
"Astagfirullah...Mas! " pekik Gita sambil menutup mulut nya.
" Kenapa sayang?" tanya Reza saat melihat ekspresi kaget istri nya sampai seperti itu.
" Aku lupa ngasih tau kamu Mas,hari ini harus nya kita datang ke rumah sakit untuk ngecek kandungan.gimana dong Mas, mana udah sore begini lagi!" jawab Gita panik.
" Ya ngga papa sayang,pagi besok kan masih bisa,lagian Mas sebentar lagi harus keluar untuk meeting bersama client."
" Mas kok mikir nya pekerjaan terus sih! Ngga peduli amat sama anak nya deh."
" Bukan gitu sayang! Aku peduli banget dan sayang banget sama kamu dan anak kita.ini kan udah pukul 5 sore mungkin saja Dokter Rina juga sudah pulang.coba deh kamu chat dulu Dokter nya."
Reza yang merasa serba salah akhir nya meminta sendiri istri nya untuk menghubungi Dokter kandungan nya.walaupun dia sedikit takut jika sang Dokter ternyata masih stand by di rumah sakit terpaksa dia harus absen di dalam meeting penting kali ini.demi menemani istri nya untuk cek kandungan.
" Dokter Rina nya masih di luar kota katanya Mas,besok pagi baru sampai di sini." ucap Gita sambil menunjukkan bukti chat nya.
Huft...
" Selamat.. Selamat.." gumam Reza dalam hati nya.
Dia yang sejak tadi sudah tegang menunggu balasan chat dari Dokter Rina akhir nya bisa bernafas lega tatkala mengetahui ternyata sang Dokter sedang ada tugas penting di luar kota. Sehingga dia tidak perlu absen dan menunda rapat yang sangat penting ini.
" Besok siang aja ya Mas,aku sudah bikin janji sama Dokter Rina barusan." ucap Gita .
" Ya sayang,besok Mas temenin kamu."
"Oke Papa." jawab Gita sambil mengecup sekilas bibir suami nya.hanya sekilas yah ,ngga lebih kok!
Reza yang kebetulan sedang ada meeting terpaksa harus membawa istri nya ikut serta ke restoran yang sudah mereka pesan sebagai tempat di adakan nya meeting.dia tidak mungkin meninggalkan istri nya sendirian menunggu di dalam kantor yang sepi ini dan waktu nya juga sudah mepet jika harus mengantar pulang terlebih dahulu istri nya.
Gita dengan wajah sumringah nya mengikuti langkah kaki suami nya masuk ke sebuah restoran ternama setelah sekian purnama hanya berdiam diri di rumah.
Alan dan juga Aldo yang ikut serta dalam meeting itu segera menuntun Bos nya menuju ke meja di mana sudah ada client yang duduk menunggu kedatangan mereka.
" Selamat sore Tuan Abrahan,maaf telah membuat anda harus menunggu lama." ucap Reza sambil bersalaman dengan rekan bisnis nya dan juga sekretaris nya.
__ADS_1
" Ah Tuan Reza bisa saja,Anda belum terlambat masih ada waktu 5 menit lagi,saya saja yang datang nya kecepatan karena terlalu bersemangat mendapat kan kesempatan menjalin kerja sama dengan Anda." Jawab Tuan Abrahan sambil tersenyum.
" Ah iya Tuan! Perkenalkan ini istri saya." ujar Reza sambil menunjuk ke arah Gita.
" Wah...Wah ..Ternyata diam- diam Tuan Reza sudah menikah.saya kira Anda masih lajang,di kantor saya saja banyak para karyawan yang memuji ke tampanan yang Anda miliki,jika mereka mengetahui Anda sudah menikah pasti semua nya patah hati."seloroh Tuan Abraham.
" Salam kenal Nyonya Reza, Saya Abraham." ucap Tuan Abraham sambil mengulur kan tangan kepada Gita.
Dengan sopan Gita pun membalas uluran tangan Tuan Abraham.
" Salam kenal kembali Tuan Abraham, saya Gita." jawab Gita dengan menyelipkan senyuman termanisnya.
" Anda ternyata selain jago dalam urusan bisnis, dalam urusan mencari pendamping hidup anda lebih jago lagi." ucap Tuan Abraham yang langsung di sambut gelak tawa semua orang yang ikut meeting.
Satu jam lebih Gita menemani suami nya meeting,dia hanya diam duduk di samping suami nya sambil menyantap makanan yang sudah dia pesan.dengan sesekali bermain ponsel untuk menghilangkan rasa jenuh nya.
Setelah acara meeting selesai mereka semua bergegas keluar restoran menuju ke mobil mereka masing-masing.
Suami siaga itu lagi- lagi terkekeh gemas saat melihat istri nya kembali tertidur pulas dengan bersandar di kaca mobil.entah sudah berapa jam Gita tertidur lelap hari ini. Reza memilih membiarkan saja istri nya tertidur hingga mereka sampai di depan rumah.
Dengan berhati-hati dia menidurkan istri nya dengan kondisi perut nya yang sedang buncit.
Mereka sampai di rumah tepat pukul 8 malam,kondisi rumah sedang sepi karena kedua mertua nya sedang mengunjungi saudara mereka yang sedang sakit,sedang kan Rega sedang terbang k kota s mengecek pembangunan proyek baru nya.
Setelah membaringkan tubuh istri nya Reza memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum ikut masuk ke dalam selimut istri nya.
Sementara di tempat yang berbeda tepat nya di sebuah rumah yang tergolong mewah juga.
Berhari- hari Selo mengurung diri nya meratapi pujian hati nya yang tidak bisa lagi merajut asa bersama dengan nya setelah di pinang oleh pria lain.
Di kondisi malam yang gelap seperti ini,Selo selalu betah duduk di balkon kamar nya menghirup udara segar untuk melepas semua sesak yang masih tersimpan rapat dalam rongga dada nya.
Selo terus berdiri di pagar balkon nya sambil merentangkan kedua tangan nya,sakit nya gigitan nyamuk seolah tidak terasa lagi bagi dia yang sedang patah hati. mata nya berkaca-kaca menatap kearah kendaraan yang berlalu lalang melintas di depan rumah nya.
Goresan luka itu sangat dalam,bahkan Dokter spesialis pun tidak akan mampu mengobati goresan di hati nya.
__ADS_1
Terlalu indah di lupakan..
Terlalu sedih di kenang kan..
Setelah aku jauh berjalan..
Dan kau tinggalkan..
Betapa hatiku bersedih..
Mengenang kasih dan sayang mu ..
Setulus pesan mu kepada ku...
Engkau 'kan menunggu...
Begitu lah lirik lagu yang menemani kesendirian nya di tengah gelap nya malam ini.
Berulang kali dia menyeka buliran kristal yang jatuh mengotori pipi tirus nya.bait demi bait seolah menggambarkan apa yang sedang dia rasakan.
Semua ajakan dari teman-teman nya selalu dia tolak mentah-mentah saat menyadari hati nya belum siap jika harus bertemu dunia luar.
Sulit sekali mengikhlaskan wanita yang kita cintai tertawa dan bahagia di tangan laki-laki lain.
Menghapus memori kenangan terindah bersama wanita terkasih tidak semudah membalik kan telapak tangan.butuh banyak air mata sampai semua nya hilang dan sirna.
" Selo... Ayo makan Nak.jangan mengurung diri di kamar terus, ini sama saja kamu menyakiti diri mu sendiri.sudah berapa hari ini kamu berdiam diri seperti ini.kesehatan kamu juga harus di utamakan Nak." ucap Bunda Yeni yang menjadi saksi bagaimana rapuh nya putra bungsu nya saat patah hati.dia terus menatap iba kepada putra nya yang sudah terlihat sangat kurus semenjak kejadian waktu itu.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walau pun hanya satu kata...
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya 🥰😍🥰😍
__ADS_1