
" Gita udah siap, Gita langsung naik ke atas ya Ma, Pa."
" Iya sayang, tapi kenapa kamu buru -buru sekali, apa terjadi sesuatu?"
" Gita harus belajar Ma, besok Gita sudah mulai ujian try out, sebelum ujian kelulusan yang akan di adakan sebulan lagi.
" Belajar nya yang semangat dan fokus ya sayang, semoga saja hasil nya bagus." ujar Mama Sonia memberi kan semangat kepada putri nya.
" Iya Ma." jawab Gita dengan mengacung kan jempol kepada sang Mama.
" Mas, Gita duluan ya ke kamar nya." ujar Gita yang perlahan meninggal kan meja makan.
tanpa pamit kepada Abang nya yang super jahil.
" Iya sayang." jawab Reza yang masih bergabung dengan keluarga nya di bawah.
Mama Sonia dan Pak Herman tersenyum melihat bagaimana manis nya hubungan anak dan menantu nya.
Semua orang punya cerita tentang rumit nya perjalanan hidup dan dahsyat nya badai ujian di dunia , kunci nya ya" jalani saja "apapun itu semua sudah ada porsi nya dan Allah maha tau jika kita mampu.
" Loe besok udah mulai kerja ya?" tanya Rega yang melihat Reza sibuk dengan gadget nya. Dia tau saat ini apa yang sedang di lihat oleh Reza, sesama pebisnis handal Rega sangat paham grafik apa yang sedang di periksa oleh Reza.
" Iya ga, mau gimana lagi, kerjaan udah menumpuk, kasihan Alan kalau gue nambah cuti lagi." jawab Reza dengan melihat ke arah Rega, sementara Pak Herman hanya menyimak pembicaraan yang terjadi antara putra dan menantunya.
" Emang nya loe ngga mau apa, ajak Gita bulan madu atau liburan kemana gitu! Cemen banget sih loe." dengan tangan jempol nya yang di acungkan kebawah.
" Ya gue mau lah,siapa sih yang ngga mau liburan! tapi ngga bisa sekarang, Gita kan juga harus sekolah, apalagi sebentar lagi dia akan ujian, gue sabar kok nunggu waktu nya, gue harus planning kan dulu biar kerjaan nya juga bisa di handle dan nggak menumpuk seperti ini."
" Sabar..Sabar, ngga yakin gue sama loe."ujar Rega dengan melempar bantal sofa yang ada di dekat dia kepada Reza.
Mama Sonia yang baru datang membulat kan mata nya ,melihat tingkah laku putra sulung nya,yang selalu di luar nalar sebagai orang dewasa.
" Rega kamu ngapain sih, udah tua tapi kelakuan kayak anak- anak saja." ujar Mama Sonia sambil meletakkan 3 gelas teh ke atas meja.
" Ngga ngapa- ngapain kok Ma, Mama sensitif banget deh."
Reza yang melihat Rega kena Omelan dari Mama Sonia tertawa meledek ke arah Rega yang sedang kesal.
Hahahaahahaaha....
__ADS_1
"Loe kalau di depan Mama nyali loe kecil juga." bisik Reza di telinga Rega.
" Sialan loe." ujar Rega dengan kembali mengayun kan bantal ke arah Reza,belum lagi aksi nya berjalan, sang Mama sudah melirik dia dengan tatapan membunuh.
" Apa sih Ma!" seru Rega dengan menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal.
" Kamu itu yang kenapa!"
Hahahaha ...
Reza Kembali menertawakan Rega yang mati kutu di hadapan Mama nya.
" Mama galak banget deh, atuuttt." ujar Rega dengan menyembunyikan wajah nya di balik bantal sofa.
Haahahaha ...
Hahahahahahaha....
Pak Herman yang melihat tingkah usil putra nya pun ikut tertawa, begitu juga dengan Reza, dia tidak habis pikir bisa- bisa nya Rega bertingkah se konyol itu, jika saja lawan bisnis nya yang melihat mereka tidak akan percaya, Rega yang seorang pemimpin perusahaan besar berbeda dengan Rega yang saat berada di rumah.
" Ma, Pa, besok siang Rega harus kembali lagi ke kota s." ujar Rega.
" Memang nya belum selesai juga masalah yang kemarin? kenapa kamu harus kembali ke sana."
" Hati- hati kamu di sana , Papa sudah mengirimkan tim pengacara ke sana, kamu hanya tinggal mengawasi dan ikuti saja saran dari tim pengacara kita, biar mereka yang mengurus semua nya."
" Iya Pa." jawab Rega yang merasa tenang.
Karena diam- diam Papa nya sudah melangkah lebih maju dari yang dia duga.pantesan saja sang Papa sangat di kenal sebagai pengusaha tersohor di kota j, kinerja sang papa tidak di ragukan lagi dalam dunia bisnis.
" Yah, padahal Mama baru aja merasa senang, kita bisa berkumpul bersama dengan lengkap seperti ini." ujar Mama Sonia dengan tidak bersemangat, hari- hari yang sudah terbayangkan akan selalu ramai, hanya tinggal impian dia saja, sementara kenyataan nya, mereka semua sibuk dengan dunia nya masing- masing.
" Rega cuman sebentar aja kok Ma, tumben Mama tidak ikhlas atas kepergian Rega, padahal selama ini kalau Rega di rumah Mama selalu ngatain Rega, galakin Rega, sedih tau Ma Rega nya." ujar Rega dengan lebay.
" Kamu itu ngga cocok lebay seperti itu, malu tuh sama badan kamu, lagian Mama kan bukan ngatain kamu, Mama itu cuman nanya sekalian ngasih tau kamu, memang nya apa yang Mama bilang selama ini salah ya?"
" Ngga sih Ma, tetapi cukup mengganggu indra pendengaran Rega ." jawab Rega dengan wajah datar nya.
"Maka nya cepetan nikah biar telinga kamu ngga terganggu terus."
__ADS_1
" Mama mulai lagi kan! Rega mending kabur aja deh." ujar Rega seraya berlalu menuju kamar nya.
Jurus terjitu Rega memang tidak pernah lari dari kabur,dia selalu lari ketika Mama Sonia sudah menyudutkan dia dengan kata menikah,bukan nya dia tidak ingin namun saat ini dia belum menemukan sosok yang tepat untuk menjadi pendamping hidup nya.
" Dasar anak nakal." ujar Mama sonia dengan volume suara yang tinggi supaya Rega bisa mendengar nya.
" Ma, Pa Reza ke atas dulu ya." ucap Reza memberanikan diri nya setelah melihat kepergian Rega , sebenar nya dari tadi dia sudah ingin kembali ke kamar nya, hanya saja dia merasa segan jika harus meninggalkan begitu saja kedua mertua nya, sementara hati nya berkata ingin menemani istri kecil nya belajar.
Ceklek
Bunyi pintu kamar di buka oleh Reza.
" Mas." sapa Gita sambil tersenyum,lalu kembali fokus lagi dengan buku yang ada di tangan dia,Reza yang paham jika saat ini istri nya sedang tidak bisa di ganggu pun memilih duduk selonjoran di atas ranjang, dengan sesekali melirik ke arah Gita,Reza terus saja mengamati Gita dari atas ranjang, beberapa kali dia memergoki istri nya itu sedang menguap dengan mulut yang terbuka lebar, sungguh sangat lucu hanya saja dia lebih memilih menahan ketawa nya, dari pada sang istri kecil nya ngambek.
Jam sudah menunjukkan 23:00 Gita yang merasakan kantuk nya tidak dapat di tahan lagi pun mengakhiri acara belajar nya, mengemas kembali buku- buku yang berserakan di atas meja belajar,lalu pindah ke atas ranjang dimana di sana ada Reza yang masih setia menunggu nya, Reza yang menyadari Gita yang sedang merangkak naik pun langsung menoleh kan mata nya.
" Sudah siap ya sayang?" tanya reza dengan mengelus lembut kepala Gita.
" Udah Mas." jawab Gita dengan kembali menguap.
" Aku udah ngga kuat lagi , udah ngantuk banget Mas, takut nya kalau di paksain besok nya malah kesiangan lagi."
" Ya sudah ayok kita tidur." ujar Reza yang langsung mematikan lampu kamar,masuk ke dalam selimut yang sama dengan Gita pakai. memeluk erat tubuh Gita yang berada di dekapan nya, entah sejak kapan tidur di dekapan suami nya menjadi suatu kebiasaan buat Gita, selain kata nyaman, dia juga merasa kan ketenangan yang membuat tidur nya lebih nyenyak.
Ke esok kan hari nya, pagi yang cerah menyambut suasana yang masih terasa dingin, Gita dan Reza saat ini sudah siap untuk beraktivitas, mereka berjalan beriringan keluar kamar dan di tangga tidak sengaja berpapasan dengan Rega yang juga sudah siap dengan setelan kantor nya.
" Pagi pengantin baru." seru Rega sambil nyengir.
" Iss kebiasaan deh, udah Mas diamin aja orang kayak gitu." ucap Gita yang merasa kesal ,mood pagi nya sudah berantakan akibat ulah Rega yang terus saja menjahili nya.
" Apaan sih Dek, sombong amat, mentang- mentang yang sudah punya Mas." ujar Rega yang semakin bersemangat menggoda sang Adik.
Reza yang melihat tingkah konyol Rega hanya geleng- geleng kepala dengan rasa heran nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar ya guys..
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya ya..
__ADS_1
Terimakasih semua nya..
Salam Sayang untuk kita semua nya..🥰🥰🥰😍😍