
Setelah puas berbelanja dengan memborong semua isi toko.niat hati ingin segera pulang karena mereka bertiga begitu mengkhawatirkan kondisi Gita yang tengah hamil tua.mereka sangat takut jika Gita sampai kenapa-kenapa hanya karena mereka bawa berbelanja.
Karena desakan dan rengekan dari ibu hamil itu,mereka akhirnya mampir dulu ke salah satu restoran favorit Gita, untuk sekedar mengisi perut dan memulihkan tenaga mereka yang terkuras habis karena sibuk shopping.entah makan apa nama nya,yang jelas hari sudah menunjukkan pukul 3 sore.
" Enak,nggak?" tanya Gita kepada kedua Mama nya.sedangkam mulut nya tidak pernah kosong dan selalu terisi penuh oleh makanan.
" Enak banget sayang,Mama baru tau jika ada makanan seenak dan selezat ini di mall ini." sahut Mama Meri yang nampak bersemangat mengunyah setiap sendok makanan yang masuk ke mulut nya.
" Iya!! Mama juga baru tau,kok kamu ngga pernah ngajak Mama buat makan ke sini? Padahal kita sering loh datang ke mall ini " ujar Mama Sonia tidak terima.
" Lupa Ma." jawab Gita enteng sambil nyengir.
Reza yang melihat istri nya masih bisa berbicara sementara mulut nya sudah terisi penuh hanya bisa geleng-geleng kepala.mau negur pun takut tersinggung.alhasil dia hanya bisa membantu membersihkan sudut bibir dan dagu istri nya yang kotor karena kuah makanan nya.
" Mas,mau ngga? Enak loh!" tawar Gita.
"Ngga sayang,Mas sudah kenyang." tolak Reza karena Perut nya benar- benar sudah terasa penuh,jika di paksa untuk di isi lagi mungkin saja akan meletus seperti sebuah balon.
"Habis ini kita langsung pulang ya sayang." ajak Reza yang sudah di kejar oleh waktu.
Perut nya yang sudah terisi penuh,serta kaki nya yang juga sudah terasa sangat pegal,membuat Gita mengangguk patuh tanpa ada perlawanan sengit.
Reza merasa sangat bersyukur saat istri nya tidak meminta yang aneh-aneh lagi.dia benar- benar tidak bisa berlama-lama lagi di mall ini.karena sebelum berangkat keluar kota,Reza harus menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan nya di kantor.
" Alhamdulillah,perut aku kenyang sekali!" ucap Gita penuh syukur sambil mengelus baby twins yang sejak tadi memberikan tendangan- tendangan kecil.
" Tunggu Mas bayar dulu.kamu tunggu disini saja sayang."
" Iya Mas." jawab Gita.
Ketiga bidadari surga milik Reza masih duduk di tempat tadi, menunggu Reza melakukan pembayaran atas makanan yang sudah mereka lahap habis dan tidak bersisa sama sekali,semua isi piring yang ada di atas meja sudah berpindah tempat ke dalam perut ketiga wanita kece ini.
" Ayo,sudah siap." ajak Reza sambil membantu istri nya berdiri lalu menggenggam erat jemari mungil yang terlihat lebih semok dari biasa nya.
Di belakang mereka ada kedua calon Oma yang berjalan dengan saling berpegangan tangan.
Kali ini kedua calon Oma itu shopping untuk calon cucu-cucu mereka,
Bahkan kedua calon Oma itu sama sekali tidak berminat untuk masuk ke toko yang sudah menjadi langganan mereka.seperti nya berbelanja perlengkapan bayi lebih menarik dari pada berbelanja tas, sepatu dan baju yang sudah setiap waktu mereka lakukan.
Tepat saat adzan ashar terdengar berkumandang,mobil Reza baru sampai di pekarangan rumah mereka.
__ADS_1
Setelah menunaikan ibadah sholat ashar,Reza langsung pamit lagi kepada istri nya yang sedang berbaring di atas kasur.
" Sayang,Mas harus kembali ke kantor." ucap Reza sedikit takut.dia tidak ingin membuat istri nya salah paham dan berakhir dengan tuduhan yang tidak pernah dia lakukan.
" Nanti pulang nya ngga telat lagi kan Mas?" tanya Gita.
Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut istri nya, membuat Reza hanya bisa tersenyum tipis,ternyata sudah begitu banyak dia menghabiskan waktu nya bersama dokumen dan meeting,bahkan wajah sendu sang istri tidak mampu lagi menutupi kesedihan yang dia rasakan.Reza benar- benar merasa berdosa walaupun itu bukan lah bentuk kesengajaan nya.
" Ngga sayang,Mas janji akan pulang lebih cepat hari ini." jawab Reza lalu mengecup kening istrinya begitu lama.lalu dia menunduk kan sedikit kepala nya , mencium perut besar milik istri nya yang tidak berhenti berguncang karena tendangan dari baby twins.
"Papa berangkat ya Nak, jangan nakal di dalam sana.jangan terlalu sering mengajak Mama bermain bola.kasihan mama yang merasa kesakitan karena tendangan kaki kuat kalian berdua."bisik Reza lembut di perut istri nya.
Belum sempat Reza berdiri dari posisi nya.kedua baby twins mereka kembali menendang seolah mengerti apa yang di ucapkan oleh Papa nya.
" Pintar banget sih anak-anak Papa ini." ujar Reza dengan binar bahagia.bibir nya bahkan terasa kelu untuk berucap karena rasa takjub nya.
" Kalau masih capek tiduran saja sayang,jangan di paksa untuk turun." ucap Reza sebelum pergi dari dalam kamar mereka.
" Iya Mas.aku mau tidur aja, ngantuk!" ucap Gita dengan mata yang sudah 5 Watt.
" Ya sudah tidur saja kalau begitu,Mas berangkat dulu ya sayang." pamit Reza kembali mengecup bibir istri nya.
Di lantai bawah Mama Sonia bersama besan nya tengah membuat rujak buah yang begitu menggoda iman.
" Reza pamit kembali ke kantor ya Ma." ucap Reza sambil menyalami kedua tangan calon Oma itu.
" Pulang nya jangan sampai larut." jawab Mama Meri.
" Iya ." jawab Reza singkat.hidung mancung calon Papa muda itu sibuk mengendus bau yang begitu menggugah selera nya.
" Bau apa ini?" tanya Reza celingukan mencari sumber bau yang dia cari,bak seekor kucing yang sedang mencari ikan asin.
" Memang nya kamu mencium bau apa?" bukan nya menjawab,Mama Meri malah kembali memberikan dia sebuah pertanyaan.
Sementara sang besan tengah sibuk menata buah yang sudah mereka potong kecil-kecil ke dalam wadah besar.
" Seperti bau bumbu rujak." tebak Reza tepat sasaran.
" Tidak sia- sia Mama menyekolahkan kamu ke luar negeri,tebakan kamu benar." seloroh Mama Meri sambil tertawa kecil.
Reza yang mendengar nada ejekan dari sang Mama langsung mendesah pelan.
__ADS_1
" Ngga ada hubungan nya sama sekali dengan lulusan apa jika hanya menebak perkara rujak! Aneh!" batin Reza,ingin sekali dia menjawab secar langsung,namun mengingat Malin Kundang masih mencari teman nya yang durhaka,Reza hanya berani mengucapkan nya dalam hati.
" Bungkus kan untuk Reza ya Ma." ucap Reza dengan mata yang berbinar.sejak tadi mata dan mulut nya seolah seirama menyuarakan selera nya yang mendadak membuncah.
" Kamu mau?" tanya Mama Meri balik.
" Iya Mama ku sayang,tolong di bungkus,biar Reza makan di mobil saja, soal nya Reza sudah harus segera kembali ke kantor sekarang juga."
Di saat Reza tengah menunggu sang Mama membungkus kan sekotak rujak untuk dia,dari arah dapur datang lah sang Mama mertua dengan membawa kantong yang berisi penuh oleh mangga muda.
Saliva Reza yang sejak tadi hampir menetes,kali ini di buat benar-benar mengalir panjang tanpa rasa malu, beruntung nya tidak ada yang melihat ulah bodoh dari CEO Perusahaan terbesar di kota j ini.
"Kamu belum berangkat juga?"tanya Mama Sonia menyadarkan Reza dari tatapan lapar nya.
" Iy- Iya Ma." jawab Reza gelapan.
" Gita mana?" tanya Mama Sonia lagi.tangan nya sibuk mengupas mangga yang sejak tadi mampu mengalihkan perhatian menantu nya.
" Udah tidur Ma, katanya capek."jawab Reza sekena nya,otak dan mulut nya sibuk merangkai cara untuk menghempas kan mangga muda itu ke dalam perut nya.
" Ini rujak nya." ucap Mama Meri dengan sekotak rujak yang di masukkan ke dalam kotak makanan.
" Sama mangga nya juga Ma." pinta Reza sedikit memelas melihat sorot mata tidak mengenakkan dari sang Mama.
" Kamu..."ucapan Mama Meri langsung di potong oleh Reza.
" Emang nya Mama mau baby twins nya ileran,karena ngidam Papa nya ngga kesampaian?Gara- gara nenek nya pelit tidak mau berbagi dengan anak nya?" Reza memiliki senjata ampuh untuk menakuti sang Mama.
Mendengar apa yang di bilang oleh sang putra Mama Meri langsung diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi,jika sudah menyangkut baby twins.sedangkan sang besan hanya mengulum senyum melihat wajah tersiksa dari besan kesayangan nya.
Walaupun hati beliau kesal dan dongkol merasa di kerjain oleh sang putra,Mama Meri tetap saja menuruti permintaan sang putra.
" Terimakasih Oma-Oma cantik." jawab Reza sambil berlalu menenteng dua kotak makanan yang berisi rujak.
Karena sedang ingin memakan rujak dan untuk menghemat waktu.Reza akhirnya memutuskan berangkat ke kantor dengan di antar oleh Pak Tohar.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya.
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya.😍🥰😍🥰