
" Gita mohon Pa, hentikan dan jangan di lanjutkan lagi." pinta Gita.
Pak Anton sebenarnya masih ingin menyahut namun Mama Meri memberi isyarat dengan menggelengkan kepala nya.
Pak Anton beralih menatap ke arah menantu nya yang juga sedang menatap sendu ke arah dia.
Hati Pak Anton dalam hitungan detik langsung melunak.
" Baik lah.. Jika itu mau kamu Nak." jawab Pak Anton pasrah.
Teguh yang melihat Pak Anton sudah luluh langsung berhambur memeluk serta mencium kedua pipi Pak Anton yang langsung di sambut gelak tawa oleh semua orang yang melihat tingkah kocak Teguh saat selamat dari malaikat maut.
" Siapa yang mengizinkan kamu memeluk dan mencium saya!" seru Pak Anton cukup keras.
Sehingga membuat semua orang berjingkat kaget mendengar nya.
" Maaf Om.jangan galak- galak .nanti darah tinggi nya kambuh.terimakasih karena tidak jadi melapor kan semua ini kepada ayah Rizaldi." ucap pria tampan itu.
" Siapa bilang saya tidak jadi mengadu kan perihal ini kepada Rizaldi, meskipun saya sudah memaafkan kamu karena permintaan dari menantu saya,tetapi kejadian buruk ini harus sampai ke telinga ayah kamu,detik ini juga." Pak Anton tersenyum sinis,sambil menatap teguh penuh kegeraman,seandai nya bukan karena permintaan menantu nya untuk tidak memperpanjang masalah ini sudah sejak tadi dia meminta bodyguard nya untuk menyeret pria yang seumuran dengan anak nya masuk ke kandang binatang buas peliharaan nya.
" Jangan Om! Teguh mohon." pinta teguh diselamatkan.
" Pa!" seru Gita memberi kode.
" Baik lah." jawab Pak Anton benar-benar menyerah.suara lembut sang menantu mampu mengubah watak keras kepala nya.
" Yah..Ngga seru lagi deh! Kenapa harus di belain sih dek?" tanya Rega kesal.
" Rega!" seru Mama Sonia memperingati sang putra.
"Abang kenapa suka sekali melihat orang menderita,lagian dia memang tidak 100 persen bersalah,kenapa harus mendapat kan hukuman." jawab Gita menyadarkan sang Abang dari kekeliruan nya.
" Abang belum puas aja melihat wajah buruk rupa saat dia memohon .kenapa malah kamu selamat kan." ucap Rega to the point.
Mama Sonia yang mendengar jawaban penuh kejahatan dari mulut sang putra langsung berlari memberikan cubitan kepiting di telinga Rega sama seperti yang di dapat kan oleh Teguh.
" Wajah memohon seperti ini yang kamu maksud?" tanya Mama Sonia dengan tangan yang menjepit erat telinga putra nya yang terlihat sudah memerah.
Benar saja belum siap Mama Sonia berbicara suara memohon Rega sudah terdengar lirih meminta supaya telinga nya di lepas kan dari tangan sang Mama.
__ADS_1
" Ampun Ma, sakit.." ucap Rega memohon.
" Jangan suka melihat orang menderita sementara kamu tidak ingin hidup menderita." jawab Mama Sonia mencibir yang langsung membuat Rega mati kutu.
" Ya Ma, maaf." ucap Rega sambil menggosok- gosok telinga nya yang terasa ingin lepas dari tempat nya.
Niat hati ingin mengerjai sang sahabat malah dia sendiri yang di kerjain oleh Mama nya.
Reza yang sebenar nya ikut andil dalam rencana licik ini hanya bisa sembunyi sambil menahan tawa nya.
" Kamu juga sama seperti Abang Rega, Mas." bisik Gita cukup tegas.
Dia memilih berbisik supaya tidak terjadi lagi kegaduhan untuk yang kedua kali nya.
Reza yang mendengar kan bisikkan tegas dari istri nya hanya melongo.belum juga dia merayakan kemenangan nya namun harus menelan ludah karena tertangkap tangan ikut andil dalam pembullyan ini.
" Maaf sayang." cicit Reza pelan.
Huft...Gita menghela nafas kasar nya.tidak menyangka jika dua pria yang menjadi tumpuan nya ternyata sama-sama memiliki sifat jahil yang tidak tergambarkan.
Teguh yang merasa tidak terima dengan kelicikan kedua sahabat nya yang dia anggap tulus ternyata musuh dalam selimut,langsung menatap tajam secara bergantian seolah menantang duel kedua pria yang nampak tersenyum penuh dosa.
" Kurang ajar loe." bisik Teguh sambil menginjak keras kaki kanan Rega.
Suara pekikan dari mulut Rega kembali mengundang atensi dari semua penghuni ruangan rawat VVIP itu.
Teguh memilih berpura-pura memainkan ponsel nya seolah tidak terjadi apa-apa.
" Kamu kenapa lagi Rega?" tanya Mama Sonia geram.
" Kaki Rega di injak hantu Ma." jawab Rega asal.
" Jangan asal berbicara kamu,jika tidak ingin di usir keluar." bentak Mama Sonia keras.
" Satu sama!" seru Teguh di samping telinga Rega.
" Sialan.." jawab Rega ingin membalas namun Teguh sudah terlebih dahulu pindah ikut bergabung bersama para orang tua di sofa.
Kaki yang tadi ingin dia gunakan untuk menendang Teguh, melayang begitu saja di udara tanpa ada arah dan tujuan.
__ADS_1
" Wle...wlee.." ledek Teguh sambil menjulurkan lidah nya ke arah Rega yang sedang berdiri dengan wajah masam nya.
Rega yang ingin kembali membalas Teguh lagi-lagi langsung mendapat kan tatapan maut dari sang Mama, membuat pria jomblo akut itu tertunduk bagaikan ayam yang baru saja terantuk kepala nya.
Malam semakin merangkak naik,hingga tak terasa sudah berjam-jam lebih mereka mengobrol dan saling bertukar cerita dengan seru nya,obrolan Antar keluarga itu sangat menarik walaupun sesekali terkesan random,
Apapun menjadi pembahasan mereka termasuk bagaimana sifat nakal nya ketiga pria ini dulu sewaktu remaja.
Sedang kan di atas ranjang di ujung ruangan, Gita nampak sudah tertidur pulas dengan memeluk pinggang suami nya yang dalam posisi setengah duduk sambil memangku laptop nya.
Semua orang sibuk bercengkrama tetapi Reza malah sibuk dengan layar laptop nya.
" Loe ngga capek apa dari tadi mainin laptop Mulu!" seru Rega jengah melihat sang adik ipar yang sok sibuk. padahal dia sudah tau sendiri bagaimana capek dan lelah nya menjadi seorang pemimpin perusahaan.
Reza yang sedang fokus dan tidak ingin berdebat hanya melirik lalu diam tanpa ada minat untuk menjawab.
"Jangan teriak-teriak Rega! Adik kamu seperti nya sudah tertidur." ucap mama Sonia memperingati si biang masalah.
" Siap." jawab Rega sambil mengacungkan jempol nya.
" Kapan kalian berdua akan menikah? Apa harus menunggu anak Reza besar dulu, baru kalian mau melepas masa lajang ini?" tanya Pak Anton kepada kedua pria tampan tapi masih jomblo itu.
Rega yang muak mendengar pertanyaan seputar menikah memilih bersembunyi di balik punggung kekar Teguh,berbeda dengan Teguh yang menyikapi nya begitu santai dan tidak terlihat wajah tertekan.
" Masih otw Om." jawab teguh sambil menatap ke arah Pak Anton.
" Kamu Rega! Jangan hanya bisa cari uang, sementara cari calon istri kamu kalah besar." ujar Pak Anton menggoda Rega yang berusaha mengelak dari pertanyaan nyelekit nya.
" Sama seperti Teguh,jodoh Rega juga masih otw Om." jawab Rega nyegir karena meniru jawaban dari sang sahabat.
" Apa kalian mau saya Carikan? " tawar Pak Anton penuh maksud.
" Tidak Om. terimakasih tawaran nya." ucap mereka berdua kompak sambil bergidik ngeri membayangkan rencana licik di balik senyum tipis Pak Anton.
Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰😍😍