
Keesokan hari nya...
Setelah menunaikan ibadah sholat subuh,Reza langsung bersiap- siap,kali ini dia hanya memakai pakaian casual,celana jeans berwarna coklat di padukan dengan baju kaos hitam lengan panjang.ini semua hasil karya dari Gita yang met padupadan kan style suami nya. pesona Papa muda ini tidak akan ada yang bisa menandingi nya.
Gita hanya terdiam sambil menatap suami nya yang entah kenapa menjelang keberangkatannya ke luar kota,aura ketampanan nya bertambah 10 kali lipat dari biasanya.hati Gita kembali menolak keras kepergian suami nya,dengan cepat Gita menggeleng kan kepala nya,menyadarkan diri nya dari lamunan yang akan merusak suasana hati nya pagi ini.
Pandangan mata Reza tertuju kepada Gita yang sedang menatap kepada nya dengan pandangan kosong.
" Sayang,hanya sebentar! Mas pergi nya ngga akan lama." ucap Reza menyadarkan istri nya yang mulai terlihat goyah.
Gita menghela nafas dalam-dalam.
"Apa di kota m banyak pelakor?" pertanyaan itu tiba-tiba saja lolos dari bibir mungil Gita.
Reza lalu tersenyum dan memeluk erat tubuh rapuh sang istri.bibir nya tidak henti mendarat kan ciuman di seluruh wajah sang istri.
" Ada atau pun tidak para pelakor itu,sama sekali tidak akan merubah apapun sayang.cinta dan kasih sayang Mas,hanya untuk kamu seorang." ucap Reza sambil membelai lembut pipi sang istri.
" Jangan berpikiran yang buruk-buruk,itu hanya akan menambah beban pikiran kamu,dan tidak akan baik untuk anak-anak kita." imbuh nya lagi.
" Iya Mas." jawab Gita lesu.
" Semangat sayang!Lihat Mas,semua nya akan baik-baik saja." yakin Reza kepada istri nya.
" Cepat pulang nya." ucap Gita dengan nada suara yang mulai bergetar.yang langsung di jawab anggukan kepala serta senyum dari Reza.
Ponsel milik Reza tiba-tiba berbunyi karena ada pesan yang masuk.pesan itu ternyata dari Aldo yang sudah menunggu Tuan muda nya di depan rumah.
Reza langsung menggenggam tangan Gita untuk turun kelantai bawah karena sang istri memaksa untuk ikut mengantar kepergian nya padahal Reza sudah melarang.
Saat sudah sampai di lantai bawah, ternyata ada Mama Sonia yang sedang menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga nya.
" Reza pamit ya Ma,titip Gita." ucap Reza sambil mencium tangan Mama mertua nya.
" Iya Nak,kamu hati-hati ya,jaga pola makan dan juga kesehatan kamu selama berada di sana." jawab Mama Sonia penuh kelembutan.
" Pasti Ma."
__ADS_1
" Tolong bilangin sama Papa sama Rega,kalau Reza pamit pergi ya Ma." ucap Reza yang mengerti jika sang Papa dan Abang ipar nya masih istirahat di kamar.
" Nanti Mama sampaikan." jawab Mama Sonia ikut melangkah keluar.mengantar kepergian menantu nya.
" Selamat pagi anak-anak Papa." sapa Reza dengan nada suara lembut kepada baby twins yang masih berada di dalam perut sang istri.
" Papa berangkat kerja dulu ya Nak, kalian jangan nakal ya Nak! Kasihan Mama kalau di tendang terus sama kalian berdua.baik- baik di dalam perut Mama ya Nak,tolong bantu Papa untuk jagain Mama ."tutur Reza dengan sorot mata yang memancarkan penuh kasih sayang,
Kepala Reza mendongak menatap wajah Gita yang sedang tersenyum menatap kepada diri nya.
Reza lalu mencium perut Gita kemudian mengelus perut buncit sang istri secara perlahan.
Setelah merasa cukup untuk berpamitan kepada kepada anak- anak nya,Reza kembali berdiri untuk mensejajarkan tinggi nya dengan sang istri.
" Mas berangkat ya sayang,kalau ada apa-apa kabari Mas,jangan lupa makan dan minum vitamin nya,ingat! Kamu ngga boleh melakukan pekerjaan yang berat- berat." ucap Reza lalu mencium mesra bibir istri nya.
Semua para pekerja mulai dari security,sopir dan Mama Sonia memilih membuang pandangan mereka ke arah lain.namun tidak dengan pria yang terlihat acak-acakan ini.
" Romantis banget sih,sampai ngga sadar kalau lagi di luar kamar." sindir Rega dengan penampilan berantakan,hanya memakai boxer dan nafas yang masih bau.
Rega yang melihat sang adik mencibir nya hanya bisa tertawa namun tidak berani membalas,dia sengaja bangun lebih pagi demi melepas kepergian sang adik ipar,rasa sayang dan peduli Rega sebenarnya cukup tinggi kepada Reza,hanya saja dia terlalu gengsi untuk mengakui nya, berdebat adalah cara dia mengekspresikan rasa yang tidak mampu untuk dia jelaskan.
" Gue berangkat ya bro...Titip istri gue." ucap Reza sambil berjabat tangan ala anak muda kepada Abang ipar nya yang sudah karatan ini.
" Siap..Ntar kalau dia bandel.gue sikat abis." jawab Rega sambil menyeringai melirik ke arah Gita.
Sedang kan orang yang mendapat lirikan memilih acuh karena suasana hati nya sedang tidak baik-baik saja.
Reza lalu masuk ke dalam mobil,kaca jendela nya di buka lebar-lebar demi bisa say goodbye kepada istri tercinta nya.
" Dada sayang." ucap Reza dengan bonus senyuman manis yang terlukis di wajah tampan nya.
Gita pun ikut membalas lambaian tangan suami nya,lidah nya terasa berat untuk berucap.
Bahkan saat mobil yang di tumpangi oleh suami nya tidak terlihat lagi,Gita masih setia berdiri di tempat nya.dunia nya seakan berhenti berputar mengingat hari-hari nya kedepan tanpa ada sosok suami posesif nya.
Nyess...
__ADS_1
Air mata itu akhir nya jatuh juga setelah bersusah payah dia menahan nya.gelap nya cuaca pagi ini seolah melukis kan isi perasaan Gita saat ini.sang surya juga terlihat enggan menampakkan diri nya.padahal jam sudah menunjukkan 6.30.
Terlalu lebay memang bagi orang yang sudah terbiasa berpisah jauh dari suami nya, walaupun itu hanya satu Minggu,tetap saja membuat wanita hamil ini bermuram durja.
Satu tepukan di pundak Gita sangat mengagetkan dia yang sedang menatap gerbang dengan pandangan kosong.Gita lalu melihat kearah belakang nya di mana seseorang tengah berdiri dengan wajah sambil tersenyum.
" Mama tahu saat ini kamu pasti masih berat dengan kepergian suami kamu, tetapi percaya lah,dia pergi hanya untuk sebentar dan selalu panjat kan doa pengiring langkah suami kamu,agar dia bisa kembali cepat dengan sehat dan selamat."ucap Mama Sonia menenang putri nya.
" Sekarang kita masuk ya sayang, sebentar lagi akan turun hujan." ajak nya lagi.
Yang hanya di balas anggukan kepala oleh Gita tanpa mengeluarkan suara merdu nya.
" Semangat dong bumil?" seru Rega yang langsung merangkul bahu sang adik.
" Nanti kalau Abang ngga sibuk, bagaimana kalau kita jalan-jalan." tawar Rega berusaha mengalihkan rasa kehilangan sang adik kepada pawang nya.
" Janji ya." ucap Gita sambil meneguk gelas yang berisi susu hamil nya.
" Iya,tapi harus pakai syarat." sahut Rega lagi.
" Syarat? Kenapa seperti itu?" tanya Gita bingung.
" Ya pakai syarat dong,biar nanti pas jalan nya mata kamu ngga bengkak seperti mata induk panda."
" Emang syarat nya apaan sih Bang? Apa hubungannya sama induk panda?"
" Syarat nya adalah,kamu tidak boleh menangis atau pun bersedih selama kepergian suami kamu.jika itu berhasil kamu lewati, Abang janji akan menuruti semua kemauan kamu."
" Bagaimana? Setuju nggak?" tanya nya lagi.
" Siapa takut " jawab Gita yakin,toh Abang nya juga berada di kantor,dia pikir jika Abang ngga akan bisa melihat apa yang dia lakukan di kamar nya, padahal dari bentuk mata nya saja Rega sudah bisa menebak dan menduga.
Jangan lupa Like.dan pencet tombol Vote nya ya teman-teman.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya 🥰😍😍😍🥰
__ADS_1