Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 14


__ADS_3

Sementara itu Gita yang sudah tersadar dari pingsan nya, pelan- pelan membuka kedua kelopak mata indah nya.mengamati semua isi kamar nya, seperti nya kejadian kemarin masih menjadi hal yang menakutkan bagi Gita.


" Alhamdulillah! Gue berada di kamar gue sendiri." ucap Gita merasa tenang.


Gita perlahan memposisikan tubuh nya untuk duduk di sandaran ranjang nya, namun baru setengah duduk, bagian intim Gita terasa sangat perih dan kepala nya juga masih terasa pusing.


" Sayang! Kamu sudah bangun!?"ucap mama Sonia yang kaget merasakan pergerakan seseorang saat dia tertidur di samping sang putri.


"Iya Ma." ucap Gita pelan .dengan tangan nya yang masih memegang kepala nya yang semakin terasa pusing .


" Papa! Rega! Cepat kesini!"Mama Sonia berteriak dari pintu kamar Gita.


" Ada apa Ma? Kenapa teriak seperti itu !?" seru Pak Herman yang sudah muncul dari ruang kerja nya, serta bersamaan dengan Rega yang keluar dari kamar nya.


" Itu Pa! Itu Gita sudah bangun!"


Mama Sonia berjingkrak senang, seperti anak kecil yang sedang mendapat kan hadiah.Wajah Mama Sonia yang tadi terlihat sendu seketika berubah bahagia.


" Alhamdulillah ma!"


Pak Herman mengucapkan rasa syukur nya dan langsung bersujud mendengarkan kabar bahagia itu.


Hanya sebuah kabar tentang Bangun nya sang putri dari pingsan saja sudah membuat dia sangat merasa bahagia.


Tidak ada yang berharga kecuali istri dan anak- anak nya.


Ternyata benar, Harta yang paling berharga adalah keluarga. Bukan nya seberapa luas tanah dan juga rumah kita, bukan pula seberapa banyak bongkahan berlian yang kita punya .


Tidak ada yang lebih penting selain bersama dan menjaga keluarga.


Pak Herman melangkah kan kaki nya begitu lebar masuk ke dalam kamar sang putri.


" Bagaimana nak? Apa yang kamu rasakan saat ini?!"tanya Pak Herman .


Perlahan Pak Herman mengambil posisi di samping ranjang putri nya, lalu mengelus pelan rambut sang putri yang terlihat sedang tidak baik- baik saja.Gita yang mendapat kan perlakuan lembut itu pun langsung menghambur memeluk sang Papa.


" Pa! Gita ngga mau sekolah lagi Pa, Gita sangat malu! Gita sudah tidak suci lagi Pa! Bagaimana jika teman- teman di sekolah sampai tau kondisi ini !" ucap Gita lirih dengan suara serak nya dan tangis yang tertahan.

__ADS_1


Rega yang ikut serta mendengar ucapan sang adik, sebenar nya sangat merasa bersalah. Karena diri nya lah, adik yang sangat dia sayangi hancur di tangan musuh nya.


"Kamu harus tetap bersekolah nak, hanya tinggal 2 bulan lagi,Jangan khawatir! Tidak akan terjadi apapun sama kamu! jangan takut! Papa akan melakukan apapun untuk kamu!" ucap Pak Herman .


Dia terus berusaha menenangkan putri nya dengan tangan yang selalu mengelus lembut rambut sang putri, berharap Gita bisa mengerti dengan semua ini.


" Tapi Pa, Bagaimana jika mereka berpikiran yang jelek- jelek tentang Gita Pa!?"


Mata Gita kembali mulai berkaca-kaca, tanpa dia jelas kan orang yang berada di dekat nya sangat bisa merasakan kepiluan nya.


Lagi- lagi Rega yang merasa bersalah pun hanya bisa diam meremas kuat semua jari nya,rahang nya mengeras mendengar ucapan sang adik yang begitu menyayat hati nya.


" Gita maaf Kan Abang ya!" ucap Rega pelan. Gita yang mendengar permintaan maaf dari sang Abang pun langsung mengangkat wajah nya.menatap dengan senyuman palsu nya.


Wanita mana yang bisa ikhlas dan tegar jika Mahkota nya di renggut dengan paksa.


" Kenapa Abang harus minta maaf!?"


Rega yang sudah tidak bisa menahan tangis nya langsung memeluk erat tubuh rapuh sang adik perempuan nya.satu tetes saja air mata keluar dari mata indah sang adik, itu sangat berharga bagi Rega yang sebagai Abang nya.


" Abang tau semua ini terjadi karena Abang, Sehingga kamu yang harus jadi korban nya. Maafin Abang yang ngga bisa jagain kamu!" ucap Rega pelan.


Rega seakan tidak rela melepas sedikit pun pelukan sayang nya .


" Semua ini terjadi bukan karena kamu Rega! Tetapi memang sudah kehendak yang di atas. Kamu jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri lagi, yang harus kita lakukan sekarang adalah memberi support kepada adik kamu."ucap Mama Sonia sambil menggenggam tangan putra nya yang sudah kembali berdiri.


Musibah adalah sesuatu yang tidak bisa di tebak atau di rencanakan.Sekuat apapun kita berusaha jika itu sudah takdir kita maka kita tidak bisa menghindari nya.


Percaya lah akan ada kebahagiaan setelah kesedihan.


Mama Sonia mulai menyuapi Gita dengan nasi yang sudah di antar oleh Asisten rumah tangga nya,Gita hanya mampu menelan beberapa suap nasi saja,selera makan nya mendadak hilang semenjak peristiwa bejat itu terjadi.


Mama Sonia berpikir meski hanya beberapa suap yang bisa masuk itu lebih baik ketimbang tidak ada yang bisa masuk sama sekali.


Setelah menyelesaikan makan siang nya yang sangat terlambat ini.Mama Sonia lalu memberikan obat yang harus di minum oleh Gita.


" Sekarang kamu istirahat dulu ya sayang.pulih kan tenaga kamu! Mama mau siapin dulu makan malam untuk kita, Dan kamu jangan terlalu memikirkan kejadian kemarin, Percaya lah semua nya akan baik- baik saja. kalau ada apa- apa panggil Mama ya sayang!"

__ADS_1


" Iya Ma." Gita mengangguk patuh.


Pak Herman, Rega dan juga Mama Sonia melangkah keluar dari kamar, meninggalkan Gita untuk kembali beristirahat.


Sebelum kembali ke dapur, Mama Sonia memilih ikut bergabung ke ruang kerja sang suami.


" Pa! Bagaimana ini ?" ucap Mama Sonia memulai obrolan.


" Entah lah Ma! sebenar nya Papa juga masih bingung, sekarang yang ada di pikiran Papa hanya mental nya Gita, Papa yakin saat ini Gita pasti trauma dengan kejadian yang sudah dia alami, kita harus selalu mendampingi nya."


" Iya Pa, Mama mengerti maksud Papa.


Terus bagaimana dengan masa depan Gita Pa? Tidak mungkin kita membiarkan Gita menanggung nya sendiri! Mama tidak akan tega membiarkan dia terus seperti itu!Bagaimana jika orang- orang sampai tahu keadaan Gita sekarang ini Pa!"


Ibu mana yang rela membiarkan anak nya menahan kesakitan seorang diri, jika mau dia akan menggantikan posisi sang putri,


Kasih sayang seorang ibu sepanjang masa.


Ketulusan cinta nya tiada dua nya.


" Huufttt ..."


Pak Herman membuang nafas nya dengan kasar.


" Papa rasa, Tidak mungkin kita melaporkan Reza ke pihak berwajib. Itu sama saja kita mempermalukan Gita secara sengaja.


Papa masih belum yakin langkah apa yang harus kita ambil! "


Saat ini kepala Pak Herman serasa mau pecah setelah di hantam berbagai tekanan.Belum lagi masalah di kota s selesai, sekarang datang lagi masalah baru yang lebih rumit. Pak Herman terus memijat kepala nya yang sudah tidak mampu menopang segala beban hidup nya.


Rega yang khawatir dengan kondisi kesehatan sang Papa ikut membantu mencari jalan keluar nya.


Jangan lupa Like. Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin .


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar ya guys...jangan sampai terlewat kan ya....


Dan pencet tombol Favorit nya..

__ADS_1


Terimakasih semua nya....


Salam sayang untuk kita semua....😍🥰🥰😍😍😍


__ADS_2