
Pria yang menjadi tersangka kasus obat perangsang itu kini sedang di adili di ruangan rahasia bawah tanah.kasus yang menjerat diri nya kini cukup berat dan tidak bisa lagi mendapatkan pengampunan.
" Saya dendam kepada dia." jawab nya jujur.
" Bagaimana mungkin kamu menyimpan dendam kepada Tuan muda? Sementara dia saja tidak mengenal kamu." hardik Jos lebih tegas lagi.
" Saya ini adalah mantan pegawai nya,yang kemarin di pecat karena kasus video tidak senonoh itu! Dan... Sampai sekarang saya begitu susah sekali mendapatkan pekerjaan karena nama saya sudah masuk ke daftar hitam." jawab nya lagi sambil membayangkan bagaimana menderita nya dia selama beberapa hari ini,di pecat secara tidak hormat tanpa pesangon satu rupiah pun,sudah ratusan lamaran yang dia terbang kan ke beberapa perusahaan yang jelas-jelas sedang membutuhkan karyawan,namun dengan alasan yang sama, lamaran yang dia masukkan di tolak secara mentah-mentah, padahal surat lamaran dia belum sama sekali di buka tetapi sudah di buang begitu saja ke dalam tempat sampah,biaya hidup yang tinggi sedang kan uang nya sudah habis, membuat pria yang bernama Joko ini gelap mata ingin menghancurkan Reza dengan merekam tubuh Reza saat berhubungan dengan wanita lain,maka nya dia terlalu berani mencampuri obat perangsang itu ke dalam makanan Reza.
" Angkut dia menuju hutan belantara! Tinggalkan dia dalam keadaan hidup-hidup di tengah hutan itu." perintah Jos kepada anak buah nya.
Dia tidak di perbolehkan oleh Reza ataupun Pak Anton untuk menghajar tersangka itu dengan kedua tangan nya,mereka lebih memilih membuang nya ke dalam hutan yang di penuhi oleh binatang buas,sebuah hukuman yang setimpal menurut mereka semua.
Berulang kali Jos mencoba menghubungi nomor Reza,namun masih belum bisa tersambung juga.dia tidak tau saja jika Bos nya sedang mereguk indah nya sebuah kebersamaan di atas ranjang empuk mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 siang, tetapi pasangan suami istri nya masih belum juga keluar dari kamar mereka,begini lah efek dari obat jahat yang di minum oleh Reza kemaren malam,dia selalu ingin mengulang olahraga panas itu tanpa peduli dengan waktu atau keadaan sekitar nya.
Suara merdu dari Gita kembali memenuhi ruangan kamar mereka, entah sudah berapa kali mereka melakukan nya,yang jelas keadaan kamar mereka saat ini benar-benar kacau,sprai berserakan di atas lantai,baju yang mereka pakai juga sudah keriting karena harus di buka lepas terus sejak tadi malam.
Tubuh yang bermandikan keringat semakin menambah daya pikat Reza yang sudah tidak tahan lagi ingin melepaskan sesuatu yang terasa sesak di bawa sana.
Erangan panjang keluar dari kedua insan halal ini, sebagai pertanda jika kedua nya kembali sampai ke manis nya surga dunia.
" Mas!" gerutu Gita saat merasakan tubuh nya sudah remuk redam serasa tidak bertulang lagi.
" Sekali lagi sayang! Mas mohon." pinta Reza tanpa mengenal kata lelah.
" Dosis obat nya terlalu tinggi, sehingga Mas tidak bisa mengontrol lagi,mau ya sayang?" tanya Reza sambil mencium mesra bibir tipis istri nya yang terlihat manyun.
__ADS_1
Ingin rasa nya Gita marah dan menolak kemauan suami nya, namun melihat sorot mata penuh damba dari Reza,akhir membuat Gita mengalah,kali ini dia hanya diam menunggu di bawah tanpa berniat melakukan pergerakan perlawanan.tenaga nya benar-benar sudah terkuras habis,bahkan perut nya sudah sejak tadi meronta minta di isi dengan nasi.
" Mas jangan lama-lama! Lapar." protes Gita ketika sudah setengah jam lebih Reza bermain namun belum juga sampai pada tujuan nya.
" Sebentar lagi sayang!" jawab Reza yang terus masih berusaha menjemput surga dunia nya.
Sedangkan di lantai bawah semua anggota keluarga tengah berkumpul sambil bercengkrama penuh tawa.
Kebetulan hari ini adalah hari libur, sehingga tidak ada satu orang pun yang berangkat ke kantor.
" Bi, benar 'kan yang Bibi lihat tadi malam itu Reza?" tanya Mama Sonia belum percaya.
" Iya Buk, saya sama Mbok Darmi lihat sendiri Den Reza pulang pas pukul 10 lebih sedikit,dan Den Reza nya langsung masuk ke dalam kamar." jawab Bi Imas meyakinkan.
" Biarin saja Ma, mungkin mereka lagi melepas rasa rindu yang sudah beberapa hari ini tidak tersalurkan." sahut Pak Herman berusaha menghilangkan buruk sangka dari pikiran istri nya.
Belum sempat Rega dan Pak Herman menjawab kekhawatiran dari Mama Sonia, sang besan kesayangan sudah terlebih dahulu datang menyapa dengan sejuta kehebohan nya.
"Sonia!Kamu apa kabar?" sapa Ibu Meri ketika baru saja sampai.
" Baik Mer, kamu ke Yogyakarta nya kok lama sekali?"
" Biasa nemenin Papa nya Reza, terus sekalian jalan-jalan cari udara segar.eh ... Ngomong-ngomong di mana mereka?" tanya Ibu Meri tidak melihat keberadaan kedua pasangan suami istri itu.
" Jadi Reza beneran sudah pulang? Ya Allah,aku baru tau dari BI Imas sama Mbok Darmi, tetapi aku juga belum melihat keberadaan nya."
" Maksud kamu mereka belum keluar kamar dari tadi pagi? " tebak Ibu Meri tepat sasaran.di tengah perjalanan mereka pulang dari kota y kemaren malam, Pak Anton sudah menceritakan semua yang terjadi kepada Reza.Ibu Meri yang merasa khawatir jika anak nya memilih jalan pintas untuk menyembuhkan rasa sakit nya,langsung menangis histeris memikirkan nasib menantu kesayangan nya yang sedang hamil tua, Ibu Meri meminta suami nya untuk segera pulang malam ini juga demi bisa memantau keadaan anak-anak nya.
__ADS_1
" Alhamdulillah ternyata Reza benar-benar sudah pulang." ucap syukur keluar dari mulut Ibu Meri kala mengetahui putra nya ternyata memilih pulang untuk mencari obat penawar nya.
Di dalam kamar Gita,kedua suami istri itu masih terlihat betah bersembunyi di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.
" Aww.." rintihan Gita terdengar mengganggu tidur Reza yang belum puas dengan istirahat nya.
" Kenapa sayang?" tanya Reza khawatir,mata nya masih terasa susah untuk di buka.
" Sakit Mas." jawab Gita sambil mengelus perut nya yang terasa begitu sakit,nafas Gita bahkan terlihat tidak beraturan lagi.
" Sakit Mas." ucap Gita lagi saat merasakan sakit itu semakin terasa menusuk hingga ke tulang-tulang nya.
Mata Reza yang masih terasa lengket tadi,kini terbuka sempurna,tubuh polos itu belum sempat dia tutupi dengan kain demi mendengar jeritan sakit dari mulut istri nya.
" Prediksi dokter Rina 2 Minggu lagi ' kan sayang?" tanya Reza yang sudah terlihat cemas ketika melihat wajah Gita yang sudah pucat pasi.
" Iya,tapi perut aku sakit sekali,ini gara-gara Mas yang tidak berhenti mengajak bergadang sejak malam."
" Maaf sayang."
" Apa kita ke rumah sakit aja sekarang? Ayo Mas bantu kamu pakai baju."
Reza menarik asal baju Gita yang berada dalam lemari pakaian nya, dengan tangan yang sedikit gemetar,Reza memakaikan baju itu kepada Gita yang masih berbaring menahan rasa sakit.
Di saat kedua nya ingin turun menuju mobil, Tiba-tiba saja pintu kamar mereka di ketuk dari luar
" Gita! Reza! Kalian sudah bangun belum?" tanya Mama Sonia dari balik pintu berwarna coklat itu.
__ADS_1