Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 12


__ADS_3

Gita yang sudah setengah jam tidak sadar kan diri,belum juga memberikan tanda- tanda jika dia akan terbangun dari tidur nya.


" Rega, Dimana Dokter Rahmad ! kenapa lama sekali?!" tanya mama Sonia.


" Iya sebentar lagi mungkin akan sampai, sabar Ma, kita tunggu aja." jawab Rega.


Mama Sonia begitu setia duduk di samping sang putri,Seraya menggosok pelan kaki dan tangan Gita menggunakan minyak , hati ibu mana yang tidak hancur mendengar , jika putri nya telah di rusak oleh orang lain, menangis dan menangis, hanya itu yang bisa Mama Sonia lakukan saat ini.


" Bangun lah nak, Kita hadapi semua nya bersama- sama, kamu tidak sendiri, Mama akan selalu ada di samping kamu, Mama mohon bangun lah nak!?" ucap mama Sonia dengan sesenggukan .


" Sonia!!"


Ibu Meri memberanikan diri nya mendekat ke arah Ibu Sonia dan juga Gita.


" Maaf kan aku Sonia! Aku gagal mendidik anak ku, karena perbuatan dia lah,Gita harus mengalami semua ini, aku minta maaf Sonia! Sungguh, Aku benar- benar baru tau kemarin sore. saat kami masih di Luar Negeri, maka nya kami langsung pulang mendadak ke Indonesia!" ucap Ibu Meri seraya menggenggam tangan kiri Ibu Sonia.


Mendengar kata maaf yang keluar dari mulut Ibu Meri akhir nya tangis Mama Sonia semakin pecah. dulu hubungan mereka terjalin sangat erat ,mereka sudah mengenal satu sama lain sudah begitu lama,mereka juga sering menghabiskan waktu bersama- sama.


Tidak pernah terbayangkan oleh Ibu Sonia jika masa depan putri nya hancur di tangan orang yang sangat dia kenal.Sakit....Sakit sekali rasanya...


" Kasihan Gita.Dia masih sekolah, masa depan nya masih panjang! Apa kata orang- orang nanti mer?!"ucap Mama Sonia dengan wajah sendu nya.


" Kenapa tega sekali Reza melakukan ini semua kepada Gita! Kenapa Mer?!" tanya Mama Sonia lagi.


" Sonia! Sekali lagi Maaf kan aku."ucap Ibu Meri lagi sambil terisak ,


Ibu Meri tidak tau harus menjawab apapun,ini semua sungguh di luar kuasa nya.


Di saat Mama Sonia dan Ibu Meri masih menangis sesenggukan dengan saling berpelukan. tiba- tiba terdengar bunyi langkah kaki yang masuk ke dalam kamar Gita.

__ADS_1


" Ma, Ini Dokter Rahmad sudah datang Ma!"


" I- iiya, Silahkan masuk Dok." ucap Mama Sonia terbata- bata.


" Terimakasih Buk, Maaf tadi saya datang nya telat.soal nya di sebrang sana, jalanan macet Buk, Karena separuh bahu jalan di tutup. Sekali lagi saya mohon maaf." ucap Dokter Rahmad memberi penjelasan .


" Iya Dok! Tidak apa- apa." Mama Sonia berusaha tersenyum meski jiwa dan raga nya hancur berkeping- keping.


Dokter Rahmad pun mulai mengeluarkan stetoskop dari tas nya, lalu memulai memeriksa Gita.


Dokter Rahmad adalah Dokter keluarga Husein. Jadi Dokter Rahmad sudah sangat kenal dengan semua anggota keluarga Husein.


" Saat ini, Gita membutuhkan istirahat yang cukup, Kondisi tubuh nya sangat lemah,dia kekurangan banyak cairan, Asam lambung nya juga naik! Nanti setelah dia bangun, Jangan lupa beri dia makan, Dan jangan sampai telat makan lagi, Harus banyak- banyak mengkonsumsi buah- buahan, ini resep obat nya, Jangan Bebani dulu Gita dengan pertanyaan yang belum bisa dia jawab! Jaga kondisi mental nya."


" Baik Dok." jawab Rega.


Setelah menjelas kan beberapa hal kepada Rega, Dokter Rahmad meminta untuk berbicara secara pribadi kepada Mama Sonia, Rega dan Ibu Meri yang mengerti maksud dari sang Dokter pamit untuk menunggu di luar kamar,


" Ya sudah jika tidak ada lagi yang mau di tanyakan,Saya pamit dulu, Semoga Gita cepat sembuh. jika terjadi sesuatu segera hubungi saya !" ucap Dokter Rahmad sambil tersenyum ramah.


" Baik Dok. Terimakasih sudah datang." jawab Rega yang sudah masuk bergabung di dalam kamar.


Di lantai bawah, Pak Herman, Pak Anton, dan juga Reza masih terus melanjutkan perdebatan mereka, Dokter Rahmad yang kebetulan melewati ruang tamu itu pun pamit kepada Pak Herman dengan sopan dan rasa segan nya. Pasal nya sebelum naik dan turun dari lantai atas, Dokter Rahmad sempat beberapa kali mendengar kan isi perdebatan mereka bertiga.


" Mari Pak.Saya pamit ." ucap Dokter Rahmad sambil tersenyum dan berjalan keluar dari rumah Keluarga Husein.


" Iya Terimakasih Dok." Balas Pak Herman dengan raut wajah datar nya.


Karena merasa penasaran. Pak Herman memilih untuk naik ke lantai atas, ingin melihat bagaimana kondisi putri nya saat ini,di ikuti oleh pak Anton di belakang nya.

__ADS_1


"Ma, Bagaimana keadaan Gita Ma?!" tanya pak Herman yang sudah berdiri di belakang Mama Sonia.


" Kata Dokter Rahmad, Gita perlu istirahat yang cukup, Kondisi mental nya saat ini harus di jaga,dan asam lambung nya juga naik Pa. terus tadi dia juga menjelas kan beberapa hal yang bersifat sensitif kepada Mama! tapi tidak ada yang terlalu serius yang terjadi kepada Gita Pa."


" Syukur lah Ma. Kenapa Gita belum bangun juga Ma?"


" Tadi kata Dokter nya sebentar lagi Gita juga akan bangun Pa! Lalu bagaimana dengan Gita Pa! Kasihan Gita."ucap mama Sonia lagi seraya menatap sendu ke arah sang suami.


Pak Herman yang masih di selimuti rasa amarah nya tidak bisa menjawab apa pun untuk saat ini.dia hanya ingin menenang kan pikiran nya dan juga mental anak nya.


" Anton, Bawalah putra mu keluar dari rumah ku sekarang juga! Sebelum kesabaran ku habis Anton! Cepat bawa dia keluar!"


Pak Anton dan Ibu Meri yang mengerti akan keadaan keluarga Husein saat ini pun memilih mengalah untuk saat ini.


" Baik lah Herman. aku pamit, maaf kan aku Herman! Aku janji akan datang kembali esok hari." ucap pak Anton seraya menepuk pelan pundak sang sahabat.


" Sonia, Rega, Kami pamit dulu, maaf untuk semua nya."


Pak Anton melangkah kan kaki nya menuju lantai bawah, di sana terlihat Reza yang sedang duduk seorang diri. satu persatu anak tangga di lewati oleh pak Anton dan Ibu Meri.Reza yang melihat kedatangan kedua orang tua nya pun langsung berdiri.


Setelah sampai di lantai bawah tanpa bersuara. Pak Anton langsung saja melangkah keluar dari rumah Keluarga Husein tanpa ingin berbincang sedikit pun kepada putra nya, Reza yang melihat kedua orangtuanya sudah keluar bergegas mengikuti nya dari belakang, lalu masuk ke mobil mereka.


Mobil yang mereka tumpangi beriringan keluar dari pekarangan rumah Keluarga Husein menuju ke rumah megah mereka.


Jangan lupa Like. Vote dan Beri Hadiah sebanyak mungkin...


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya guys...


Dan pencet tombol Favorit nya..

__ADS_1


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua...🥰🥰🥰🥰


__ADS_2