
Sementara di tempat yang berbeda,tepat nya di kediaman Keluarga Wijaya . Suasana makan malam kali ini terasa menegangkan.tidak ada obrolan atau pun canda tawa yang menemani makan malam hari ini.semua memilih bungkam fokus menghabiskan makanan yang ada di depan mereka, hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang beradu nyaring.
" Bagaimana keputusan kamu?" tanya Pak Anton dengan tegas.
" Ya mau bagaimana lagi! Reza tidak punya pilihan lain bukan? Semua ada di tangan Papa." jawab Reza yang sudah pasrah akan nasib hidup nya.
" Ya memang sudah sebaik nya seperti itu!
Berani berbuat, berani bertanggung jawab. besok siang ikut Papa untuk menemui Herman di kantor nya, siap kan mental mu! jangan sampai kamu mengecewakan kami lagi!"
" Baik lah." ucap Reza santai .lalu berdiri meninggalkan meja makan.
Pak Anton hanya geleng- geleng kepala melihat tingkah sang anak yang tidak jauh dari sifat yang dia punya, keras dan emosi nya tidak terkendali.
" Anak itu benar- benar menguji kesabaran ku, sifat nya sama persis seperti aku masih muda! Memang tidak salah ada pepatah yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak akan jauh dari pohon nya." ucap Pak Anton dengan tertawa kecil, menertawai diri nya sendiri .
Pikiran Pak Anton menerawang jauh ke masa lalu nya.melihat sikap dan gaya hidup Reza memang cerminan diri nya sewaktu muda dulu.
" Tumben Papa menyadari nya sendiri! Biasa nya kalau Mama kasih tau pasti selalu menolak dengan berbagai alasan." seru Mama Sonia dengan nada mengejek.
Hahahaahahaaha .....
" Selama ini bukan nya Papa tidak menyadari nya Ma, hanya saja Papa masih ragu, kali ini semua membukti kan nya! dia benar- benar putra tunggal Wijaya." ucap Pak Anton dengan menunjuk diri nya sendiri.
" Ih si Papa! Jadi selama ini Reza anak siapa?" tanya Mama Sonia dengan bola mata nya yang hampir melompat keluar.
__ADS_1
" Ya anak Papa juga, tetapi kali ini dia lebih membuktikan, lebih akurat dari pada tes DNA." ucap pak Anton santai dengan tersenyum puas,karena telah berhasil menggoda istri nya.
" Papa sama Reza benar- benar deh, tapi Pa! Sudah syukur Alhamdulillah dia mau bertanggung jawab, dan kita tidak perlu bekerja keras untuk memaksa nya lagi! Mudah-mudahan nanti saat menjalani pernikahan nya, dia bisa berubah semakin baik lagi, meski sekarang belum ada cinta, pelan- pelan cinta itu bakal tumbuh dengan sendiri nya."
" Iya Mama benar, lihat saja nanti! Dia yang bakal bertekuk lutut di depan Gita, kalau sampai dia menyakiti Gita lagi! Papa akan memberi nya pelajaran yang tidak akan bisa dia lupakan seumur hidup nya!" ancam Pak Anton.
" Iya Pa, Mama juga bakalan marahin dia kalau sampai Gita tersakiti lagi, Gita calon mantu idaman Mama! Dari dulu nih ya Pa, setiap ketemu Gita , Mama selalu ngomong dalam hati Mama... Ya Allah pengen banget punya mantu kayak Gita, udah cantik ,baik ,pintar, nurut lagi sama orang tua nya, eh ngga tau nya malah jadi kenyataan, walau harus dengan cara seperti ini, setidak nya doa Mama di Kabul kan yah Pa." ucap Ibu Meri dengan semangat.
Pak Anton juga ikut merasa senang jika Reza berjodoh dengan Gita. dengan kedua nya menikah hubungan antara keluarga yang sudah terjalin lama menjadi lebih erat lagi.bukan hanya karena mereka bersahabat atau harus bertanggung jawab.tetapi Pak Anton melihat jika di dalam diri Gita terpancar aura ketulusan yang mampu membawa perubahan bagi Reza yang brutal itu.Dan dia juga sangat menyakini suatu hari nanti Reza akan menjadi suami yang sangat bucin terhadap istri .
" Yah semoga saja semua nya akan baik- baik saja ya Pa! Mama harap, Gita mau memaafkan Reza, dan mau menerima Reza sebagai suami nya."
" Papa juga berharap nya seperti itu Ma! Semoga setelah menikah nanti dia tidak lagi bermain perempuan di luar sana."
Reza yang sudah kembali ke kamar nya langsung menuju ke balkon, mengambil rokok nya dan menghisap nya dalam - dalam, saat ini pikiran nya sedang kacau, jiwa nya tidak tenang.
Huftttt....
Reza membuang nafas nya dengan kasar.mengeluarkan sejumput sesak yang mendekap di dalam dada nya.
" Pernikahan macam apa yang bakal gue jalani! Rega pasti masih marah kepada gue !" ucap Reza dalam hati nya sambil mematikan puntung rokok nya,lalu berjalan mendekat ke pagar balkon. menghirup dalam - dalam udara malam yang terasa menyejuk kan jiwa nya, menatap luas nya hamparan kota j yang terlihat indah di malam hari, menengadah kan kepala nya ke atas langit, menatap terang nya bintang - bintang yang bersinar malam ini, berharap jika ada dewa penolong yang datang menyelamat kan dia dan membantu dia menyelesaikan semua masalah hidup nya.
" Kenapa kemarin bisa- bisa nya gue kepikiran buat melampiaskan dendam gue kepada adik nya Rega ya! Sekarang gue sendiri yang kalang kabut di buat nya, Bodoh....Bodoh...." teriak Reza dengan menjambak kasar rambut nya.
"Ini semua gara- gara si Sheila! Awas saja loe kalau gue ketemu sama loe nanti! Akan gue kasih pelajaran yang setimpal sama loe!"ucap Reza dengan mengepal kan seluruh jari- jari nya.
__ADS_1
Setelah puas memandang luas nya kota j .
Reza berjalan masuk ke dalam kamar nya, menutup asal pintu ke arah balkon dan langsung menghempas kan bokong nya dengan kasar, di atas ranjang yang menjadi saksi kebejatan nya terhadap Gita. cukup lama dia menatap ke atas ranjang yang sangat bersejarah itu, bahkan sprei sisa pergulatan panas nya masih dia simpan rapi di dalam lemari nya dengan berbungkus plastik.
Entah apa maksud dan tujuan nya, yang jelas dengan bangga nya dia menyimpan bukti bahwa dia telah merenggut paksa mahkota Gita yang masih tersegel rapi,tanpa celah sedikit pun.
Karena memikirkan peristiwa kelam itu membuat sang junior nya kembali merindukan sempit nya lobang milik Gita,
Reza berulang kali meraup wajah nya,berusaha menyadarkan diri nya, dengan menggelengkan kepala nya.tidak mungkin jika dia harus bermain solo di kamar mandi,rasa nya pasti sangat berbeda saat bertemu gawang sempit nya. dengan malas, akhir nya dia mengambil gadget nya yang berada di atas nakas.
berharap dengan sibuk bekerja membuat junior nya yang sudah berdiri tegak kembali melemah tanpa menyakiti nya.
" Sial...membayangkan nya saja ini barang sudah berdiri tegak..Huft.... Dari pada gue mikirin cewek itu terus! Mending gue ngecek kerjaan yang kemarin di kirim Alan lewat email."
Reza mulai membuka gadget nya ,meneliti satu persatu email yang di kirim oleh Alan sang Asisten pribadinya.
" Banyak banget lagi dokumen yang mesti gue cek! Perasaan gue baru satu hari deh libur nya, Dokumen yang menumpuk sudah menggunung begini? benaran ngga sih ini!?" Reza ngedumel dan langsung menelpon Asisten pribadi nya.
Jangan lupa Like. Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar ya guys...
Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya...
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua...😍🥰😍😍🥰