Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 37


__ADS_3

" Mandi bareng mau ngga?" ucap Reza dengan menaik turun kan alis nya, menggoda Gita adalah kesenangan tersendiri bagi Reza saat ini.


" Hah mandi bareng? Ngga.. Ngga aku mandi sendiri aja, Mas tunggu di luar saja, aku mandi nya ngga lama kok." ucap Gita sambil berlalu menuju kamar mandi.


" Yakin ngga mau bareng aja?"


" Ngga Mas, terimakasih bye." ucap Gita langsung menutup pintu dengan kencang.


"Hahahaha."


" Huftttt ....Sabar- sabar, hari itu pasti akan datang."


Sambil menunggu Gita yang tengah mandi, Reza lebih memilih menyibukkan diri dengan gadget , memeriksa pekerjaan yang di kirim kan oleh sang asisten, meski pun hari ini adalah hari libur,tetapi dia masih saja sibuk dengan pekerjaan nya.


Sementara di lantai bawah Mama Sonia, Pak Herman, dan Rega sudah duduk di meja makan, hampir setengah jam mereka menunggu Gita dan juga Reza, namun orang yang di tunggu tidak kunjung turun- turun juga, akhir nya mereka memilih memulai sarapan terlebih dahulu.


Untuk membangun kan sang putri, Mama Sonia merasa sungkan, takut jika dia mengganggu waktu istirahat putri nya dan juga menantu nya.


" Kenapa udah jam segini mereka belum turun- turun juga Ma?"


" Biar kan saja Rega, nanti mereka akan turun sendiri, kamu kayak ngga paham saja."


" Takut nya kan mereka pada kelaparan Ma." ujar Rega yang asal ngomong saja , supaya sang Mama tidak tau bahwa dia saat ini sedang kepo kepada pengantin baru itu.


"Udah, kamu habisin saja sarapan kamu, Gita sama Reza biar saja mereka sarapan nya belakangan.


10 menit Gita membutuh kan waktu untuk membersihkan diri nya, pintu kamar mandi perlahan terbuka, nampak lah Gita yang keluar


dari kamar mandi hanya memakai jubah mandi saja dengan rambut di gulung ke atas.


" Mas ini handuk nya, buruan mandi nya, kita kayak nya udah di tungguin sarapan di bawah." Gita menyodorkan handuk kepada suami nya.


" Iya sayang." Reza menjawab sambil beranjak dari ranjang menyimpan gadget nya di atas nakas lalu berjalan menuju kamar mandi, tidak lupa mengecup pipi sang istri.


" Muachhh ...Muachhh. Morning my wife."


" Ishh Mas! Buruan mandi sana, usil banget sih." Gita yang tengah mengeringkan rambut nya dengan handuk merasa kaget mendapatkan serangan kecupan dari suami nya.


Saat Mama Sonia, Papa Herman dan Rega hampir saja meninggalkan meja makan,tiba- tiba saja Gita dan Reza muncul di hadapan mereka dengan rambut kedua nya yang masih basah, yang semakin menambah rasa curiga Rega.


" Pagi Ma, Pa dan Abang ganteng." sapa Gita yang sebenar nya malu, karena terlambat turun.

__ADS_1


" Pagi apaan, sudah siang ini!" seru Rega.


" Rega .." suara Mama Sonia kembali terdengar memperingat kan putra sulung nya, untuk tidak berulah di pagi hari.


" Ma, Pa maaf ya Gita turun nya lama."


" Iya sayang ,ngga papa, sarapan lah, tadi Mama sama Papa sudah sarapan duluan."


" Pasti tadi Mama nungguin kita ya?"


" Iya sayang, udah ngga papa, Mama paham kok." ujar Mama Sonia sambil tersenyum menggoda Gita.


" Paham apa Ma? Gita ngga ngapa- ngapain kok."jawab Gita yang sudah paham apa maksud omongan sang Mama.


Reza yang duduk di sebelah Gita memilih untuk diam dan menyimak apa yang terjadi.dia membiarkan saja semua anggota keluarga berpikir jika mereka sudah melakukan malam pertama,dari pada dia harus malu jika mereka mengetahui yang sebenar nya terjadi.


" Ngapain apaan! kalau pun iya , ngga masalah juga kan Ma." sahut Rega lagi, di mana saat ini hobi dia bertambah satu yaitu menjaili adik nya.


" Abang ihh, ngeselin banget jadi orang." ucap Gita dengan kaki nya menendang kaki Rega yang berada di bawah meja makan.


" Awwww sakit dek."Rega mengaduh kesakitan akibat kaki nya yang di tendang begitu kuat oleh Gita.


" Biarin..Salah siapa meledek orang terus." ucap Gita sambil menyendok kan nasi ke piring nya.


" Ini Mas." Gita menyerah kan piring yang sudah terisi itu kepada suami nya.


" Terimakasih ." ucap Reza sambil tersenyum.


Sementara Rega yang melihat keromantisan kedua pengantin baru itu tersenyum mengejek, baru tadi malam dia melihat sendiri tingkah kedua nya yang masih kaku,tetapi pagi ini kedua nya seperti sudah begitu dekat.


" Cie...Cieee yang udah punya mas ni ya, switttt suit."


" Apaan sih Bang, Papa lihat tuh Abang rega."ucap Gita cemberut.


" Rega jangan di ganggu terus adik kamu ,biar kan dia sarapan dulu."


" Rega begini lah enak nya menikah, makan ada yang ambilin, mandi ada yang nyiapin baju nya, tidur ada yang nemenin, lah kamu tidur cuman sama guling, ngga bosan apa kamu, jangan bisa nya meledek adik kamu terus, sana cari istri buat kamu, ingat umur kamu sudah tidak muda lagi."Mama Sonia mulai mengeluarkan uneg-uneg nya yang membuat Rega langsung terdiam menyerah.


Hahahaha...


Gita tertawa puas,melihat sang Abang yang mendadak diam seperti patung.di tambah lagi dengan muka masam nya akibat terus di tanyai oleh sang Mama kapan dia akan menikah.

__ADS_1


tanpa menjawab apapun,Rega langsung berlari menuju ke lantai atas,meninggal kan semua orang yang masih menertawai nya.


" Tuh Pa, anak Papa yang satu itu! Kalau di kasih tau, ngga pernah mau di dengar." Mama Sonia mengadu kepada suami nya.


" Lagian Mama ada- ada saja, biarin saja Rega menentukan hidup nya sendiri, jangan terlalu di paksa Ma, nanti dia malah stres lagi."


" Iya Pa, tapi Mama kan cuman nanya aja, kapan? Biar dia lebih berusaha lagi Pa."


Pak Herman tidak lagi menanggapi omongan istri nya, jika di jawab bisa- bisa pembahasan itu semakin melebar dan tak berkesudahan.


Hari ini adalah hari Minggu dan sekolah masih libur, jadi Gita masih punya waktu 1 hari menikmati bagaimana rasa nya menjadi seorang istri, tanpa ada tugas sekolah yang mengganggu.


" Pa, Ma, Reza mau minta izin, Reza mau ngajak Gita ketempat Mama Meri, sekalian Reza juga mau ngambil barang -barang Reza yang masih tertinggal di sana."


" Iya nak , pergi lah." jawab Mama Sonia sambil tersenyum.


" Gita dan Mas Reza pamit ya Pa,Ma."


Pengantin baru itu lalu mencium punggung tangan Mama Sonia dan Pak Herman.


Reza terus menggenggam erat tangan Gita hingga keluar,meski Gita masih malu- malu mempertonton kan kemesraan mereka di hadapan kedua orang tua nya.


" Pa, seperti nya Reza sudah mulai bisa meluluh kan hati Gita." Mama Sonia setidak nya sudah bisa bernafas lega, putri nya tidak semakin terpuruk akibat pernikahan yang terpaksa di jalani karena mahkota yang di renggut paksa.


" Iya Ma, Papa rasa juga seperti itu, dari cara Reza menatap dan memperlakukan Gita, Papa bisa melihat ada ketulusan di diri Reza,hanya karena perbuatan masa lalu itu saja yang membuat kita kadang sulit untuk mempercayai nya.setidak nya saat ini kita bisa lebih tenang Ma, semoga saja pernikahan mereka selalu di berkahi ya Ma."


" Iya Pa, semoga juga mama segera mendapat kan cucu, Mama sudah pengen sekali bermain dengan cucu." ucap Mama Sonia penuh harap.


Selama ini di setiap acara arisan nya, teman- teman Mama Sonia rata- rata semua nya membawa cucu mereka masing- masing. Mama Sonia sedikit merasa iri ,maka nya saat Gita menikah meski harus dengan terpaksa tetapi Mama Sonia merasa senang,setidak nya satu langkah lagi dia akan menggendong cucu nya sendiri.


" Bukan hanya Mama saja , Papa juga sudah ke pengen gendong cucu Papa, tapi masalah nya Gita kan masih sekolah Ma!"


Walau pun di hati nya sudah sangat rindu akan sosok bayi mungil, tetapi Pak Herman tidak ingin terlalu menekan kan anak- anak nya, biar lah semua berjalan semesti nya.


Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya guys...


Dan jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya..


Terimakasih semua nya..

__ADS_1


Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰🥰


__ADS_2