Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 117


__ADS_3

Hari menjelang siang,setelah menghabiskan sarapan yang di bawa oleh sang Mama,kini Gita di bantu oleh sang Mama untuk membersihkan badan nya menggunakan kain basah,karena dia belum di perbolehkan sama sekali untuk turun dari ranjang nya.sementara Reza memilih duduk menepi di ujung ruangan untuk melaksanakan meeting virtual.


Niat hati dia juga ingin membantu istri nya,namun karena bertabrakan dengan jadwal pekerjaan nya membuat dia terpaksa meminta bantuan mertua nya.beruntung nya dia memiliki mertua yang sangat pengertian dan penuh kasih sayang.


" Sayang,maafin Mas ngga bisa bantu kamu ya." ujar Reza sambil mengecup lama kening istri nya.


" Iya Mas,ngga apa-apa,udah kamu lanjut aja meeting nya di sana,' kan ada Mama yang bantuin." ujar Gita,tadi pagi dia sempat menolak tawaran dari perawat rumah sakit yang menawarkan diri nya untuk membantu Gita mengelap seluruh badan nya.alasan nya karena merasa malu jika orang lain melihat diri nya polos tanpa busana,dia lebih memilih di bantu oleh Mama nya saja.


Sedang kan Pak Herman dan Rega sudah pamit berangkat bekerja dan berjanji akan kembali nanti sore.


Ceklek


Pintu kamar rawat VVIP itu pun terbuka.nampak lah ketiga gadis remaja masuk dengan menenteng berbagai jenis makanan.mereka adalah ketiga sahabat gesrek Gita.


Beruntung nya mereka masuk setelah Gita sudah memakai kembali pakaian nya dengan lengkap,jika tidak sudah di pastikan ketiga gadis biang rusuh ini akan terpesona melihat tubuh montok nya dengan perut buncit sebagai hiasan nya.


" Assalamualaikum." ucap mereka serempak seraya melangkah masuk.


" Wa alaikum salam." jawab orang yang ada di dalam ruangan.


" Selamat pagi Mas Reza , Tante." sapa mereka lebih kompak lagi.


menyadari akan kekompakan mereka yang kembali terjadi tanpa komando,ketiga gadis itu nyegir seketika saling menatap.


" Tumben akur!" seru Gita yang merasa curiga dengan kesolidan ketiga biang rusuh itu.


" Jangan menghina deh! kita'kan memang selalu akur bagaikan gembok dan kunci yang tidak terpisah kan." ujar Lusi mendrama.


" Widih...Mulai deh puisi nelangsa nya keluar." ledek Kiki.


" What? Apa yang loe bilang barusan? Belum coba cium kaos kaki gue loe ya." seru Lusi yang bersiap melepas kaos kaki nya sebagai senjata untuk membalas kejahatan Kiki terhadap diri nya.


" Sudah...Sudah ayok jalan masuk." tegur Hana yang di patuhi langsung oleh kedua gadis rusuh yang juga merasa malu karena Reza menatap mereka dengan pandangan yang sulit di terjemahkan.


" Pagi juga Nak....Ayok ke sini.kalian ngga ikut gladi resik?" tanya Mama Sonia curiga.

__ADS_1


" Gladi resik nya di undur menjadi nanti sore jam tiga an Tante." jawab mereka dengan kompak lagi.


" Ciye...Ciye..Adik kakak walaupun beda bapak sama Ibuk." Tawa Gita pecah saat berhasil membuat wajah ketiga sahabat nya pias bagaikan mayat hidup setelah mendapatkan ledekan maut dari orang yang mau mereka besuk.


Gita merasa senang dan juga bahagia karena kedatangan ketiga sahabat nya yang mampu membuat perut nya kram karena selalu tertawa jika bersama mereka setelah seharian kemaren merasa bosan dan jenuh tanpa melakukan kegiatan lain.


" Loe puas banget deh ngeledek kita-kita." sahut Lusi merasa jengah di katain oleh ibu hamil yang sedang sakit itu.


" Tau tuh..Pulang aja yok." sambung Kiki lagi yang juga merasa tidak terima di katain adik kakak sama Lusi si drama queen.


" Bercanda doang...Jangan di masukin ke hati yae lah.kayak lagi pms aja loe berdua..


Kedatangan kalian adalah hiburan tersendiri bagi gue.makasih ya kalian udah nyempetin datang lagi."


" Maka nya jangan ngeselin jadi orang, kita ini adalah orang yang super tulus sama loe walaupun loe suka ngatain kita- kita,terlebih gue yang selalu kena omelan pedas dari mulut rempong loe itu."keluh Lusi tanpa jeda.


" Udah belum? " tanya Gita malas.


" Ihhh..Kan ngeselin lagi deh ibu hamil satu ini." ujar Lusi kesal yang ingin mencubit lengan Gita. namun langsung di sambut oleh suara deheman dari laki- laki yang duduk di ujung ruangan dengan laptop yang menjadi teman nya.


Lusi yang merasa kaget karena kepergok oleh singa jantan yang ingin menyakiti istri nya jadi salah tingkah dengan mulut yang tertutup rapat.


" Hahahaha..Mampus loe!" seru Kiki yang langsung di balas kontan dengan cubitan cabe rawit di paha nya.


" Aww.Sakit bego." ucap nya mengaduh.


Meskipun sedang melakukan meeting dan menatap fokus dengan layar yang ada di depan nya,namun mata dan telinga Reza tetap siaga memantau segala pergerakan yang terjadi di dekat ranjang sang istri.


Hana yang menyadari Reza sedang menatap tajam ke arah mereka langsung menoel pelan tangan Lusi dan juga Kiki untuk memberi kode jika sang singa sedang melirik ke arah mereka. Kiki yang mengerti maksud kode dari Hana mulai menjaga ucapan dan sikap nya karena merasa sungkan dengan singa jantan yang berada di ruangan yang sama.


" Eh..Tapi tunggu dulu deh,kalian emang nya mau gladi resik apaan?" tanya Gita penasaran.


" Emang nya loe belum dapat undangan nya?" tanya Hana balik.


" Undangan? Dari siapa?" tanya Gita sambil menggeleng.namun mulut nya tetap setia mengunyah buah apel yang sudah di kupas oleh sang Mama.

__ADS_1


Mama Sonia yang sadar belum menyampaikan undangan kepada putri nya bergegas membuka suara .


" Undangan nya datang kemarin sore ke rumah kita sayang.undangan itu untuk kamu dari panitia pelaksana perayaan kelulusan kalian." ujar Mama Sonia memberi tahu.


" Perayaan hari kelulusan?" tanya Gita tidak percaya.


Semangat dan kebahagiaan yang tadi datang mendadak sirna sudah setelah mengetahui perayaan hari kelulusan mereka dalam hitungan jam akan di lakukan.sementara dia masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.tanpa bertanya pun dia sudah tau jawaban apa yang akan di berikan oleh suami nya.


" Maafin Mama yang lupa kasih tau kamu ya sayang,di undangan itu juga terselip surat yang menyatakan jika kamu lulus sebagai nilai tertinggi dan terbaik di SMA Karya bakti."


sambung Mama Sonia menenang kan putri nya yang tampak bersedih.


" Iya loh Git,loe keren banget,nilai loe sangat memuaskan kan.di undangan gue juga terselip surat yang di atas nya tertulis nama loe sebagai juara nya." sahut Kiki lagi.


Gita tidak merespon lagi apa yang di ucapkan oleh sang Mama dan juga ketiga sahabat nya.


pikiran nya mengudara jauh membayangkan diri nya yang tidak bisa ikut serta dalam kegiatan yang menyenangkan itu.


Tetesan air mata nya runtuh bak banjir bandang yang tidak bisa di prediksi.


" Sayang,jangan bersedih seperti ini.ingat kondisi kamu saat ini.ada mereka di dalam sana yang selalu menginginkan mama nya ceria supaya mereka tidak merasa tertekan di dalam ." ujar Mama sonia memberi pengertian.


Hana,Kiki dan Lusi yang mengerti maksud dari tangisan sahabat mereka juga ikut menitikkan air mata kesedihan.


Mereka tidak pernah membayangkan mimpi yang dulu pernah mereka rajut ternyata tidak sesuai dengan garis takdir yang sudah di berikan oleh sang pemilik kehidupan.


" Gita pengen ngerasain kebersamaan itu untuk yang terakhir kali nya Ma,hiks..Hiks.." tangis Gita semakin pecah kala menyadari mimpi nya tidak akan bisa terwujud.


Jangan lupa Like .Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author..

__ADS_1


Terimakasih semua nya..😍🥰😍🥰


Jangan pernah bosan untuk mampir di novel receh author ini..😊😊🤭🤭


__ADS_2