Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 58


__ADS_3

Jika mereka masih bertahan di dalam kafe bisa saja Selo semakin menambah kekacauan, dan dia juga khawatir melihat Selo jika mengemudi dalam kondisi emosional seperti ini.


" Gue bisa pulang sendiri, loe ngga perlu khawatir, thanks Bim loe udah mau bantu gue ,loe udah setia dengerin jeritan hati gue." ujar Selo lalu bangkit dari kursi nya.


" Kita itu sahabat, apapun yang bisa gue bantuin, pasti bakal gue lakuin, udah tenangin diri loe! Jangan loe lampiaskan ke hal- hal negatif lagi,jangan sampai loe semakin jauh bertindak, bukan cinta yang akan loe dapat, melainkan bahaya dan jangan lupain bokap sama nyokap loe yang bakal kecewa sama loe."


" Gue bakal berusaha." ucap Selo pelan namun terlihat bersungguh- sungguh.


Setelah membayar semua tagihan makanan Selo dan Bima menuju ke mobil mereka masing- masing.


" Loe yakin ngga mau gue anter aja, mobil loe biar sopir loe yang jemput." tawar Bima lagi yang belum merasa tenang jika membiarkan Selo pulang dengan menyetir mobil nya sendiri.


" Gue aman kok." jawab Selo yang langsung masuk ke dalam mobil nya, dan menginjak pedal gas nya meninggalkan kafe rembulan.


Di dalam mobil Selo menyetir dengan sangat pelan , lagu patah hati dia putar kan untuk menemani perjalanan nya menuju rumah,sementara Bima diam- diam memutuskan untuk mengikuti mobil Selo dari belakang ,dia sangat khawatir jika Selo nekat melakukan hal buruk lagi.


" Ajar kan aku cara tuk melupakan mu..


Bila membencimu tak pernah cukup tuk hilangkan mu..


Ajarkan ku sebelum merusak ke dalam- dalam nya..


Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi..


Begitu lah syair lagu yang menemani malam kepiluan nya, dingin nya malam seolah tidak terasa lagi bagi Selo, semakin larut jalanan semakin sepi, jalan yang dia lalui penuh kedamaian seolah mengerti akan rapuh nya jiwa dia saat ini.


" Terimakasih telah memberi pelajaran,bahwa setiap luka akan menambah ketabahan dan selalu ada keindahan untuk di kisah kan."


Tes...


air mata ini entah kenapa menetes tanpa bisa di bendung lagi.Selo kembali menangis dengan sesenggukan di dalam mobil nya.mengeluarkan segala rasa perih yang tersimpan rapi di dada nya.


" Terimakasih untuk segala rasanya, dari kamu aku belajar arti mencintai, dari kamu aku belajar arti lelah nya menunggu, dari kamu juga aku belajar bagaimana sakit nya cinta yang tak terbalas, apa itu arti kata kecewa, aku tau hati ku tidak akan baik- baik saja, tapi aku harus terbiasa."

__ADS_1


Keesokan pagi nya Gita terbangun dari tidur nya ketika hari masih gelap, jam di dinding menunjukkan pukul 03: 30.dengan tangan suami nya yang masih setia memeluk pinggang nya,Gita melepaskan tangan itu dengan cepat, sebab dia merasakan perut nya yang bergejolak dan ingin di muntah kan, Gita lalu berlari tergesa menuju kamar mandi.


Hoekkkk...Hoekk....


Reza yang mendengar suara Gita yang sedang muntah- muntah pun ikut berlari menuju kamar mandi, dengan sigap dia mengusap- usap lembut punggung istri nya.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Reza khawatir.


" Ngga tau Mas." jawab Gita yang sudah lemas, karena semua isi perut nya sudah terkuras habis, lalu Gita menyenderkan tubuh nya di dada suami nya, Reza yang melihat istri nya terkulai lemas dengan telaten membantu mengelap dan mencuci mulut istri nya yang masih kotor, lalu menggendong nya menuju kamar mereka.


" Kamu masuk angin atau gara-gara kebanyakan makan tadi malam?"tanya Reza sambil membenarkan selimut di tubuh Istri nya.


Gita hanya diam, dia hanya merespon dengan menggeleng kan kepala nya.


" Mas telpon dokter saja ya sayang, wajah kamu pucat sekali."


" Ngga Mas, ngga usah, sini usap- usap kepala aku saja...Pusing Mas!"ujar Gita dengan pelan, Reza hanya pasrah mengikuti kemauan istri kecil nya, dia usap pelan kepala wanita yang sangat dia cintai ini.Gita semakin terbuai dengan sentuhan suami nya,hingga kantuk nya mulai terasa lagi, Reza yang melihat Gita sudah tertidur pulas sedikit merasa lega, dia kecup hangat kening nya dan tidak lupa mendekap mesra tubuh mungil istri nya.


" Kamu kenapa sayang, tidak biasa nya kamu muntah- muntah seperti ini."


Beberapa kali dia menguap ,hingga mata nya berair,


Karena rasa kantuk yang menyerang,akhirnya Reza pun ikut terlelap karena masih terlalu pagi untuk beraktivitas,tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 06:30, sepasang suami istri itu masih betah saling memeluk didalam hangat nya selimut mereka,pelukan Reza adalah tempat ternyaman bagi Gita.


Gita perlahan membuka mata nya ,lagi- lagi dia merasakan perut nya bergejolak hebat,Gita menghempaskan tangan suami nya dengan kasar lalu berlari menuju kamar mandi.


Hoek...hoekk...


Kini yang keluar hanya cairan kuning saja, karena perut Gita sudah kosong tidak terisi oleh apapun lagi.


" Sayang!" seru Reza yang sudah berdiri di belakang istrinya, dia usap pelan punggung istri nya yang sedang menunduk mengeluarkan semua isi perut nya.


" Mas! " panggil Gita dengan manja,tubuh nya saat ini benar- benar lemas, Gita berpegangan pada lengan kokoh suami nya.

__ADS_1


" Udah enakan?" tanya Reza seraya mencuci kembali mulut istri nya dan mengelap dengan baju yang dia pakai, untuk mengambil tisu dia sudah tidak bisa bergerak lagi,karena tubuh istri nya yang harus dia topang.


" Kita ke dokter saja ya sayang. Mas khawatir sama kamu, dari tadi pagi mual- mual terus." tawar Reza yang semakin cemas melihat wajah istri nya juga semakin pucat.


Gita membulat kan mata nya dengan sempurna,apa yang terjadi padanya belakangan ini,mungkin kah ini tanda- tanda kehamilan yang kemarin dia ragukan.


" Bulan ini aku belum haid." ucap Gita lirih tapi masih bisa di dengar kan oleh Reza.


Gita semakin gelisah tubuh nya bergetar dan berkeringat,padahal suhu AC di kamar nya sudah sangat dingin, apa yang akan terjadi jika dia benar- benar hamil.


" Sayang,apa maksud kamu?" tanya Reza yang semakin penasaran dengan ucapan istrinya nya.


" Mas bagaimana kalau aku hamil Mas." tanya Gita ragu- ragu, sambil meremas ujung selimut nya.


" Kamu benaran hamil sayang?" seru Reza dengan wajah bahagia nya.


" Aku belum tau pasti Mas, tapi dari tanda- tanda yang aku rasain sih seperti nya iya." jawab Gita ragu-ragu.


"Alhamdulillah sayang." ujar Reza seraya


bersujud syukur atas karunia nya.


" Apa kamu bahagia Mas? Apa kamu sudah siap?" tanya Gita penuh harap.


" Iya jelas bahagia sayang, siapa sih di dunia ini yang tidak bahagia mendapat kan kabar baik, siap ngga siap kalau udah di titipin amanah ya harus di terima dan di jaga dengan baik sayang, ini rezeki dari sang pencipta untuk kita." ujar Reza menyakinkan istri nya dan tidak lupa menghadiahi kecupan hangat di seluruh wajah istri nya.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar..


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..


Terimakasih semua nya..

__ADS_1


Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍


__ADS_2