
" Damai? Memang nya kita pernah perang dunia! Sampai harus berdamai segala!" ujar Reza tanpa pikir panjang.
" Kamu jangan belagak amnesia Reza!" seru Pak Anton.
" Hahahahahahaha ...."
Suara tawa Rega menggema di ruangan keluarga, tatkala mendengar ucapan nyeleneh dari mulut Pak Anton .sementara Reza membulat kan mata nya,tidak percaya dengan jawaban nyeleneh dari mulut Papa nya.
Semakin malam, obrolan Antar keluarga itu semakin harmonis dan akrab. hanya Gita yang lebih kalem, jika di tanya baru lah dia berbicara,tatapan mata Reza tidak pernah lepas dari wajah ayu milik Gita, gadis yang merasa di perhatikan pun menjadi salah tingkah, dia terus saja menunduk kan kepala nya.
" Kenapa dia ngeliatin gue terus sih, ada yang salah ya sama dandanan gue?" gumam Gita dalam hati nya.
" Herman ,kami pamit dulu, sudah terlalu larut." ucap Pak Anton.
" Iya , Terimakasih kalian sudah berkunjung."
" Kamu jangan berterima kasih, aku lah yang harus mengucapkan kata terimakasih itu.
Terimakasih kamu sudah mau menerima kedatangan kami." ucap Pak Anton sambil berjabat tangan dengan sahabat karib nya.
" Om Reza pamit dulu, terimakasih atas kesempatan yang Om berikan, berkas nya besok pagi Reza kirim."
" Iya sama- sama, guna kan kesempatan ini sebaik mungkin, kamu kirimkan saja berkas nya kepada Pak Surya, dia yang akan mengurus semua nya."
" Iya Om."jawab Reza singkat.
Mobil mewah milik Keluarga Wijaya perlahan meninggal kan halaman rumah Keluarga Husein.
" Ma, Gita ke kamar duluan ya Ma."
" Iya sayang, istirahat lah."
" Loe udah ngantuk dek." ujar Rega.
Ya begitu lah Rega dan Gita, kadang abang-adek, kadang loe- gue, ini adalah romantis- romantis ala kakak beradik itu.
" Iya Bang, besok Gita sekolah, takut kesiangan."
" Ya sudah sana tidur CATEN hahahaha." Rega meledek Gita dengan semangat nya.
" Caten?"
" Calon pengantin, hahahaha."
" Abang apaan sih! Gita ngga suka julukan itu." ucap Gita dengan wajah masam nya.
__ADS_1
" Suka ngga suka kan emang loe CATEN, udah buruan sana masuk kamar, besok lagi ngobrol nya, sebelum Abang balik ke kota s."
" oke Gita masuk dulu, janji ya! Besok Abang bawa Gita jalan- jalan."
" Iya besok pulang sekolah Abang jemput."
" Jangan pulang sekolah Bang, Gita ada janji sama teman- teman Gita, sore aja gimana? plissss!"
Rega mengiyakan saja permintaan sang adik,yang sudah banyak menerima penderitaan karena ulah nya.anggap saja ini sebagai permintaan maaf nya kepada Gita, meskipun ini tidak seberapa dengan apa yang sudah Gita alami,setidak nya dia sudah berusaha untuk menghibur hati Gita.
Pagi ini Gita masih berangkat ke sekolah seperti biasa nya, meski ada beban di pundak nya, setidak nya hanya tinggal 2 bulan lagi dia berada di sekolah ini.
" Gita sayang...." teriak Lusi dari belakang sambil berlari mengejar Gita.
" Loe ngapain sih teriak- teriak, gue belum budeg kali."
" Hehehehe.. Gue takut nya loe tadi ngga dengar lagi pas gue panggil, ternyata telinga loe masih berfungsi dengan baik, hanya muka loe saja yang asem nya ngga hilang- hilang. belum di cabein ya tuh muka loe?" ujar Lusi kepada Gita.
" Apaan sih loe! Ngga jelas banget, emang nya loe, cabe- cabean!"
" Smile Gita sayang... Jangan di tekuk terus itu wajah loe! Udah jelek tambah jelek lagi, ntar Selo berpaling dari loe,baru tau rasa loe!"
Tanpa sengaja orang yang sedang mereka bicarakan berjalan dengan langkah kaki lebar keluar dari arah toilet, hampir saja Selo menabrak tubuh Gita, jika saja Gita tidak cepat- cepat memundurkan langkah nya.
Gita yang mendengar ucapan Lusi langsung saja menyenggol lengan Lusi dengan siku nya, dengan mata nya yang menatap jengah ulah Lusi.
" Ngapain sih Git?" bisik Lusi kepada Gita.
" Eh kalian, iya nih gue buru- buru mau balik ke kelas, tadi handphone gue ketinggalan di sana. kalian baru datang ya!"
" Yoi." jawab Lusi santai.
Sementara Gita hanya diam dengan mengalihkan pandangan mata nya ke arah lain.
Selo terus saja menatap intens kepada Gita.
" Entah kenapa gue merasa jika Gita sedang menghindari gue." Selo bergumam dalam hati nya.
" Sorry ya Git, tadi gue hampir saja nabrak loe." ucap Selo sambil tersenyum.
" Hah, Iya ngga apa- apa Sel, gue juga salah tadi, ngga fokus jalan nya." jawab Gita pelan. dengan wajah dingin nya.
" Pulang sekolah nanti bareng gue aja Git, mau ngga?"
" Maaf ya Sel, gue ngga bisa ,gue udah ada janji sama Abang gue."
__ADS_1
" Yah, Kenapa setiap gue ajak,loe selalu nolak sih Git, apa gue ada salah sama loe ya!" tanya Selo dengan wajah kecewa nya.
" Sorry banget ya Sel, gue emang lagi ngga bisa aja, lain kali aja ya, kita duluan ya Sel." ucap Gita sambil menarik tangan Lusi untuk jalan lebih cepat.
" Gita.. Git. sakit tau tangan gue loe tarik kayak gitu! kdrt deh loe!" ucap Lusi dengan drama nya.
Gita mengabaikan saja protes dari mulut cempreng Lusi si drama queen.
" Ya maka nya buruan Jalan nya! jangan kayak siput deh."
" Eh tapi tunggu dulu deh Git, bukan nya loe udah janji sama kita- kita ya! kok loe malah ada janji sama Abang loe?"
" Gue ngomong kayak gitu supaya Selo ngga minta ikut aja, ntar kalau dia tau gue pergi nya sama kalian yang ada dia malah pengen gabung lagi."
" Oh ..Gue kira loe bakal ingkar janji sama kita- kita."
" Ya enggak lah Lus, emang nya loe!"
" kok jadi gue sih, lagian kenapa juga loe nolak ajakan si Selo! Ngga masalah kali Git,kalau dia mau ikut gabung!"
" No,pokok nya dia ngga boleh ikut gabung." ucap Gita yang terus menyeret Lusi menuju ke kelas mereka.
" Nanti siang kita ke kafe rembulan ya, kita nongkrong nya disana aja, biar bisa nyantai." ucap Gita setelah tiba di kelas, di mana di sana sudah ada Hana dan juga Kiki yang sudah duduk manis di bangku mereka.
Cafe rembulan adalah tempat nongkrong favorit geng gesrek, cafe dengan suasana yang mendukung jiwa muda mereka,
seperti biasa keadaan kelas selalu ramai sebelum kedatangan guru, Gita dan teman- teman gesrek nya memilih menyibukkan diri di dunia mereka sendiri, menggosip, apapun jadi bahan tertawaan mereka, tapi tidak dengan Gita,dia tidak terlalu bersemangat menjalani hari nya.
Selama 3 jam pelajaran berlangsung Gita dan ke 3 teman gesrek nya tetap fokus mengikuti pelajaran, hingga bel pertanda istirahat berbunyi.
" Kantin yok guys."ajak Lusi kepada teman- teman nya.
" Yuhuu." sahut Kiki.
"Gita! Buruan! Betah banget loe duduk di kursi itu."ucap Lusi yang melihat Gita masih saja duduk di kursi nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar.....
Dan jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya...
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰😍🥰🥰
__ADS_1