
" Ya halo" ucap Hana dengan mata nya yang masih tertutup rapat.
"Ya halo ...Assalamualaikum Hana."
" E e wa Alaikum salam." jawab Hana gelagapan akibat rasa kantuk nya dia sampai lupa mengucap kan salam.
Setelah berbasi dengan Hana, Mama Sonia mulai menceritakan maksud dan tujuan nya menelpon Hana di pagi ini.Hana yang mendengar cerita dari Mama Sonia pun ikut kaget,Bagaimana mungkin Gita belum pulang sampai pagi ini.Hana juga mulai menceritakan kegiatan mereka di mall kemaren sore,mulai dari mereka datang hingga bagaimana mereka pulang nya,Setelah mendapat kan penjelasan dari Hana,kini Mama Sonia memutuskan untuk langsung menghubungi Kiki yang menurut cerita Hana adalah orang yang paling terakhir bersama Gita malam itu.tidak perlu menunggu lama Kiki yang mendengar handphone nya bergetar pun menekan tombol hijau di layar ponsel nya.
" Assalamualaikum Tante." ucap Kiki menjawab telepon dari Tante Sonia.
" Wa alaikum salam Kiki, maaf ya Tante ganggu waktu kamu pagi- pagi buta begini."
" Iya Tante... Ngga papa kok Tante."
" Begini Ki, Apa Gita ada bersama kamu sekarang? " tanya mama Sonia penuh harap.
" Kiki sekarang lagi di rumah Tante dan Gita ngga ada di tempat Kiki, memang nya Gita kemana Tan?" tanya Kiki lagi.
Mama Sonia pun kembali menceritakan duduk perkara nya kepada Kiki.
" Kemaren Kiki sama Gita memang pulang nya paling akhir Tan, tapi waktu itu Kiki di tawarin tumpangan sama teman Kiki,jadi Kiki pulang duluan dari Gita, sementara Gita masih duduk di mall nunggu taksi nya datang." jawab Kiki hati- hati.
Mama Sonia yang panik mendengar bahwa Gita tidak ada di tempat teman- teman nya pun, dengan spontan langsung mematikan telepon nya tanpa pamit kepada Kiki terlebih dahulu.
" Ya tuhan bagaimana ini, di mana Gita sekarang,aku harus kasih tau Papa sama Rega sekarang juga." ucap Mama Sonia sambil berjalan mondar mandir di kamar nya.
Tidak berapa lama akhir nya telepon pun tersambung ke pada Pak Herman.
Mama Sonia mulai menjelaskan semua hasil introgasi nya kepada sang suami.
Mendengar jawaban dari sang istri Pak Herman terdiam di tempat duduk sambil memijat pelipis .
" Belum lagi masalah di kota s ini selesai, Sekarang masalah baru datang lagi,ya tuhan cobaan apa lagi ini" ucap pak Herman dalam hati.
" Pa...Papa masih denger Mama kan, kok papa diam aja sih?" tanya mama Sonia lagi.
" iya Ma, Papa masih dengerin Mama kok...Ya sudah Mama tunggu di rumah saja. Papa sama Rega langsung pulang sekarang juga." ucap Pak Herman.
" Iya Pa, hati- hati ,di jalan ya Pa."
pak Herman dan Rega akhir nya memutuskan untuk pulang kembali ke kota j pagi ini juga.
__ADS_1
" Andre siap kan pesawat sekarang juga" perintah Rega kepada sang Asisten.
" Siap bos" jawab Andre.
Keluarga Husein yang kaya raya,memang memiliki pesawat pribadi yang bisa mereka guna kan kapan pun, baik untuk urusan bisnis
atau hal lain nya, tanpa menunggu dengan waktu yang lama.
" Mari Pak, pesawat sudah siap kita bisa terbang sekarang juga." ucap Andre sang Asisten .
" Ya Terimakasih...Tolong kamu hubungi anak buah mu, suruh mereka lacak di mana keberadaan Gita saat ini, secepat nya! " ucap Rega.
" Siap bos, Akan saya hubungi anak buah kita sekarang juga" ,jawab Andre.
Perjalanan dari kota s menuju ke kota j tidak membutuh kan waktu yang lama,tatkala pagi masih berselimut gelap,pak Herman dan Rega sudah sampai di pekarangan rumah nya( sultan mah bebas)
Mama Sonia yang mendengar suara deruan mobil dari luar pun bergegas membukakan pintu.
" Pa...Akhir nya Papa pulang juga"ucap Mama Sonia yang langsung memeluk sang suami.
" Bagaimana Ma , Apa ada informasi lagi tentang Gita", tanya pak Herman, sambil membalas pelukan dari sang istri.
" Pelukan nya udahan kali Ma, masih di luar juga.. Kasihan anak nya." ucap Rega yang merasa iri melihat kemesraan kedua orang tua nya, meskipun usia pernikahan mereka sudah memasuki 26 tahun tapi kemesraan mereka tidak pernah pudar,tidak pernah kalah dari pengantin baru.
" Eeh iya Mama lupa ada jomblo di sini...Ya sudah ayok kita masuk dulu"
mereka memilih berkumpul di ruang keluarga membahas semua yang menurut mereka perlu untuk di bahas, Rega sudah terlebih dahulu bergerak,dia telah menghubungi semua anak buah nya yang ada di kota j,Rega yang melihat wajah lelah sang Mama yang sedikit pucat pun meminta Mama nya untuk beristirahat namun Mama Sonia tetap kekeuh pada pendirian nya,dia ingin menunggu kepulangan putri semata wayang nya, berulang kali Rega berusaha membujuk sang Mama untuk istirahat sejenak Mama Sonia selalu menolak nya.
" Ma, Wajah Mama kelihatan pucat sekali,pasti dari semalam Mama ngga tidur kan?" tanya Rega memastikan.
" Mama ngga bisa tidur sama sekali,bolak- balik ke kamar Gita cuman buat mastiin apa dia udah pulang apa belum, tapi tetap aja kamar kosong yang Mama dapati...Di mana kamu sekarang nak? ujar Mama Sonia dengan suara serak nya.
Pak Herman yang mendengar handphone nya berbunyi pun melangkah menjauh dari Mama Sonia dan Rega.
Rega yang dari tadi fokus dengan gadget di tangan nya pun mendekat ke arah sang Mama dan memeluk Mama Sonia,memberikan ketenangan batin kepada sang Mama.
Saat ini pikiran Rega memang sedang terbagi, di satu sisi dia sedang memikir kan pekerjaan nya, di satu sisi memikir kan keberadaan sang adik yang entah berada di mana sekarang,
Setelah menutup telepon nya Pak Herman kembali ke tempat duduk nya lagi,tanpa berbicara sedikit pun.
" Ada apa Pa?" tanya Rega memecah kesunyian,
__ADS_1
" Pak Anton.. Kamu kenal kan sama Pak Anton teman Papa yang sering mampir ke rumah kita, tadi dia menelpon Papa cuman bilang maaf dan mau datang ke rumah kita,tapi dia ngga ngejelasin maaf untuk apa, Setelah satu bulan lebih kami tidak berkomunikasi tiba- tiba dia menelpon Papa hanya dengan kata maaf." ujar Pak Herman.
" Ada apa lagi ini?" ucap pak Herman pelan sambil menyandar kan tubuh nya di sofa,
Mama Sonia yang masih berada di pelukan sang putra pun akhir nya tertidur karena kecapean, dari semalam dia memang tidak bisa memejam kan mata nya sedikit pun, karena beban pikiran nya sedang banyak.
" Bagaimana Rega? Apa sudah ada informasi dari anak buah kamu?" tanya Pak Herman.
" Belum Pa, mungkin sebentar lagi"
" Kenapa lama sekali...Biasa nya mereka bertindak lebih cepat, Sekarang kenapa sampai berjam- jam lama nya"
Rega yang sadar akan kekhawatiran sang papa pun memilih diam.
Saat Rega dan pak Herman sibuk dengan pikiran mereka masing- masing,tiba- tiba dari arah ruang tamu datang lah Mbok Darmi .
" Maaf Pak ..Den Rega, Di depan ada tamu yang nyariin Bapak." ucap Mbok Darmi.
" Siapa Mbok?"
" Teman Bapak yang sering kesini itu Pak." jawab Mbok Darmi.
" Apa Anton Mbok? Ya sudah suruh mereka masuk Mbok dan tolong bikin kan minuman."
" Baik Pak"
Mbok Darmi pun bergegas menuju ruang tamu,
" Mari silah kan masuk Tuan, Sebentar lagi Pak Herman akan keluar."
" Terimakasih Buk." ucap Pak Anton dengan ramah,
" iya Tuan, panggil saja Mbok Darmi..Saya pamit ke belakang dulu ya Tuan..Nyonya."
Jangan lupa Like.Komen.Vote dan Beri Hadiah sebanyak mungkin....
tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys...
dan jangan lupa pencet tombol favorit nya..
Terimakasih semua nya...salam sayang untuk kita semua..🥰🥰🥰🥰
__ADS_1