akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke ruangan nya lagi.
" Kenapa bro! " seru Aldo saat melihat Reza berjalan di depan meja nya dengan wajah kusut nya.
" Si Bos,lagi ngapain sih,udah gue ketuk pintu sampai seratus kali tapi tetap aja tidak di buka.sahutan dari dalam juga tidak terdengar." ucap Reza sambil mengipas dokumen yang dia bawa ke wajah nya.padahal AC di lantai 10 itu sudah terasa sangat dingin,tetapi karena kadar emosi nya yang sedang tinggi membuat dia kepanasan sendiri.
" Hahahaaha...."mendengar ucapan Alan,Aldo hanya tertawa bahagia melihat penderitaan sahabat sekaligus partner kerja nya.
" Malah ketawa lagi ini orang."
" Ya loe lagian kayak ngga paham aja sama kelakuan pasangan suami istri,apalagi masih hangat- hangat nya,pasti Bos sekarang lagi..."
Belum siap Aldo menyelesaikan ucapan nya malah dia langsung merintih karena mendapat timpukan keras dari Alan di kepala nya.
" Aw...Sakit bego." ucap Aldo sambil menggosok kepala nya yang berdenyut nyeri.
__ADS_1
" Lagian pikiran Loe mesum amat.udah ah gue mau balik ke ruangan gue aja,dari pada lama- lama berdiri di samping loe tambah bikin sakit kepala gue aja." ucap Alan sambil berlalu pergi meninggalkan Aldo yang masih merintih kesakitan.
" Dasar teman laknat!" seru Aldo yang melihat Alan sudah menjauh dari meja nya.
Satu jam berlalu akhir nya kegiatan panas mereka di siang hari itu tuntas.Reza dan juga Gita nampak ngos-ngosan dengan bermandi kan keringat.
" Capek Mas." keluh Gita saat merasakan pegal di sekujur tubuh nya.
" Kamu tidur saja sayang.Mas akan kembali ke ruangan Mas,nanti Mas bangunin kamu." ucap Reza sambil merapikan rambut istri nya yang nampak berantakan.
Gita hanya mengangguk dan langsung membenamkan tubuh lelah nya di bawah tebal nya selimut untuk menutupi tubuh polos nya.
Tidak butuh waktu lama suara dengkuran halus sudah terdengar dari tidur lelap istri nya.
Setelah menemani istri nya sampai terlelap,Reza langsung beranjak dari atas ranjang memunguti pakaian mereka yang bertebaran di mana-mana.dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang sudah basah oleh keringat.
" Maafin Mas ya sayang sudah membuat kamu lelah seperti ini,tidurlah." ucap Reza mengelus rambut istri nya dan meninggalkan jejak sayang di kening istri nya.
Setelah berganti pakaian Reza kembali duduk di kursi kebesaran nya setelah mendapat amunisi dari kekasih halal nya.
Raut wajah bahagia terpancar jelas dari sorot mata tajam nya.
Setelah menyadari ruangan nya masih berantakan.Reza langsung menelpon Alan untuk segera ke ruangan nya.
" Mau ngapain lagi loe!" seru Aldo saat melihat Alan melintasi meja nya.
" Bukan urusan Anda." ucap Alan ketus berlalu meninggalkan Aldo yang masih ngedumel seperti ibu- ibu komplek.
Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Dukungan kalian sangat berarti bagi Author..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walau pun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
__ADS_1
Terimakasih..😍🥰😍🥰