
" Lama banget sih dia di kamar mandi, apa dia langsung mandi ya, apa aku siapin aja baju ganti buat dia, eh tapi tunggu dulu takut nya nanti dia malah ke pede an lagi." ucap Gita mondar mandir dengan menggigit kuku jari nya.
Baru satu hari menyandang gelar istri ,Gita sudah kebingungan sendiri, karena saat ini ego,pikiran dan hati nya tidak sejalan.membuat dia kalang kabut sendiri mengambil sebuah tindakan.
" Kata Mama tadi aku harus melayani Suami."
" Suami?"
"Aduh Gita, loe ngomong apaan sih, huftttt, tapi Mama biasa nya kan seperti itu kepada Papa, kalau papa lagi mandi atau mau berangkat ke kantor ,pasti baju nya di siapin sama mama, ya udah lah gue siapin aja lah." ucap Gita sambil membuka koper Reza yang sudah berada di kamar nya, entah siapa yang mengantar kan nya, yang jelas 2 buah koper yang berisi baju Reza sudah tergeletak rapi di samping lemari panjang nya.
" Ini aja deh." ucap Gita sambil mengeluarkan satu stelan piyama tidur, dan di letak kan di atas ranjang.
Sementara menunggu kamar mandi masih di pakai oleh Reza, Gita memilih turun kembali ke lantai bawah, akibat rasa grogi yang terus menyerang nya membuat tenggorokan Gita terasa sangat kering.
" Ya ampun sayang, kamu belum bersih- bersih juga." tanya Mama Sonia yang kaget melihat putri nya masih memakai kebaya lengkap dengan make up yang masih rapi.
" Belum Ma, kamar mandi nya lagi di pakai sama Reza."ucap Gita tanpa dosa.
"Sayang manggil nya jangan Reza, ngga sopan sayang."
" Mampus..Salah ngomong lagi kan gue." gerutu Gita dalam hati nya.
" Yang sopan dong sayang manggil nya, Reza 'kan seumuran dengan Abang kamu, masa hanya kamu panggil nama saja."
" Terus Gita harus panggil apa Ma?"
" Ya terserah kamu, yang penting sopan, enak di dengar, bagaimana kalau mertua kamu sampai dengar kamu memanggil Reza hanya dengan nama nya, nanti di kira Mama ngga ngajarin kamu lagi."
" Iya Ma, maafin Gita."ucap Gita dengan wajah bersalah nya.
Sudah berulang kali dia mendapat kan teguran dari kedua orang tua nya, menikah di usia muda membuat gadis kecil ini memang harus banyak belajar,menjalani peran sebagai istri tidak lah segampang membalikkan telapak tangan,ada banyak tata Krama yang harus di patuhi nya,jika ingin menyempurnakan ibadah nya.
" Iya sayang, tidak apa- apa, tapi jangan di ulangi lagi,pahami lah sayang, Mama hanya tidak ingin orang lain memandang remeh terhadap kamu. usia kamu boleh baru 17 tahun, bukan berarti rumah tangga yang kamu jalani ini tidak akan bertahan lama, tunjukkan sama semua orang, jika kamu bisa menjadi istri dan ibu rumah tangga yang baik untuk keluarga kecil kalian."
__ADS_1
"Iya Ma." ucap Gita yang langsung memeluk sang Mama, hangat nya dekapan kasih sayang seorang ibu membuat Gita lebih merasa tenang.
Dengan penuh kesabaran,lagi dan lagi Mama Sonia harus mengajari putri kecil nya,bagaimana cara menjadi istri sekaligus teman yang baik bagi suami nya, dia cukup paham jika putri nya masih awam dengan segala hal tentang pernikahan.
" Kamu ngapain turun lagi sayang?"
" Gita haus Ma, mau ambil minum." ujar Gita sambil melepaskan pelukan nya.
" Ya sudah, minum lah sayang, jika sudah selesai kamu langsung naik ke kamar saja."
Gita menganggukkan kepala seraya meminum air putih yang sudah dia tuang ke dalam gelas nya.
"Ya udah, Gita tinggal ke kamar dulu ya Ma."
" Iya sayang."
Mama Sonia masih bertahan di lantai bawah,mengawasi para pekerja yang sedang membuka dekorasi yang di gunakan tadi siang.
Perlahan Gita membuka pintu kamar nya, di sana ada Reza yang sudah selesai mandi dengan hanya memakai celana tidur yang di siap kan oleh Gita.
" Ternyata baju pilihan gue di pakai juga." gumam Gita dalam hati nya, seraya terus melirik ke arah Reza yang masih bertelanjang dada.
" Terimakasih, kamu sudah menyiap kan baju aku." ucap Reza dengan senyum tipis yang menghiasi wajah ganteng nya.
Gita yang melihat Reza tersenyum membuat hati nya semakin tak karuan, entah perasaan apa yang dia rasakan saat ini, yang jelas Gita sendiri juga belum menyadari nya.
" Iya, ini minum nya." ucap Gita pelan.
Sebenar nya di kepala Gita masih ada pr yang belum tuntas, panggilan apa yang pantas di semat kan pada suami tampan nya ini.dia belum juga menemukan ide yang bagus.otak nya seketika mendadak eror.
" Akhh bodoh amat nanti lagi gue pikirin, mending gue mandi dulu, badan gue udah ngga nyaman banget, pada lengket- lengket semua."Gita menggerutu dalam hati nya.
Reza yang melihat tingkah aneh istri kecil nya pun hanya geleng- geleng kepala,lalu beranjak menuju ranjang, dengan satu tangan nya memegang gadget.
__ADS_1
Perlahan pintu kamar mandi terbuka, terlihat Gita yang keluar dengan rambut nya yang masih basah serta piyama tidur nya yang lengkap dengan motif Spongebob,film kartun kesukaan dia, Gita lalu duduk di meja rias nya, mengeringkan rambut basah nya, serta memasang berbagai ritual malam nya yang wajib dia olesi, Gita masih mengacuhkan keberadaan Reza, sementara Reza juga masih sibuk dengan gadget di tangan nya, hanya sesekali dia melirik ke arah Gita, setelah semua ritual nya selesai Gita beranjak ke arah ranjang empuk nya.
"Sial...Gue harus tidur di mana? Rasa nya sungguh aneh jika gue harus satu ranjang dengan dia, bagaimana jika dia....Ikhhh gue ngga mau.." ucap Gita dalam hati nya.
" Sini." ucap Reza dengan lembut sambil menepuk sisi ranjang yang kosong di sebelah dia.
" Gita.. Gita.. Kok malah bengong, sini dong! Apa kamu ngga capek berdiri terus." ujar Reza lagi dengan penuh perhatian.
Saat ini sikap Reza memang sudah berubah 180 derajat kepada Gita, dia selalu berbicara lembut, dan tidak pernah memperlihat kan sifat emosional nya, dia sudah sadar,jika dia telah melakukan kesalahan besar kepada Gita, untuk itu dia sudah bertekad mendapatkan kata maaf dari Gita,serta belajar menjadi suami yang bertanggung jawab kepada istri nya.dengan patuh nya Gita perlahan menaikkan kaki nya ke atas ranjang, dia memilih ikut menyandar kan punggung nya di sandaran ranjang.
Reza yang melihat Gita masih salah tingkah pun perlahan mendekat kan wajah nya kepada Gita, Gita yang melihat pergerakan Reza tidak bisa mengelak lagi karena kepala nya sudah terbentur ke sandaran ranjang, hanya bisa pasrah untuk melawan pun takut berdosa. Tanpa aba- aba Reza mengecup pipi Gita dengan lembut, entah dorongan dari mana yang jelas Reza tidak bisa menahan diri nya lagi, Gita yang mendapat kan perlakuan lembut itu memilih memejam kan mata nya saat hangat nya sentuhan bibir yang terasa memabukkan, ada sejuta rasa yang tumbuh bermekaran yang sulit untuk di jelas kan, entah itu cinta atau kenyamanan yang jelas Gita masih belum menyadari nya.
Reza yang melihat Gita masih memejam kan mata nya , kembali melanjutkan aksi nya,mengecup lagi pipi Gita yang sebelah kiri.
" Biar adil, takut nya yang sebelah kiri ngambek lagi." celetuk Reza sambil tersenyum hangat kepada istri kecil nya.
Gita tidak menjawab apapun, demi apa, saat ini jantung Gita benar- benar tidak bisa di ajak kompromi lagi.
" Apa dia akan meminta nya sekarang?" ucap Gita dalam hati nya, sambil meremas ujung piyama yang dia pakai.
"Tidurlah, kamu pasti capek." ujar Reza dengan membelai lembut rambut istri nya.
Gita yang semakin salah tingkah, langsung saja merebah kan tubuh nya miring membelakangi suami nya,Gita mencoba memejamkan mata nya, namun sayang mata nya tidak bisa di ajak kompromi, mencoba tidur dengan berbagai macam gaya, namun mata nya masih saja enggan untuk di pejam kan.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya guys..
Dan jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya...😍🥰😍🥰😍😍🥰😍
__ADS_1