
Mama Sonia dan Papa Herman yang menyadari kedatangan sang putri dan juga menantu nya pun tersenyum bahagia.
" Cucu Mama sebentar lagi otw Pa." bisik Mama Sonia di telinga Papa Herman.
" Hahahahahahaha....
Papa Gita tertawa besar mendengar ucapan istri nya.begitu juga dengan Mama Sonia,namun dengan cepat dia membekap mulut nya supaya putri nya tidak curiga kepada mereka.
" Lagi ketawa apaan sih Pa?" tanya Gita yang sudah ikut duduk di meja makan di samping nya juga sudah ada Reza yang sedang menunggu piring nya yang sedang di isi oleh Gita.
" Itu Mama kamu!" jawab Papa Herman dengan senyum yang masih menghiasi wajah nya.
Bagaimana tidak, kehadiran malaikat kecil di tengah keluarga mereka memang sudah sangat di tunggu, melihat putri nya keluar dari kamar dengan rambut nya yang masih basah tergerai semakin menambah keyakinan nya bahwa sebentar lagi dia benar- benar akan menjadi seorang opa.
Gita yang sudah kelaparan pun tidak terlalu menghiraukan lagi ucapan dan tatapan menyelidik dari kedua orang tua nya.
" Sayang kok banyak banget ini nasi nya?" tanya Reza yang merasa heran saat melihat Gita yang sudah mengisi penuh piring nya dengan nasi yang menggunung di tambah lagi dengan lauk pauk nya yang berlimpah.
" Ini buat kita berdua Mas, suapin." ucap Gita dengan manja, lalu merapat kan kursi nya ke samping Suami nya.
Mama Sonia dan Papa Herman kembali tersenyum bahagia, hati mereka menghangat, putri mereka yang menikah dengan terpaksa itu sudah berbahagia saat ini.
" Tumben istri gue manja banget, biasa nya kan dia selalu malu kalau berada di depan kedua orang tua nya." ucap Reza dalam hati nya.
" Mas aaa." seru Gita yang sudah membuka mulut nya menunggu suapan dari suami nya,Reza yang melihat Gita yang sudah membuka mulut nya menyuap kan nasi beserta lauk ke dalam mulut istri nya, dengan telaten dia berkali - kali menyuap kan nasi ke mulut istri nya, hingga piring mereka sudah kosong tak berpenghuni lagi, Reza hanya makan beberapa suap saja ,selebih nya Gita yang telah menghabiskan nya.
" Sayang habis, masih mau nambah?"tanya Reza yang melihat gelagat istri nya yang masih menunggu suapan lagi dari tangan nya.
" Iya Mas." jawab Gita pelan.
Reza lalu menambahkan kembali nasi dan juga lauk ke piring mereka, nafsu makan Gita memang sudah bertambah ,sudah beberapa hari ini sikap Gita memang selalu aneh.
" Sayang,kamu lapar atau bagaimana? Mama lihat sudah beberapa hari ini kamu selalu makan dengan porsi yang luar biasa."
ujar Mama Sonia yang juga merasakan ke anehan pada putri nya.
" Ngga tau Ma, Gita masih lapar aja. ayok Mas buruan.. aaa." jawab Gita yang sudah kembali membuka mulut nya.
Mama Sonia dan Papa Herman melongo melihat tingkah aneh putri nya yang begitu manja dan tidak biasa nya juga dia minta di suapi oleh suami nya.
" Mbok, BI Imas." teriak Gita memanggil asisten rumah tangga nya, saat nasi di piring nya sudah kembali kosong.
Mbok Darmi dan Bi Imas yang mendengar suara Gita pun berjalan cepat menghampiri Gita di meja makan.
" Iya Non, ada apa Non?" tanya Mbok Darmi yang sudah berdiri di dekat Gita.
" Mm Mbok, di kulkas masih ada tomat kan?"
" Seperti nya masih ada Non."
" Bagus, tolong bikinin Gita jus tomat ya Mbok. ucap Gita tanpa dosa,perut nya yang sudah terisi oleh dua piring nasi, sekarang dia masih mau menambah nya dengan segelas jus tomat,
Reza terperangah mendengar permintaan dari istri nya,dia tidak habis pikir dengan sikap istri nya saat ini.
" Sayang!"seru Reza dan Mama Sonia secara bersamaan.
__ADS_1
" Jus Tomat?"
" Bukan kah Gita tidak pernah suka dengan minuman itu!"
Beberapa Minggu telah hidup bersama dengan Gita membuat dia sedikit banyak tau tentang kesukaan istri nya, dan tomat adalah buah yang paling tidak di sukai oleh Gita.
" Kamu kok tumben minum jus tomat sayang?" tanya Mama Sonia yang juga sangat kaget mendengar permintaan putri nya, selama ini Gita selalu menolak jika di tawari jus tomat.namun hari ini dia sendiri yang meminta untuk di bikin segelas jus tomat
" Ngga tau Ma, Gita pengen aja, di sekolah juga Gita selalu pesan jus tomat kok Ma. " ucap Gita nyegir, lalu berjalan menuju arah dapur.
meninggalkan Reza yang masih berbincang hangat dengan kedua mertua nya, menjelaskan apa yang dia rasakan beberapa hari ini, sikap Gita yang begitu sensitif, dan juga sangat manja,
Mama Sonia yang mendengar nya pun membulat kan mata nya, semua nya seperti tanda- tanda yang mengarah ke ....
" Apa jangan- jangan Gita sudah hamil ya?" Mama Sonia bergumam dalam hati nya, sambil melirik ke arah Suami nya, mungkin kah apa yang ada di pikiran mereka berdua sama.
" Uhh segar nya." ucap Gita yang sudah datang dengan satu gelas jus tomat yang dia bawa dari dapur.
" Sayang! Sini duduk dulu, jangan sambil berdiri." titah reza kepada istri kecil nya.
" Iya Mas." ucap Gita sambil menganggukkan kepala nya ,lalu duduk kembali di samping suami nya yang terus memperhatikan tingkah aneh nya.
" Mau ngga?" tanya Gita menyodorkan gelas jus tomat nya kepada Reza.
" Ngga sayang, buat kamu aja, kamu apa ngga begah, udah makan nasi masih di lanjutkan dengan minum jus begini?" tanya Reza dengan sedikit berhati- hati, salah ngomong sedikit saja,istri kecil nya bisa merajuk.
" Ngga kok, malah aku masih pengen makan surabi yang ada di depan komplek sana." ujar Gita yang sama sekali tidak ada beban, lalu mengedipkan mata nya dengan wajah memohon kepada Reza.
Ketiga orang yang berada di dekat Gita tersentak tak percaya mendengar ucapan dari mulut Gita, dua piring nasi, di tambah satu gelas jus tomat belum membuat Gita merasa kenyang juga.
" Sayang... Kamu tidak merasa aneh apa dengan sikap kamu?"tanya Mama Sonia yang berusaha membuat putri nya menyadari dengan sendiri nya.
Reza dan Papa Herman masih terdiam terpaku di tempat masing- masing,dengan mulut yang terbuka lebar,begitu kaget nya mereka mendengar permintaan yang kembali keluar dari bibir mungil Gita.
" Begini sayang rumah tangga kalian kan sudah berjalan beberapa Minggu, hampir satu bulan kalian tinggal bersama,apa kamu tidak curiga sedikit pun dengan sikap aneh kamu itu!"terang Mama Sonia yang kembali berusaha menjelas kan kepada putri nya.
" Maksud Mama apa sih Ma?" tanya Gita yang masih belum paham maksud dari ucapan Mama Sonia.
" Sayang, kapan terakhir kali kamu datang bulan." tanya Mama Sonia to the point.
" Mmm kapan ya? Gita lupa Ma."jawab Gita yang masih berusaha mengingat kembali kapan terakhir dia datang bulan.
" Mampus gue." gumam Gita dalam hati nya.
Setelah cukup lama di berusaha mengingat nya,hati Gita mendadak gelisah ketika tau terakhir dia datang bulan itu sebelum kejadian pemerkosaan oleh orang yang telah menjadi suami nya,dan sekarang dia sudah mengalami yang nama nya kata telat,ya sudah 2 Minggu masa periode nya belum juga datang.
Gita berusaha menyembunyikan raut muka cemas nya di hadapan semua keluarga nya, tidak ingin semua orang terlalu berharap ,dia memutuskan untuk menyimpan rapat apa yang ada di benak saat ini.
" Nanti Gita liat dulu kalender di kamar Gita Ma."ucap Gita berbohong.
" Iya, nanti kabari Mama secepat nya."titah Mama Sonia yang sudah tidak sabar menerima kabar bahagia dari putri kecil nya yang sebentar lagi akan menjadi ibu , firasat nya sangat kuat mengatakan jika di dalam perut Gita sudah ada janin yang sedang tumbuh di dalam sana.
" Mas! Ayok temenin aku beli surabi." pinta Gita dengan manja.
" Surabi?"
__ADS_1
" Mas ih malah bengong.. Ayok buruan! nanti mamang yang jualan nya keburu pulang lagi Mas." ujar Gita memberi kode kepada Suami nya dengan tangan nya yang sudah bergelayut manja di lengan Suami nya.
" Kamu beneran masih mau makan lagi ?" tanya Reza yang masih tidak percaya dengan semua permintaan istri nya.
" Iya Mas, memang nya kenapa? Mas ngga mau nemenin aku,ya sudah aku pergi sendiri saja." ucap Gita yang wajah kesal nya ,tanpa dia sadari bahwa saat ini dia Kembali mengeluarkan sisi sensitif nya.
" Ngga sayang, bukan begitu! Malah ngambek lagi." Reza menggaruk- garuk kepala nya yang tidak gatal.pria dua puluh enam tahun itu menghela nafas panjang nya.
" Mas itu aneh deh, orang aku udah kepengen masih saja nanya terus."keluh Gita dengan wajah cemberut nya.
" Ya sudah kamu tunggu dulu, Mas mau ambil dompet sama kunci mobil nya di kamar, sebentar ya sayang." ucap Reza lalu bergegas menuju kamar nya, meraih dompet yang berada di atas nakas dan menarik asal dua jacket yang tergantung rapi dalam lemari baju nya.
" Mama mau ngga surabi nya!"
seru Gita yang sudah bersiap untuk keluar.
" Ngga sayang,buat kamu aja, Mama masih kenyang." jawab Mama Sonia sambil tersenyum.
Setelah kepergian Gita , Mama Sonia dan Papa Herman saling menatap tidak percaya dengan senyuman yang menghiasi wajah mereka berdua.
" Pa, seperti nya cucu kita benar- benar sudah otw Pa." ucap Mama Sonia dengan sambil berjingkrak senang.
" Iya Ma, tingkah aneh Gita sama persis dengan tingkah Mama waktu hamil dia dulu." ucap Papa Herman yang kembali mengingat bagaimana perjuangan nya menghadapi Mama Sonia yang sedang hamil Gita, sangat- sangat sensitif, permintaan nya juga sering aneh dan di luar nalar.
" Ih Papa, malah di ungkit- ungkit lagi." ujar Mama Sonia yang menyikut perut suami nya.
" Lah kan memang benar Ma, buah itu memang jatuh nya tidak jauh dari pohon nya, kelakuan Mama sama Gita memang tidak ada yang berbeda, semua sama,manja dan sensitif nya luar biasa." Papa Herman kembali terbawa ke dalam suasana yang sudah berlalu itu,sambil menggeleng - gelengkan kepala nya, ternyata dia berhasil juga melewati masa- masa penuh perjuangan itu.
" Semoga saja apa yang kita pikirkan ,benar- benar terjadi ya Pa."
" Iya Ma, kita tunggu saja kabar baik nya dari mereka berdua."
Di tempat yang berbeda, Hana kini tengah sibuk menelpon ke grup mereka,sudah puluhan kali dia mencoba menghubungi teman grup nya,namun hanya Kiki yang mengangkat telepon nya, berulang kali juga dia melakukan panggilan khusus kepada Gita, namun orang yang di cari itu sama sekali tidak menjawab nya.
" Dua bocil gesrek itu lagi kemana sih,dari tadi gue telepon ngga di angkat - angkat juga!"ucap Hana yang sudah merasa kesal.
" Mana gue tau,loe ganggu orang aja tau" sahut Kiki dengan ketus, yang merasa kesal karena harus mengangkat telepon saat dia tengah asyik bermain game di handphone nya.
" Santai bro, ada yang pengen gue sampai kan nih.kok jadi malah Loe yang nyolot sih Ki, harus nya itu gue yang marah, di telpon - telpon dari tadi, susah banget sih."ujar Hana yang tidak kalah sewot nya.
" buruan! Loe mau ngomong apa sih."
" Bima ternyata sudah tau tentang pernikahan Gita loh Ki." jawab Hana yang sudah tidak sanggup lagi menyimpan nya semua sendiri.
" Masa sih, pasti loe kan yang bocorin nya?"
" Sembarangan aja loe nuduh gue.tadi gue juga syok mendengar pertanyaan dari Bima, gue ngga ngebocorin apapun, malah gue berusaha untuk membuat Bima tidak percaya sama apa yang dia liat ." jawab Hana yang merasa tidak terima dengan tuduhan yang di lontarkan oleh Kiki.
" Emang nya si Bima liat apaan sih?"
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
__ADS_1
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya...😍🥰😍🥰