
Gita yang sudah merasa kesal langsung saja memukul bahu Rega dengan sekuat tenaga nya menggunakan tas yang dia tenteng.
" Awwww sakit Dek." ujar rega yang mengaduh kesakitan dan mengelus bahu nya yang terasa sakit.
"Mampus tuh." ucap Gita acuh sambil melipat kedua tangan nya di dada sementara wajah nya dia angkat ke atas,dia merasa puas telah membalas kejahilan sang Abang.
" Sayang!" tegur Reza yang melihat Gita yang bersikap kasar kepada Abang nya.
" Abang Rega tuh yang mulai duluan." Gita mengadu kepada suami nya dengan begitu manja.
Reza yang tidak ingin memperkeruh suasana pun menenangkan istri nya, memeluk pinggang istri nya, memberikan kenyamanan.
" Peluk- peluk kan nya jangan di sini, ngga puas apa semalaman ?" Rega kembali bertingkah, bukan nya berhenti tapi dia malah semakin menjadi- jadi.
" Bodoh amat ." seru Gita yang langsung menghempas kasar pantat nya di kursi makan.
" Pelan- pelan sayang." ucap Reza.
Gita yang sudah terlalu kesal hanya menganggukkan kepala nya kepada suami nya.
" Sayang kamu kenapa?" tanya Mama Sonia yang baru datang dari dapur, dia merasa heran melihat wajah putri nya yang sudah di tekuk.
" Tuh Anak Mama yang satu itu, hobi nya bikin kesal aja."
" Rega..." seru Mama Sonia dengan mata nya yang besar dan siap menerkam Rega.
Rega yang mendengar nama nya di panggil oleh sang Mama memilih untuk cuek saja dan tetap melanjut kan menguyah makanan nya seolah tidak terjadi apa- apa.
" Sudah habis kan sarapan kalian, nanti bisa telat berangkat nya." titah Pak Herman kepada anak- anak nya, supaya mereka menghentikan perdebatan mereka saat ini.
" Ma, Pa, Gita berangkat dulu ya." ujar Gita lalu mencium kedua tangan orang tua nya.
" Reza juga berangkat ya Ma." ucap Reza yang ikut mencium kedua tangan mertua nya.
" Iya nak, kalian berangkat nya bareng ya?" tanya Mama sonia penuh selidik.
" Iya Ma."
Gita memutus kan menerima tawaran dari Reza untuk mengantarkan dia ke sekolah, alhasil hari pertama ujian try out Gita di antar oleh suami nya.
" Mas Gita masuk dulu ya." ucap Gita lalu mencium punggung tangan suami nya, saat Gita hendak melepas kan tangan nya Reza lalu menarik tangan Gita ke dalam pelukan nya.
Srekkkk..
Cup...
Reza lalu mencium mesra bibir Gita sekilas .
" Mas." panggil gita yang merasa kaget tapi dia tidak menolak nya,Gita menjadi salah tingkah sendiri.
" Nanti pulang nya Mas jemput ya sayang." ujar Reza dengan mengulum senyum.
Dia terus memperhatikan gita yang sedang merapikan rambut nya yang berantakan akibat ulah dia.
__ADS_1
"Memang nya Mas ngga sibuk di kantor?"
" Ngga sayang, kalau buat kamu Mas selalu ada waktu." jawab reza dengan gombalan maut nya.
" Ya sudah nanti Gita telpon Mas kalau Gita udah mau pulang ya, Mas hati- hati, di jalan nya."
" Iya sayang, yang semangat ujian nya ya."
" Iya Mas." jawab Gita sambil menutup pintu mobil nya.
Reza bergeming menatap punggung Gita yang sudah keluar dari mobil nya dan berjalan memasuki gerbang sekolah.
" Pagi Gita sayang, di anterin sama Mas bojo ya." seru Lusi yang sudah berada di samping Gita.
" Kepo banget sih loe, suara loe itu di pelan kan." ujar Gita menatap sengit ke arah Lusi.
Gita dan Lusi berjalan beriringan menuju ke dalam kelas mereka.
" Git, gimana rasa nya malam pertama kemarin, hot banget ngga?" tanya Hana dengan semangat 45 nya.
" Ish loe ngapain sih Han, bukan nya nanya pelajaran, malah bahas yang lain." jawab Gita cuek.
" Ya kan gue pengen tau aja, itung- itung belajar sama loe." ujar Hana dengan menaik turun kan kedua alis nya.
" Loe nikah aja sana biar tau rasa nya, bisa ngga sih suara loe itu di pelan kan, hobi banget sih teriak- teriak ,ngga Lusi ngga loe ngomong nya pakai urat semua." ujar Gita dengan memutar bola mata, jengah dengan tingkah Hana yang super kepo.
" Iya loh Git, kata orang- orang kalau malam pertama itu rasa nya sakit kan Git ."
Gita tidak menjawab pertanyaan Lusi, dia lebih memilih untuk belajar ketimbang membahas hal yang tidak perlu untuk di bahas saat ini.
Gita yang merasa terganggu pun menatap tajam Lusi ,hingga Lusi tidak berani berkutik lagi.
" Loe sih, maka nya jadi orang sabaran dikit Napa." bisik Hana di telinga Lusi.
" Loe juga kepo kan, gimana dong! Gita kayak nya marah tuh." balas Lusi dengan berbisik lagi kepada Hana.
Sementara Kiki enggan untuk ikut ke kepoan dua sahabat gesrek nya,dia lebih mengikuti jejak kebenaran Gita, kedua nya sibuk membaca ulang buku pelajaran yang akan menjadi mata ujian try out di hari pertama ini.
Ujian try out pertama pun di mulai,Gita terlihat santai dan tenang mengisi setiap lembar jawaban,tidak salah lagi karena dia adalah termasuk siswa berprestasi di SMA Karya Bakti, semua soal yang keluar hari ini mudah saja bagi Gita untuk menjawab nya,apalagi tadi malam dia sudah bertempur dengan semua buku- buku nya.
" Gila.. Susah banget soal- soal fisika tadi." ujar Hana dari kursi nya.
" Gue juga ngga yakin sama apa yang gue isi! Ya tuhan semoga saja ada keajaiban untuk gue." ujar Lusi dengan drama nya.
" Maka nya belajar ." sahut Kiki yang melihat kedua sahabat nya terus saja meratapi nasib mereka yang sedang terombang-ambing.
" Ya ee lah, kayak loe belajar aja." sahut Lusi yang merasa ngga terima di katain oleh Kiki.
" Gue mah belajar, walau pun ngga banyak setidak nya gue yakin dengan jawaban gue dari pada loe 0 besar."
Lusi membulat kan mata nya mendengar ucapan Kiki yang terang- terangan mengejek diri nya yang memang terkenal rendah IQ di antara mereka berempat.
Hari pertama ujian try out pun berhasil mereka lewati, saat Gita tengah mengemasi semua perlengkapan sekolah nya, tiba- tiba handphone Gita berbunyi tanda ada pesan yang masuk.
__ADS_1
My husband
Sayang, Mas tunggu kamu di depan gerbang ya.
My wife
Iya Mas, sebentar lagi Gita otw
keluar.
My husband
iya sayang I love you
My wife
Iya Mas
My husband
Iya apa nya sayang?
Namun Gita tidak membalas lagi pesan terakhir dari suaminya, entah kenapa sulit sekali bagi nya untuk membalas kata cinta itu, sungguh jantung nya saat ini tidak bisa di kondisikan lagi, meski beberapa hari dia telah melewati hari nya bersama Reza ,tapi Gita masih saja salah tingkah jika mendapat kan perlakuan romantis dari Reza.
" Loe senyam senyum ngga jelas gitu lagi bayangin malam pertama loe ya!"ujar Lusi yang tidak ada kapok nya menanyakan tentang malam pertama Gita.
" Loe ngga jelas banget deh."
" Hahahaha.."
" Ya abis nya loe di ajak ngomong malah senyum- senyum sendiri." ucap Lusi .
" Suka- suka gue lah, mulut juga mulut gue, masalah?" tanya Gita dengan jutek.
" Ya tau yang pengantin baru...." belum siap Lusi berbicara mulut nya sudah di bekap erat oleh tangan Gita. dengan mata Gita yang menatap tajam kepada nya.
" Loe kalau ngomong bisa pelan ngga sih bego! Bagaimana kalau yang lain pada dengar." bisik Gita dengan mata tajam nya, Gita celingak-celinguk melihat orang yang berada di sekitar mereka ,tapi dia tidak melihat jika ada Selo yang tepat berada di belakang punggung nya.
" Ember banget sih loe, ngga di rem tuh mulut." ujar Kiki yang juga kesal sama Lusi.
" Ya sorry ... sorry banget Git." ucap Lusi yang merasa bersalah dengan mengacungkan dua jari nya ke atas.
" Pengantin baru?"
" Siapa yang pengantin baru ?" tanya Selo yang sempat mendengar pembicaraan ke empat sahabat itu.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin..
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys..
Dan Jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya ya...
Terimakasih semua nya..
__ADS_1
Salam sayang untuk kita semua nya..😍🥰😍🥰😍