
" Alhamdulillah Pa! Semoga Reza tidak membuat ulah lagi! Di mana anak itu Pa?"Ibu Meri celingukan mencari keberadaan putra nya.
" Dia langsung kembali ke kantor. nanti sore dia ada meeting dengan Perusahaan y."
Sementara itu ,di tempat yang berbeda tepat nya di kediaman Keluarga Husein. Gita yang tengah sendirian berada di kamar nya, langsung melemparkan diri nya di atas ranjang empuk nya, memejam kan mata. sejenak mencari ketenangan, tetapi begitu terpejam pikiran nya kembali teringat kejadian kelam itu.
" Oh my God."
" Bagaimana jika di dalam sini memang sudah tumbuh janin yang tak berdosa itu! Sanggupkah gue menjadi seorang ibu? Bodoh! Bodoh." gumam Gita sendu, tetes demi tetes air mata itu kembali membasahi pipi nya dan Gita membiarkan saja tetesan air itu mengalir,berharap jika sesak yang ada di dalam dada nya sedikit berkurang. suara ketukan pintu menyadarkan Gita yang masih setia dengan wajah sendu nya.
" Masuk Mbok." sahut Gita dari dalam.
" Non! Non Gita di tunggu sama Mama dan Papa nya Non di meja makan." ujar Mbok Darmi.Mbok Darmi juga ikut prihatin melihat kondisi Gita saat ini,secara tidak sengaja tadi dia juga ikut mendengar pembicaraan antara majikan dan sang Nona muda nya.
" Ya Allah Gusti, selamat kan lah Nona Gita, lindungi di mana pun Nona Gita berada.Amin.." Mbok Darmi masih betah berdiri di pintu dengan menatap sendu kepada Gita yang masih duduk di temani oleh buliran air mata nya.
" Ayok Non, kita turun." ajak Mbok Darmi dengan suara serak nya.melihat kesedihan Gita, Mbok Darmi juga ikut bersedih,pasal nya kedekatan antara mereka sangat lah dekat.Mbok Darmi adalah ibu asuh Gita waktu kecil,masa kecil Nona muda nya di temani oleh Mbok Darmi.
" Iya Mbok."ucap Gita pelan,lalu mengelap sisa air mata yang masih menempel di wajah nya.
Gita langsung bangkit dari ranjang nya dan segera turun ke lantai bawah.
" Malam Ma, Pa."sapa Gita lalu menggeser kursi di depan nya.
" Malam sayang." jawab Mama Sonia.
Sementara Papa Herman hanya membalas dengan tersenyum.
Mama Sonia cukup menyadari jika Gita habis menangis,mata dan wajah nya yang masih sangat sembab membuat Mama Sonia tidak ingin terlalu mengorek lebih jauh.
Suasana di meja makan nampak senyap dan khusyuk.hanya dentingan sendok,garpu dan piring yang menemani dengan suara nyaring nya.setelah selesai makan malam Gita sebenar nya ingin langsung masuk ke kamar nya,namun di tahan oleh Mama Sonia, dan akhirnya mereka memilih berkumpul sebentar di ruang keluarga,Gita hanya patuh mengangguk kan kepala nya,tidak ingin sang Mama berpikiran buruk.dengan langkah gontai dia berjalan menuju ruang keluarga.
" Sayang, Bagaimana perasaan kamu saat ini?" tanya Mama Sonia memulai obrolan.
__ADS_1
" Sebenar nya Gita belum siap Ma, Ta...pi apa yang Mama bilang ada benar nya juga, menikah adalah solusi nya, Gita akan mencoba menjalani nya."
" Terimakasih sayang." ucap mama Sonia sambil memeluk putri nya.
" Kenapa Mama malah berterima kasih, ini sudah menjadi keputusan Gita Ma! Harus nya Gita yang berterimakasih kepada Mama dan juga Papa,karena sudah menyelamat kan hidup nya Gita. Maaf kan Gita yang sudah membuat kegaduhan di keluarga kita! Apa Abang Rega sudah tau masalah ini Ma?"gores kepiluan masih terlihat jelas di wajah ayu nya.
" Kamu tidak bersalah sayang, Mama yakin kamu bisa melewati semua ini. jangan khawatir, Abang kamu besok pagi akan pulang ."
Cukup lama mereka berbincang di ruang keluarga,Gita yang merasa harus segera mengerjakan tugas nya memutuskan untuk naik ke kamar nya.
"Gita mau kekamar dulu ya Ma, Pa, Gita mau ngerjain tugas sekolah Gita."
" Iya sayang, kamu boleh menangis,tapi jangan menyiksa diri kamu! Jangan terlalu di jadikan beban pikiran, santai saja sayang, badai pasti berlalu, bukankah setelah kesedihan ada kebahagian yang akan datang." ujar Mama Sonia sambil tersenyum penuh kasih sayang.
" Iya Ma." Gita menjawab seraya berdiri dan melangkahkan kaki nya meninggalkan kedua orang tuanya .
Di dalam kamar nya, Gita tidak langsung mengerjakan tugas.gadis itu lebih memilih berbaring di atas ranjang nya, menatap langit- langit kamar, jangan kan untuk menikah, berpacaran saja Gita tidak pernah memikirkan nya, dan sekarang dia akan segera menikah dengan seseorang yang telah merenggut paksa mahkota nya, mengingat jika besok malam dia akan berjumpa dengan calon suami nya, membuat Gita semakin gelisah, entah Gita tertidur jam berapa , yang dia tau saat ini sang Surya sudah datang menyapa hari nya.
" Iya sayang, hati- hati ya, nanti pulang nya jangan sampai telat, nanti malam kan kita kedatangan tamu."ucap Mama Sonia memperingati putri kecil nya yang sudah tidak kecil lagi.
" Ya Ma." jawab Gita dengan lesu.
Gita berangkat ke sekolah dengan tidak bersemangat, hati dan pikiran nya sedang kacau, dengan langkah gontai, Gita pun masuk ke kelas, teman- teman nya yang melihat sikap Gita menjadi merasa aneh.
" Loe kenapa Git! Pagi- pagi wajah loe buram amat!" seru Lusi.
Bukan nya menjawab pertanyaan Lusi, Gita langsung memeluk ketiga sahabat gesrek nya.tangis yang sebentar lagi akan pecah berusaha dia tahan sekuat tenaga nya.
" Loe kenapa bego! Aneh banget deh,kayak Teletubbies aja, pake acara berpelukan segala."
ujar Hana.
" Guue ... Gue.. Akhhh gue belum siap cerita ke kalian."
__ADS_1
" Cerita apa Git?" tanya Lusi yang merasa penasaran.
" Jangan hari ini, besok saja, untuk sekarang gue belum siap,pliss."jawab Gita yang ingin di tanya apapun lagi.
" Okey, kita tunggu cerita loe besok." sambung Kiki lagi, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres yang telah terjadi kepada Gita, tapi dia tidak bisa memaksa Gita untuk bercerita sekarang juga.
Seharian ini Gita uring- uringan.gadis itu menjadi tidak konsentrasi dalam belajar, tubuh nya saja yang berada di kelas, sementara pikiran nya melayang entah kemana, bahkan teman- teman nya pun dia acuh kan.
" Cepat banget sih hari ini, udah siang aja, gue rasa nya malas banget untuk pulang." ucap Gita pelan tapi masih bisa di dengar oleh ketiga sahabat nya.
"Malas pulang? " ucap Hana yang mengulang kembali apa yang di ucap kan oleh Gita.
Ketiga sahabat nya langsung menatap curiga kepada Gita, yang tidak biasa nya dia malas pulang ke rumah nya sendiri,padahal selama ini dia tipe anak rumahan,walaupun nggak rumahan kali.
" Loe sebenar nya kenapa sih Git, tumben loe malas pulang?" tanya Lusi lagi.
"Jangan sekarang Lus, Besok...Besok gue bakal ceritain semua nya ke kalian, hari ini gue harus pulang cepat."
" Malas pulang! Pulang cepat?! "Lusi menjadi bingung sendiri melihat sikap aneh Gita.
" Baik lah Gita sayang." ujar Hana lagi seraya menoel pipi Gita dengan jari nya.
" Gue pulang duluan ya guys." pamit Gita kepada teman- teman nya.dan langsung menuju ke mobil yang sudah stand by di depan gerbang sana.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar...
Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya ya guys...
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰🥰
__ADS_1