
Hana mulai menceritakan semua nya kepada Kiki,tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.
" Bagaimana bisa Bima tau semua nya?" tanya Kiki yang masih tidak percaya.
" Gue juga ngga tau Ki, kita harus secepat nya kasih tau gita."
" Masalah nya orang nya itu kita ngga tau dia lagi dimana. loe coba telepon aja lagi sana." titah Kiki kepada Hana, yang hanya sebagai alibi nya saja supaya Hana lebih cepat menutup panggilan telepon nya, karena game yang dia main kan masih nanggung untuk off .
" Biasalah pengantin baru.nanti saja gue coba lagi buat telpon dia."jawab Hana yang masih tidak mengerti maksud dari Kiki.
" Ya udah, gue mau lanjut lagi, loe ganggu gue aja."
" Yah dasar bocil! Bukan nya bantuin gue, ini malah sibuk sama game nya yang ngga jelas itu, awas saja besok gue banting itu handphone!"ujar Hana yang merasa kesal di tutup begitu saja telepon nya oleh Kiki.
Sementara orang yang sedang di cari, saat ini tengah duduk dengan kekasih halal nya menunggu pesanan mereka datang, tidak sengaja dari samping mereka tanpa mereka berdua sadari, ada Selo yang melihat keberadaan mereka berdua di sana.
" Gita! Itu kan Reza Wijaya? Pengusaha sukses itu, iya gue yakin itu Reza Wijaya, gue pernah di kenalin bokap gue waktu ikut ke acara pertemuan pebisnis sekota j."
" Ada hubungan apa di antara mereka berdua, Kenapa mereka terlihat mesra sekali?"
Selo masih terus mengamati dari jauh, dia tidak berani untuk mendekat,dengan topi yang menutupi wajah nya supaya tidak terlihat oleh Gita.
" Mas ini pesanan nya."
" Oh iya Mang, terimakasih...Kembalian nya ambil saja buat Mamang." ujar Reza seraya memberi kan uang seratus ribu sebanyak tiga lembar.
" Terimakasih banyak Mas Reza, ini teh kebanyakan atuh Mas." ucap Mamang yang merasa sungkan untuk menerima nya.
Sedikit banyak nya Mamang yang berjualan surabi itu sudah kenal dan tau dengan Reza, karena Mamang Anto adalah saudara dekat dari BI Imas, asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Gita, dia juga tau tentang pernikahan Gita, Keluarga Husein sudah menjadi langganan Mamang Anto sejak lama, maka nya dia begitu mengenal dekat sosok Gita.
" Ini sayang!" seru Reza menyerahkan sekotak surabi kepada Gita.
" Terimakasih sayang." jawab Gita dengan manis nya.
Hati Reza semakin berbunga- bunga mendapat panggilan romantis dari istri kecilnya.dia semakin tidak sabar untuk segera sampai ke rumah dan melahap habis bibir mungil istri nya yang sangat menggoda iman nya.
Deg...Deg..
"Apa maksud semua ini?"
" Sayang!"
"Gita juga memanggil dia dengan panggilan sayang ."
"Apa ini yang menjadi alasan Gita yang selalu menjauhi gue?"
" Ternyata dugaan gue benar,orang yang gue lihat kemarin sama persis dengan Reza Wijaya, baru sadar gue." gumam Reza dalam hati nya.
" Terimakasih ya Mang, Gita pamit dulu."
" Sama- sama Non Gita, Mamang yang harus nya berterimakasih kepada Non dan juga Suami Non." jawab Mamang penjual surabi dengan ramah.
" Suami?"
Selo membulat kan mata nya karena kaget mendengar kata suami yang keluar dari mulut mamang.
__ADS_1
" Sip Mang." ucap Gita sambil mengacungkan jempol.
Gita dan Reza berjalan menuju ke mobil mereka yang terparkir di sebrang jalan.tangan Gita berada di genggaman tangan suami nya.kedua nya tampak bahagia selayak nya sepasang kekasih yang sedang kasmaran.
" Hati- hati sayang." ucap Reza yang membantu Gita masuk ke dalam mobil dan menutup kan pintu mobil nya,lalu dia berjalan ke sebelah kanan duduk di kursi kemudi nya.
" Enak loh Mas, mau ngga?" tanya Gita sambil menunjukkan surabi yang ada di tangan nya.
" Kenapa berubah lagi sih sayang panggilan nya, bagusan yang tadi loh."
" Yang mana?" seru Gita yang berlagak lupa akan panggilan tadi saat mereka berada di tempat mamang.
" Kamu usil banget sih." ujar Reza sambil menarik pelan ujung hidung Gita.
" Hahahahahahaha..sengaja." jawab Gita sambil tertawa renyah, yang semakin menambah aura kecantikan wajah nya, deretan gigi putih nya tersusun rapi, lesung pipi nya yang begitu menggoda, dagu nya yang runcing, sungguh istri idaman semua pria.
" Cantik banget sih istri nya Mas." ucap Reza sambil mencuri kecupan dari pipi kanan istri nya.
" Mas! 'Kan lagi nyetir, bahaya tau!" Gita memperingati suami mesum nya yang main sosor aja, padahal mereka sedang berada di tengah jalan raya.
" Lampu merah sayang, tuh!" jawab Reza sambil menunjukkan banyak pemotor dan juga mobil yang sedang berhenti di samping dan belakang kendaraan mereka.
Sementara di tempat Mamang penjual surabi, Selo masih terdiam tertegun mencerna semua kenyataan yang dia lihat tanpa dia sengaja.
" Mang, surabi nya satu kotak lagi,tapi di bungkus ya Mang."
" Siap Den Selo, tunggu sebentar ya.ngantri." jawab Mamang sambil nyengir.
" Iya Mang ,tidak apa- apa."
Selo terus berdiri di samping gerobak Mang Anto,dia berpikir keras mencari cara bagaimana mengorek informasi dari mamang, sementara Mang Anto masih fokus memasak surabi nya, dia harus sedikit bersabar untuk menunggu antrian nya berkurang.
" Ini Mang uang nya sekalian sama yang tadi ya Mang. kembalian nya ambil saja buat Mamang."
" Terima kasih Den." ucap Mamang sambil tersenyum sumringah,hari ini dia begitu banyak mendapat kan rezeki yang tidak terduga dari para pembeli nya.
" Mm Mang, tadi yang datang pakai mobil putih itu Gita kan Mang." tanya Selo yang memulai introgasi nya.
" Iya benar itu Non Gita sama suami nya.
Den Selo teh kenal ya sama mereka berdua."
" Saya mah kenal sama Gita Mang, Gita teman sekolah saya." jujur Selo kepada Mamang.
" Yah Mamang teh keceplosan yah." ujar Mang Anto sambil menutup mulut nya.
Selo yang melihat tingkah si mamang menjadi tertawa geli.
" Mamang ada- ada saja deh, ngga apa- apa atuh Mang, saya bisa menjaga rahasia." ujar Selo yang berusaha menyakin kan Mamang untuk tidak takut membuka kan fakta tentang Gita.
" Den Selo teh harus janji sama Mamang ya, jangan sampai kasih tau sama yang lain, kasihan Non Gita nya nanti kalau banyak yang tau jika Non Gita sudah menikah."
" Kenapa Gita harus menikah secepat itu Mang?" tanya Selo pelan- pelan takut jika Mamang sampai curiga kepada nya.
" Mamang sih ngga tau pasti atuh Den, yang jelas Non Gita di jodohin gitu, ya gitu kata saudara Mamang teh seperti itu."
__ADS_1
" Di jodohin? Kenapa orang tua Gita harus menjodoh kan Gita sementara dia masih sekolah." Selo bertanya- tanya dalam hati nya.
" Memang sudah berapa lama mereka menikah." tanya Selo lagi.
" Kurang lebih satu bulan setengah Den." jawab Mamang yang kembali fokus memasak surabi karena pelanggan nya sudah berdatangan mengantri,Selo yang melihat mamang sudah kembali sibuk pun memilih pamit menuju mobil nya.
" Sial...Ternyata semua yang gue dengar itu benar, Gita benar- benar sudah menjadi milik orang,gue ngga mungkin masuk di kehidupan Gita, tapi bagaimana dengan perasaan gue ini! Gue benar- benar mencintai Gita, susah bagi gue untuk melupakan nya." Selo masih bergeming di dalam mobil nya, memukul kasar setir mobil nya melampiaskan rasa sakit di hati nya.
Tes..Air mata nya menetes begitu saja.. Cinta pertama nya telah menjadi milik orang, perasaan nya tidak terbalas, perjuangan nya selama ini sia- sia saja.
kecewa,sakit hati ,semua nya bercampur aduk.
Dunia yang dia pijak terasa runtuh seketika menghantam tubuh nya,kaki nya tidak mampu lagi untuk berpijak sempurna.terlalu dalam rasa yang dia simpan untuk wanita yang sudah menjadi istri orang lain,hingga dia terlalu sulit untuk menerima kabar buruk ini.
" Bim, loe lagi dimana? Temui gue di kafe rembulan sekarang juga, gue tungguin loe di sana." titah Selo kepada Bima di sambungan telepon nya, Bima yang mendapatkan telepon mendadak dari Selo pun menjadi bertanya- tanya.dan akhirnya memutuskan berangkat sekarang juga.
Gita dan Reza saat ini sudah sampai di depan rumah nya,surabi yang berada di tangan Gita sudah habis separuh,sejak tadi bahkan mulut Gita tidak berhenti mengunyah sedetik pun.
" Sayang! Kamu apa ngga mual gitu makan sebanyak itu."ujar Reza yang sudah tidak tahan lagi melihat tingkah absurd sang istri.
" Ngga kok Mas, kenapa harus mual?" tanya Gita sambil terus memakan surabi yang ada di tangan nya.
Reza bahkan di buat tercengang dengan semua tingkah nyeleneh Istri nya,bahkan saat mereka sudah sampai di depan rumah pun,Gita masih tidak menyadari nya sangking asyik nya mengunyah surabi dengan mulut nya yang terisi penuh,dengan terpaksa Reza harus menggendong tubuh mungil istri nya yang semakin terasa berat keluar dari mobil dan berjalan perlahan masuk kedalam rumah.
" sayang! Kamu kenapa?" tanya Mama Sonia yang merasa heran melihat putri nya yang sedang asyik mengunyah berada di gendongan suami nya.
" Ngga papa Ma, pengen di gendong saja, Gita capek jalan Ma." ucap Gita nyegir, tanpa ada rasa malu lagi.bahkan dengan santai nya dia mengecup sekilas bibir suami nya di hadapan Mama Sonia dan juga Mbok Darmi yang kebetulan sedang menutup pintu.
Mama Sonia membelalak kan mata nya, sifat Gita sama persis dengan sifat dia waktu hamil dulu.
" Ya tuhan, kenapa sifat kami berdua tidak ada beda nya sedikit pun." ucap Mama Sonia sambil tersenyum tipis.
Dengan sedikit berhati- hati Reza mendudukkan Gita di sofa keluarga, bersantai sejenak dengan mengobrol bersama Mama Sonia.
ujian try out telah di lewati nya, dua Minggu lagi dia akan mengikuti ujian kelulusan, sementara di sekolah Gita sudah tidak di sibuk kan lagi dengan tugas, waktu nya hanya di habis kan untuk belajar menunggu ujian kelulusan yang akan segera di lakukan.tidak pernah terbayangkan oleh gadis tujuh belas tahun itu,harus mengalami kisah hidup yang seperti ini, di tengah keluarga nya yang kaya raya,hidup serba berkecukupan dia harus menikah di usia muda nya,bukan karena faktor ekonomi melainkan hanya karena kesalahan Abang kandung nya di masa lalu.
" Mama mau ngga surabi nya?"
" Ini kamu semua yang menghabisi nya sayang?"
" Iya Ma." jawab Gita tanpa merasa bersalah.
Mata Mama Sonia dan Reza saling bersitatap mencari jawaban dari ucapan Gita, Reza lalu mengangguk kan kepala nya seolah membenar kan semua ucapan istri nya.Mama Sonia hanya mengelus dada melihat sikap Gita yang tidak ubah nya seperti dia di masa muda nya.
" Sayang! Coba kamu cek dulu pakai ini, feeling Mama mengatakan jika kamu sedang hamil saat ini."
" Hamil? Ini apa Ma?"
tanya Gita yang masih kaget dengan kata hamil. tangan nya bergetar menerima alat panjang yang berbungkus plastik itu, nalar nya berusaha mencerna semua ucapan sang Mama.
Jangan lupa Like.Vote dan berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar...
Dan Jangan lupa pencet tombol Favorit nya..
__ADS_1
Terimakasih semua nya..
Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍🥰