Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 153


__ADS_3

" Mau jemput kemana Bang?" tanya Gita tidak bersemangat.


Rega langsung mengambil posisi duduk di sebelah sang adik.


" Jalan-jalan." jawab Rega sambil menaik turun kan alis nya.


Dalam kondisi Gita yang hamil tua seperti ini,membuat semua anggota keluarga nya harus lebih peka lagi dalam menjaga mood ibu hamil itu.bahkan kiriman makanan dari Mama mertua nya sudah dua hari ini juga membludak bagaikan kapal pecah,setiap hitungan jam,ada saja mobil yang datang mengantar kan makanan kesukaan Gita.bukan karena tidak menghargai kiriman atau pemberian dari mertua nya,namun selera makan Gita yang benar-benar sedang tidak baik-baik saja.membuat dia mengabaikan begitu saja makanan yang tersusun rapi di atas meja makan.


" Mau.." jawab Gita sumringah.


" Benaran ya Bang, ngga boleh janji palsu." imbuh nya lagi,dengan tatapan mata mengintimidasi.


" Iya, tapi kamu harus makan dulu! Biar ada tenaga untuk jalan - jalan nanti siang." titah Rega menasehati sang adik yang sama sekali belum menyentuh makanan yang ada di piring nya.


" Siap." jawab Gita bersemangat.


Dalam hitungan menit nasi yang sejak tadi di abaikan kini sudah berpindah habis tak bersisa masuk ke dalam perut ibu hamil itu.


Semua anggota keluarga yang berada di meja makan itu,tidak mampu berkomentar apapun,selain hanya diam dengan menyimak.


" Ini baru pintar." ucap Rega sambil mengacungkan kan dua jempol nya kehadapan Gita.


" Emangnya aku anak kecil,pakai di kasih hadiah jempol." sungut Gita merasa kesal.


" Nanti jangan lupa siap-siap dan Abang ngga mau harus pakai kata menunggu." ucap Rega sambil berlalu melangkah keluar.


" Iya." jawab Gita.


Sikap frustasi yang sempat di rasakan oleh Gita karena di tinggalkan suami nya,kini berganti haluan sejak mendengar kata jalan-jalan yang keluar dari mulut Abang nya, meskipun hanya sekedar jalan ke mall.itu sudah sangat berharga bagi Gita yang jarang bisa keluar bebas menikmati dunia luar.


" Ma,Gita ke atas dulu ya, mau siapin baju nya dulu." ucap Gita bersemangat.padahal hari masih pagi, tetapi dia nampak begitu antusias untuk menyiapkan semua keperluan nya.


Bahkan sang Mama saja belum sempat menjawab nya,dia sudah terlebih dahulu berlalu menuju lift khusus untuk diri nya seorang.


Gita tengah sibuk memantapkan baju yang akan di pakai siang nanti.


Di depan cermin meja rias nya,Gita tengah berdiri menatap tubuh nya yang semakin lebar ,kaki dan tangan nya bahkan sudah ikut membengkak.


Gita mulai kembali merasa insecure dengan


penampakan bobot tubuh semok nya.


" Badan gue sampai lebar dua kali lipat seperti ini." gumam Gita sambil terus mencari baju yang cocok yang akan dia gunakan nanti.


Semua lipatan baju yang berada di lemari pakaian nya sudah terjamah oleh tangan nya, namun Gita belum juga menemukan baju yang pas dan sesuai dengan selera nya.


" Gue pakai baju apa ya? Kondisi tubuh besar seperti ini membuat gue kesulitan menentukan pilihan." lanjut nya lagi.


Saat rasa insecure itu mulai datang lagi, tiba-tiba saja bisikan positif masuk telinga kanan Gita.


".Kamu tidak gendut sayang, Mas malah semakin cinta sama kamu yang seperti ini,

__ADS_1


selain tambah cantik kamu juga sangat seksi di mata Mas."


Kata- kata itu sama persis seperti yang pernah di ucapkan oleh suami nya.bagaikan sebuah energi positif bagi Gita yang sempat down karena body nya yang sudah tidak se indah dulu lagi.


Perlahan senyuman di wajah Gita tampak melebar,pikiran negatif nya hilang dan hati nya mulai tenang karena mengingat sugesti positif dari suami nya.


***


Di kota M sana, Aldo tengah membereskan semua kekacauan yang terjadi akibat ulah wanita ulat bulu itu.semua karyawan yang terlibat dalam skandal video panas itu kini sedang berkumpul di ruangan khusus yang sudah mereka sedia kan.Aldo dengan di bantu beberapa Bodyguard Reza mulai mengintrogasi satu persatu karyawan pria dewasa ini.


Sementara Reza lebih tertarik melanjutkan pekerjaan nya yang masih belum rampung 100 persen.


" Kalian lihat ini."teriak Aldo karena merasa geram dengan ulah karyawan nakal nya yang masih bungkam menyembunyikan perangai licik mereka.


Layar monitor yang ada di depan mereka kini mulai berputar menampilkan rangkuman video yang sudah di susun rapi oleh Aldo tadi malam.


Bless...Kaki semua karyawan pria itu mulai bergetar hebat.rongga dada mereka mulai kembang kempis.


" Kurang ajar kalian semua, Perusahaan ini di dirikan sebagai tempat bekerja dan untuk mencari nafkah untuk keluarga kalian,kenapa malah kalian jadi kan tempat berpesta wanita."


Aldo kembali berteriak marah- marah, Amarah dan rasa capek nya membuat darah tinggi nya semakin tidak terkontrol kan lagi.


Mulut mereka yang tadi sempat mengelak kini terbungkam rapat menahan malu yang tidak bisa di jelas kan lagi.wajah penuh nafsu mereka terpampang jelas tanpa di blur sedikit pun.suara ******* dan teriakan nikmat mereka juga terdengar menjijikkan di dalam video itu.


Tidak ada yang berani menatap ke arah Aldo,semua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


" Masih ingin mengelak juga?" tanya Aldo.


" Satu persatu maju ke depan dan tanda tangani surat resign kalian sekarang juga " bentak Aldo dengan menggebrak keras meja yang ada di depan nya.


" Harus nya saya bersama Tuan muda datang ke sini meresmikan cabang perusahaan baru,ini malah kalian tambah dengan pekerjaan yang tidak penting tetapi sangat memalukan ini." sahut Aldo lagi.


" Umar! Bawa semua berkas itu kesini." pinta Aldo kepada anak buah nya yang berdiri di samping meja.


" Siap Asisten Aldo." jawab Patuh bodyguard yang bernama Umar itu.


Aldo menatap tajam kumpulan pria yang tertunduk lesu itu.


" Maju!" bentak nya lagi.


Dengan terpaksa karyawan yang berada di barisan paling depan itu,maju karena sudah di tarik paksa oleh anak buah Reza yang berada di ruangan itu.


" Tanda tangani sekarang juga.tanpa ada pesangon sepersen pun." ucap Aldo sambil tersenyum licik.


" Mampus kalian! Berani nya kalian bersenang -senang di wilayah kekuasaan Tuan muda." gumam Aldo dalam hati.


Sejumlah sanksi memberatkan sudah di siap kan Aldo tanpa memberitahu kepada karyawan pria tersebut,ini merupakan pelajaran bagi mereka semua yang tidak berpikir panjang sebelum bertindak lebih jauh.


" Maaf Asisten Aldo." ucap karyawan yang berada di barisan depan itu.


" Saya sudah tidak butuh kata maaf kalian lagi,cepat tanda tangani surat ini ,lalu angkat kaki kalian dari sini."ucap Aldo dingin tanpa memperdulikan wajah syok dari semua karyawan nya.

__ADS_1


Lama memandang surat yang terbuka di atas meja itu,akhir nya karyawan pria itu mulai membubuhi tanda tangan nya tanpa bisa mengeluarkan suara protes lagi.


" Masih untung kalian semua tidak di bawa ke meja hijau." imbuh Aldo lagi.


Yang membuat semua karyawan itu tampak mulai berpikir jernih.apa yang di ucap kan Aldo benar ada nya.


Jika saja Tuan muda nya membawa perkara ini ke pengadilan,sudah di pastikan mereka semua akan mendekam di balik jeruji besi tanpa ada kata ampun.


" Nasib baik Tuan muda tidak memenjarakan kita." bisik- bisik karyawan yang berada di barisan paling belakang mulai terdengar ricuh.


" Iya, Asisten Aldo benar,lebih baik kita turuti saja kemauan Asisten Aldo,dari pada kita di penjara kan." sambung karyawan lain nya.


Akhirnya tanpa mendapatkan paksaan lagi,mereka maju satu persatu menandatangani surat resign yang sudah tertulis nama mereka di dalam nya.


" Silahkan keluar dan bereskan semua barang-barang kalian,lalu angkat kaki dari sini." ucap Aldo sambil menatap ke arah laptop nya , sedang kan surat resign itu di urus oleh anak buah nya.


Semua karyawan pria itu tertunduk lesu melangkah keluar dari Perusahaan milik Reza.semua desas-desus dari karyawan yang tidak terlibat mulai terdengar ricuh membicarakan pemberhentian paksa sejumlah karyawan pria ini.


" Ada masalah apa mereka semua,sehingga di pecat secara tidak hormat seperti itu." bisik karyawan wanita yang sedang berkumpul di area lobby kantor.


" Iya ya? Kenapa mereka bisa di pecat secara bersamaan seperti ini?" imbuh karyawan yang bertugas sebagai receptionist itu.


" Pasti kesalahan yang mereka perbuat sangat fatal dan merugikan perusahaan." sambung karyawan pria yang tidak ikut dalam rombongan pria nakal itu.


" Benar juga tuh." jawab yang lain nya.


Tanpa mereka sadari,dari arah belakang datang lah Alan asisten pertama Reza yang di hubungi khusus oleh Aldo untuk datang membantu nya menyelesaikan masalah dadakan ini.


"Kerja! Jangan sibuk menggosip jika tidak ingin nasib kalian sama seperti mereka." ucap Alan tegas secara tiba-tiba,entah dari mana dan kapan dia datang,yang jelas secara mendadak Alan sudah berdiri di belakang mereka.


" Ba- baik Asisten Alan." jawab mereka patuh lalu membubarkan barisan gosip mereka.


Tap..


Tap.


Tap..


Langkah kaki Alan terlihat terburu-buru mencari keberadaan Aldo, partner kerja,teman berdebat sekaligus teman senasib seperjuangan nya.


" Bro!" sapa Alan mengagetkan Aldo yang sedang fokus dengan layar laptop nya.


"Ketuk pintu bisa kan Bego! Jangan menambah penyakit gue lagi." sahut Aldo kesal.


Jangan lupa Like.Vote dan berikan komentarmu di kolom Komentar walaupun hanya satu kata..


Mampir juga di Novel kedua saya yang berjudul.


" Terpaksa menjadi istri kedua."


Terimakasih semua nya.😍🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2