Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 157


__ADS_3

" Lah kalian mau ngapain?" tanya Rega dengan wajah melongo tidak percaya bisa bertemu dengan sahabat nya yang sudah satu minggu ini mereka tidak pernah bertemu atau pun bertukar pesan.


" Belanja lah bego! Loe pikir ini tempat apa an?"balas Teguh judes.


" Biasa aja kali jawab nya, mentang -mentang sudah punya gebetan."


" Iya dong, per kenal kan pacar nya Teguh." balas Teguh dengan angkuh nya.


" CK,dasar buaya kadaluarsa." ejek Rega yang jengah melihat kesombongan Teguh.


Kiki yang melihat sifat pacar nya yang mulai sombong hanya tersenyum mesem sambil menahan malu.


Setelah cipika-cipiki dan berpelukan.kedua wanita ini memilih duduk di sofa ketimbang berdiri.


" Jangan bilang karena sibuk pacaran maka nya loe ngga pernah mampir lagi ke rumah gue?" tuduh Gita secara langsung.


" Ya ngga lah dodol! Jahat banget sih tuduhan loe itu sama gue,ini aja gue di jemput paksa dari kampus karena si do'i minta ketemuan , kebetulan dia baru pulang dari negara tetangga." bantah Kiki tidak terima.


"Ya loe nya juga jahat sih sama gue! Eh gimana tuh si do'i?" tanya Gita mengubah topik pembicaraan nya.


" Gimana apa nya?"


" Ya,Ayang beb loe lah,nyaman ngga, romantis ngga? Itu aja ngga paham."


" Yang jelas dong ngomong nya,jangan menggantung seperti tadi."


" Alhamdulillah sih... Sejauh ini baik-baik saja dan gue nyaman." jawab Kiki membayang kan bagaimana perlakuan Teguh selama ini kepada diri nya.


" Eh, ngomong- ngomong nih dedek bayi tambah bulat aja, kapan perkiraan nya?"


" 2 Minggu lagi,maka nya sebelum gue lahiran main ke rumah gue dong! Ajak juga kedua kurcaci gesrek itu." pinta Gita.


" Iya deh,nanti gue usahain dan gue ajak mereka berdua."


Selama dua bulan ini ketiga sahabat Gita memang sedang sibuk nya dengan jadwal perkuliahan mereka.meski pun sama-sama kuliah di universitas yang sama, tetapi mereka mengambil program studi yang berbeda sehingga seringkali jadwal mereka bertabrakan secara bersamaan.


" Gue mau langsung pulang ya,loe masih mau lanjut belanja 'kan?" tanya Gita.


" Yah,ntar aja pulang nya, temenin gue belanja dulu."mohon Kiki yang masih belum puas melepas kangen dengan sahabat nya.

__ADS_1


" Kaki gue udah ngga memungkinkan lagi untuk jalan dan berdiri lebih lama lagi." ucap Gita sambil menunjukkan kaki nya yang dalam kondisi bengkak.


" Ya tuhan...Sakit ngga?" tanya Kiki khawatir.


" Sakit sih ngga, cuman terasa pegal aja."


" Jangan lupa main ke rumah gue." imbuh Gita lagi.


" Baik lah Nyonya Gita ." jawab Kiki.


Melihat Gita yang kesusahan untuk berdiri dari tempat duduk nya,Kiki kembali meringis dengan rasa takut nya.


" Bisa ngga?" tanya Kiki menawarkan tangan nya untuk menjadi pegangan Gita.


" Bisa." jawab Gita lalu berdiri secara perlahan dengan menggenggam erat tangan Kiki.


" Loe belanja nya kenapa ngga pakai kursi roda buat bantu pergerakan loe?" tanya Kiki di tengah perjalanan mereka menuju ke arah pria-pria dewasa itu.


" Gue nya malas, Mas Reza sama nyokap gue sih udah nyaranin,tapi gue nya aja yang merasa terlalu ribet dan gue lebih nyaman jalan seperti biasa aja."


Mendengar jawaban dari Gita,Kiki hanya mengangguk tanpa bisa ngomong apa-apa lagi.


"Abang!" panggil Gita.


" Pulang sekarang?" tanya Rega memastikan.


Gita hanya mengangguk.


" Kak kita pulang duluan ya." pamit Gita kepada Teguh.


" Makan bareng dulu aja, ya elah! Cepat banget sih pulang nya?" keluh Teguh yang sama persis seperti Kiki.


" Gue sih mau aja,tapi kasihan ibu hamil ini,kalau dia sampai kelelahan! Gue yang kena sunat sama suami posesif nya itu,loe tau sendiri kan bagaimana ganas nya si adik ipar laknat itu?"


" Yes I Know." sambut Teguh,yang langsung mengundang gelak tawa semua orang.


" Udah yok ah,jangan suka ngegosip hal yang tidak penting." tegur Gita tidak terima suami nya di gosip kan.


" Ya iya ayok." balas Rega langsung menggandeng tangan Gita.

__ADS_1


" Gue pulang duluan ya bro, selamat berbelanja dan kamu Ki jangan takut menghabiskan uang buaya buntung ini,saldo ATM nya tidak akan habis,kapan perlu minta dia beli mall ini sekalian untuk kamu."


" Udah sana pulang,jangan mengajari cewek gue aliran sesat loe itu."


" Hahahaha.."tawa Rega menggema memekakkan telinga pendengar nya.


Gita dan Rega pergi meninggalkan kedua sahabat nya menuju ke parkiran mobil mereka.semua barang belanjaan Gita sudah di bantu di bawa kan oleh pegawai toko itu.


Sementara Teguh dan Kiki setelah kepergian Rega dan Gita,kedua pasangan kekasih ini kembali melanjutkan acara shopping mereka yang tertunda.


" Yang ini kayak nya cocok deh sama kamu sayang." ucap Teguh sambil menyodorkan beberapa potongan dress kepada Kiki.


Hubungan yang terjalin di antara mereka sudah berjalan beberapa bulan,namun untuk jalan atau sekedar menghabiskan waktu berdua sangat susah mereka lakukan karena kesibukan mereka masing-masing.


" Iya bagus kok." jawab Kiki menerima dress itu.


" Ini kamu yang bayarin 'kan sayang?" tanya Kiki memastikan,jika dia yang harus membayar menggunakan uang jajan nya,sudah di pastikan tidak akan cukup dan tidak akan bisa menutupi semua belanjaan baju bagus ini yang memiliki harga selangit.


" Ya iya dong sayang! Emang nya pernah aku minta kamu bayarin? Malu dong."


" Hehehehe..Ngga sih." jawab Kiki sambil nyengir.


Teguh langsung mengacak rambut sebahu Kiki karena gemas melihat tingkah polos Kiki.


Sudah jauh keluar negeri dia berkelana,namun dia tidak pernah menemukan pasangan yang senyaman saat bersama Kiki,


Selama beberapa bulan bersama dia menemukan ketenangan dan kehidupan yang apa adanya tanpa di buat-buat,karena Kiki merupakan tipe cewek yang sederhana namun tentu nya juga enggan kalau di ajak hidup susah.Kiki juga tidak pernah meminta di beli kan barang dalam bentuk apapun kepada dirinya,hari ini dia terpaksa menerima karena ancaman akan di nikah kan hari ini juga oleh Teguh jika dia masih menolak,Kiki yang masih belum siap terpaksa mengiyakan ajakan kekasih nya.


Sejumlah Dress dan rok serta pakaian wanita lain nya sudah memenuhi tas belanjaan milik Kiki, Teguh dengan begitu setia mendampingi nya.


Baju kemeja beserta kaos longgar milik nya sudah lama dia hibahkan kepada orang yang lebih membutuhkan, sedang kan sekarang ini dia lebih tertarik memakai segala sesuatu nya yang lebih kewanitaan.


Sedang kan di lantai bawah,mobil Lamborghini Aventador mewah yang di kendarai oleh Rega perlahan meninggalkan parkiran mall ini.


Seperti biasa nya Gita selalu tertidur jika sudah berada di dalam mobil.


" Tidur terus!" ucap Rega geleng kepala tidak percaya.


Untung saja mereka saat ini sedang berhenti karena berada di lampu merah, sehingga Rega dengan bebas nya bisa memperbaiki posisi tidur Gita lalu membenarkan sabuk pengaman nya.

__ADS_1


__ADS_2