Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 86


__ADS_3

Seminggu telah berlalu.Gita juga sudah menyelesaikan ujian kelulusan nya tanpa ada hambatan atau pun kendala.semua berjalan lancar tanpa ada kata mual.seperti nya sang cabang bayi saat mengerti kondisi ibu nya saat itu.


Hari- hari Gita di habiskan dengan bermain ponsel dan juga menonton tv.tidak jarang juga ketiga sahabat nya datang langsung untuk menghibur diri nya.


Semenjak pertemuan terakhir mereka di cafe Sampai sekarang Gita tidak pernah bertemu lagi dengan Selo.bahkan untuk bertukar kabar saja mereka sudah tidak pernah lagi.


Saat ini Gita hanya menghabiskan waktu tenang nya di rumah,dia tidak bisa keluar rumah sesuka hati nya lagi jika tidak di temani oleh suami dan kedua orang tua nya.mengingat suami nya yang super posesif berat dan protektif.


Gita yang sudah tidak sabar lagi menunggu pengumuman kelulusan sekolah nya keluar.berulang kali mengecek email dan juga menelpon ketiga sahabat gesrek nya untuk menanyakan informasi terbaru dari pihak sekolah. bukan untuk melihat hasil nya, tetapi


karena setelah masa sekolah nya selesai mereka berencana menggelar pesta resepsi pernikahan diam- diam mereka sebelum perut Gita semakin membesar dan membuat semua orang berpikiran yang buruk- buruk tentang nya. mereka bahkan juga sudah merencanakan untuk berbulan madu sebelum kandungan Gita membesar dan tidak di perbolehkan lagi untuk bepergian jauh menggunakan pesawat.


Karena merasa bosan dan lelah bermonolog dengan pikiran nya sendiri Gita akhir nya memutus kan turun ke lantai bawah,di waktu senggang seperti ini dia sering menghabis kan waktu nya untuk belajar memasak bersama sang Mama atau pun asisten rumah tangga nya.


Masakan Gita selalu mendapat pujian dari suami nya dan dia juga sering mengirimkan makan siang ke kantor suami nya hasil racikan tangan nya sendiri.


" Bi ini apa?" tanya Gita saat melihat beberapa kotak makanan masih tersusun rapi dalam plastik besar.


"Ini tadii kiriman dari ibu mertua Non Gita." ucap Bi Imas yang sudah siap mencuci piring kotor.


" Oh dari Mama Meri."ucap Gita sambil membuka semua kotak makanan itu.


Gita sudah tidak heran lagi mendapat kiriman sebanyak ini ,karena semenjak masa kehamilan nya hampir setiap hari Mama mertua nya selalu mengirimkan makanan ke rumah mereka. Mendapat kan mertua yang sangat menyayangi dan juga menghargai keberadaan nya adalah berkah tersendiri bagi Gita yang seorang menantu.bersyukur nya dia tidak mendapat kan mertua seperti yang ada di film-film.


" Sayang ,kamu lagi makan apa?" tanya Mama Sonia yang baru pulang dari minimarket.


" Ini Ma brownies ketan kiriman dari Mama Meri."


" Wah enak nih, mertua kamu selalu saja mengirim kan kamu makanan,dia pikir Mama ngga mampu kali ya kasih kamu makan yang enak- enak." seloroh Mama Sonia yang sudah ikut mengunyah brownies lezat itu.


Mama Sonia bukan nya bermaksud benci atau pun marah tetapi dia lebih ke tidak bisa menjaga mata nya jika melihat makanan enak ada di depan mata nya,seringkali kiriman dari besan nya dia lah yang menghabiskan nya karena ibu hamil itu sudah tidak ingin memakan nya lagi.bukan hanya berat badan Gita yang bertambah tetapi berat badan Mama Sonia juga ikut bertambah semenjak kehamilan putri nya.


" Udah deh Mama segini aja,badan Mama sudah terasa sesak karena sering ikut ngemil bersama kamu."


" Iya bagus dong Ma,jadi Gita ada teman nya menggendut bersama." ucap Gita semakin menggoda sang Mama yang terlihat kesal karena di bilang gendut.


" Enak aja gendut.yang benar nya itu montok!"


" Hahaahahahaha...Ya terserah sama Mama aja." ucap Gita cuek .


Gita kembali menghabiskan sekotak brownies yang ada di hadapan nya sedang kan Mama Sonia berlalu pergi untuk membersihkan badan nya yang berkeringat setelah berbelanja bahan makanan dan juga susu hamil untuk Putri nya.

__ADS_1


Hari- hari telah berlalu tidak terasa kehamilan Gita sudah memasuki usia empat bulan.untuk mual dan muntah sudah jarang dia rasakan tetapi sifat sensitif nya semakin menjadi- jadi tidak jarang suami nya pun ikut kesal melihat perubahan mood nya yang selalu berubah.


Pagi ini mentari bersinar begitu terang membawa kehangatan bagi setiap insan yang melihat nya.


Reza yang baru pulang dari olahraga langsung bergegas masuk ke kamar nya untuk bersiap- siap berangkat ke kantor.


Ceklek


Reza membuka pintu dengan menyembulkan kepala nya terlebih dahulu masuk ke dalam kamar mengintip istri nya masih betah tidur dengan bergelung kan selimut tebal.


" Sayang, bangun ini sudah pagi." ujar Reza lembut sambil mencium kening istri nya.


" Mm Mas, kamu ganggu aja deh,aku masih ngantuk." ujar Gita kesal yang merasa tidur nya terganggu akibat ulah suami tampan nya.


Melihat istri nya kesal Reza bukan nya berhenti mengganggu malah dia semakin bersemangat merusuh di atas ranjang empuk itu.


"Mas! Geli!" pekik Gita sambil tertawa karena pinggang nya di gelitik oleh tangan nakal suami nya.


" Bangun ngga! Ini udah pagi sayang,nanti lagi lanjutin tidur nya.ngga baik ibu hamil tidur di pagi hari seperti ini." ucap Reza panjang lebar tetapi tangan nya sudah menjalar kemana- mana.


" Mas! Lepasin tangan mesum kamu itu." ucap Gita sambil mencubit lengan kekar milik suami nya.


" Aw..Sakit sayang." seru Reza sambil menggosok lengan nya yang terasa perih.


Reza yang melihat istri nya sudah berdiri menyeringai nakal setelah mendapat kan ide cemerlang yang tiba- tiba muncul di kepala jenius nya.


"Mas!" teriak Gita saat merasakan tubuh nya sudah melayang di udara,siapa lagi pelaku nya jika bukan suami mesum nya.


" Mas, turunin aku, rese' banget sih kamu,aku kebelet Mas!" ucap Gita yang terus meronta minta untuk di turun kan.


" Kamu tenang saja sayang,jangan bergerak terus nanti kita bisa jatuh." ucap Reza sambil berjalan menuju kamar mandi.


Gita yang mendengar kata kamar mandi pun akhir nya pasrah dengan mengalungkan mesra tangan nya di leher suami tampan nya.


Reza yang mendapati istri nya tidak lagi memberi perlawanan langsung saja membungkam lembut bibir mungil istri nya saat mereka sudah berada di dalam bathtub.ciuman panas itu terlepas saat merasa pasokan oksigen mereka mulai menipis.setelah mengambil nafas sejenak kini Reza mulai melanjutkan petualangan baru nya dengan sensasi dan tempat yang berbeda.


Acara mandi yang berlangsung selama satu jam lebih itu pun akhir nya selesai.


Gita keluar dari kamar mandi dengan wajah nya yang masam tak terhingga.sedang kan Reza keluar dengan rona wajah bahagia yang tak terkira.


Bagaimana wajah Gita tidak masam ,karena Reza bukan hanya bermain satu kali tetapi dia melakukan nya berkali-kali sampai kedua nya bermandi keringat bukan lagi bermandi kan air dari shower.

__ADS_1


Setelah berpakaian rapi kedua nya turun ke lantai bawah untuk menyantap sarapan pagi mereka bersama anggota keluarga lain nya.tidak terkecuali Rega si pria jomblo yang selama trimester pertama menjadi sasaran mual adik nya.kali ini dia bisa hidup tenang tanpa ada yang merecoki karena tidak suka dengan bau parfum nya,ya di trimester kedua Gita tidak lagi benci dengan bau badan dan juga bau parfum yang di pakai oleh Rega.


Suasana makan hari ini terlihat aman,damai dan penuh kekeluargaan tanpa drama ibu hamil lagi.semua diam tanpa berbicara mereka fokus menyantap makanan yang ada.hingga suara Papa Herman terdengar mengintruksikan.


"Reza." panggil Papa Herman setelah menghabiskan sarapan nya.


" Iya Pa." jawab Reza yang juga sudah selesai dengan sarapan nya.


" Papa sudah yakin dan percaya dengan kamu,jika kamu ingin membawa Gita tinggal di rumah kalian sendiri atau di mana pun itu Papa akan memberi kan izin.Papa sadar jika Gita bukan lagi tanggung jawab Papa.kalian sudah menikah jadi bebas menentukan pilihan hidup kalian sendiri.Papa tidak akan ikut campur lagi, sesuai dengan janji Papa saat awal masa pernikahan kalian dulu."


" Terimakasih Pa sudah percaya sama Reza,tapi untuk saat ini Reza belum kepikiran untuk pindah kemana pun,terlebih lagi kondisi Gita yang sedang hamil begini tidak memungkin kan untuk pindah ke rumah kami sendiri.reza khawatir jika harus meninggalkan dia sendiri di rumah tanpa ada yang mengawasi nya.kalau di sini kan ada Mama yang selalu bisa menemani dia saat merasa bosan atau pun jenuh.jika Papa sama Mama tidak keberatan Reza masih ingin tinggal di sini setidak nya sampai Gita siap lahiran.lagian sekarang rumah kami juga masih tahap renovasi Pa." ucap Reza jujur.


" Ya ngga masalah dong Nak, Mama justru senang jika kalian memilih untuk tinggal di sini bahkan jika selama nya pun Mama akan sangat bahagia.karena setiap hari selalu bisa bertemu kalian dan juga calon cucu Mama."


" Ya sudah jika itu sudah menjadi keputusan kamu." ujar Papa Herman dengan hati yang lega,dia tidak ingin menantu nya merasa tertekan karena harus satu rumah bersama mereka dan juga Rega.


"Kamu sudah nyiapin rumah buat kita ya Mas?" tanya Gita penasaran.


" Iya sayang,kamu ingat ngga malam- malam pas Mas tanya pendapat kamu tentang rumah impian seperti apa,sebenar nya itu untuk konsep rumah kita,dan akan menjadi surprise untuk kamu nanti,tapi malah bocor seperti ini." ucap Reza sambil nyengir.


" Aku pengen lihat dong Mas! Boleh ya?" ucap Gita bersemangat.


" Boleh sayang,tapi nanti tunggu sudah jadi 70 persen ya,kalau sekarang kita ke sana bisa bahaya karena banyak asap dan juga debu yang bertebaran.tidak baik untuk kamu dan calon buah hati kita.


" Baik lah,tapi Mas harus janji ya,kalau sudah selesai harus segera ngajak aku kesana."


" Iya sayang,sudah kamu habis akan sarapan nya Mas langsung berangkat sekarang ya." ucap Reza yang sudah mengecup mesra kening istri nya.


Papa Herman , Mama Sonia dan juga Rega hanya diam menyaksikan keromantisan kedua pasangan yang dulu menikah karena terpaksa.kini mereka terlihat sangat bahagia apalagi sebentar lagi buah cinta mereka akan terlahir ke dunia.


" Iya Mas." jawab Gita yang sudah berdiri dari kursi nya yang tanpa malu-malu lagi dia mengecup kedua pipi dan bibir suami nya.


Lagi- lagi mereka bertiga hanya bisa mengulum senyum lebar di bibir mereka tanpa bersuara.


Papa Herman dan juga Rega yang melihat Reza sudah berangkat bergegas menyusul juga dengan memasuki mobil mereka masing- masing setelah berpamitan kepada semua orang.


Jangan lupa terus beri dukungan untuk novel aku ya teman-teman.


Like.Vote dan pencet tombol Favorit nya.


serta tulis pendapat kalian di kolom komentar ya.

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berharga bagi aku..🥰😍🥰😍


__ADS_2