Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 89


__ADS_3

" Sayang! Ini tidak seperti yang kamu lihat.Mas bisa jelasin semua nya."ucap Reza yang terus berusaha menenangkan istri nya.


" Kamu mau jelasin apalagi?Aku sudah melihat sendiri apa yang kalian lakukan di ruangan ini.Apa kamu udah ngga cinta lagi sama aku Mas?" ucap Gita dia sela tangis nya.


" Sayang jangan ngomong seperti itu,Mas sangat mencintai kamu dan selalu mencintai kamu dan calon anak kita ,tadi si wanita itu langsung saja memegang wajah Mas,belum sempat Mas melepas tangan nya kamu sudah keburu masuk.maafin Mas udah bikin kamu nangis seperti ini."


Cup...


Cup...


Reza terus mengecup bola mata yang mengeluarkan buliran bening itu, walaupun Gita sudah tidak memberontak lagi tetapi buliran bening itu masih setia bercucuran tanpa kata lelah.keberadaan Chintya benar- benar meresah kan bagi rumah tangga nya.


"Belum sempat bagaimana? Mungkin kalau aku ngga datang kamu sudah membalas si pelakor itu.jahat banget sih kamu Mas,apa karena aku sudah gendut seperti ini maka nya kamu cari perempuan lain." ucap Gita yang kembali memukul dada suami nya dan mencubit pinggang suami nya.


Reza yang sedang kalut tidak lagi merasakan kesakitan. yang ada di benak nya saat ini bagaimana cara menenangkan dan meyakin kan istri nya.


" Sayang! Mas sama sekali ngga ada hubungan apapun sama si wanita ganjen itu,kalau kamu ngga percaya kamu boleh tanya Alan dan juga Aldo.setiap kali dia datang kesini Mas selalu meminta Alan untuk ikut serta masuk ke dalam ruangan. Karena Mas ngga mau terjadi salah paham.ternyata apa yang Mas pikir kan akhir nya terjadi juga.dia memang sudah lama mengungkap rasa suka nya sama Mas,tapi Mas selalu menolak nya!Dia merupakan anak dari rekan bisnis Mas." jawab Reza yang kembali berusaha menyakitkan istri nya, meluluh kan keras nya tembok kecurigaan di hati istri nya.


" Kenapa Mas tidak mengusir saja dia keluar,apa kamu juga suka melihat penampilan nya yang seperti itu?" tanya Gita penuh selidik.kedua bola mata nya melotot tajam seolah akan melompat keluar dari tempat nya.


"Tadi kami memang sedang membahas pekerjaan,setelah selesai Mas memang sudah meminta dia untuk segera keluar,tetapi dia selalu menolak nya dengan berbagai alasan.tadi posisi duduk kami juga tidak seperti yang kamu lihat.entah kenapa ulat bulu itu tiba- tiba saja sudah menempel di samping Mas." ucap Reza sambil mengelus punggung istri nya .


Hiks...Hiks...


Tangisan Gita masih belum berhenti juga,karena kelamaan menangis bahkan hidung nya juga sudah memerah karena ikut mengeluarkan cairan.ruangan Reza sekarang di penuhi oleh sampah tissu yang berserakan.bahkan tanpa berpikir panjang sesekali Gita juga mengelap ingus nya menggunakan kemeja yang di pakai suami nya.Reza yang sedang tidak ingin menambah masalah membiarkan saja istri nya berbuat sesuka hati nya.


" Sudah jangan nangis lagi sayang!" ucap Reza membantu mengelap air mata dan juga ingus istri nya yang keluar secara bersamaan.


"Kalau kamu sedih seperti ini,anak kita juga sedih di dalam sana.kamu ingat kan apa kata dokter kemaren! Kamu ngga boleh stres dan itu akan berpengaruh sama anak kita. udah ya sayang! Coba kamu tarik nafas dulu." ucap Reza lembut berusaha memberi pengertian kepada istri nya yang terus menangis karena cemburu.


" Ini semua gara- gara kamu Mas." pekik Gita lagi yang kembali melampiaskan kekesalan nya dengan memukul keras dada suami nya.


Reza yang melihat istri nya kembali histeris langsung memeluk dan mencium kening nya, walaupun Gita selalu menolak nya.

__ADS_1


" Sayang,Mas minta maaf! Mas benar- benar ngga ada maksud buat menyakiti perasaan kamu,jangan seperti ini sayang! Ingat kondisi kamu saat ini.Mas minta maaf ya." ujar Reza lembut dia tidak ingin terbawa emosi dalam membujuk istri nya yang sedang sensitif ini.


" Apa benar yang di bilang sama si ulat bulu tadi,kalau kalian sering liburan berdua?" tanya Gita menengadah kan kepala nya menghadap ke suami nya.


" Dia bohong sayang,Mas ngga sedekat itu sama dia,kenal nya juga karena pekerjaan.dia cuman ingin membuat kamu sakit hati.kalau kamu masih ngga percaya silahkan kamu tanya langsung sama Alan atau Aldo." ucap Reza yang sudah meneken ponsel nya mengirim pesan kepada Alan dan juga Aldo untuk segera masuk ke ruangan nya.


Tidak berapa lama terdengar lah suara ketukan dari balik pintu.


" Bos." ucap mereka dari luar.


" Masuk!"


Kedua pria yang setia mengabdi kepada Reza melangkah bersamaan setelah mendengar perintah dari Tuan muda mereka.


" Sayang! Ayok kamu mau nanya apa sama mereka." ujar Reza membiarkan istri nya mencari sendiri apa yang ingin dia ketahui.


Alan dan juga Aldo yang masih bingung saling melirik,mereka sama- sama belum mengetahui maksud dan tujuan mereka di panggil ke ruangan Tuan muda nya,di pesan tadi Reza hanya meminta mereka untuk datang keruangan nya tanpa menjelaskan apapun.


" Kalian berdua jawab." titah Reza yang melihat Alan dan juga Aldo diam sambil menunduk kan kepala mereka.


Mendengar perintah Reza kedua nya dengan kompak mengangkat kepala nya dan kembali saling menatap mencari jawaban.


" Alan ! Jawab!" ucap Reza lebih keras.


" Ah iya Bos, mm Mbak Chintya hanya sesekali datang itu pun untuk urusan pekerjaan Nona." ucap Alan gelapan.


"Jawab jujur jangan ada yang berbohong.Awas saja kalau kalian berani menutupi semua nya.aku bakal laporin kalian sama Papa Wijaya."ancam Gita kepada kedua asisten suami nya yang bertindak sebagai saksi.


Alan dan juga Aldo yang mendengar nama Pak Wijaya langsung kaget dan membelalakkan mata besar mereka.


" Saya tidak berbohong Nona.Mbak Chintya tidak memiliki hubungan apapun bersama Tuan muda,kecuali hanya urusan bisnis,bahkan setiap kali dia datang.Tuan muda selalu meminta saya untuk ikut masuk ke ruangan nya.begitu Nona muda."


" Benar Nona" ucap Aldo membenar kan ucapan sahabat nya.

__ADS_1


Gita yang sedang sensitif entah kenapa susah sekali menerima apapun yang mereka ucapkan.walaupun kedua asisten nya telah bersumpah tetapi kepala nya masih saja sulit menerima nya.


" Kalau Nona tidak percaya, Nona bisa mengecek sendiri cctv di ruangan ini Nona." ujar Alan memberikan solusi tepat.jika masalah ini tidak segera di selesai kan dia yakin akan ikut terseret arus kegaduhan yang tidak lama lagi pasti akan sampai kepada Tuan besar nya.


" Ah iya benar sayang,kamu bisa lihat sendiri dari cctv,di ruangan Mas selalu terhubung ke cctv." ucap Reza bersemangat.dia seolah merutuki diri nya sendiri kenapa tidak dari tadi dia memperlihatkan cctv kepada istri nya supaya semua nya jelas dan cepat selesai.


Rasa ketakutan nya benar- benar membuat otak cerdas nya menjadi buntu tak berfungsi sama sekali.


Dengan sigap Alan langsung mengambil laptop milik Reza dan mencari akses masuk ke dalam cctv.


" Ini Nona.Anda bisa melihat nya sendiri." ujar Alan memutarkan laptop menghadap ke arah Gita dan juga Reza.


Reza yang merasa terselamatkan langsung menarik nafas lega nya.dia tidak perlu lagi bekerja keras untuk menenangkan istri tercinta nya.


Disaat mereka semua tengah asyik menonton cctv,tiba- tiba saja dari arah luar terdengar bunyi hentakan sepatu seseorang.


Tap...Tap...Tap...


Suara dentuman sepatu yang beradu dengan lantai semakin jelas berbunyi dan semakin mendekat ke arah ruangan Reza.


" Mati gue!" ucap Reza dalam hati nya dengan raut wajah gelisah nya.


Jangan lupa terus beri dukungan nya guys...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author.


Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya..


Dan yang paling penting tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar..


Tombol Favorit nya jangan lupa di pencet...


Terimakasih..🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2