
Disini lah Abang dan adik itu berada,sebuah mall ternama dan tentunya terlengkap di kota j.
Tangan kekar Rega terus menggandeng mesra tangan Gita, mereka berdua berjalan bak sepasang suami istri yang berbahagia.
" Bang,beliin itu ya." ucap Gita sambil menunjuk ke salah satu jajanan yang terpatri di depan restoran mewah.
" Boleh." jawab Rega membawa Gita menuju ke stand makanan yang bertulis Korean sandwich.
Bahagia sekali rasa nya hati Gita bisa menghabiskan waktu bersama sang Abang,walau tak bisa Gita pungkiri,bahwa masih ada yang terasa kurang tanpa kehadiran sosok suami nya, yang sudah menjadi teman hidup nya selama beberapa bulan terakhir ini.
Kedua nya mulai ikut mengantri makanan yang di inginkan oleh Gita,wanita hamil itu terlihat begitu bersemangat menunggu giliran nya,sejak tadi pandangan mata nya bagaikan binatang buas yang sedang kelaparan dan siap menerkam mangsa nya.
" Dek,ngeliat nya jangan gitu amat,malu!" bisik Rega di telinga Gita.
Namun bisik kan itu di abaikan begitu saja oleh Gita yang sedang di landa rasa lapar dadakan,karena merasa terlalu lama menunggu,Gita bahkan beberapa kali mengeluarkan umpatan kesal nya kepada barisan antrian yang masih terlihat mengular.
Lelah menatap ke arah depan, akhir nya Gita memutuskan bermain ponsel canggih nya sambil menunggu giliran nya datang.
"Dua ya Mbak." ucap Gita setelah sampai pada giliran nya.
Wajah yang tadi nya bersemangat dan begitu bahagia, tiba-tiba saja redup karena larangan keras dari sang Abang.
" Satu aja Dek." tegur Rega.bukan karena pelit atau kikir,namun mengingat dia belum mengetahui apakah makanan jenis ini boleh di konsumsi oleh ibu hamil atau tidak, untuk berjaga -jaga,Rega memilih membatasi nya saja.
" Dua doang Bang." keluh Gita.
" No! Satu aja."tolak Rega keras.
" Makanan ini tidak sehat untuk ibu hamil." bisik Rega asal di telinga Gita.
Gita akhir nya mengalah dan menganggukkan kepala nya setelah mendengar kata tidak sehat dari mulut sang Abang,kedua nya yang sama-sama minim pengetahuan tentang jenis makanan apa saja yang boleh di konsumsi oleh ibu hamil memilih mengalah dan memakan sesuai porsi agar tidak berlebihan.
" Ya ampun! Mas sama Mbak nya mesra sekali,saya jadi iri deh." celetuk seorang wanita paruh baya yang kebetulan duduk di samping Gita dan Rega yang sedang menyantap jajanan yang baru mereka beli,bukan Rega sih yang makan,lebih tepat nya,Rega hanya menemani sedang kan yang sibuk mengunyah makanan tentu nya ibu hamil yang berada di depan nya.
" Suami nya pengertian banget sih." sahut ibu yang lain nya ketika melihat Rega mengelap sisa saus yang menempel di ujung bibir Gita.
" Di jaga baik-baik suami macam ini ya neng,susah loe nyari nya." sambung ibu yang satu nya lagi.
__ADS_1
Entah mereka sedang menunggu guncangan arisan atau hanya sedang berkumpul,yang jelas keberadaan Gita dan Rega mengalihkan dunia para ibu-ibu itu,mereka semua terkagum-kagum melihat sikap romantis serta paras wajah yang begitu cantik dan tampan dari pasangan yang berada di samping mereka.
" Muka kalian berdua mirip banget lagi Dek, ternyata benar kata orang kalau jodoh itu muka nya pasti mirip gitu." sambung ibu yang lain nya yang memakai tunic hitam dengan jilbab yang senada.
Rega yang memang memiliki jiwa usil langsung tertawa besar sehingga mengundang atensi semua orang yang sedang duduk santai di tempat itu.
" Kita ini sedarah Buk,gimana mau nikah?" celetuk Rega keras.
" Issh Abang, suara nya di pelanin." tegur Gita sambil memukul lengan sang Abang yang tidak berhenti tertawa mendengar lelucon yang salah alamat itu.
Gita yang sejak tadi memilih diam sambil menikmati jajanan yang ada di tangan nya ,mulai merasa risih dengan suara tawa sang Abang yang begitu mengganggu ketenangan nya.
Senyuman manis dan ramah pun Gita persembahkan kepada orang-orang yang sedang menatap ke arah mereka.
" Sedarah? Maksud nya?" tanya ibu tadi yang belum mengerti maksud ucapan Rega yang sedikit membingungkan.
" Ya sedarah, Alias kakak adik." jawab Rega enteng tanpa memperdulikan wajah syok dari para ibu-ibu yang mengatai kalau mereka itu pasangan suami istri.
" Serius? Kalian lagi ngga bercanda kan?" tanya mereka kompak.sendok yang mereka pegang bahkan jatuh bersamaan menghantam meja sehingga menimbulkan bunyi yang begitu nyaring.
" Serius dong Buk." jawab Rega, sedang kan Gita hanya mengangguk saja.mulut nya masih terlalu sibuk menikmati jajanan yang di beli oleh sang Abang.
" Kami kirain kalian suami istri,soal nya kelihatan bahagia dan mesra sekali." sambung ibu yang ikut salah paham.
" Ternyata saudara kandung toh, pantesan wajah nya mirip sekali bagaikan pinang di belah dua gitu." sahut ibu yang satu nya lagi.
Mereka semua tertawa lepas setelah mengetahui fakta yang sebenarnya yang terjadi .
" Suami nya kemana neng? Lagi hamil ya?" tanya ibu- ibu itu mulai lebih cair lagi.
" Lagi kerja keluar kota Bu." jawab Gita ramah.
Rega dan Gita yang sudah terbiasa berbaur dengan dunia luar,tidak terlalu sulit memposisikan diri mereka ketika di hadapkan dengan posisi seperti ini.malah mereka terlihat senang bisa berbincang bebas dengan segala keunikan yang di tampilkan dari geng Ibu- ibu ini.
Setelah menghabiskan makanan nya ,Gita dan Rega pamit kepada geng Ibu-ibu itu untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tempat berikut nya.
" Kemana lagi Dek?" tanya Rega yang tidak berhenti menggandeng erat tangan sang adik.
__ADS_1
" Terserah, belanja juga boleh." jawab Gita asal.
" Let's go." sambut Rega antusias.
Dia yang masih berstatus bujang lapuk,tidak terlalu mempermasalah kan ajakan shopping dari sang adik,saldo ATM nya yang sudah menumpuk dan menjerit minta di habiskan kini bisa bernafas lega tanpa harus berdesakan di dalam sana lagi.
" Mau beli apa dulu nih?" tanya Rega lagi.
" Tas aja,habis ini baru baju." jawab Gita.
" Duit Abang kan banyak,dari pada di makan rayap, mending aku habisin." sambung nya lagi.
" Terserah kamu aja,yang penting ngga nangis lagi."
" Isss..Abang! Kapan aku nangis nya." bantah Gita tidak terima.
" Lah, malah lupa ingatan dia.kasihan sekali keponakan uncle punya Mama yang masih muda tetapi sudah pikun di usia yang belum seharusnya."
ucap Rega sambil mengelus perut buncit sang adik.
Pandangan seperti ini memang membuat semua orang berpikir jika mereka adalah pasangan suami istri beneran.Rega seperti suami siaga dan penuh perhatian yang selalu mendampingi istri nya.
" Mbak,lihat tas yang itu ..Itu..Itu.." ucap Gita sambil menunjuk tiga tas sekaligus.
Rega yang ikut mendampingi sang adik hanya diam dan mengikuti kemana arah langkah kaki Gita.
Tangan Gita mulai meneliti dan memegang tas yang menjadi pilihan nya,senyum terindah nya mulai muncul menambah aura kecantikan nya.
" Tambah satu lagi ya Bang." pinta Gita lebih.
" Pilih saja." jawab Rega santai.
4 tas pilihan Gita tidak akan mampu menguras habis saldo ATM sultan nya.bahkan jika Gita meminta di beliin pesawat pun,Rega dengan cepat mengiyakan permintaan sang adik tanpa takut jatuh miskin.
Sejak duduk di bangku SMA Rega sudah bekerja membantu sang Papa di kantor nya, walaupun hanya sedikit tetapi hasil yang dia dapat kan begitu besar sehingga menambah pundi-pundi rupiah di dalam rekening nya.
Jangan lupa Mampir di Novel kedua saya ya.
__ADS_1
" Terpaksa menjadi istri kedua"
Terimakasih semua nya.🥰😍🥰😍🥰