
Ucapan salam dari pria tinggi tegap itu mampu mengalihkan atensi semua orang.
" Assalamualaikum." ucap nya sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Gita dan kedua orang tua Reza.
" Wa alaikum salam." jawab mereka serentak.
" Loe jadi datang juga? Gue kirain loe ngga level sama undangan yang gue tawarin!" seru Rega dengan nada mengejek saat pria yang bernama teguh itu menjabat tangan nya.
" Loe jangan mulai lagi deh? Gue lagi malas meladeni sikap jahil loe itu." balas nya dengan sedikit mendorong bahu Rega kebelakang.
Teguh berlalu menjauh dari posisi Rega dan berjalan semakin mendekati ke arah Gita dan juga Reza yang kebetulan sedang makan.
" Wahh... Romantis banget sih,bikin gue iri aja." tutur nya kala sudah dekat dengan sepasang kekasih halal itu.
" Loe iri? Maka nya buruan nikah." jawab Reza santai.
" Mentang- mentang loe udah punya bini! Gue mau nikah sama siapa? Pacar aja ngga punya!" Jawab Teguh putus asa.
"Tuh ada tiga teman Gita,loe boleh pilih yang mana loe suka." jawab Reza tanpa pikir panjang.
Teguh langsung mengikuti kemana arah jari telunjuk Reza berhenti.
Sebelum beranjak menuju ke tempat yang di saran kan oleh Reza , Teguh terlebih dahulu menyerah kan paper bag yang berisi kado untuk hadiah ulang tahun kepada Gita.
Entah apa isi nya yang jelas kado itu berukuran lumayan besar.dan dari tulisan yang ada di paper bag seperti nya kado itu memiliki nilai yang lumayan tinggi.
" Terimakasih Kak." jawab Gita yang terlihat ragu-ragu menerima pemberian dari Teguh.
" Iya sama- sama Dek, jangan sungkan ambil aja,ini sekalian sebagai tanda permintaan maaf kakak.loe ngga keberatan 'kan Za?" tanya Teguh yang menyadari alasan Gita terlihat enggan menerima kado pemberian nya.
"Ngga masalah,terima saja sayang." jawab Reza sambil mengangkat bahu nya.
" Ini kurang banyak,harus nya sebagai permintaan maaf itu kado nya berupa mobil atau perhiasan,baru permintaan maaf loe bisa kita terima." seloroh Reza membuat Teguh membulat kan mata nya sempurna.
" Baiklah,lain kali akan gue pertimbang kan permintaan loe." jawab Teguh sekena nya.
Semua orang terlihat asyik mengobrol.semua asisten yang bekerja pun ikut larut dalam perayaan sekalian acara syukuran ini.bahkan dengan tegas nya Pak Herman dan Mama Sonia melarang mereka untuk bekerja satu hari ini karena mereka sudah menyewa khusus orang yang akan menggantikan pekerjaan mereka semua.mulai dari security,tukang kebun,juru masak dan sopir,semua nya sudah ada pengganti nya,dan mereka di beri izin bebas tugas selama satu hari penuh.
Sungguh memiliki majikan yang baik dan penyayang seperti keluarga Husein memang tiada dua nya,dan tidak bisa di jumpai di luar sana.
" Hai... Ladies." sapa Teguh saat melihat ternyata ada tiga orang gadis yang pernah dia lihat waktu di rumah sakit namun belum sempat berkenalan.
"Kalian jangan dekat- dekat dengan dia,manusia seperti dia ini mengidap penyakit rabies." celetuk Rega menyarankan.
" Dasar iri! Sana loe jangan dekat-dekat gue,orang lagi berusaha juga! Malah langsung di gagalkan." ucap Teguh tidak terima.
Ketiga gadis rusuh yang merasa di sebut- sebut semakin salah tingkah,pasal nya sejak pertama kedatangan Teguh mata ketiga gadis itu hampir saja lompat dari tempat nya karena kaget melihat kedatangan sosok tampan yang begitu mereka puja waktu di rumah sakit beberapa hari yang lalu.
Kiki yang notabene nya memiliki sifat tomboy dan susah untuk suka kepada pria manapun,kali ini bertekuk lutut mengakui rasa suka nya secara gamblang.
__ADS_1
"Lap tuh iler loe sampai melimpah keluar begitu Lusi!" ujar Kevin meledek Lusi yang nampak tidak berkedip sejak tadi.
" Loe hargain dong perasaan ayang beb loe,jangan pernah mendua jika tidak ingin di dua kan." imbuh Kiki lagi.
Lusi yang merasa terganggu dengan ulah Kevin dan Kiki langsung meradang dan menimpuk kedua manusia iseng itu dengan sendok yang dia pegang.
" Rasain nih! Suka banget deh gangguin hidup gue.mampus." ujar Lusi kebablasan.
" Loe kayak mak- mak yang laki nya di rebut sama pelakor deh!" seru Kiki sambil menggosok kepala nya yang terasa perih karena hantaman keras dari Lusi.
Teguh dan Rega yang menyaksikan kegaduhan itu hanya melirik sambil tersenyum manis.
" Hai..Apa kabar,saya Teguh." ucap Teguh ber basa-basi.
" Hai juga kak.aku Lusi." jawab Lusi sebagai orang pertama.
" Aku Hana kak." jawab Hana lagi.
Kiki yang sedang kesakitan mengabaikan saja tawaran perkenalan dari Oppa Korea nya.
Hingga tangan kekar Teguh ikut menyentuh lembut kepala Kiki baru lah dia menyadari nya.
" Hai.." sapa Teguh yang merasakan sesuatu yang berbeda saat beradu pandang dengan Kiki.
" Eh..Hai juga kak." balas Kiki kagok.
" Kiki kak " jawab Kiki gemetaran.
" Kiki..Nama yang cantik seperti orang nya." ujar Teguh sedikit menggombal.
Entah kenapa melihat mata Kiki ,jantung Teguh berdetak lebih cepat dari biasa nya,ada getaran rasa yang berbeda yang dia rasakan saat berdekatan dengan Kiki.
" Hoeeeekk." Rega sengaja berpura-pura muntah karena geli sendiri mendengar gombalan yang keluar dari mulut sahabat nya yang tidak tau malu itu.
" Loe lagi bunting?" tanya teguh jengah melihat kejahilan dari sahabat nya yang tidak pernah tobat.
" Bunting ? Iya anak kucing gue yang lagi bunting." ajab Rega yang ikutan kesal.
Teguh tertawa melihat wajah kesal Rega.
"Hahahaha."
" Maka nya jangan suka jahilin orang,di jahilin balik langsung ngambek, dasar anak perawan." imbuh Teguh sambil berlalu mendekat ke arah Bima dan kedua sahabat nya, meninggalkan Rega yang masih mematung dengan wajah jelek nya.
" Hai bro..Kalian teman nya Gita juga." sapa Teguh hangat.
" Iya Bang, kita satu sekolahan sama Gita." jawab Bima.
" Oh.. Berarti satu sekolahan juga sama kiki dan kedua sahabat nya." tanya Teguh sok akrab.
__ADS_1
" Iya Bang,mereka juga sahabat kita."
" Aku Bima Bang ." ucap Bima sambil menerima uluran tangan Teguh.
" Aku Aris Bang." ujar Aris lagi.
" Aku Kevin Bang." sahut Kevin lagi.
Kini mereka sedang berbincang bagaikan sahabat karib.mereka memilih duduk di sofa ruang tamu sambil bercengkrama penuh canda.
Sejak tadi Teguh tidak berhenti mencuri pandang ke arah Kiki yang terlihat sedang duduk sambil menggenggam ponsel nya menyimak obrolan yang tengah berlangsung.
" Ki,kayak nya si Oppa Korea dari tadi ngeliatin loe terus deh." bisik Lusi di telinga Kiki.
" Masa sih?" tanya Kiki memastikan, sebenarnya dia juga merasa seperti itu,namun karena tidak ingin berbesar kepala dia mengenyah kan semua isi kepala nya.
" Iya benar Ki, seperti nya si Oppa itu ada sesuatu deh sama loe." jawab Lusi .
" Sesuatu apaan?" tanya Kiki pura-pura polos.
" Gue yakin loe tahu jawaban nya bego! Jangan kayak anak ingusan yang baru tau arti nya jatuh cinta deh." sergah Lusi cepat.
" Ngapain sih kalian berdua bisik-bisik." tanya Hana penasaran.
" Tau tuh sih drama queen.ngga jelas." tukas Kiki lagi.
Dari arah belakang mereka,datang lah Reza dan Gita yang saling menggenggam tangan dengan mesra.
" Wahh....Udah mulai akrab nih.ternyata loe lebih cepat juga gerak nya dari pada yang gue duga." sahut Reza ikut bergabung dengan kaum muda-mudi itu.
Reza dan Gita memilih duduk berdua di sofa yang berukuran panjang itu,dia tidak membiarkan istri nya duduk berdempetan dengan ketiga sahabat rusuh nya itu.dengan alasan takut bayi kembar nya merasa sesak.
Gita yang tidak ingin memperpanjang masalah memilih mengalah mengikuti kemauan suami nya.
Mata elang Reza terus mengintai pergerakan mata playboy milik Teguh.hanya satu kali kedipan saja Reza sudah bisa menebak kemana arah mata nakal Teguh tertuju.
Ya arah mata nakal itu terus melirik ke arah gadis yang duduk di posisi tengah dari kedua sahabat nya.
" Kena loe!" seru Reza tersenyum nakal.
Jangan lupa Like.Vote dan berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya ya.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya.😍🥰😍🥰😍
__ADS_1