
Mereka semua di buat bingung oleh kedatangan Teguh,terlebih lagi dia datang dengan membawa kata maaf.
Ketiga gadis yang berdiri di pojok menatap kagum dengan sosok yang baru masuk itu.
Gita yang bertabrakan langsung dengan pria itu sama sekali tidak mengenali wajah orang yang ada di depan mata nya.
" Teguh!Kamu jangan ngprank kita- kita ya!" tegur Rega yang beranggapan jika Teguh hanya sedang memainkan sebuah lelucon nya.
" Gue berbicara serius. gue datang ke sini untuk meminta maaf." ucap Teguh to the point.
Mencoba mengumpulkan nyali.dia sengaja menggantungkan ucapan nya, Teguh berusaha
meredam rasa gugup yang tiba-tiba melanda.
Sugesti-sugesti positif, coba dia masukkan ke dalam otak demi menyemangati diri nya sendiri.
" Bicara kan apa yang ingin kamu utara kan Teguh! Semua nya akan baik- baik saja,tidak akan terjadi apapun.yang terpenting kamu sudah berkata jujur."
Seperti itu untaian kata positif yang Teguh tanam kan dalam hati nya.
" Teguh!Apa kamu hanya datang untuk sekedar melamun ?" tanya Reza sambil menepuk pundak Teguh cukup keras.
Teguh yang mendapat kan timpukan keras dari tangan Reza tidak lagi merintih kesakitan,karena hati nya terlalu sibuk merangkai kata-kata yang tepat yang akan di ucap kan.
" Gue benar-benar tidak sengaja,orang yang bertabrakan dengan gadis ini adalah Gue."ucap Teguh mantap sambil menunjuk ke arah Gita karena dia belum tahu siapa nama wanita yang sudah dia tabrak tadi.
" Jadi orang tadi itu! Loe?" sahut Reza membulat kan mata karena rasa kaget nya.
" Iya itu gue...Maafin gue.ini semua bukan kesengajaan ini murni kecelakaan." jawab Teguh sambil menatap lawan bicara nya.
" Loe apa ngga punya mata.Hah? Sampai harus menabrak adik gue dan membuat dia harus di rawat di rumah sakit seperti ini.apa karena selama di Luar Negeri mata loe selalu loe di gunakan untuk hal buruk.maka nya sampai di tanah air sudah tidak berfungsi lagi." ucap Rega dengan nada menyindir.
Teguh yang paham maksud ucapan dari Rega memilih diam tanpa ada niat untuk protes.
__ADS_1
Hening sesaat, Reza yang masih kaget karena pengakuan dari sahabat nya merasa bodoh. bisa-bisa nya dia tidak mengenali wajah sahabat nya ketika mereka berada di tempat kejadian tadi siang .
" Bodoh sekali gue ngga melihat wajah dia,kalau saja gue lihat siapa orang nya....Sudah sejak tadi gue hajar ini orang." gumam Reza dalam hati sambil menatap tajam ke arah Teguh.
Teguh yang merasa di tatap tajam seperti sedang di kuliti hidup- hidup.tapi ini lah resiko yang sudah dia ambil,lebih baik bicara sendiri dari pada mereka mengetahui dari penyelidikan mereka.itu akan lebih membuat kedua sahabatnya murka tak terkendali.
Siapa yang tidak kenal dengan Keluarga Wijaya dan juga Keluarga Husein yang sudah lama mengudara di dunia bisnis.
" Badan loe saja yang besar,tapi otak dan mata loe sama sekali tidak berguna." Reza mulai mengeluarkan kata-kata pedas nya, melampiaskan rasa kesal yang tertahan.tidak mungkin dia menghajar habis Teguh didepan mata istri dan kedua mertua nya.dia tidak sampai hati membuat istri nya kembali menjerit karena ketakutan.
" Gue benar-benar minta maaf,gue sama sekali ngga sengaja,waktu itu gue..." Teguh mulai menceritakan bagaimana dia bisa menabrak tubuh Gita dan apa alasan yang membuat dia berjalan terburu-buru seperti sedang di kejar rentenir saja.
Dia terus memohon maaf yang sebesar- besarnya.bahkan dia berbicara sambil membungkuk kan badan nya, persahabatan yang terjalin di antara ketiga pria ini sudah lama berlangsung.dia tidak ingin karena kesalahan yang tidak dia sengaja membuat persahabatan yang bagai kepompong itu rusak tak berbentuk.
Biar lah dia mengalah walau pun harus dengan memohon dan mengiba demi tetap utuh nya persahabatan mereka.
" Loe tau tidak,orang yang loe tabrak itu adalah adik kandung gue,dan merupakan istri dari lelaki brengsek itu!" seru Rega tanpa rasa bersalah.
Reza yang mendengar nama nya di sebut sebagai lelaki brengsek merasa tidak terima dan langsung melangkah maju untuk membalas ucapan Abang ipar yang tidak punya hati nurani itu.
Teguh yang paham bagaimana sifat kedua sahabat nya tersenyum tipis.bahkan karena perdebatan yang terjadi antara kedua laki- laki dewasa itu mereka malah melupakan permasalahan yang terjadi.
Pak Herman yang melihat kedua putra nya kembali bersitegang langsung bergegas melerai sebelum baku hantam kembali terjadi untuk yang kedua kali nya.
" Apa kalian tidak punya rasa malu sedikit pun? Henti kan perdebatan yang tidak berfaedah itu.sekarang fokus kepada Gita." ucap Pak Herman lantang.yang membuat kedua pria dewasa itu langsung diam seketika tanpa berani memberi bantahan.
" Om, Tante Saya minta maaf karena telah membuat putri Om kesakitan seperti ini." ucap Teguh sambil bersimpuh di kaki Pak Herman.
Teguh sudah tau jika Gita adik nya Rega,berarti dia adalah putri dari Om Herman dan juga Tante Sonia.
Dia bukan lah orang bodoh yang tidak bisa menyambungkan setiap kata yang terucap dari mulut mereka.tanpa mereka jelaskan secara detail.Teguh sudah terlebih dahulu memahami maksud dari potongan kata petunjuk yang mereka ucapkan.
" Bangun lah Nak, kamu tidak harus bersujud seperti ini.kami sudah memaafkan kamu jika ini hanya lah tidak kesengajaan." jawab Pak Herman sambil menarik tubuh Teguh supaya berdiri dari sujud nya.
__ADS_1
" Terimakasih Om, Tante." ucap Teguh merasa senang,saat mendapat kan kata maaf dari kedua orang tua wanita yang dia tabrak.kini dia hanya tinggal menunggu kata maaf dari dua pria dewasa yang dia kenal cukup tegas itu.
Kini Teguh beranjak mendekati ranjang rumah sakit untuk mendapatkan kata maaf dari orang yang sudah menjadi korban kecerobohan nya.
" Saya minta maaf karena telah membuat kamu menderita seperti ini." ucap Teguh ketika sudah berdiri di samping Gita.
Niat hati nya ingin menyentuh tangan gadis itu hanya sekedar untuk bersalaman.namun belum sempat tangan nya menggenggam erat tangan wanita yang terbaring lemah itu,suami dari wanita tersebut langsung mendorong kuat tangan Teguh hingga bergeser sejauh mungkin.
" Jangan coba-coba sentuh istri gue,kalau Loe masih ingin hidup tenang." sarkas Reza tanpa ampun.
Teguh yang paham jika Reza tidak suka melihat wanita nya disentuh langsung mundur selangkah demi lancar nya jalan menuju perdamaian.
" Ini bukan hanya karena salah kamu,tetapi aku juga bersalah karena berjalan sambil menunduk kan kepala tanpa melihat ke depan." jawab Gita sambil tersenyum yang tidak ingin membuat Teguh selalu merasa bersalah atas kesalahan yang bukan datang dari diri nya sendiri.
Semua orang yang melihat bagaimana bucin nya Reza kepada istrinya menjadi tertawa.mereka sudah sangat khatam sifat bucin yang di miliki CEO Wijaya group itu.
" Bucin banget sih loe!" seru Rega, yang merupakan orang satu-satu nya yang berani meledek Reza.
" Biarin aja,dari pada loe jomblo berkarat." tutur Reza sengit.
" Emang ngga ada akhlak loe ya." balas Rega lebih sengit lagi.
Pak Herman yang sudah lelah melerai kedua putra nya memilih diam melihat se jauh mana mereka akan melanjutkan perdebatan yang sama sekali ngga ada untung nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Maaf kan Novel saya yang masih kaku ini..🤭😍🥰😍🥰