
Sesuai dengan janji yang sudah di ikrar kan nya sebelum berangkat bekerja tadi pagi.siang ini tepat pada pukul 12 siang lebih sedikit.Mobil Reza sudah terlihat memasuki pekarangan rumah nya.
Beruntung nya dia bisa menyelesaikan sejumlah agenda meeting nya tepat pada waktu, sehingga dia bisa pulang dan menepati janji nya untuk mengantar istri nya ke rumah sakit untuk check kandungan.
" Assalamualaikum." ucapan salam dari Reza terdengar dari arah pintu masuk.
" Wa alaikum salam." jawab kedua calon Oma tersebut.
" Gita mana Ma?" tanya Reza sambil mencium satu persatu tangan kedua sosok wanita yang sangat dia sayangi.berkat mereka berdua lah, sehingga dia bisa bertemu dan menikah dengan istri nya.
" Lagi ngambil tas nya yang ketinggalan di atas." jawab Mama Sonia menerima uluran tangan menantu nya.
Reza hanya mengangguk kan kepala nya mendengar jawaban dari sang Mama.
" Mama kapan sampai Ma?" tanya Reza kepada wanita pemilik surga nya.
" Udah dari tadi Mama disini nungguin kamu pulang, kerjaan kamu masih padat ya?"
" Iya begitu lah Ma, besok bahkan Reza harus keluar kota untuk meresmikan pembukaan cabang perusahaan kita yang di kota m itu." jawab Reza sedikit sendu,entah bagaimana cara dia menjelaskan atas kepergian nya besok pagi kepada istri nya.hati nya sungguh di buat galau,ini adalah impian nya namun dia juga tidak tega meninggalkan istri nya yang sedang hamil besar untuk jangka waktu yang terbilang cukup lama bagi Reza.selama ini mereka tidak pernah terpisah.walaupun ada pekerjaan mendesak di luar kota,dia selalu meminta bantuan kepada sang Papa atau pun Asisten nya untuk mengganti kan posisi nya,namun kali ini kedatangan dan kehadiran nya sangat di butuhkan sebagai CEO pendiri dan penggagas ide.
" Lah Papa katanya juga mau ke luar kota? Kenapa kamu harus ikut juga?" tanya Mama Meri yang belum tau tujuan kedua laki-laki dewasa yang sangat berarti dalam hidup nya.
" Beda Ma,Papa mau pergi ke kota y untuk mengecek cabang baru yang masih tahap pembangunan, sedang kan Reza harus ke kota m untuk meresmikan cabang baru yang sudah berjalan beberapa hari ini. dan ini lah alasan nya kenapa Reza harus berangkat,karena tidak ada yang bisa mewakili Reza,selain Papa." jawab Reza sambil menunduk mengusap wajah nya yang terlihat lelah.
" Reza bingung bagaimana cara pamit nya kepada Gita, sedang kan tidur saja dia selalu terbangun jika Reza tidak ada di samping nya."cicit nya lagi.
Hati kedua calon Oma itu menghangat melihat bagaimana khawatir nya sang putra yang akan meninggal kan putri nya beberapa hari ke depan.padahal masih ada mereka yang bisa membantu menjaga istri nya.jika sudah bucin akut memang susah untuk di redam.
" Kamu coba jelasin pelan-pelan,dan beri pemahaman yang masuk akal kepada istri kamu,mood hamil nya lagi berantakan dan butuh dukungan,harus pakai kepala dingin dan kesabaran yang extra." nasehat Mama Sonia kepada menantu tampan nya.
" Iya Ma, Reza mengerti."jawab Reza yg sudah menemukan jurus terjitu untuk memperlancar kunjungan kerja nya.
__ADS_1
" Habiskan waktu kamu beberapa jam sebelum berangkat bersama istri kamu,entah itu jalan atau pun hanya duduk mengobrol berdua.Mama yakin Gita mau memberikan kamu izin.asalkan bicara kan dengan baik- baik." sambung Mama Meri ikut memberi petuah bijak kepada putra nya.
Dan di terima dengan anggukan kepala dan acungan jempol dari penerima petuah itu.
" Iya Ma,Terimakasih atas saran nya."jawab Reza sedikit merasa lapang di dada nya,sejak berada di kantor tadi,hati dan pikiran Reza sangat gelisah karena memikirkan langkah apa yang harus dia ambil untuk melunak kan hati Gita.
Sudah 10 menit Reza menunggu sambil mengobrol bersama kedua Mama nya,namun Gita belum juga terlihat turun.tidak ingin istri nya kenapa-kenapa,Reza memutuskan untuk menyusul saja istri nya ke lantai atas.
"Reza lihat Gita nya dulu ya Ma." pamit Reza sambil melangkah menuju lift.
Jika dia memilih naik melalui tangga ,takut nya sang istri malah turun lewat lift,demi mencegah istri nya turun tanpa pendampingan dari dia,Reza dengan gerakan cepat memencet tombol lift.
Ting..
Bunyi lift terdengar sebagai pertanda jika mereka sudah sampai di lantai yang di tuju,Reza yang sedang asyik memainkan ponsel nya,lalu menyimpan kan kembali ponsel canggih milik nya setelah mendengar alarm tanda berhenti.
Ceklek
" Sayang...." panggil Reza dengan gerakan berlari dan merentangkan kedua tangan nya seperti film-film India.
" Kamu ngapain di sini sayang? Baju nya kenapa di keluarin semua nya?" tanya Reza melihat banyak nya tumpukan baju yang berserakan di atas kasur dan juga lantai kamar mereka.
" Ini baju nya sudah ngga muat lagi sama aku,dari pada menuhin lemari,jadi aku keluarin aja deh." jawab Gita dengan polos nya.
" Ya ampun sayang,kamu ngga harus mengeluarkan semua ini sendiri,kenapa ngga minta bantuan sama si Mbok dan juga Bi Imas sih." ujar Reza sambil mencubit gemas pipi istri nya yang terlihat sangat lucu.
" Ngga papa kok Mas, aku masih bisa sendiri,jika aku sudah ngga sanggup lagi tanpa kamu ingatin,toh aku akan datang meminta bantuan dengan sendirinya." Jawab Gita sambil tersenyum manis.
Akhirnya nya dengan bantuan dari suami nya, mereka berhasil menyingkirkan baju yang berserakan di atas kasur dan juga di atas lantai.
"Beres..." ucap Reza senang melihat kamar mereka kembali rapi dan bersih.
__ADS_1
" Berangkat sekarang yok sayang, Oma-Oma sudah menunggu di lantai bawah." ajak Reza sambil mengait jemari di sela- sela jemari istri nya.
Kedua calon Oma yang terlihat sedang sibuk bergosip langsung berdiri kala melihat kedatangan putra dan putri mereka.sontak kedua calon Oma itu menyambut kedatangan mereka dengan senyuman dan semangat.
"Langsung berangkat aja Ma." ucap Reza sambil terus berjalan lurus menuju pintu yang sudah terbuka lebar.
Mama Sonia dan Mama Meri yang sudah siap, mengangguk kan kepala mereka dan mengikuti Reza dan Gita dari belakang.
Setelah dari rumah sakit milik keluarga Wijaya. hasil kesepakatan bersama mereka melipir sebentar masuk ke salah satu mall yang letak nya tidak terjauh dari rumah sakit tadi.
Untuk berbelanja keperluan calon baby twins yang di perkirakan akan lahir akhir bulan ini.
Pasangan suami istri itu terlihat sangat bahagia dan sudah tidak sabar menanti kelahiran baby twins mereka.begitu pun dengan kedua calon Oma yang terlihat begitu antusias memilih semua bentuk pernak pernik yang mereka anggap lucu dan menggemaskan jika dia pakai oleh kedua calon cucu mereka.
Setiap baju yang mereka pilih selalu berwarna pink dan biru karena jenis kelamin calon cucu mereka memang cewek dan cowok.
Di saat kedua calon Oma tengah sibuk memilih perlengkapan baby twins.Mata Gita tidak sengaja melihat dress berwarna lemon selutut dengan motif bunga kecil di sekeliling nya.
" Mas." panggil Gita dengan mesra.
" Hm?" jawab Reza yang terlihat fokus menatap ke arah ponsel nya.
" Mas,kita ke sana aja yuk."ajak Gita sambil menggoyangkan lengan suami nya.
Mata Reza mengikuti kemana arah jari telunjuk istri nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya.
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi author.
Terimakasih semua nya 😍🥰😍🥰