Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 160


__ADS_3

Baru saja Gita ingin membuka mulut nya kembali,namun Reza sudah terlebih dahulu membungkam bibir nya dengan sebuah ciuman yang menggebu-gebu.Reza yang menyadari jika istri nya sudah kehabisan nafas langsung menghentikan ciuman menuntut itu.


Gita yang sebenar nya hendak protes langsung mengurung kan niat nya karena melihat tatapan memohon dari Reza serta wajah yang sudah berkabut gairah.


" Mas,kamu kenapa?" tanya Gita panik ketika menyadari kening suami nya sudah di basahi oleh keringat,nafas nya bahkan sudah tidak beraturan lagi.


" Mas di jebak sayang, makanan yang Mas makan di acara itu ternyata sudah di taburi obat perangsang."jawab Reza dengan bersusah payah,tubuh nya kembali menegang hebat di saat tangan Gita tidak sengaja mengelus paha nya yang terlihat bergetar.


" Sayang." panggil Reza dengan mata yang sudah terpejam.


" Bantuin Mas." ucap nya lirih dan langsung membungkam habis bibir Gita.


Gita yang sudah tau apa itu obat yang di sebut oleh suami nya, langsung mengangguk dan membalas permainan indah suami nya meskipun kesadaran nya belum sepenuhnya terkumpul.


Tubuh kedua nya yang sudah sama-sama polos membuat kabut gairah itu semakin menghujam jantung Reza, dengan tergesa-gesa Reza menyatukan milik nya setelah puas melakukan pemanasan untuk membasahi goa milik istri nya.olahraga indah itu mulai terjadi tanpa kenal akan waktu lagi.


Gita yang juga sudah menahan rindu kepada suami nya selama beberapa hari ini,ikut mendominasi permainan sengit ini.


Kedua nya sama-sama bermandikan keringat,1 jam lama nya mereka melakukan permainan sesi pertama tetapi Reza masih terlihat belum puas juga, gerakan tubuh nya mengisyaratkan jika dia ingin meminta lebih lagi.Gita yang mengerti jika obat itu masih terlalu dominan menguasai diri Reza,dengan penuh perasaan Gita membalas ciuman hangat itu hingga terjadi lah permainan indah untuk yang kedua kali nya.


Setelah sama-sama mencapai puncak keindahan surga dunia.tubuh Gita terkulai lemas tidak berdaya, bagaimana tidak,Reza terus menyerang dia habis-habisan tanpa mengenal kata lelah.


" Terimakasih sayang." ucap Reza sambil merapikan rambut istri nya yang sudah tidak berbentuk lagi.


Gita yang sudah merasa amat lelah tidak berniat lagi untuk menjawab apapun,mata nya terlalu susah untuk di buka lagi,alhasil dia langsung tertidur pulas tanpa mengingat lagi orang yang berada di sekitar nya.


" Maafin Mas ya sayang, sudah membuat kamu capek seperti ini." ucap Reza pelan.


Tinggi nya dosis obat yang di campurkan ke dalam makanan Reza, membuat Reza sulit sekali untuk mengontrol diri nya bahkan setelah merendamkan tubuh nya di dalam air dingin,benda pusaka nya tetap berdiri tegak meminta untuk di masukkan ke dalam gawang nya.melihat istri nya yang sudah kelelahan dan di tambah lagi dia takut menyakiti baby twins yang berada di dalam sana, Reza memilih menahan hasrat nya demi memberi waktu untuk istri nya beristirahat sejenak.

__ADS_1


Sedang kan di kota m sana,anak buah Reza terus bekerja mencari dalang di balik semua kejadian hina ini.


Semua cctv yang berada di dalam restoran ini menjadi sasaran penggeledahan mereka,hingga mengarah lah kepada seseorang yang terlihat begitu mencurigakan sejak awal makan malam ini di laksanakan.


Pria bertopi abu-abu itu terus berdiri di sekitar meja Reza.


" Apakah ini pelayan restoran di sini?" tanya Jos yang merupakan ketua bodyguard dari anak buah nya Reza.


" Bukan Tuan." jawab manager restoran itu dengan cepat.


Semua wajah karyawan nya sudah masuk ke dalam ingatan nya,tidak mungkin dia lupa dengan wajah yang selalu dia meeting kan setiap pagi nya.


" Saya juga baru melihat orang misterius ini Tuan." imbuh manager restoran itu lagi.


" Bagaimana mungkin kalian tidak menyadari jika ada orang lain yang menyelinap masuk dan menyamar sebagai pelayan restoran di sini?" murka Jos yang tidak terima kelalaian yang di lakukan oleh pihak restoran ini.tetapi ini juga merupakan kesalahan dari anggota nya yang tidak teliti dalam menjalan kan tugas.


" Budi!" Teriak Jos memanggil tangan kanan nya.


" Cepat cari orang yang ada di video ini! Cari dia di sekitar restoran ini sekarang juga." titah nya penuh emosi.


Ponsel milik Jos tidak berhenti berdering sebagai pertanda ada panggilan yang masuk.


" Jos!" pekik Pak Anton dari ujung telepon itu.


Pak Anton yang sedang berada di kota y mendadak gelisah dan tidak tenang setelah menerima secuil rekaman tentang putra nya yang sedang sekarat menahan obat yang memasuki tubuh nya.


" S-siap Tu- an Besar." jawab Jos terbata-bata.


perasaan nya mengatakan jika sebentar lagi akan terjadi kejadian yang tidak pernah dia duga .

__ADS_1


" Apa kamu sudah bosan bekerja sebagai ketua bodyguard?" tanya Pak Anton keras,rahang nya mengeras mengingat nasib putra nya jika tidak segera pulang mencari obat penawar nya.


" Tidak Tuan,maaf kan saya yang sudah lalai dalam menjalan kan misi." jawab Jos jujur,amarah Tuan besar nya jauh lebih mengerikan dari putra Tuan muda nya.


" Saya mau satu jam lagi pelakunya di temukan,hidup atau pun anti "ancam Pak Anton penuh penekanan.


" Siap Tuan besar " jawab nya yakin.anak buah nya sedang bergerak cepat mencari keberadaan pria yang dia anggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab di atas peristiwa yang terjadi malam ini.


Suara telepon terputus paksa begitu tajam terdengar di telinga Jos.


" Gue kalah dari bocah ingusan ini!" gerutu Jos yang masih setia memandang wajah pelaku di layar laptop nya.


15 menit anak buah Jos berpencar mencari keberadaan pria misterius itu.dengan senyum yang mengembang di wajah garang mereka semua karena telah berhasil menemukan keberadaan pria itu.


" Kena kau!" seru anak buah Reza saat berhasil menangkap pria itu yang tengah berada di belakang gedung kosong yang tidak di gunakan lagi.


Pria yang masih memakai baju pelayan restoran itu langsung memberontak saat menyadari tubuh nya sudah terkunci dengan tenaga tangan sumo.


" Lepas." pinta nya sambil melakukan perlawanan.


" Kamu harus ikut kita." jawab salah satu bodyguard supaya pria itu tidak melakukan perlawanan lagi.


Tubuh yang memberontak tadi perlahan mulai sadar siapa yang sedang berhadapan dengan nya.


Pria bertubuh tinggi dan kurus kering itu langsung di bawa paksa dengan cara di gotong secara bersama-sama.


" Bawa dia ke markas." ucap Jos di balik sambungan telepon nya.


Tempat penyekapan Pria misterius itu sama seperti tempat penyekapan wanita ulat bulu kemaren.

__ADS_1


Jos yang mendengar jika anak buah nya sudah berhasil menangkap pelaku, langsung berlari masuk ke dalam mobil nya supaya lebih cepat sampai di gedung tua yang menjadi markas mereka.


" Apa alasan kamu melakukan ini semua?" tanya Jos ketika berhadapan langsung dengan pria itu.


__ADS_2